Kenapa Harus Aqiqah?

aqiqah untuk anakSetiap ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT, tentu memiliki manfaat dan hikmah yang besar bagi umat manusia. Bahkan, dalam penciptaan langit dan bumi, bahkan makhluk yang paling kecil pun, terdapat hikmah yang besar di dalamnya. Dan tidak ada yang sia-sia diciptakan oleh Allah. Allah juga tidak merasa malu, karena menciptakan makhluk yang kecil, kendati dalam pandangan manusia merugikan.

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (QS al-Baqarah [2]: 26).

Dengan keterangan ayat di atas, jelaslah bahwa hal itu untuk menguji umat manusia, apakah dengan perumpamaan itu mereka menjadi orang yang bersyukur atau kufur (ingkar).

Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi, sesungguhnya terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imrah [3]: 191).

Pun demikian halnya dengan tujuan akikah untuk menyembelih hewan saat kelahiran anak. Sebagai bagian dari fikih ibadah, akikah mengandung banyak hikmah. Menurut Syekh Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam, akikah memiliki beberapa hikmah. Pertama, menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS, tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS.

Kedua, dalam akikah mengandung unsur perlindungan dari setan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadis, yang artinya, “Setiap anak itu tergadai dengan akikahnya.” Sehingga, anak yang telah ditunaikan akikahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan setan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari setan tergadai oleh akikahnya”.

Ketiga, akikah merupakan tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari akhir, sebagaimana Imam Ahmad mengatakan, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan akikahnya).”

Keempat, merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah SWT dengan lahirnya sang anak.

Kelima, akikah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Keenam, akikah dapat memperkuat ukhuwah (persaudaraan) di antara masyarakat. Ketujuh, merupakan sarana untuk merealisasikan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejala kemiskinan di dalam masyarakat. Misalnya, dengan adanya daging yang dikirim kepada fakir miskin.

Syukur nikmat

KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya “Mukjizat dan Misteri Lima Rukun Islam: Menjawab Tantangan Zaman” mengungkapkan, dalam ibadah akikah terkandung unsur tarbiyah (pendidikan), yakni mendidik ketakwaan anak agar menjadi orang yang dekat (taqarrub) kepada Allah, serta menghilangkan sifat-sifat kebinatangan pada diri anak, karena manusia pada umumnya juga memiliki sifat-sifat hewaniah yang harus dihilangkan dengan norma etika keagamaan.

Di samping itu, akikah juga bertujuan untuk mendidik anak menjadi hamba yang dekat dengan Allah SWT. Sebab, akikah itu sendiri adalah tindakan berkurban. Perbedaannya dengan qurab (kurban) pada hari Idul Adha terletak pada syariatnya.

Jika kurban pada bulan Dzulhijjah disyariatkan sehubungan dengan peristiwa haji, dan tertentu bagi yang mampu serta memiliki kehendak yang sama dengan prosesi haji, sedangkan akikah adalah kurban hewan untuk diri pribadi sebagai penebusan terhadap jiwa anak yang baru lahir,” tulisnya.

Dan secara khusus, tujuan dan manfaat akikah adalah merupakan bentuk syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepada seorang Muslim, dengan kehadiran buah hati dalam kehidupan keluarganya. jika anda termotivasi  ingin mangadakan aqiqah untuk anak anda kami Ridho Aqiqah siap melayani dengan sepenuh hati demi kelancaran acara anda.

Nama Menjadi Hiasan Bagi Pemiliknya, Menjadi Wadah, Syiar dan Julukan Baginya, Baik di Dunia Maupun di Akhirat

img_20170119_154911

Hal dalam pemberian nama ini disebutkan oleh Rasulullah SAW

  1. Nama adalah julukan

Abu Darda yang dikutip dan dijadikan landasan oleh Imam An-Nawawi sebagai anjuran. An-Nawawi memasukkan hadits di bawah ini dalam bab Istiḥbāb Tahsīnil Ism (anjuran memperindah nama atau memberi nama yang baik) dalam salah satu bab di Al-Adzkarun Nawawi.

, “Dari Abu Darda Ra berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh kalian semua akan dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian. Maka dari itu, perbaguslah nama-nama kalian,’” (Lihat Muhyiddin Abu Zakariya An-Nawawi, Al-Adzkarun Nawawi, [Beirut: Dar Kutub: 2004], halaman 411).

  1. Memberikan nama merupakan syarat sahnya Aqiqah

Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)\

Kapan waktu yang baik untuk memberikan nama pada bayi?

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah dalam kitabnya Tasmiyatul Mawlud mengatakan, “Terdapat dalam sunnah Nabi shalllallahu ‘alaihi wa sallam bahwa pemberian nama itu ada tiga waktu:

  1. Di hari kelahiran,
  2. Sampai hari ketiga dari hari kelahiran,
  3. Di hari ketujuh dari kelahiran,

Berikut nama bayi laki-laki memiliki makna yang baik

1. Ghibran

Ghibran merupakan rekomendasi nama bayi laki-laki selanjutnya. Ghibran atau Gibran berasal dari bahasa Arab yang artinya yang paling pandai, yang memulihkan, membetulkan atau menyatukan secara harmonis.

Berikut rangkaian nama Gibran dan artinya:

  • Ghibran Naufal Rizalyang artinya anak laki-laki yang baik hati, dermawan, tampan dan selalu diberkati hingga mampu menyatukan secara harmonis
  • Ghibran Arfan Alhusaynyang artinya anak laki-laki yang cerdas, tampan dan dapat menyatukan keluarga agar harmonis
  • Gibran Raqqilla Firazyang artinya anak laki-laki yang berpikiran tajam, selalu berbuat kebajikan dan dapat menyatukan keluarga agar harmonis

2. Haidar

Selanjutnya adalah Haidar. Nama yang satu ini juga ada di dalam Alquran, yang artinya pemberani. Jika Mama ingin si Kecil menjadi anak yang pemberani, selipkan nama Haidar ya, Ma.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Haidar Zhafran Abrisamyang artinya anak laki-laki tampan yang beruntung memiliki keberanian untuk mencari kemenangan sejati
  • Haidar Ghaffar Susendrayang artinya anak laki-laki pemberani yang dilahirkan bersih dengan memiliki kelembutan didalam hatinya
  • Haidar Izadin Narain yang artinya anak laki-laki pemberani yang selalu rela berkorban untuk melindungi banyak orang

3. Irsyad

Irsyad memiliki arti petunjuk. Nama ini berasal dari bahasa Arab dan bisa disematkan pada awal, tengah, maupun akhir dari rangkaian nama si Kecil.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Irsyad Mauza Alhenayang artinya anak laki-laki yang menjadi petunjuk bintang serta memiliki sifat yang bijaksana dan cerdik
  • Haytham Irsyad Nashsharyang artinya anak laki-laki yang kuat seperti elang muda, menjadi petunjuk dan selalu menolong orang lain didalam hidupnya
  • Irsyad Mekka Evanoyang artinya anak laki-laki yang menjadi petunjuk atas kota suci Mekah sebagi anugerah Tuhan yang paling indah

4. Jabir

Jabir artinya menggantikan yang hilang dalam bahasa Arab. Nama yang satu ini juga terdapat di dalam Alquran.
Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Jabir Zhafran Muhammadyang artinya anak laki-laki beruntung sebagai doa dari pengganti yang hilang
  • Jabir Kinaan Muhammadyang artinya laki-laki kuat yang menjadi doa dari pengganti yang hilang
  • Jabir Keisa Shafwaanyang artinya anak laki-laki baik yang diciptakan sebagai pengganti yang hilang

5. Khayri

Nama yang berasal dari bahasa Arab ini memiliki arti murah hati. Jika Mama ingin agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang murah hati, maka sematkanlah Khayri pada rangkaian namanya.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Khayri Kinaan Aufa yang artinya seorang laki-laki yang kuat seperti panah, murah hati, dan setia
  • Syazani Khayri Shaquilyang artinya seorang laki-laki tampan yang memiliki kecerdasan dan baik hatinya
  • Khayri Hafidz Rivandrayang artinya anak laki-laki yang memiliki kekuatan matahari, murah hati, dan kelak menjadi seorang penjaga yang baik

6. Sulthan

Nama Islami selanjutnya adalah Sulthan. Nama yang satu ini berarti memiliki kekuasaan atau bukti yang kuat.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Sulthan Syahir Mahasinyang artinya anak laki-laki yang memiliki kekuasaan dan dikenali banyak orang karena ketampanannya
  • Sulthan Raffasa Alfarezi yang artinya anak laki-laki yang berkedudukan tinggi, berkuasa dan selalu semangat dalam bekerja
  • Sulthan Asyam Vityayang artinya anak laki-laki yang akan menjadi pemimpin mulia dan berkuasa dengan menaklukan berbagai rintangan

7. Wafi

Rekomendasi nama bayi laki-laki terakhir adalah Wafi. Nama dari bahasa Arab ini memiliki arti sempurna atau yakin.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Wafi Alwaritzi Syahyang artinya ciptaan Tuhan paling sempurna karena kebenarannya dan warisannya
  • Wafi Muzakki Ishak yang artinya anak laki-laki keturunan Nabi kesembilan yang sempurna dan selalu mengeluarkan zakat
  • Wafi Rafan Asadel yang artinya anak laki-laki yang berwajah tampan, sempurna, dan ramah kelak dengan keyakinannya menjadi seorang yang makmur

8. Akmal

Nama Akmal memiliki arti sempurna atau sangat pandai. Ini adalah salah satu doa dan harapan yang paling banyak dikirimkan dari orangtua untuk anaknya. Diharapkan anak bisa hidup sejahtera di masa mendatang.

9. Fauzan

Fauzan memiliki arti kejayaan. Arti nama Fauzan sama pula dengan Fauzi. Kedua nama bayi laki-laki islam ini bisa menjadi pilihan untuk menamai si Kecil.

 

10. Aulian

Rekomendasi nama bayi laki-laki dalam Alquran pertama adalah Aulian. Nama Aulian berasal dari bahasa Arab yang artinya pemimpin, semangat, malaikat, atau teman.

Nama ini merupakan bentuk lain dari Aulia.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Aulian Basira Ghaydayang artinya pemimpin laki-laki berparas tampan dan menggunakan kecerdasannya dengan bijaksana
  • Aulian Awwab Irawanyang artinya pemimpin yang taat kepada Tuhan dan gemar akan kemasyhuran dan kebajikan

Azzam Aulian Putra yang artinya pemimpin laki-laki Muslim yang agung dan memiliki kebulatan tekad

Risalah aqiqah dan apa saja maksud didalamnya

risallah aqiqah ditujukan bagi ucapan untuk orang yang baru saja dikaruniai anak: “Semoga Allah memberimu berkah pada anakmu, dan semoga engkau bersyukur kepada Yang Maha Pemberi, sampai ia dewasa dan engkau mendapatkan kebaikannya. dan juga disertakkan ” DO’A UNTUK BAYI “ Aku mohon perlindungan untukmu dengan kalimat kalimat Allah yang sempurna, dari setiap syetan, dan segala yang beracun, dan dari setiap pandangan yang penuh kebencian.” [H. R. Bukhari] Menghidupkan Sunnah Nabi saw. dengan ‘Aqiqah “Barang siapa yang menghidupkan sunnahku disaat terjadi kerusakan pada ummatku maka baginya pahala seseorang yang mati syahid.” (Rasulullah saw.) Hadits ini menyadarkan kita akan pentingnya kembali pada kehidupan Islami dan menghidupkan sunnah Nabi saw. terutama di saat ummat mulai cenderung dan terpedaya dengan segala gaya hidup yang tidak berasal dari nilai-nilai Islam. Hal tersebut mengakibatkan ummat Islam tidak lagi memiliki jati diri, dan kecintaannya kepada Nabi saw sebagai suri teladan larut sedikit demi sedikit, berganti mengikuti gerak dan gaya masyarakat yang jahiliyah, termasuk dalam menyambut kehadiran anak yang sebenarnya merupakan amanah Allah SWT. Tulisan ini sekedar mengingatkan akan sebuah sunnah yang dahulu akrab dengan kehidupan kaum muslimin sebagai ummat yang dirahmati dan diberkahi Allah SWT.

Beberapa Hal yang Harus Dilakukan oleh Orang tua Setelah Kelahiran Anaknya

1. Menyuarakan adzan di telinga kanan dan qomat di telinga kiri bayi. Hal ini berdasarkan atas sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan AtTirmidzi, dari Abu Rafi’: Aku melihat Rasulullah saw. Menyuarakan adzan pada telinga Al-Hasan bin ‘Ali ketika Fatimah melahirkannya.

2. Melakukan tahniq, yaitu menggosok langit-langit (mulut bagian atas) dengan kurma yang sudah dilembutkan. Caranya ialah dengan menaruh sebagian kurma yang telah dikunyah pada jari, dan memasukkan jari itu ke dalam mulut bayi, kemudian menggerak-gerakkannya ke kiri dan ke kanan dengan gerakan yang lembut hingga merata di sekeliling langit-langit bayi. Jika kurma sulit di dapat, tahniq ini dapat dilakukan dengan bahan yang manis lainnya, seperti madu atau saripati gula, sebagai pelaksanaan sunnah Nabi saw. Di dalam Shahihain, terdapat hadits dari Abu Burdah, dari Abu Musa r.a., ia berkata: Aku telah dikaruniai seorang anak, kemudian aku membawanya kepada Nabi saw. lalu beliau menamakannya Ibrahim, menggosok-gosok langit langit mulutnya dengan sebuah kurma dan mendo’akannya dengan keberkahan. Setelah itu beliau menyerahkannya kepadaku. Hikmah dari tahniq ini ialah untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami. Lebih utama kalau tahniq ini dilakukan oleh ulama/orang yang shalih sebagai penghormatan dan pengharapan agar si bayi menjadi orang yang shalih pula.

3. Mencukur rambut kepala bayi, memberi nama, dan Aqiqah. Makna ‘Aqiqah Secara bahasa ‘aqiqah berarti memutus. Sedangkan secara istilah Syara’ aqiqah berarti menyembelih kambing untuk anak pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya. Pentingnya Aqiqah Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya anak itu diaqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit daripadanya (dengan mencukurnya).” (Hadits shahih riwayat Bukhari, dari Salman Bin Amar Adh-Dhabi). Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, diberi nama pada hari itu dan dicukur kepalanya”. (Ashhabus-Sunan). RISALAH A Q I QAH ‘Aqiqah adalah tanda syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat anak yang diberikan-Nya. Juga sebagai washilah (sarana) memohon kepada Allah SWT. agar menjaga dan memelihara sang bayi. Dari hadits di atas pula ulama menjelaskan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi para wali bayi yang mampu, bahkan tetap dianjurkan, sekalipun wali bayi dalam kondisi sulit.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Aqiqah

1. Kambing yang akan di sembelih mencapai umur minimal satu tahun dan sehat tanpa cacat sebagaimana persyaratan untuk hewan qurban.

2. Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing yang sepadan (sama besarnya), sedangkan bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasul saw. bersabda: “Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian apakah (sembelihan itu) jantan atau betina” (H. R. Ahmad dan Tirmidzi) Hal di atas berlaku untuk orang yang dikaruniai rizqi yang cukup oleh Allah SWT. Sedangkan orang yang kemampuannya terbatas, diperbolehkan untuk meng’aqiqahi anak laki-laki maupun anak perempuan dengan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ibnu ‘Abbas r.a.: “Bahwa Rasulullah saw. telah meng’aqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dengan satu ekor biri-biri.” (H.R. Abu Dawud), dan juga riwayat dari Imam Malik: “Abdullah bin Umar r.a. telah meng’aqiqahi anakanaknya baik laki-laki maupun perempuan, satu kambing-satu kambing.”

3. Dianjurkan agar ‘aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari ‘Aisyah r.a.: Nabi saw. bersabda: “Sembelihlah atas namanya (anak yang dilahirkan), dan ucapkanlah, ‘Dengan menyebut nama Allah swt ,ya..

itu saja posting lengkap hal hal berkaitan dengan aqiqah dari apa itu risallah aqiqah  sampai apa saja yang orang tua kerjakan setelah kelahiran bayi..

Hukum Berhutang untuk Aqiqah

aqiqah di ridho aqiqah

ridho aqiqah jogja berhutang untuk aqiqah

Bolehkah berutang untuk melaksanaikan aqiqah?

Aqiqah adalah sunnah yang sahih dari nabi shalllallahu alayhi wasalam seperti yang dijelaskan pada artikel artikel terdahulu

seperti: Apakah Bayi baru Lahir Wajib DiAqiqahkan?.

Maka dalam posting kali ini nantinya juga akan saya berikan kesimpulan ada dibawah untuk anda anda yang sibuk spesial langsung skrool dibawah,dan apabila anda ingin membaca sampai tuntas tentunya kami juga akan senang sekali,apalagi mau menshare artikel ini demi kebaikan bersama.

Pada artikel ini kami ambil dari referensi buku buku ensiklopedia aqiqah
dr. husammuddin bin musa alfanah yang pada beberapa tuilisan memang saya referensi juga daari tanya jawab islam ada di blog tanya jawab islam apa itumenghidupkan sunnah yang pada dasarnya adalahassunah itu tuntutan atas setiap muslim.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap muslim yang mampu melaksannakannya untuk menjaga dan memelihara sunnah ini. Bagi orang yang melaksanakan aqiqah yang terbaik adalah yang mampu. Apabila beberapa ibadah wajib seperti ibadah haji mengharuskan adanya kemampuan untuk melaksanakanya,maka terlebih lagi untuk pada bentuk bentuk ibadah sunnah yang lain alangkah baiknya kita dengan sendirinya paham akan melaksanakanya

baca juga: tata cara aqiqah

Sebagian ulama mengatakan bahwa aqiqah juga diisyaratkan pada orang miskin yang tidak mempunyai biaya  untuk melaksanakanya .

bahkan imam ahmad menyunahkan untuk meminjam uang apabila memang tidak ada uang atau tidak mampu untuk membeli hewan aqiqah dan menyembelihnya sebagai sunnah rasullullah  ada beberapa pernyataan beliau tentang atau mengenai hal ini,antara lain.

Al khalal menukilkan dalam riwayat abdul haris,beliau ditanya mengenai uang pinjaman yang digunakan untuk  pelaksanaan aqiqah.

Beliau menjawab semoga alah memberinya ganti,dia tealah menghidupkan assunah

Putera beliau yang bernama sahih bertanya ,seseorang memperoleh anak akan tetapi tapi tidak memiliki uang untuk mengakikahinya,menurut pendapat anda mana yang lebih disukai:Dia meminjam uang untuk melaksanakan aqiqah atau menunda dimana saat ada uang untuk melaksanakan aqiqah

, beliau menjawab ‘ yang paling sering terdengar dalam aqiqah adalah hadits al hasan dari samurah dari nabi shallawllahuali wasalam,aku berharap apabila dia meminjam uang ,semoga allah subhanahuwataala segera melunasinya. Sebab, dia sedang menghidupkan salah satu sunnah nabi shallalahualaihi wasalam  dan mengikuti petunjuk beliau

Namun jika tidak memiliki penghasilan tetap maka jangan dia berhutang karena nanti akan memudharati dia dan orang yang menghutanginya. (Lihat Kasysyaf Al-Qina’ ‘an Matnil Iqna’, Manshur bin  Yunus Al-Bahuti  2 / 353)
Allah ta’ala berfirman:
)فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ)(التغابن: من الآية16)
“Bertaqwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian”
Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu:
وأما الاستقراض من أجل العقيقة فينظر، إذا كان يرجو الوفاء كرجل موظف، لكنه صادف وقت العقيقة أنه ليس عنده دراهم، فاستقرض من شخص حتى يأتي الراتب، فهذا لا بأس به، وأما إذا كان ليس له مصدر يرجو الوفاء منه، فهذا لا ينبغي له أن يستقرض
“Dan adapun meminjam uang untuk keperluan aqiqah maka dilihat, kalau dia berharap bisa mengembalikan seperti seorang pegawai misalnya, akan tetapi ketika waktu aqiqah dia tidak memiliki uang, kemudian dia meminjam uang sampai datang gaji maka  dalam hal ini tidak  mengapa, adapun orang yang tidak punya sumber penghasilan tetap dan  dia berharap bisa membayar hutang dengannya maka tidak selayaknya dia berhutang” (Liqa Al-Babil Maftuh, Al-Maktabah Asy-Syamilah)
Wallahulam.

 

Ibnul mubnzir mengomentari seluruh riwayat ini dengan mengatakan allah telah berkata benar

Menghidupkan dan menegakkan sunah itu lebih baik. Tentang aqiqah banyak hadits yang telah kami riwayatkan dan tidak ada dalam riwayat lain sebab aqiqah adalah ritual penyembelihan aqiqah

Dan kesimpulan yang saya ambil ada 2 dari sini yaitu:

  1. berpikir logis ketika kita berhutang maka sebelumnya kita sudah merencanakan kapan dan bagaimana kita membayar hutang dengan berpikir dari  mendapatkan uang sampai membayarkanya tepat waktu.klik disini apa itu hutang menurut  wikipedia
  2. menurut assunah lebih baik  berusahalah untuk bisa mengakikahi meski harus berhutang.

artikel yang berkaitan:

Pengertian Aqiqah Menurut Agama Islam

dan

Paket Aqiqah Jogja

 

Apakah Bayi baru Lahir Wajib DiAqiqahkan?

HUKUM AQIQAH MENURUT AGAMA ISLAM

Aqiqah merupakan salah satu hal yang disyariatkan dalam agama islam. Dalil-dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah hadits Rasulullah saw, “Setiap anak tertuntut dengan aqiqah’? Ada hadits lain yang menyatakan, “Anak laki-laki (aqiqah dengan 2 kambing) sedang anak perempuan dengan 1 ekor kambing’? Status hukum aqiqah adalah sunnah. Hal tersebut sesuai dengan pandangan mayoritas ulama, seperti Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Imam Malik, dengan berdasarkan dalil di atas. Para ulama itu tidak sependapat dengan yang mengatakan wajib, dengan menyatakan bahwa seandainya aqiqah wajib, maka kewajiban tersebut menjadi suatu hal yang sangat diketahui oleh agama, dan seandainya aqiqah wajib, maka rasulullah  juga pasti telah menerangkan akan kewajiban tersebut.

baca juga : pengertian aqiqah

Beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri, juga Imam Laits, berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah wajib. Pendapat ini berdasarkan atas salah satu hadits di atas, “Kullu ghuli¢min murtahanun bi ‘aqiqatihi’ (setiap anak tertuntut dengan aqiqah), mereka berpendapat bahwa hadits ini menunjukkan dalil wajibnya aqiqah dan menafsirkan hadits ini bahwa seorang anak tertahan syafaatnya bagi orang tuanya hingga ia di aqiqahi. Ada juga sebagian ulama yang mengingkari disyariatkannya aqiqah, tetapi pendapat ini tidak berdasar sama sekali. Dengan demikian, pendapat mayoritas ulama lebih utama untuk diterima karena dalil-dalilnya, bahwa aqiqah adalah sunnah.

Bagi seorang ayah yang mampu hendaknya menghidupkan sunnah ini hingga ia mendapat pahala. Dengan syariat ini, ia dapat berpartisipasi dalam menyebarkan rasa cinta di masyarakat dengan mengundang para tetangga dalam walimah aqiqah

aqiqah berarti menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak. Menurut bahasa,aqiqah berarti pemotongan. Hukumnya sunah muakkad bagi mereka yang mampu, bahkan sebagian ulama menyatakan wajib

Yang di maksud sunnah muakad adalah sunnah yang sangat ditekankan

dan kemudian muncul pertanyaan ,bagaimana jika aqiqah dilakukan ketika yang mau diaqiqah sudah meninggal.

dari yang kami kutip di asysyariah.com adalah seperti ini:

كُل غُلاَمٍ رَهيْنَةٌ بعَقيْقَتِهِ

“Setiap anak tergadai dengan akikahnya.” (HR Ahmad (5/12), Abu Dawud no. 2837, at-Tirmidzi no. 1522, dll.; dinyatakan sahih dalam Shahih al-Jami’ no. 4541.)

Maknanya, si anak tergadai pembebasannya dari setan dengan akikahnya.

Apabila si anak tidak diakikahi, niscaya dia tetap sebagai tawanan bagi setan. Jika diakikahi dengan akikah yang syar’i, dengan izin Allah ‘azza wa jalla hal itu akan menjadi sebab terbebasnya dia dari tawanan setan. Demikian makna yang dihikayatkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah.

baca juga: Tatacara aqiqah

 

Tata Cara Pelaksanaan AQIQAH

 

Aqiqah itu berarti memutus dan melubangi, dan ada juga yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yg disembelih untuk cropped-Rdho-aqiqah-jogja1.jpgmenebus  anak bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk anak yang baru lahir. Pengarang kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: ” Al-‘Aqiqah atau Al-‘Iqqah artinya adalah rambut makhluk yang baru dilahirkan, baik manusia atau Binatang. Dinamai pula daripadanya bintang yang disembelih untuk Anak yang baru lahir pada hari keseminggunya.

1. Dasar Hukumnya

Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad, sekalipun Orang ta dalam keadaan sulit. Aqiqah dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat.

2. Aqiqah diperutukan  Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan

Yang afdhal untuk anak laki-laki disembelihkan 2 ekor kambing/domba yang mirip dan aqiqah potong rambutumurnya bersamaan. Dan untuk anak perempuan 1 ekor.
Dari Ummu Karz Al-Ka’biyah berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

عن الغلام شاتان متكأ فئتان . و عن الجارية شاة

” Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang mirip, dan untuk anak perempuan satu ekor.” Dan dibolehkan satu ekor domba untuk anak laki-laki . Rasulullawh saw. pernah melakukan yang demikian untuk Hasan dan Husain r.a., seperti pada hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan islam, kami menyembelih kambing, mencukur atau menggundul kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi.” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan tentang sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang pada masa jahiliyah apabila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya’. Maka Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah itu dengan minyak wangi.’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Waktu Penyembelihan

Jika memungkinkan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Jika tidak, maka pada hari ke-14. Dan jika yang demikian masih tidak memungkinkan, maka pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika masih tidak memungkinkan maka pada kapan saja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan: تذبح لسبع ، و لاربع عشر ، و لاحد و عشرين “Disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari ke-empatbelas, dan pada hari kedua puluh satu.”
Rangkaian Berikutnya:
– memberikan nama pada anak
– Mencukur rambutnya.
– Bersedekah seberat timbanan rambutnya.
2. Adapun syarat hewan kambing yang dapat dijadikan aqiqoh itu sama dengan syarat hewan qurban (kurban) sbb:
– Kambing: sempurna berusia 1 (satu) tahun dan masuk usia (dua) tahun.
– Domba: sempurna berusia 6 (enam) bulan dan masuk bulan ke-7 (tujuh).
– Tidak boleh ada anggota badan hewan yang cacat.
– Dagingnya tidak boleh dijual.

 

4.Boleh melaksanakannya selain pada hari ketujuh ( cara aqiqah syar’i )

  1. Sebagian membolehkan melaksanakannya sebelum hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.35. Sebagian lagi berpendapat boleh dilaksanakan setelah hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Hazm dalam kitabnya “al-Muhalla” 7/527.Sebagian ulama lainnya membatasi waktu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Jika tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh maka boleh pada hari ke-14, jika tidak bisa boleh dikerjakan pada hari ke-21. Berdalil dari riwayat Thabrani dalm kitab “As-Shagir” (1/256) dari Ismail bin Muslim dari Qatadah dari Abdullah bin Buraidah :“Kurban untuk pelaksanaan aqiqah, dilaksanakan pada hari ketujuh atau hari ke-14 atau hari ke-21.” [Penulis berkata : “Dia (Ismail) seorang rawi yang lemah karena jelek hafalannya, seperti dikatakan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam ‘Fathul Bari’ (9/594).” Dan dijelaskan pula tentang kedhaifannya bahkan hadist ini mungkar dan mudraj]
  2. Bersedekah dengan perak atau sesuai berat si rambut bbayi ketika ditimbangSyaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata : “Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti : al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas, ini adalah hadit dhoif.

    TIDAK ADA TUNTUNAN BAGI ORANG DEWASA UNTUK AQIQAH ATAS NAMA DIRINYA SENDIRI
    Sebagian ulama mengatakan : “Seseorang yang tidak diaqiqahi pada masa kecilnya maka boleh melakukannya sendiri ketika sudah dewasa”. Mungkin mereka berpegang dengan hadist Anas yang berbunyi : “Rasulullah mengaqiqahi dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi.” [Dhaif mungkar, Hadits Riwayat Abdur Razaq (4/326) dan Abu Syaikh dari jalan Qatadah dari Anas].

5. Bersamaan Antara Qurban dan Aqiqah.

Dari sini muncul pertanyaan, yaitu bolehkah menggabungkan niat aqiqah dan kurban? Bila hal itu diperbolehkan apakah secara otomatis kurban yang dilakukan sekaligus bisa menggugurkan anjuran akikah? Mengenai hal ini ada 2 pendapat:

Qurban yang ia tunaikan itu bisa sekaligus diniatkan aqiqah dan menggugurkan anjurannya. Pendapat ini merupakan opsi yang disampaikan oleh Mazhab Hanafi dan salah satu riwayat Ahmad. Dari kalangan tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, dan Qatadah, sepakat dengan pandangan ini. Mereka berargumentasi, substansi kedua ibadah sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt. melalui sembelihan hewan. Keduanya bisa saling melengkapi dan mengisi. Kasus hukumnya sama ketika shalat wajib di Masjid disertai dengan niat shalat sunnah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, mendukung opsi ini.

Kedua ibadah itu tidak boleh disatukan dan tidak bisa menggugurkan salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat ini disampaikan oleh mazhab Maliki, Syafi’i, dan salah satu riwayat Mazhab AhmadAlasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan kurban memiliki tujuan yang berbeda. Maka itu, satu sama lain tidak boleh digabung. Latar belakang dan motif di balik kesunnahan kedua ibadah itu pun berseberangan. Jadi, kurang tepat disatukan. Misalnya, denda yang berlaku di haji tamattu’ dan denda yang berlaku dalam fidyah.

Wallahu a’lam.

                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                       
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”