Tujuan aqiqah dan manfaatnya, penting!! bagi yang mau aqiqah.

tujuan aqiqah adalah merealisasikan rasa syukur kita atas anugrah, sekaligus amanah yang berikan Allah SWT terhadap kita. Aqiqah juga menjadi ikhtiar kita dalam menghidupkan sunnah nabi SAW, jika diliht dari perbuatan? jelas terpuji, yuk jalani sunah nabi dengan gembira dan selalu ikhlas.

ridho aqiqah jogja, dalam kajian tujuan aqiqah dan hikmah aqiqah
ridho aqiqah jogja, dalam kajian tujuan aqiqah dan hikmah aqiqah

Mengapa anak kita harus di aqiqahi ?

Setiap orang tua menginginkan  anak yang shaleh, berbakti dan menyalurkan  kebahagiaan untuk  kedua orangnya. Aqiqah ialah  salah satu acara urgen  untuk menanamkan nilai-nilai ruhaniah untuk  anak yang masih suci. Dengan Aqiqah diinginkan  sang banyi mendapat   kekuatan, kesehatan bermunculan  dan batin. Ditumbuhkan dan dikembangkan bermunculan  dan batinnya dengan nilai-nilai Ilahiyah.

Dengan Aqiqah diinginkan  sang bayi besok  menjadi anak yang shaleh dan berbakti untuk  kedua orang tuanya. Jika acara ini dilakukan  dengan tulus-ikhlash dan dijiwai nilai-nilai ruhaninya oleh kedua orang tuanya, pasti  akan dominan  terhadap pertumbuhan  sang bayi, terutama  jiwa dan ruhaninya.

Aqiqah ialah  salah satu acara ritual di dalam Islam, yang dilakukan  pada hari ketujuh dari kelahiran seorang bayi. Aqiqah hukumnya sunnah muakkad (mendekati wajib), bahkan beberapa  ulama mengaku  wajib.

mengapa aqiqah itu penting ?

Apabila anda  mempunyai  barang yang dapat  mendatangkan manfaat dan bangga memilikinya, tetapi  barang itu  dalam suasana  tergadai, bagaimana sikap anda  terhadap barang itu ?. Tentunya kita berjuang  semaksimal barangkali  untuk menebusnya.

Aqiqah ialah  upaya kita guna  menebus anak anda  yang tergadai. Aqiqah pun  adalah realisasi rasa syukur anda  atas anugrah, sekaligus amanah yang diserahkan  Allah SWT terhadap kita. Aqiqah pun  sebagai upaya anda  menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, yang adalah perbuatan yang terpuji, menilik  saat ini sunnah itu  mulai jarang dilakukan  oleh kaum muslimin.

“ Barangsiapa menghidupkan sunnahku disaat kehancuran  pada umatku, maka baginya pahala orang yang mati syahid.“

( Al – Hadst )

Di samping  itu, manfaat dan tujuan aqiqah adalah: mempererat tali silaturrahmi dan ikatan sosial dengan semua  kerabat, tetangga, fakir miskin, dll. Oleh sebab  itu, marilah kita bareng  – sama berjuang  menghidupkan

Apa Tujuan aqiqah dan Manfaat Aqiqah yang sebenarnya?

Ada tidak sedikit  manfaat dalam Aqiqah. Salah satunya ialah  mengumumkan kelahiran bayi. Sebagai syukur, sebab  dianugerahi seorang anak. Hikmah lainnya ialah  sebagai wasilah silaturahim dengan mengundang anggota keluarga, tetangga, dan rekan  untuk merayakan aqiqah bersama. Anda dapat  mengirimkan undangan aqiqah sebelum pengamalan  acaranya dilangsungkan.

Tak lupa bentuk sosial untuk  orang miskin tidak boleh  dilupakan. Berikan mereka makanan dan daging domba  yang disajikan acara aqiqah.

Sama halnya dengan destinasi  diadakannya aqiqah guna  menyembelih fauna  saat kelahiran anak, tersebut  adalah bagian dari ibadah, aqiqah disini berisi  tidak sedikit  hikmah.

Hikmah aqiqah ini salah satunya ialah  berisi  arti  yang mempunyai  sifat  intrinsik sebagai sarana pendekatan (taqarrub) untuk  Allah. Sementara di sisi lainnya akikah berisi  arti  instrumental sebagai usaha edukasi  pribadi dan masyarakat ke arah komitmen atau juga  pengikatan batin pada amal shaleh.

Jadi arti  ibadah salah satunya ialah  ibadah seorang hamba yang beriman dan urusan  itu  akan memupuk serta menumbuhkan kesadaran bakal  tugas-tugas individu  (hubungan hamba untuk  Allah) dan tugas serta peran sosial (hubungan hamba dengan hamba lainnya).

jadi tujuan aqiqah itu apa?

Untuk tersebut  tujuan aqiqah tidak melulu  terbatas pada “pesta makan” semata. Akan tetapi hakikat  dari tujuan aqiqah malah  lebih luas daripada sekedar definisi  pesta makan.

Berdasarkan keterangan dari  Syekh Abdullah Nasihih Ulwan dalam buku  “Tarbiyatul Aulad Fil Islam”, tujuan aqiqah diantaranya :

  1. Pertama, menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS ketika  menebus putra tercintanya Ismail AS.
  2. Kedua, dalam aqiqah berisi  bagian  perlindungan dari setan yang bisa  mengganggu anak yang sudah  lahir tersebut  dan ini cocok  dengan maksud hadits yang dengan kata lain  “Setiap anak tersebut  tergadai dengan aqiqahnya”.
  3. Ketiga, tujuan aqiqah adalah tebusan untuk  anak untuk menyerahkan  syafaat untuk  kedua orang tuanya besok  pada hari akhir. Seperti yang diutarakan Imam Ahmad, “Dia tergadai dari menyerahkan  syafaat untuk  kedua orangtuanya (dengan aqiqahnya).”
  4. Keempat, tujuan aqiqah merupakan format  pendekatan diri untuk  Allah sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dikaruniakan  Allah untuk  kita dengan lahirnya anak.
  5. Kelima, aqiqah adalah sarana menampakkan rasa gembira dalam mengemban  syariat Islam dan meningkatnya  keturunan mukmin yang akan menggandakan  umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
  6. Keenam, aqiqah bisa  memperkuat ukhuwah atau persaudaraan salah satu  warga masyarakat.
  7. Ketujuh, aqiqah adalah sarana untuk menerapkan  prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejela kemiskinan di dalam masyarakat. Misalnya dengan adanya masakan aqiqah yang diserahkan  kepada fakir kurang mampu  dan dhuafa.

baca juga:

unsur pendidikan dalam melakukan dan memahami tujuan aqiqah

KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya “Mukjizat dan Misteri Lima Rukun Islam: Menjawab Tantangan Zaman” mengungkapkan, dalam ibadah akikah terdapat  unsur tarbiyah (pendidikan), yaitu  mendidik ketakwaan anak supaya  menjadi orang yang dekat (taqarrub) untuk  Allah, serta menghilangkan sifat-sifat kebinatangan pada diri anak, sebab  manusia pada umumnya pun  mempunyai  sifat-sifat hewaniah yang me sti dihilangkan dengan norma etika keagamaan.

tujuan pendidikan aqiqah

akikah pun  bertujuan guna  mendidik anak menjadi hamba yang dekat dengan Allah SWT. Sebab, akikah tersebut  sendiri ialah  tindakan berkurban. Perbedaannya dengan qurab (kurban) pada hari Idul Adha terletak pada syariatnya.

Jika kurban pada bulan Dzulhijjah disyariatkan berkaitan  dengan peristiwa haji, dan tertentu untuk  yang dapat  serta mempunyai  kehendak yang sama dengan prosesi haji, sementara  akikah ialah  kurban fauna  untuk diri individu  sebagai penebusan terhadap jiwa anak yang baru lahir,” tulisnya.

Dan secara khusus, destinasi  dan guna  akikah ialah  merupakan format  syukur atas anugerah yang diserahkan  Allah untuk  seorang Muslim, dengan kehadiran buah hati dalam kehidupan keluarganya

Namun secara khusus, destinasi  dan guna  aqiqah ialah  bentuk syukur atas rahmat dan anugerah Allah untuk  muslim dengan kehadiran anak dalam kehidupan keluarga.

Tujuan dan guna  aqiqah akan terjangkau  bila upacara atau pengamalan  aqiqah dilakukan  dengan tulus ikhlas dan mengekor  adab aqiqah yang sudah  ditetapkan.

benang merah dari tujuan dan keutamaan aqiqah

Dari sejumlah  hadits diatas pula bisa  ditarik benang merah  atas keutamaan aqiqah yaitu:

  • 1. Mendapat pahala sebab  melaksanakan sunnah Rosul – Melaksanakan sunnah Rasul sama aja membuktikan bila   diri kita menyukai  Nabi Muhammad dan menyukai  Islam. Mengapa demikian? Karena seluruh  sumber dasar Islam terdapat  pada Al Quran dan As Sunnah yang mana aqiqah ialah  salah satu isi yang terdapat  didalam sunnah itu.
  • 2. Menghilangkan kotoran dan penyakit – Aqiqah pun  disertai dengan memotong  rambut bayi dengan niat menghilangkan kotoran dan penyakit.
  • 3. Meningkatkan ibadah untuk  Allah – Pada acara aqiqah seringkali  disertai dengan pembacaan al quran 30 juz, atau pembacaan yasin dan tahlil, doa-doa dan beda  sebagainya. Hal ini menciptakan  pelaksana aqiqah menjadi bertambah  rasa cinta iobadahnya dengan melakukan  demikian.
  • 4. Mendoakan sang bayi – Pada aqiqah seringkali  disertai doa-doa guna  mendoakan bayi sampai-sampai  dapat menjadi keuntungan guna  bayi yang tiada terhintung jumlahnya.
  • 5. Meningkatkan rasa cinta sosial sesama muslim – Dengan membagi aqiqah pada sesama muslim dapat menambah  rasa solidaritas sesama muslim sampai-sampai  menumbuhkan cinta terhadap sesama muslim pula.

Demikian seputar aqiqah dan keutamaan aqiqah. Apapun ibadah yang anda  lakukan, dasarkan dengan ikhlas menjalankan ajaran Islam. Sehingga guna  yang anda  dapatkan dapat  mencakup kebajikan  agama, dunia, dan akhirat kelak. Wallahu A’lam.

baca juga yuk

ini makna aqiqah dalam islam, untuk syukuran lahirnya anak dan perlunya mensyukurinya.

Makna aqiqah

makna aqiqah
makna aqiqah sesuai syarat islam

makna عقيقة adalah ungkapan perasaan  syukur umat Islam terhadap Allah SWT. karna telah diberikan kenikmatan serupa seorang anak untuk nya.

Aqiqah menurut  keterangan dari  bahasa berarti memutus/memotong, sementara  menurut  keterangan dari  istilah Syar’i, Aqiqah ialah  menyembelih Kambing guna  anak yang baru saja lahir. Berdasarkan keterangan dari  Jumhurul Ulama, aqiqah hukumnya Sunnah Muakada (Sunnah yang dianjurkan).

Hal tersebut dikatakan  oleh Ustad Ihsan Ibnu Hasan Ia mengatakan, Aqiqah ialah  tanda syukur manusia untuk  Allah SWT atas nikmat anak yang diberikannya-Nya. Juga sebagai washilah (sarana) memohon untuk  Allah SWT supaya  menjaga dan merawat  bayi yang di amanahkan.

Katanya, Aqiqah adalah tebusan untuk  anak untuk menyerahkan  syafaat untuk  kedua orangtuanya besok  pada hari akhir sebab  disebut sebagaimana Imam Ahmad mengatakan, “Dia tergadai dari menyerahkan  syafaat untuk  kedua orangtuanya (dengan aqiqahnya),”.

baca juga: paket aqiqah anak perempuan

hadist tentang aqiqah

“Dari Samurah, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tersebut  tergadai dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, dan dipotong  rambut kepalanya lantas  diberi nama pada hari itu,” (Ashhabus-Sunan).

Ustad Ihsan menyebut, Aqiqah pun  menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAQ sebab  dengan beraqiqah sama laksana  setiap umat muslim mengekor  tauladan Nabi saat diserahkan  Karunia seorang anak.

Dalam pengamalan  Aqiqah, Ustad Ihsan mengutip dari pernyataan sejumlah  ulama bahwa pengamalan  aqiqah disarankan  pada hari ke-7 dari hari kelahiran si bayi, katanya, pendapat tersebut  disandarkan untuk  hadist dari Samuroh bin Jundub. Akan namun  sebagian ulama lainnya membolehkan pengamalan  aqiqah bisa  di kerjakan  pada hari ke 14 ataupun 21, pendapat tersebut pun  dapat disandarkan untuk  hadist dari A’isya r.a dalam buku  Al-Mustadrok No.7595 dan di shahihkan oleh Imam Hakim dan Imam Adzahabi.

Aqiqah anak laki-laki dan perempuan

Berdasarkan hadist dari Ummu Karaz yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Imam Ahmad, untuk  anak wanita  disembelihkan satu ekor domba  dan untuk  anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing.

Dalam suatu  hadist di jelaskan:

“Hadist dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasul SAW bersabda, “Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor domba  dan untuk  anak wanita  (disembelihkan satu ekor dan tidak memberatkan anda  sekalian apakah (sembelihan itu) termasuk fauna  jantan atau betina,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Namun dalam hadist di atas tidak di kriteria kan apakah sembelihan tersebut  jantan atau betina, walaupun beberapa  ulama mengatakan, lebih afdhol dengan sembelihan fauna  jantan, namun, membolehkan dengan sembelihan fauna  betina, yang pentingnya ialah  mencukupi kriteria  sehat dan tidak cacat.

Mencukur Rambut bayi yang baru lahir

Setelah mengerjakan  pemotongan hewan, dalam aqiqah pun  disunnahkan memotong  rambut bayi yang baru dicetuskan  sampai berakhir  (plontos), lantas  rambut itu  ditimbang dan disunnahkan bersodaqoh senilai perak seberat timbangan rambut bayi tersebut.

Hikmah dari mencurkur rambut bayi selain guna  menghilangkan kotoran yang ada  dirambut bayi ketika  dilahirkan, pun  dapat menguatkan syaraf-syaraf kepala sang bayi. Dan pun  melatih diri guna  bersodaqoh untuk  fakir dan miskin.

baca juga: paket aqiqah untuk anak laki laki

Makna Memberi Nama anak

Juga disunnahkan memberi nama anak yang dicetuskan  dengan nama-nama yang baik, sebab  dalam nama pun  terkandung doa dan harapan, sampai-sampai  perlu anak diserahkan  nama-nama yang baik supaya  kelak anak tesebut tumbuh menjadi anak yang baik cocok  doa dan asa  yang terdapat  dalam nama tersebut.

Nama yang paling digemari  Allah ialah  nama yang di nisbatkan kepadanya. Juga boleh memakai  nama semua  Nabi dan orang-orang Sholeh, atau nama-nama yang bermakna baik. Dalam pemberian nama, Allah paling  tidak menyenangi  nama-nama buruk atau nama-nama yang berarti bisa  menjadi sebuah  penghinaan terhadap Allah SWT.

makna pelaksanaan Aqiqah

Arti Aqiqah / Akikah ialah  sembelihan yang dilaksanakan  sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang bayi. Jumhur ulama mengaku  bahwa hukum aqiqah ialah  sunnah muakkad baik untuk  bayi laki-laki maupun bayi perempuan. Pelaksanaannya dapat dilaksanakan  pada hari ke tujuh (ini yang lebih utama menurut  keterangan dari  para ulama), keempat belas, dua puluh satu atau pada hari-hari yang lainnya yang memungkinkan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap yang dicetuskan  tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dipotong  rambutnya serta diberi nama”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Yang lebih utama ialah  menyembelih dua ekor domba  yang berdampingan  umurnya untuk  bayi laki-laki dan seekor kambing untuk  bayi perempuan. Dari Ummu Kurz Al-Ka’biyyah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Untuk anak laki-laki dua ekor domba  yang berdampingan  umurnya dan guna  anak wanita  satu ekor kambing.” (HR. Ahmad 6/422 dan At-Tirmidzi 1516)

Dalam pengamalan  aqiqah usahakan  dilaksanakan  sendiri oleh orang tua bayi. Kalau toh hendak  menitipkannya untuk  orang lain, anda  harus yakin bahwa urusan  tersebut dilaksanakan  sesuai dengan tuntutan syari’ah. Jangan sampai anda  menitipkan sebanyak  uang untuk  suatu lembaga atau perorangan, lantas  uang tersebut diberikan  langsung sebagai pengganti daging. Praktek yang demikian pastinya  tidak cocok  dengan bimbingan  sunnah yang mensyaratkan adanya penyembelihan fauna  dalam pengamalan  aqiqah.

Arti Mencukur Rambut anak

Mencukur rambut bayi adalah sunah Mu’akkad, baik guna  bayi laki-laki maupun bayi wanita  yang pelaksanaannya dilaksanakan  pada hari ketujuh dari kelahiran dan betapa  lebih baik bila  dilakukan  berbarengan dengan aqiqah.

Hal tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap yang dicetuskan  tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dipotong  rambutnya serta diberi nama.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Dalam riwayat yang beda  Rasulullah SAW bersabda : “Hilangkan darinya kotoran” (HR. Al-Bazzar)

Ibnu sirin saat  mengomentari hadis itu  berkata: “Jika yang dimaksud dengan kotoran tersebut ialah  bukan memotong  rambut, aku tidak memahami  apa maksudnya dengan hadis tersebut.” (Fathul Bari)

Mengenai fungsi  dari memotong  rambut bayi tersebut, Ibnu Al-Qoyyim berkata: “Mencukur rambut ialah  pelaksanaan perintah Rasulullah SAW guna  menghilangkan kotoran. Dengan urusan  itu  kita melemparkan  rambut yang jelek/lemah dengan rambut yang powerful  dan lebih bermanfaat untuk  kepala dan lebih meringankan guna  si bayi. Dan urusan  tersebut bermanfaat  untuk membuka lubang pori-pori yang terdapat  di kepala agar  gelombang panas dapat  keluar melaluinya dengan gampang  dimana urusan  itu  sangat berfungsi  untuk menguatkan indera penglihatan, penciuman dan pendengaran si bayi” (Ath-thiflu Wa Ahkamuhu, urusan  203-204).

Dalam pelaksanaan memotong  rambut, perlu diacuhkan  larangan Rasulullah SAW untuk mengerjakan  Al-Qaz’u, yaitu memotong  sebagian rambut dan tidak mempedulikan  yang lainnya. (HR.BukhoriMuslim

Ada sebanyak  gaya memotong  rambut yang tergolong  Al-Qaz’u itu  :

  1. • Mencukur rambut secara random  di sana-sini tak beraturan.
  2. • Mencukur rambut unsur  tengahnya saja dan tidak mempedulikan  rambut di sisi kepalanya.
  3. • Mencukur rambut unsur  sisi kepala dan tidak mempedulikan  bagian tengahnya
  4. • Mencukur rambut unsur  depan dan tidak mempedulikan  bagian belakan atau sebaliknya.

baca juga: syarat kambing aqiqah sesuai sunnah

Pemberian Nama yang baik

Nama untuk  seseorang sangatlah penting. Ia tidak saja  adalah identitas individu  dirinya di dalam suatu  masyarakat, namun pun  merupakan gambaran  dari karakter seseorang. Rasululloh SAW menegaskan bahwa sebuah  nama (al-ism) sangatlah identik dengan orang yang diberinama (al-musamma).

Dari Abu Hurairoh Ra, dari Nabi SAW beliau bersabda:

“Kemudian Aslam semoga Alloh menyelamatkannya dan Ghifar semoga Alloh mengampuninya.” (HR. Bukhori 3323, 3324 dan Muslim 617)

Ibnu Al-Qoyyim berkata: Barangsiapa yang menyimak  sunah, ia bakal  mendapatkan bahwa makna-makna yang terdapat  dalam nama sehubungan  dengannya sampai-sampai  seolah-olah makna-makna tersebut dipungut  darinya dan seakan-akan  nama-nama tersebut dipungut  dari makna-maknanya.

Dan andai  Anda hendak  mengetahui pengaruh nama-nama terhadap yang diberi nama (Al-musamma) maka simaklah  hadis di bawah ini: Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata:

Aku datang untuk  Nabi SAW, beliau juga  bertanya: “Siapa namamu?” Aku jawab: “Hazin” Nabi berkata: “Namamu Sahl”Hazn berkata: “Aku tidak bakal  merobah nama pemberian bapakku” Ibnu Al-Musayyib berkata: “Orang itu  senantiasa bersikap keras terhadap kami setelahnya” (HR. Bukhori 5836) (At-Thiflu Wa Ahkamuhu/Ahmad Al-‘Isawiy urusan  65).

Oleh sebab  itu, Rasululloh SAW menyerahkan  petunjuk nama apa saja yang usahakan  diserahkan  kepada anak-anak kita. Antara lain:

Dari Ibnu Umar Ra ia berkata: Rasululloh SAW sudah  bersabda: “Sesungguhnya nama yang paling digemari  oleh Alloh ialah  Abdulloh dan Abdurrahman.” (HR. Muslim 2132)

Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda: “Namailah dengan namaku dan jangnlah anda  menggunakan kuniyahku.” (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133)

Berkaitan dengan kapan ketika  yang tepat guna  pemberian nama untuk  bari yang baru lahir, semua  ulama menyatakan urusan  itu  usahakan  dilaksanakan  pada hari ketujuh dari kelahiran berbarengan dengan pengamalan  aqiqah dan pencukuran rambut. Namun pun  pemberian nama itu  boleh dilaksanakan  sebelumnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap yang dicetuskan  tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dipotong  rambutnya serta diberi nama” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Syukuran aqiqah di di hari ke 40 Hari

Berkaitan dengan perayaan 40 hari sesudah  kelahiran jabang bayi, urusan  tersebut berlawanan  dengan sunnah Rasulullah SAW sebagaimana di atas. Kalau memang hendak  memperkenalkan bayi untuk  para tetangga, kenapa urusan  itu  tidak dilaksanakan  berbarengan dengan pengamalan  aqiqah?

Adat atau kelaziman  perayaan itu  adalah warisan masa kemudian  yang masih tidak sedikit  dipercayai dan dilakukan  oleh masyarakat kita. Tentunya ini ialah  tugas anda  untuk mengucapkan  yang sebenarnya untuk  mereka sehubungan  dengan bimbingan  Rasulullah SAW dalam pengamalan  aqiqah. Anda bisa  menyampaikan untuk  orang tua kita  bahwa pengamalan  aqiqah adalah ungkapan syukur kita untuk  Allah atas kelahiran bayi.