Hukum Berhutang untuk Aqiqah

aqiqah di ridho aqiqah

ridho aqiqah jogja berhutang untuk aqiqah

Bolehkah berutang untuk melaksanaikan aqiqah?

Aqiqah adalah sunnah yang sahih dari nabi shalllallahu alayhi wasalam seperti yang dijelaskan pada artikel artikel terdahulu

seperti: Apakah Bayi baru Lahir Wajib DiAqiqahkan?.

Maka dalam posting kali ini nantinya juga akan saya berikan kesimpulan ada dibawah untuk anda anda yang sibuk spesial langsung skrool dibawah,dan apabila anda ingin membaca sampai tuntas tentunya kami juga akan senang sekali,apalagi mau menshare artikel ini demi kebaikan bersama.

Pada artikel ini kami ambil dari referensi buku buku ensiklopedia aqiqah
dr. husammuddin bin musa alfanah yang pada beberapa tuilisan memang saya referensi juga daari tanya jawab islam ada di blog tanya jawab islam apa itumenghidupkan sunnah yang pada dasarnya adalahassunah itu tuntutan atas setiap muslim.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap muslim yang mampu melaksannakannya untuk menjaga dan memelihara sunnah ini. Bagi orang yang melaksanakan aqiqah yang terbaik adalah yang mampu. Apabila beberapa ibadah wajib seperti ibadah haji mengharuskan adanya kemampuan untuk melaksanakanya,maka terlebih lagi untuk pada bentuk bentuk ibadah sunnah yang lain alangkah baiknya kita dengan sendirinya paham akan melaksanakanya

baca juga: tata cara aqiqah

Sebagian ulama mengatakan bahwa aqiqah juga diisyaratkan pada orang miskin yang tidak mempunyai biaya  untuk melaksanakanya .

bahkan imam ahmad menyunahkan untuk meminjam uang apabila memang tidak ada uang atau tidak mampu untuk membeli hewan aqiqah dan menyembelihnya sebagai sunnah rasullullah  ada beberapa pernyataan beliau tentang atau mengenai hal ini,antara lain.

Al khalal menukilkan dalam riwayat abdul haris,beliau ditanya mengenai uang pinjaman yang digunakan untuk  pelaksanaan aqiqah.

Beliau menjawab semoga alah memberinya ganti,dia tealah menghidupkan assunah

Putera beliau yang bernama sahih bertanya ,seseorang memperoleh anak akan tetapi tapi tidak memiliki uang untuk mengakikahinya,menurut pendapat anda mana yang lebih disukai:Dia meminjam uang untuk melaksanakan aqiqah atau menunda dimana saat ada uang untuk melaksanakan aqiqah

, beliau menjawab ‘ yang paling sering terdengar dalam aqiqah adalah hadits al hasan dari samurah dari nabi shallawllahuali wasalam,aku berharap apabila dia meminjam uang ,semoga allah subhanahuwataala segera melunasinya. Sebab, dia sedang menghidupkan salah satu sunnah nabi shallalahualaihi wasalam  dan mengikuti petunjuk beliau

Namun jika tidak memiliki penghasilan tetap maka jangan dia berhutang karena nanti akan memudharati dia dan orang yang menghutanginya. (Lihat Kasysyaf Al-Qina’ ‘an Matnil Iqna’, Manshur bin  Yunus Al-Bahuti  2 / 353)
Allah ta’ala berfirman:
)فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ)(التغابن: من الآية16)
“Bertaqwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian”
Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu:
وأما الاستقراض من أجل العقيقة فينظر، إذا كان يرجو الوفاء كرجل موظف، لكنه صادف وقت العقيقة أنه ليس عنده دراهم، فاستقرض من شخص حتى يأتي الراتب، فهذا لا بأس به، وأما إذا كان ليس له مصدر يرجو الوفاء منه، فهذا لا ينبغي له أن يستقرض
“Dan adapun meminjam uang untuk keperluan aqiqah maka dilihat, kalau dia berharap bisa mengembalikan seperti seorang pegawai misalnya, akan tetapi ketika waktu aqiqah dia tidak memiliki uang, kemudian dia meminjam uang sampai datang gaji maka  dalam hal ini tidak  mengapa, adapun orang yang tidak punya sumber penghasilan tetap dan  dia berharap bisa membayar hutang dengannya maka tidak selayaknya dia berhutang” (Liqa Al-Babil Maftuh, Al-Maktabah Asy-Syamilah)
Wallahulam.

 

Ibnul mubnzir mengomentari seluruh riwayat ini dengan mengatakan allah telah berkata benar

Menghidupkan dan menegakkan sunah itu lebih baik. Tentang aqiqah banyak hadits yang telah kami riwayatkan dan tidak ada dalam riwayat lain sebab aqiqah adalah ritual penyembelihan aqiqah

Dan kesimpulan yang saya ambil ada 2 dari sini yaitu:

  1. berpikir logis ketika kita berhutang maka sebelumnya kita sudah merencanakan kapan dan bagaimana kita membayar hutang dengan berpikir dari  mendapatkan uang sampai membayarkanya tepat waktu.klik disini apa itu hutang menurut  wikipedia
  2. menurut assunah lebih baik  berusahalah untuk bisa mengakikahi meski harus berhutang.

artikel yang berkaitan:

Pengertian Aqiqah Menurut Agama Islam

dan

Paket Aqiqah Jogja

 

syarat hewan aqiqah kambing atau domba

hewan terbaik dalam pelaksanaan aqiqah

Aqiqah adalah saraana bagi seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada allah swt oleh karena itu harus dipilih hewan yang baik dari hal keselamatan dari cacat dan cukup usia yg diperlukan se

Jual Kambing Qurban di Jogja

kambing ridho aqiqah yogyakarta

bagaimana telah berlalu pemjelasanya. Juga di anjurkan untuk memilih yang gemuk,besar,bagus dan yang paling penting adalh terbebas dari penyakit

Dari abu dawud meriwayatkan untuk anak laki laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing

Dalam riwayat yang lain untuk hadist yang sama adalah seperti berikut  Aqiqah tidak apa apadilaksanakan dengan hewan jantan atau betina berdasarkan hadits ummu kurz

Nah apabila pembaca ingin meniru kepada apa yang dilakukan oleh para ulama itu sangat bagus karena disebutkan bahwa imam ahmad ditanya tentang aqiqah,’ bolehkah dengan kambing yang masih perawan atau yang sudah hamil besar ?’’ beliau menjawab, ‘’ pejantan lebih baik,’’

Para ulama berbeda pendapat pada hewan yang terbaik untuk aqiqah

Para ulama menganut madzhab syafii dalam pendapat mereka yang paling kuat dan sebagian ulama penganut madzhab maliki mengatakan bahwa yang terbaik adalah unta,kemudian sapi,lalu domba dan diakhiri dengan kambing

Kebanyakan masyarakat memilih kambing karena memang di indonesia kambing lebih mudah ditemukan dan diternakkan. Kambing aqiqah terbaik yang akan disembelih syaratnya berumur minimal satu tahun dan memiliki kondisi fisik yang sehat.

baca juga: 2 tips memilih kambing potong sehat

Memilih kambing aqiqah perlu memiliki pengetahuan informasi khusus mengenai dunia hewan dengan baik. Itulah sebabnya mengapa saat berencana memilih hewan untuk disembelih, hewan tersebut harus melalui pengecekan yang teliti untuk melihat tanda atau cirinya sebagai hewan sembelih yang berkualitas untuk dibeli.

Akan tetapi disini  tidak mengharuskan bagi setiap orang untuk meniru dan mempunyai persamaan dalam memberikan aqiqah terbaik yang dicontohkan ulama tersebut,

kemampuan setiap orang berbeda beda,tentunya tolok ukur pun juga harus diperhitungkan

jangan sampai setelah kita meniru dan melaksanakan aqiqah dengan contoh domba atau kambing terbaik  para ulama yang harganya mungkin fantastis dan dikemudian hari meniru ,setelah meniru dan mempraktekakan dikarenakan beberapa faktor ,entah masalah uang dan terpikir pikir rugi membuang buang uang dan lain dan sebagainya,nah disitu disayangkan ,,

karena apa,disetiap hubungan kita dengan yang maha kuasa diharapkan full ikhlas jadi jangan sampai ada perasaan negatif sedikitpun seharusnya,

karena dengan adanya perasaan yang negatif sedikit saja terlintas saja dalam pikiran kita,maka allah swt sudah dulu mengetahuinya,,, ya pada intinya menurut kami disetiap aqiqah kita diharapkan ikhlas lilahitaala,manakala kita memberikan kambing yang menurut orang adalah kambing yang buruk akan tetapi dalam syariat masuk

dalam kategori sah untuk aqiqah itu tidak masalah selama kita dengan yang maha kuasa mempunyai niat yang lurus untuk menunaikan ibadah aqiqah ini

baca juga: setiap bayi lahir wajib diaqiqahi

Apakah Bayi baru Lahir Wajib DiAqiqahkan?

HUKUM AQIQAH MENURUT AGAMA ISLAM

Aqiqah merupakan salah satu hal yang disyariatkan dalam agama islam. Dalil-dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah hadits Rasulullah saw, “Setiap anak tertuntut dengan aqiqah’? Ada hadits lain yang menyatakan, “Anak laki-laki (aqiqah dengan 2 kambing) sedang anak perempuan dengan 1 ekor kambing’? Status hukum aqiqah adalah sunnah. Hal tersebut sesuai dengan pandangan mayoritas ulama, seperti Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Imam Malik, dengan berdasarkan dalil di atas. Para ulama itu tidak sependapat dengan yang mengatakan wajib, dengan menyatakan bahwa seandainya aqiqah wajib, maka kewajiban tersebut menjadi suatu hal yang sangat diketahui oleh agama, dan seandainya aqiqah wajib, maka rasulullah  juga pasti telah menerangkan akan kewajiban tersebut.

baca juga : pengertian aqiqah

Beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri, juga Imam Laits, berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah wajib. Pendapat ini berdasarkan atas salah satu hadits di atas, “Kullu ghuli¢min murtahanun bi ‘aqiqatihi’ (setiap anak tertuntut dengan aqiqah), mereka berpendapat bahwa hadits ini menunjukkan dalil wajibnya aqiqah dan menafsirkan hadits ini bahwa seorang anak tertahan syafaatnya bagi orang tuanya hingga ia di aqiqahi. Ada juga sebagian ulama yang mengingkari disyariatkannya aqiqah, tetapi pendapat ini tidak berdasar sama sekali. Dengan demikian, pendapat mayoritas ulama lebih utama untuk diterima karena dalil-dalilnya, bahwa aqiqah adalah sunnah.

Bagi seorang ayah yang mampu hendaknya menghidupkan sunnah ini hingga ia mendapat pahala. Dengan syariat ini, ia dapat berpartisipasi dalam menyebarkan rasa cinta di masyarakat dengan mengundang para tetangga dalam walimah aqiqah

aqiqah berarti menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak. Menurut bahasa,aqiqah berarti pemotongan. Hukumnya sunah muakkad bagi mereka yang mampu, bahkan sebagian ulama menyatakan wajib

Yang di maksud sunnah muakad adalah sunnah yang sangat ditekankan

dan kemudian muncul pertanyaan ,bagaimana jika aqiqah dilakukan ketika yang mau diaqiqah sudah meninggal.

dari yang kami kutip di asysyariah.com adalah seperti ini:

كُل غُلاَمٍ رَهيْنَةٌ بعَقيْقَتِهِ

“Setiap anak tergadai dengan akikahnya.” (HR Ahmad (5/12), Abu Dawud no. 2837, at-Tirmidzi no. 1522, dll.; dinyatakan sahih dalam Shahih al-Jami’ no. 4541.)

Maknanya, si anak tergadai pembebasannya dari setan dengan akikahnya.

Apabila si anak tidak diakikahi, niscaya dia tetap sebagai tawanan bagi setan. Jika diakikahi dengan akikah yang syar’i, dengan izin Allah ‘azza wa jalla hal itu akan menjadi sebab terbebasnya dia dari tawanan setan. Demikian makna yang dihikayatkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah.

baca juga: Tatacara aqiqah