Melahirkan di Air, Ini Hal-hal yang Wajib Anda ketahui

Melahirkan di air jadi sangat terkenal akhir- akhir ini, spesialnya di golongan para bunda berbadan dua yang mencari alternatif lain dari pengalaman melahirkan di rumah sakit.

Sepanjang melahirkan di air, seseorang perempuan hadapi persalinan serta bersalin dalam bak mandi berisi air hangat. Metode melahirkan ini umumnya dicoba di rumah ataupun di pusat persalinan, dengan dorongan bidan daripada dokter isi rumah sakit.

“ Bunda yang menginginkan persalinan natural, tanpa obat ataupun epidural, terkadang memilah water birth sebab bisa membagikan” pengalaman melahirkan yang aman serta natural,” kata Ami Burns, pendidik persalinan, sekalian owner Birth Talk di Chicago.

Tetapi bukan berarti bersalin di air membuat kita leluasa dari rasa sakit.

” Kenyataannya, sakit yang dialami hendak sama saja, namun lingkungannya hendak lebih santai serta menenangkan sebab menawarkan pengalaman melahirkan yang lebih mengasyikkan,” kata David Ghozland, OB- GYN yang berpraktik di Santa Monica, California.

Tetapi apakah nyaman melahirkan dengan tata cara ini? Ini yang butuh Moms tahu tentang melahirkan di air.

Baca Juga: Layanan Aqiqah di Jogja Murah

Kriteria Ibu yang Bisa Melahirkan di Air

Kehamilan tanpa komplikasi( tekanan darah rendah, kehamilan lebih dari 37 pekan, balita dengan kepala tertunduk, dll) dapat melahirkan di air.

” Keadaan berisiko besar ataupun komplikasi dalam persalinan kerap mewajibkan pemantauan bakal anak selalu, jadi lebih baik tidak berupaya water birth” jelas Edwin Huang, OB- GYN di Cambridge, Massachusetts, serta asisten prof di Harvard Medical School.

Dengan kata lain, terdapat kondisi tertentu di mana bunda berbadan dua tidak boleh memilah melahirkan di air.

Marra Francis, dokter isi yang berpraktik di San Antonio, menetapkan kalau perempuan dengan diabet gestasional, preeklampsia, makrosomia, pembatasan perkembangan intrauterin, prematuritas, serta panggul yang belum terbuka, tidak boleh melahirkan dengan water birth.

Sebagian aspek bisa jadi membuat Moms tidak boleh melaksanakan prosedur persalinan di air ataupun water birth. Moms tidak boleh mencobanya bila:

  • Lebih muda dari 17 tahun ataupun lebih tua dari 35 tahun.
  • Mempunyai komplikasi semacam preeklampsia ataupun diabet.
  • Mempunyai anak kembar ataupun kembar 2.
  • Balita dalam posisi sungsang.
  • Balita prematur.
  • Mempunyai balita yang sangat besar.
  • Moms wajib selalu dipantau serta tidak bisa dicoba di bak mandi.
  • Hadapi peradangan.

Sebab itu, saat sebelum melaksanakannya, Moms wajib bertanya terlebih dulu dengan dokter isi buat mengenali apakah melahirkan di air bisa dicoba.

Baca Juga: Apa yang dirasakan ibu hamil saat akan Melahirkan?