Catering Aqiqah Jogja

catering-aqiqah-jogjaBanyak Berbagai aneka tempat Catering Aqiqah yang direkomendasikan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Catering Aqiqah biasanya sangat dibutuhkan informasi nya bagi keluarga yang sedang menghadapi hajatnya dimana dalam satu keluarga baik istrinya atau anak putrinya dalam keadaan sedang hamil dan sudah mau menginjak masa kelahiran. Dimana masa-masa itu berbagai rekomendasi tempat sangat mereka butuhkan sekali. sebagai persiapan jelang masa kelahirannya nanti. Karena Aqiqah merupakan Sunnah Nabi yang sangat baik untuk diperhatian dalam kehidupan suatu keluarga.

Banyak orang bertanya dimanakah tempat yang cocok bila mau pesan catering Aqiqah?

Sebagai bagian yang melayani pesanan Catering Aqiqah tentu kami bisa membantu merekomendasi tempatnya yakni di Ridho Aqiqah. Catering Aqiqah Ridho Layanan dengan mengutamakan kepuasan konsumen, dengan kualitas masakan, kesegaran masakan  dan ketepatan waktu dalam penyajian.
Berbagai layanan dan menu pilihan  Catering Aqiqah Ridho  Yogyakarta siap menyajikan masakan aqiqah murah namun tidak meninggalkan karakter masakannya yang lezat dan menggugah selera.

Berbagai paket pilihan yang kami bedakan jelas antara paket Aqiqah Laki-laki dengan Paket Aqiqah Perempuan. Dengan pilihan kambing yang istimewa sesuai kebutuhan. Dengan model pesanan bisa nasi box ataupun prasmanan Aqiqah

Untuk informasi dan pemesanan paket Aqiqah Ridho untuk Laki-laki dengan Paket Aqiqah Perempuan. lebih lanjut hubungi Tlp/WA 0823 – 3333 – 3776

Hewan Terbaik Dalam Pelaksanaan Aqiqah

Hewan Terbaik Dalam Pelaksanaan AqiqahHewan terbaik dalam pelaksanaan Aqiqah sehat (tidak cacat, pincang),  usia 2 tahun, besar, dan gemuk.  Karena Aqiqah adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan kambing, maka pilihlah kambing yang terbaik yang sesuai dengan syarat-syarat ketentuan.

Seperti dalam hadits Ummu Kurz al-Ka’biyah Ra, Rasulullah SAW bersabda:“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”

Baca juga: Paket Aqiqah Murah di Jogja

Aqiqah tidak apa-apa jika dilaksanakan dengan hewan jantan atau betina. Berdasarkan hadits Ummu Kurz, “Tidak peduli kambing-kambing tersebut jantan atau betina”. 

Hewan jantan lebih baik apabila lebih gemuk dan lebih bagus. Sebab, Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan domba jantan. Al-Hafiz al-Iraqi mengatakan, “Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam pada aqiqah kedua cucu beliau memilih yang paling sempurna yaitu domba jantan.

Promo: Paket Aqiqah Anak Laki-laki Murah

Imam Malik berkata, “Domba adalah yang terbaik, kemudian biri-biri. Ini lebih disukai oleh Rasulullah SAW dibandingkan dengan unta dan sapi. Sebab, Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dan Husein dengan kambing masing-masing satu ekor.” Pendapat inilah yang merupakan paling tepat berdasarkan  sabda dan perbuatan Rasulullah SAW.

Jadi dalam pelaksanaan Aqiqah hewan yang terbaik yaitu hewan domba atau kambing jantan  yang sehat, gemuk dan besar. Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan anak perempuan satu ekor kambing.

Risalah aqiqah dan apa saja maksud didalamnya

risallah aqiqah ditujukan bagi ucapan untuk orang yang baru saja dikaruniai anak: “Semoga Allah memberimu berkah pada anakmu, dan semoga engkau bersyukur kepada Yang Maha Pemberi, sampai ia dewasa dan engkau mendapatkan kebaikannya. dan juga disertakkan ” DO’A UNTUK BAYI “ Aku mohon perlindungan untukmu dengan kalimat kalimat Allah yang sempurna, dari setiap syetan, dan segala yang beracun, dan dari setiap pandangan yang penuh kebencian.” [H. R. Bukhari] Menghidupkan Sunnah Nabi saw. dengan ‘Aqiqah “Barang siapa yang menghidupkan sunnahku disaat terjadi kerusakan pada ummatku maka baginya pahala seseorang yang mati syahid.” (Rasulullah saw.) Hadits ini menyadarkan kita akan pentingnya kembali pada kehidupan Islami dan menghidupkan sunnah Nabi saw. terutama di saat ummat mulai cenderung dan terpedaya dengan segala gaya hidup yang tidak berasal dari nilai-nilai Islam. Hal tersebut mengakibatkan ummat Islam tidak lagi memiliki jati diri, dan kecintaannya kepada Nabi saw sebagai suri teladan larut sedikit demi sedikit, berganti mengikuti gerak dan gaya masyarakat yang jahiliyah, termasuk dalam menyambut kehadiran anak yang sebenarnya merupakan amanah Allah SWT. Tulisan ini sekedar mengingatkan akan sebuah sunnah yang dahulu akrab dengan kehidupan kaum muslimin sebagai ummat yang dirahmati dan diberkahi Allah SWT.

Beberapa Hal yang Harus Dilakukan oleh Orang tua Setelah Kelahiran Anaknya

1. Menyuarakan adzan di telinga kanan dan qomat di telinga kiri bayi. Hal ini berdasarkan atas sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan AtTirmidzi, dari Abu Rafi’: Aku melihat Rasulullah saw. Menyuarakan adzan pada telinga Al-Hasan bin ‘Ali ketika Fatimah melahirkannya.

2. Melakukan tahniq, yaitu menggosok langit-langit (mulut bagian atas) dengan kurma yang sudah dilembutkan. Caranya ialah dengan menaruh sebagian kurma yang telah dikunyah pada jari, dan memasukkan jari itu ke dalam mulut bayi, kemudian menggerak-gerakkannya ke kiri dan ke kanan dengan gerakan yang lembut hingga merata di sekeliling langit-langit bayi. Jika kurma sulit di dapat, tahniq ini dapat dilakukan dengan bahan yang manis lainnya, seperti madu atau saripati gula, sebagai pelaksanaan sunnah Nabi saw. Di dalam Shahihain, terdapat hadits dari Abu Burdah, dari Abu Musa r.a., ia berkata: Aku telah dikaruniai seorang anak, kemudian aku membawanya kepada Nabi saw. lalu beliau menamakannya Ibrahim, menggosok-gosok langit langit mulutnya dengan sebuah kurma dan mendo’akannya dengan keberkahan. Setelah itu beliau menyerahkannya kepadaku. Hikmah dari tahniq ini ialah untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami. Lebih utama kalau tahniq ini dilakukan oleh ulama/orang yang shalih sebagai penghormatan dan pengharapan agar si bayi menjadi orang yang shalih pula.

3. Mencukur rambut kepala bayi, memberi nama, dan Aqiqah. Makna ‘Aqiqah Secara bahasa ‘aqiqah berarti memutus. Sedangkan secara istilah Syara’ aqiqah berarti menyembelih kambing untuk anak pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya. Pentingnya Aqiqah Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya anak itu diaqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit daripadanya (dengan mencukurnya).” (Hadits shahih riwayat Bukhari, dari Salman Bin Amar Adh-Dhabi). Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, diberi nama pada hari itu dan dicukur kepalanya”. (Ashhabus-Sunan). RISALAH A Q I QAH ‘Aqiqah adalah tanda syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat anak yang diberikan-Nya. Juga sebagai washilah (sarana) memohon kepada Allah SWT. agar menjaga dan memelihara sang bayi. Dari hadits di atas pula ulama menjelaskan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi para wali bayi yang mampu, bahkan tetap dianjurkan, sekalipun wali bayi dalam kondisi sulit.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Aqiqah

1. Kambing yang akan di sembelih mencapai umur minimal satu tahun dan sehat tanpa cacat sebagaimana persyaratan untuk hewan qurban.

2. Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing yang sepadan (sama besarnya), sedangkan bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasul saw. bersabda: “Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian apakah (sembelihan itu) jantan atau betina” (H. R. Ahmad dan Tirmidzi) Hal di atas berlaku untuk orang yang dikaruniai rizqi yang cukup oleh Allah SWT. Sedangkan orang yang kemampuannya terbatas, diperbolehkan untuk meng’aqiqahi anak laki-laki maupun anak perempuan dengan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ibnu ‘Abbas r.a.: “Bahwa Rasulullah saw. telah meng’aqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dengan satu ekor biri-biri.” (H.R. Abu Dawud), dan juga riwayat dari Imam Malik: “Abdullah bin Umar r.a. telah meng’aqiqahi anakanaknya baik laki-laki maupun perempuan, satu kambing-satu kambing.”

3. Dianjurkan agar ‘aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari ‘Aisyah r.a.: Nabi saw. bersabda: “Sembelihlah atas namanya (anak yang dilahirkan), dan ucapkanlah, ‘Dengan menyebut nama Allah swt ,ya..

itu saja posting lengkap hal hal berkaitan dengan aqiqah dari apa itu risallah aqiqah  sampai apa saja yang orang tua kerjakan setelah kelahiran bayi..

Hukum Berhutang untuk Aqiqah

aqiqah di ridho aqiqah

ridho aqiqah jogja berhutang untuk aqiqah

Bolehkah berutang untuk melaksanaikan aqiqah?

Aqiqah adalah sunnah yang sahih dari nabi shalllallahu alayhi wasalam seperti yang dijelaskan pada artikel artikel terdahulu

seperti: Apakah Bayi baru Lahir Wajib DiAqiqahkan?.

Maka dalam posting kali ini nantinya juga akan saya berikan kesimpulan ada dibawah untuk anda anda yang sibuk spesial langsung skrool dibawah,dan apabila anda ingin membaca sampai tuntas tentunya kami juga akan senang sekali,apalagi mau menshare artikel ini demi kebaikan bersama.

Pada artikel ini kami ambil dari referensi buku buku ensiklopedia aqiqah
dr. husammuddin bin musa alfanah yang pada beberapa tuilisan memang saya referensi juga daari tanya jawab islam ada di blog tanya jawab islam apa itumenghidupkan sunnah yang pada dasarnya adalahassunah itu tuntutan atas setiap muslim.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap muslim yang mampu melaksannakannya untuk menjaga dan memelihara sunnah ini. Bagi orang yang melaksanakan aqiqah yang terbaik adalah yang mampu. Apabila beberapa ibadah wajib seperti ibadah haji mengharuskan adanya kemampuan untuk melaksanakanya,maka terlebih lagi untuk pada bentuk bentuk ibadah sunnah yang lain alangkah baiknya kita dengan sendirinya paham akan melaksanakanya

baca juga: tata cara aqiqah

Sebagian ulama mengatakan bahwa aqiqah juga diisyaratkan pada orang miskin yang tidak mempunyai biaya  untuk melaksanakanya .

bahkan imam ahmad menyunahkan untuk meminjam uang apabila memang tidak ada uang atau tidak mampu untuk membeli hewan aqiqah dan menyembelihnya sebagai sunnah rasullullah  ada beberapa pernyataan beliau tentang atau mengenai hal ini,antara lain.

Al khalal menukilkan dalam riwayat abdul haris,beliau ditanya mengenai uang pinjaman yang digunakan untuk  pelaksanaan aqiqah.

Beliau menjawab semoga alah memberinya ganti,dia tealah menghidupkan assunah

Putera beliau yang bernama sahih bertanya ,seseorang memperoleh anak akan tetapi tapi tidak memiliki uang untuk mengakikahinya,menurut pendapat anda mana yang lebih disukai:Dia meminjam uang untuk melaksanakan aqiqah atau menunda dimana saat ada uang untuk melaksanakan aqiqah

, beliau menjawab ‘ yang paling sering terdengar dalam aqiqah adalah hadits al hasan dari samurah dari nabi shallawllahuali wasalam,aku berharap apabila dia meminjam uang ,semoga allah subhanahuwataala segera melunasinya. Sebab, dia sedang menghidupkan salah satu sunnah nabi shallalahualaihi wasalam  dan mengikuti petunjuk beliau

Namun jika tidak memiliki penghasilan tetap maka jangan dia berhutang karena nanti akan memudharati dia dan orang yang menghutanginya. (Lihat Kasysyaf Al-Qina’ ‘an Matnil Iqna’, Manshur bin  Yunus Al-Bahuti  2 / 353)
Allah ta’ala berfirman:
)فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ)(التغابن: من الآية16)
“Bertaqwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian”
Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu:
وأما الاستقراض من أجل العقيقة فينظر، إذا كان يرجو الوفاء كرجل موظف، لكنه صادف وقت العقيقة أنه ليس عنده دراهم، فاستقرض من شخص حتى يأتي الراتب، فهذا لا بأس به، وأما إذا كان ليس له مصدر يرجو الوفاء منه، فهذا لا ينبغي له أن يستقرض
“Dan adapun meminjam uang untuk keperluan aqiqah maka dilihat, kalau dia berharap bisa mengembalikan seperti seorang pegawai misalnya, akan tetapi ketika waktu aqiqah dia tidak memiliki uang, kemudian dia meminjam uang sampai datang gaji maka  dalam hal ini tidak  mengapa, adapun orang yang tidak punya sumber penghasilan tetap dan  dia berharap bisa membayar hutang dengannya maka tidak selayaknya dia berhutang” (Liqa Al-Babil Maftuh, Al-Maktabah Asy-Syamilah)
Wallahulam.

 

Ibnul mubnzir mengomentari seluruh riwayat ini dengan mengatakan allah telah berkata benar

Menghidupkan dan menegakkan sunah itu lebih baik. Tentang aqiqah banyak hadits yang telah kami riwayatkan dan tidak ada dalam riwayat lain sebab aqiqah adalah ritual penyembelihan aqiqah

Dan kesimpulan yang saya ambil ada 2 dari sini yaitu:

  1. berpikir logis ketika kita berhutang maka sebelumnya kita sudah merencanakan kapan dan bagaimana kita membayar hutang dengan berpikir dari  mendapatkan uang sampai membayarkanya tepat waktu.klik disini apa itu hutang menurut  wikipedia
  2. menurut assunah lebih baik  berusahalah untuk bisa mengakikahi meski harus berhutang.

artikel yang berkaitan:

Pengertian Aqiqah Menurut Agama Islam

dan

Paket Aqiqah Jogja

 

syarat hewan aqiqah kambing atau domba

hewan terbaik dalam pelaksanaan aqiqah

Aqiqah adalah saraana bagi seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada allah swt oleh karena itu harus dipilih hewan yang baik dari hal keselamatan dari cacat dan cukup usia yg diperlukan se

Jual Kambing Qurban di Jogja

kambing ridho aqiqah yogyakarta

bagaimana telah berlalu pemjelasanya. Juga di anjurkan untuk memilih yang gemuk,besar,bagus dan yang paling penting adalh terbebas dari penyakit

Dari abu dawud meriwayatkan untuk anak laki laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing

Dalam riwayat yang lain untuk hadist yang sama adalah seperti berikut  Aqiqah tidak apa apadilaksanakan dengan hewan jantan atau betina berdasarkan hadits ummu kurz

Nah apabila pembaca ingin meniru kepada apa yang dilakukan oleh para ulama itu sangat bagus karena disebutkan bahwa imam ahmad ditanya tentang aqiqah,’ bolehkah dengan kambing yang masih perawan atau yang sudah hamil besar ?’’ beliau menjawab, ‘’ pejantan lebih baik,’’

Para ulama berbeda pendapat pada hewan yang terbaik untuk aqiqah

Para ulama menganut madzhab syafii dalam pendapat mereka yang paling kuat dan sebagian ulama penganut madzhab maliki mengatakan bahwa yang terbaik adalah unta,kemudian sapi,lalu domba dan diakhiri dengan kambing

Kebanyakan masyarakat memilih kambing karena memang di indonesia kambing lebih mudah ditemukan dan diternakkan. Kambing aqiqah terbaik yang akan disembelih syaratnya berumur minimal satu tahun dan memiliki kondisi fisik yang sehat.

baca juga: 2 tips memilih kambing potong sehat

Memilih kambing aqiqah perlu memiliki pengetahuan informasi khusus mengenai dunia hewan dengan baik. Itulah sebabnya mengapa saat berencana memilih hewan untuk disembelih, hewan tersebut harus melalui pengecekan yang teliti untuk melihat tanda atau cirinya sebagai hewan sembelih yang berkualitas untuk dibeli.

Akan tetapi disini  tidak mengharuskan bagi setiap orang untuk meniru dan mempunyai persamaan dalam memberikan aqiqah terbaik yang dicontohkan ulama tersebut,

kemampuan setiap orang berbeda beda,tentunya tolok ukur pun juga harus diperhitungkan

jangan sampai setelah kita meniru dan melaksanakan aqiqah dengan contoh domba atau kambing terbaik  para ulama yang harganya mungkin fantastis dan dikemudian hari meniru ,setelah meniru dan mempraktekakan dikarenakan beberapa faktor ,entah masalah uang dan terpikir pikir rugi membuang buang uang dan lain dan sebagainya,nah disitu disayangkan ,,

karena apa,disetiap hubungan kita dengan yang maha kuasa diharapkan full ikhlas jadi jangan sampai ada perasaan negatif sedikitpun seharusnya,

karena dengan adanya perasaan yang negatif sedikit saja terlintas saja dalam pikiran kita,maka allah swt sudah dulu mengetahuinya,,, ya pada intinya menurut kami disetiap aqiqah kita diharapkan ikhlas lilahitaala,manakala kita memberikan kambing yang menurut orang adalah kambing yang buruk akan tetapi dalam syariat masuk

dalam kategori sah untuk aqiqah itu tidak masalah selama kita dengan yang maha kuasa mempunyai niat yang lurus untuk menunaikan ibadah aqiqah ini

baca juga: setiap bayi lahir wajib diaqiqahi

cara atasi hipertensi akibat makan olahan kambing dan akibat hipertensi

sate-syamsuri

Salah satu hal yang harus diwaspadai adalah resiko meningkatnya tekanan darah tinggi. Sebagaimana yang kita tahu, mengonsumsi daging kambing merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya tekanan darah tinggi. Terlebih pada mereka yang memang punya riwayat bermasalah dengan tekanan darah tinggi. Tapi jangan khawatir, untuk meminimalisir resiko terkena tekanan darah tinggi, ada beberapa tips yang bisa dilakukan sebagaimana yang dikutip darilaman mens and healthy. yaitu seperti mengkonsumsi olahan atau buah dan sayur seperti berikut ini

1. Buah dan Sayur
Mengonsumsi sayur dan buah sangat dianjurkan setelah mengonsumsi daging kambing. Beberapa jenis sayuran seperti mentimun, kubis, tomat, wortel, dan kemangi bisa jadi pilihan yang terbaik.yang biasa dicampur dalam menu kambing yaitu kubis biasa dalam sate kambing atau tongseng,disitu disematkan kobis mentah lumayan banyak,tomat mentimun, jika anda atau keluarga membeli olahan sate di restoran ataupun warung sate pinggir jalan.

Terlebih lagi daun kemangi juga dapat membantu mengurangi dan menghilangkan bau daging kambing di mulut kita. Buah-buahan juga dapat mengimbangi jumlah kalori yang masuk sehingga dapat menyeimbangkan kadar kolesterol.

2. Minum Air Jeruk Hangat
Minum air jeruk yang hangat lebih bagus karena bisa membantu membersihkan kerongkongan, dan sebaiknya hindari juga minum teh atau kopi setelah makan daging kambing.

Minuman seperti teh dan kopi bisa melarutkan kandungan zat besi yang ada pada makanan yang kita makan. Karena itu, nila memang terpaksa harus minum teh atau kopi, sebaiknya beri jeda sekitar 1 jam setelah kitaa makan daging kambing. nha untuk para penggemar teh atau kopi ini penting nih,jangan dulu ngopi atau ngeteh ketika sedang menikmati hidangan ini hehe

3. Lakukan Olahraga Ringan

selain makan itu penting,rutin olahraga adalah kebutuhan yg juga tidak bisa dianggap sepele, kebutuhan  jasmani ini pelu kita jaga agar kesehatan dapat kita maksimalkan,jangan hanya malas malasan dikamar apabila mempunyai waktu luang,
Melakukan olahraga ringan bisa membantu mengurangi kadar kalori dan lemak dalam tubuh setelah makan daging kambing. Kita bisa coba lakukan olahraga ringan seperti bersepeda atau lari-lari kecil`

baca juga : memilih kambing potong yang baik

Cara Mengolah Daging Kambing yang Benar untuk Menghindari Tekanan Darah Tinggi

Cara mengolah daging kambing juga berpengaruh terkait resiko tekanan darah tinggi. Jenis olahan yang tepat untuk daging kambing adalah sup atau sate. Daging kambing yang dibuat menjadi menjadi sup maka jumlah kalorinya lebih sedikit karena adanya tambahan air dan sayuran. Sementara itu bila dibuat sate menjadikan daging kambing memiliki jumlah lemak yang lebih sedikit karena proses pembakaran dan penggunaan bumbu rempah yang dicampur bisa menetralisir kadar lemak yang berlebih.

nha itu dulu posting kali ini semoga bermanfaat ,kunjungi juga 9 warung olahan sate terkenal dijogja

2 tips penting memilih kambing potong

cara memilih kambing yang akan dipotong untuk aqiqah juga kurban

kambing sehat .. ya memang .apakah anda mengerti semua point kesehatanya kalau belum ,mari simaklah artikel ini ,memilih kambing untuk qurban dan aqiqah tentunya harus ekstra hhati hati,karena kambing yang akan kita pilih menjadi qurban atau aqiqah tersebut akan menjadi sebuah makanan yang kezat untuk sanak saudara dan orang orang sekitar, maka dari itu penting untuk mengetahui kambing manakah yang klayak untuk disembelih

Cara memilih kambing yang akan dipotong ada du point yaitu:

  1. Aspek persyaratan syariat dari Domba atau Kambing Aqiqah
    Ciri-ciri Kambing atau domba yang memenuhi syarat untuk disembelih :
    a. cukup umur,
    b. sehat,
    c. tidak cacat,
    d. tidak ada anggota bagian yang terpotong,
  2. Aspek Kesehatan Kambing dan Domba :
    Pilih Domba atau kambing yang sehat dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  • Kambing yang sehat berpenampilan menawan, gerakan lincah, mata awas dan jernih, nafsu makan tinggi, volume makan banyak dan berselera, kulit kenyal dan padat, bulu badan halus dan rata kecuali unuk kambing jenis domba yang nggembel, pernapasan teratur, dan pembuangan kotorannya normal. Selain itu, kambing potong yang berdaging yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut
  • Badan dan telinga panjang sesuai jenis kambing. Karakteristik ini biasanya memiliki daging yang padat dan gemuk.Bila pada punggung terdapat bagian yang menonjol saat dipegang (tidak sampai menyentuh tulang), Kambing tersebut benar-benar memiliki banyak daging. Bila dipegang di punggung ternyata menyentuh tulang maka bisa dikatakan kambing tersebut kurus rus
  • Bila gigi susu sudah ganti dengan gigi besar (poel) minimal sebanyak dua gigi, berarti kambing tersebut telah memenuhi syarat untuk dipotong karena umurnya sudah diatas satu tahun,sudah cukup umur  Kondisi tubuh sehat, lincah, badan bersih, dan tidak terdapat kotoran , dibulu dubur.
  •   Khusus untuk Hewan Kambing yang akan disembelih berumur berumur 1-3 tahun, sehat, tidak cacat (buta, sumbing, atau sobek telinga), gagah, buah zakar normal (dua kantung zakar sama besarnya), aktif, nafsu kawinnya besar, kondisi prima, serta tidak berada dalam keadaan lelah atau lapar,dan untuk aqiqah kambing harus jantan

aqiqah atau qurban tidak hanya berhubungan dengan sebuah perayaan biasa, lebih dari itu adalah ibadah. Nha Ketika mengambil bagian di dalamnya kami sebagai penyedia layanan  ridho aqiqah berusaha memberikan yang terbaik.

Pemesanan Ridho Aqiqah cukup mudah silahkan hubungi ke:

  • Lokal (0274) 384 096.
  • Telkomsel : 0853 2571 4685 (WA.)
  • XL : 0877 3931 3701 (WA)
  • Pin BB : 5bce52ed

atau datang langsung ke:

Jalan Masjid Besar mataram, Ledok KG. III/845 RT 41  RW10, Kotagede, Yogyakarta.

Tata Cara Pelaksanaan AQIQAH

 

Aqiqah itu berarti memutus dan melubangi, dan ada juga yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yg disembelih untuk cropped-Rdho-aqiqah-jogja1.jpgmenebus  anak bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk anak yang baru lahir. Pengarang kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: ” Al-‘Aqiqah atau Al-‘Iqqah artinya adalah rambut makhluk yang baru dilahirkan, baik manusia atau Binatang. Dinamai pula daripadanya bintang yang disembelih untuk Anak yang baru lahir pada hari keseminggunya.

1. Dasar Hukumnya

Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad, sekalipun Orang ta dalam keadaan sulit. Aqiqah dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat.

2. Aqiqah diperutukan  Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan

Yang afdhal untuk anak laki-laki disembelihkan 2 ekor kambing/domba yang mirip dan aqiqah potong rambutumurnya bersamaan. Dan untuk anak perempuan 1 ekor.
Dari Ummu Karz Al-Ka’biyah berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

عن الغلام شاتان متكأ فئتان . و عن الجارية شاة

” Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang mirip, dan untuk anak perempuan satu ekor.” Dan dibolehkan satu ekor domba untuk anak laki-laki . Rasulullawh saw. pernah melakukan yang demikian untuk Hasan dan Husain r.a., seperti pada hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan islam, kami menyembelih kambing, mencukur atau menggundul kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi.” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan tentang sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang pada masa jahiliyah apabila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya’. Maka Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah itu dengan minyak wangi.’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Waktu Penyembelihan

Jika memungkinkan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Jika tidak, maka pada hari ke-14. Dan jika yang demikian masih tidak memungkinkan, maka pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika masih tidak memungkinkan maka pada kapan saja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan: تذبح لسبع ، و لاربع عشر ، و لاحد و عشرين “Disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari ke-empatbelas, dan pada hari kedua puluh satu.”
Rangkaian Berikutnya:
– memberikan nama pada anak
– Mencukur rambutnya.
– Bersedekah seberat timbanan rambutnya.
2. Adapun syarat hewan kambing yang dapat dijadikan aqiqoh itu sama dengan syarat hewan qurban (kurban) sbb:
– Kambing: sempurna berusia 1 (satu) tahun dan masuk usia (dua) tahun.
– Domba: sempurna berusia 6 (enam) bulan dan masuk bulan ke-7 (tujuh).
– Tidak boleh ada anggota badan hewan yang cacat.
– Dagingnya tidak boleh dijual.

 

4.Boleh melaksanakannya selain pada hari ketujuh ( cara aqiqah syar’i )

  1. Sebagian membolehkan melaksanakannya sebelum hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.35. Sebagian lagi berpendapat boleh dilaksanakan setelah hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Hazm dalam kitabnya “al-Muhalla” 7/527.Sebagian ulama lainnya membatasi waktu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Jika tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh maka boleh pada hari ke-14, jika tidak bisa boleh dikerjakan pada hari ke-21. Berdalil dari riwayat Thabrani dalm kitab “As-Shagir” (1/256) dari Ismail bin Muslim dari Qatadah dari Abdullah bin Buraidah :“Kurban untuk pelaksanaan aqiqah, dilaksanakan pada hari ketujuh atau hari ke-14 atau hari ke-21.” [Penulis berkata : “Dia (Ismail) seorang rawi yang lemah karena jelek hafalannya, seperti dikatakan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam ‘Fathul Bari’ (9/594).” Dan dijelaskan pula tentang kedhaifannya bahkan hadist ini mungkar dan mudraj]
  2. Bersedekah dengan perak atau sesuai berat si rambut bbayi ketika ditimbangSyaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata : “Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti : al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas, ini adalah hadit dhoif.

    TIDAK ADA TUNTUNAN BAGI ORANG DEWASA UNTUK AQIQAH ATAS NAMA DIRINYA SENDIRI
    Sebagian ulama mengatakan : “Seseorang yang tidak diaqiqahi pada masa kecilnya maka boleh melakukannya sendiri ketika sudah dewasa”. Mungkin mereka berpegang dengan hadist Anas yang berbunyi : “Rasulullah mengaqiqahi dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi.” [Dhaif mungkar, Hadits Riwayat Abdur Razaq (4/326) dan Abu Syaikh dari jalan Qatadah dari Anas].

5. Bersamaan Antara Qurban dan Aqiqah.

Dari sini muncul pertanyaan, yaitu bolehkah menggabungkan niat aqiqah dan kurban? Bila hal itu diperbolehkan apakah secara otomatis kurban yang dilakukan sekaligus bisa menggugurkan anjuran akikah? Mengenai hal ini ada 2 pendapat:

Qurban yang ia tunaikan itu bisa sekaligus diniatkan aqiqah dan menggugurkan anjurannya. Pendapat ini merupakan opsi yang disampaikan oleh Mazhab Hanafi dan salah satu riwayat Ahmad. Dari kalangan tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, dan Qatadah, sepakat dengan pandangan ini. Mereka berargumentasi, substansi kedua ibadah sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt. melalui sembelihan hewan. Keduanya bisa saling melengkapi dan mengisi. Kasus hukumnya sama ketika shalat wajib di Masjid disertai dengan niat shalat sunnah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, mendukung opsi ini.

Kedua ibadah itu tidak boleh disatukan dan tidak bisa menggugurkan salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat ini disampaikan oleh mazhab Maliki, Syafi’i, dan salah satu riwayat Mazhab AhmadAlasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan kurban memiliki tujuan yang berbeda. Maka itu, satu sama lain tidak boleh digabung. Latar belakang dan motif di balik kesunnahan kedua ibadah itu pun berseberangan. Jadi, kurang tepat disatukan. Misalnya, denda yang berlaku di haji tamattu’ dan denda yang berlaku dalam fidyah.

Wallahu a’lam.

                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                       
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”