Bayi hanya boleh minum ASI

Kenapa Bayi hanya boleh minum ASI?. Menurut beberapa sumber, kasus kematian bayi mungil AH disebabkan karena kelalaian dan kekurang pahaman sang Bunda. Si Bunda tidak memahami bahwa bayi berusia 40 hari hanya diperbolehkan mengkonsumsi ASI sebagai asupan makanan dan minum dalam kesehariannya. Dan juga, hal ini sudah sering di himbau oleh beberapa lembaga kesehatan.

Baca Juga: Bagaimana ciri-ciri kambing yang boleh disembelih untuk aqiqah?

kasus tewasnya bayi berusia 40 hari berinisial AH beberapa waktu yang lalu ini. Bayi mungil itu tewas setelah diberikan potongan buah pisang oleh ibunya sendiri. Maka dari itu, penting bagi semua orang tua untuk memahami hal-hal yang tidak dibenarkan saat merawat bayi baru lahir.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan program ASI eksklusif yaitu selama 6 bulan. Selama waktu tersebut, bayi hanya boleh minum ASI sebagai asupan makanan dan minuman utamanya. Nantinya, program ini bisa dilanjutkan hingga umur 2 tahun sambil didampingi MPASI.

ASI yang diproduksi oleh Bunda khusus diperuntukan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi selama kurang lebih 6 bulan pertama setelah dilahirkan. Kandungan nutrisi di dalam ASI dapat berubah-ubah untuk menyesuaikan kebutuhan tumbuh kembang bayi. Oleh sebab itu, ASI merupakan pilihan makanan terbaik bagi bayi baru lahir.

ASI juga memiliki kandungan nutrisi berlimpah salah satunya kolostrum yang didalamnya terdapat antibodi. Zat ini diyakini dapat meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi baru lahir untuk melawan kuman penyebab penyakit.

Karena alasan itulah, banyak penelitian menyimpulkan bayi yang diberikan ASI eksklusif lebih jarang terjangkit penyakit, seperti pneumonia (infeksi paru), dan diare.

Demikian penjelasan kami terkait Bayi hanya boleh minum ASI. Semoga dapat bermanfaat untuk Ayah dan Bunda.

Wasallamualikum wr. wb.