Tata cara Aqiqah dan Doanya

Tata cara untuk melakukan prosesi aqiqah pada umumnya sangat mudah, namun beberapa dari kita terkadang melupakan beberapa atau malah ada yang kelewatan dalam melakukan aqiqah. nah yuk dipahami ulang mengenai tata cara dan proses yang benar dalam melaksanakan aqiqah baik Anak Perempuan atau Laki-Laki.

niat aqiqah anak saat acara aqiqah bayi

1. Menyembelih Kambing

Aqiqah identik dengan menyembelih kambing. Namun, di era canggih  ini, menyembelih domba  untuk aqiqah ialah  hal yang merepotkan. Karena itu, tidak sedikit  yang melakukan pembelian  masakan domba  yang telah  siap dipakai  untuk acara aqiqah anak.

Jumlah domba  yang disembelih untuk aqiqah berbeda antara anak wanita  dan laki-laki. Bagi  aqiqah anak wanita  orang tua menyiapkan satu ekor kambing. Sedangkan untuk anak laki-laki, orang tua menyembelih dua ekor kambing.

2. Memasak Daging Aqiqah

Tata cara aqiqah selanjutnya ialah  memasak daging dari hewan yang disembelih untuk aqiqah. Soal ini, terdapat  dua pendapat ulama tentang  daging aqiqah.

Pendapat kesatu  menuliskan   usahakan  daging aqiqah dimasak terlebih dahulu lantas  dibagikan. Pendapat ke dua menganjurkan  untuk menyalurkan  daging aqiqah laksana  daging kurban, tidak dimasak terlebih dahulu.

Namun jumhur ulama lebih mengajurkan guna  memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum membagikannya untuk  orang-orang. Hal tersebut  diungkapkan dalam buku  Atahzib yang ditulis Imam Al-Baghawi.

3. Memakan Sebagian Daging Aqiqah

Dari hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, telah  jelas dilafalkan  bahwa daging aqiqah beberapa  dimakan. Sedangkan sebagiannya lagi diberikan  kepada orang-orang.

Tata cara nya adalah menyalurkan  daging ini nyaris  sama dengan daging kurban. Sebagian daging aqiqah diserahkan  kepada family  Muslim yang mengemban  aqiqah. Sementara sisanya dapat diberikan  kepada tetangga ataupun fakir miskin.

4. Mencukur Rambut dan Memberikan Nama Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah berikutnya ialah  mencukur rambut bayi yang baru lahir dan menyerahkan  nama kepadanya. Dalam tata cara aqiqah menurut  keterangan dari  Islam, orang tua menyerahkan  nama yang baik untuk  anak yang baru lahir.

Memberikan nama yang baik menggambarkan  bagaimana akhlak dan imannya nanti untuk  Allah SWT. Hukum memotong  rambut bayi saat mengerjakan  aqiqah menurut  keterangan dari  pendapat yang kuat di kalangan ulama ialah  sunnah.

5. Mendoakan Bayi Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah anak selanjutnya ialah mendoakan bayi yang baru lahir. Berikut ialah bacaan doa yang usahakan dibacakan untuk bayi yang baru lahir.

DOA AQIQAH KETIKA MENCUKUR BAYI
DOA AQIQAH KETIKA MENCUKUR BAYI
DOA AQIQAH MENIUP UBUN UBUN
DOA AQIQAH MENIUP UBUN UBUN
DOA WALIMAH AQIQAH DOA AQIQAH DOA
DOA WALIMAH AQIQAH DOA AQIQAH DOA

Pembagian Daging Aqiqah

Jika kualifikasi hewan aqiqah dengan qurban harus sama dari sisi  fisik dan kesehatannya, tetapi  ada perbedaan dari pembagian daging aqiqah dengan daging kurban.

Daging aqiqah diberikan  dalam situasi  yang sudah  dimasak dan matang, sementara  kita ketahui bahwa pembagian daging kurban yang biasa diberikan  pada Idul Adha ialah  dalam situasi  mentah. Bagi  keluarga, menurut  keterangan dari  ulama jumlah maksimal daging yang dapat  diambil yakni  sepertiganya.

baca juga:

Niat aqiqah

Niat Aqiqah: Dalam agama Islam mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran sang buah hati biasanya disebut aqiqah. Ibadah aqiqah dilakukan dengan cara menyembelih binatang ternak lalu dibagikan kepada kerabat dan tetangga.

Secara bahasa, aqiqah berarti memotong (bahasa arab: al qat’u). Sedangkan menurut istilah, aqiqah merupakan proses pemotongan hewan sembelihan pada hari ke tujuh setelah bayi dilahirkan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Hewan yang digunakan untuk aqiqah biasanya hewan ternak seperti kambing.

Aqiqah dapat dilakukan di hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran si bayi. Untuk anak laki-laki diharuskan memotong dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing.

persoalan dalam melakukan Niat aqiqah dan qurban

Pernahkah terpikirkan andai  saja hari aqiqah buah hati kamu  bertepatan dengan momentum hari raya Idul Adha? guna  mendapatkan pahala dua ibadah sekaligus, bolehkah meniatkan sembelihan domba  dengan niat Aqiqah plus Udhiyah?

Para ulama fikih bertolak belakang  pendapat tentang  hal ini. Beberapa ulama fikih berasumsi  bahwa meniatkan sembelihan domba  dengan niat Aqiqah plus Udhiyah ialah  sah. Sementara beberapa  ulama fikih yang lain mengaku  niat kedua ibadah itu  tidak dapat  digabungkan.

pendapat yang menbolehkan dalam menangapi Niat aqiqah dan qurban.

Beberapa ulama fikih berasumsi  bahwa meniatkan sembelihan domba  dengan niat Aqiqah plus Udhiyah ialah  sah. Hasan al-Bashri, Muhammad bin Siriin, Qatadah, pendapat madzhab Hanafiyah, dan di antara  pendapat Imam Ahmad mengaku  demikian.

Alasannya, maksud syariah dari ibadah sunnah Aqiqah dan Udhiyah ialah  sama, guna  lebih mendekatkan diri untuk  Allah.

Dengan keserupa an  tersebut, mereka memandang  Aqiqah dan Udhiyah dapat  disatukan niatnya, sebagaimana shalat sunnah tahiyyatul masjid dengan shalat sunnah rawatib. Atau shalat sunnah fajar.

kumpulan doa aqiqah yang sering dibaca saat prosesi aqiqah

Doa aqiqah shahih memang sering di cari ketika akan melakukan Aqiqah. nah aqiqah adalah sunnah Rasul yang didefinisikan sebagai penyembelihan hewan dalam rangka penebusan seorang anak. Sebab, sebagaimana sabda Nabi saw dalam hadits riwayat Abu Dawud nomor 1522, tubuh seorang anak itu tergadaikan sampai ia diaqiqahi

“Seorang anak tergadaikan dengan (tebusan) aqiqah yang disembelih untuknya di hari yang ke tujuh, dicukur rambut kepalanya dan diberi nama.”

Hewan yang disembelih dalam Aqiqoh ialah dua ekor kambing bagi anak lelaki dan satu ekor kambing bagi anak perempuan.

Kriteria tentang kambing yang bagaimana yang layak dijadikan sebagai aqiqoh sama dengan kambing yang layak untuk berkurban, baca selengkapnya di tulisan niat aqiqah dan kurban yang benar.

Lajnah Ta’lif Pustaka Gerbang Lama, Pondok Pesantren Lirboyo, dalam buku Menembus Gerbang Langit; Kumpulan Doa Salafus Shalih (Lirboyo, Pustaka Gerbang Lama, 2010), hal. 120-123, telah mengumpulkan beberapa doa aqiqah:

Doa aqiqah shahih ketika menyembelih hewan:

selengkapnya baca menganai doa doa saat aqiqah yang sering dibaca beserta artinya.

baca juga yuk:

Doa aqiqah shahih dan kumpulan doa aqiqah anak sesuai sunnah

Doa aqiqah shahih memang sering di cari ketika akan melakukan Aqiqah. nah aqiqah adalah sunnah Rasul yang didefinisikan sebagai penyembelihan hewan dalam rangka penebusan seorang anak. Sebab, sebagaimana sabda Nabi saw dalam hadits riwayat Abu Dawud nomor 1522, tubuh seorang anak itu tergadaikan sampai ia diaqiqahi

“Seorang anak tergadaikan dengan (tebusan) aqiqah yang disembelih untuknya di hari yang ke tujuh, dicukur rambut kepalanya dan diberi nama.”

Hewan yang disembelih dalam Aqiqoh ialah dua ekor kambing bagi anak lelaki dan satu ekor kambing bagi anak perempuan.

Kriteria tentang kambing yang bagaimana yang layak dijadikan sebagai aqiqoh sama dengan kambing yang layak untuk berkurban

Lajnah Ta’lif Pustaka Gerbang Lama, Pondok Pesantren Lirboyo, dalam buku Menembus Gerbang Langit; Kumpulan Doa Salafus Shalih (Lirboyo, Pustaka Gerbang Lama, 2010), hal. 120-123, telah mengumpulkan beberapa doa aqiqah:

Doa aqiqah shahih ketika menyembelih hewan:

DOA AQIQAH KETIKA MEYEMBELIH HEWAN
DOA AQIQAH KETIKA MEYEMBELIH HEWAN

(sebutkan nama bayi) Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya … (sebutkan nama bayi)

Doa aqiqah shahih ketika mencukur bayi:

DOA AQIQAH KETIKA MENCUKUR BAYI
DOA AQIQAH KETIKA MENCUKUR BAYI

Bismillâhirrahmânirrahîm. Alhamdulillâhirabbil ‘âlamîn. Allâhumma nûrus samâwâti wa nûrusy syamsyi wal qamari, Allâhumma sirruLlâhi nûrun nubuwwati RasuluLlâhi ShallaLlâhu ‘alaihi wasallam walhamduliLlâhi Rabbil ‘âlamin. “Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasululullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Doa aqiqah shahih meniup ubun-ubun bayi setelah dicukur:

DOA AQIQAH MENIUP UBUN UBUN
DOA AQIQAH MENIUP UBUN UBUN

Allâhumma innî u’îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy syaithânir rajîm “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”

Doa aqiqah shahih walimah al-‘Aqiqah

DOA WALIMAH AQIQAH DOA AQIQAH DOA
DOA WALIMAH AQIQAH DOA AQIQAH DOA

“Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab.

cari tau lagi tentang:

Niat aqiqah dan qurban dalam satu waktu

Niat aqiqah dan qurban secara bersamaan sering menjadi pembahasan tersendiri. menariknya ada 2 pendapat yang terkenal dikalangan ulama, mengenai beda pendapat ini, ada yang membolehkan mengabung niat kurban dan aqiqah dan ada yang tidak membolahkan dengan berbagai alasan, berbagai alasan itu mendasari argumen ulama dalam memutuskan hukum mengabungkan niat tersebut..

persoalan dalam melakukan Niat aqiqah dan qurban

Pernahkah terpikirkan andai  saja hari aqiqah buah hati kamu  bertepatan dengan momentum hari raya Idul Adha? guna  mendapatkan pahala dua ibadah sekaligus, bolehkah meniatkan sembelihan domba  dengan niat Aqiqah plus Udhiyah?

Para ulama fikih bertolak belakang  pendapat tentang  hal ini. Beberapa ulama fikih berasumsi  bahwa meniatkan sembelihan domba  dengan niat Aqiqah plus Udhiyah ialah  sah. Sementara beberapa  ulama fikih yang lain mengaku  niat kedua ibadah itu  tidak dapat  digabungkan.

pendapat yang menbolehkan dalam menangapi Niat aqiqah dan qurban.

Beberapa ulama fikih berasumsi  bahwa meniatkan sembelihan domba  dengan niat Aqiqah plus Udhiyah ialah  sah. Hasan al-Bashri, Muhammad bin Siriin, Qatadah, pendapat madzhab Hanafiyah, dan di antara  pendapat Imam Ahmad mengaku  demikian.

Alasannya, maksud syariah dari ibadah sunnah Aqiqah dan Udhiyah ialah  sama, guna  lebih mendekatkan diri untuk  Allah.

Dengan keserupa an  tersebut, mereka memandang  Aqiqah dan Udhiyah dapat  disatukan niatnya, sebagaimana shalat sunnah tahiyyatul masjid dengan shalat sunnah rawatib. Atau shalat sunnah fajar.

Al-Hasan Al-Bashri mengatakan,

“Jika seorang anak hendak  disyukuri dengan Udhiyah, maka Udhiyah tersebut dapat  jadi satu dengan ‘Aqiqah.” Hisyam dan Ibnu Sirin mengatakan, “Tetap dirasakan  sah andai  Udhiyah digabungkan dengan ‘Aqiqah.”

(Mushanaf Ibnu Abi Syaibah, 5/116, Maktabah Ar Rusyd, cetakan kesatu , tahun 1409 H)

Al-Bahuti, seorang ulama mazhab Hanbali menjelaskan,

“Jika Aqiqah dan Udhiyah waktunya bersamaan, dan hewannya diniatkan untuk dua-duanya  maka hukumnya sah guna  keduanya, menurut  penjelasan  tegas dari Imam Ahmad.”

(Kasyaful Qana’, 3/30)

pendapat yang tidak membolehkan niat qurban dan aqiqah secara bersamaan.

Niat kurban atau Udhiyah jangan  digabungkan dengan Aqiqah. Pendapat ini ialah  pendapat ulama mazhab Malikiyah, Syafi’iyah dan di antara  pendapat dari Imam Ahmad.

Dalilnya, Udhiyah dan Aqiqah setiap  mempunyai  sebab, dzat, dan maksud syariah tersendiri yang tidak dapat  disamakan.

Udhiyah ialah  sembelihan sebagai pengorbanan dan sarana mendekatkan diri untuk  Allah pada hari tertentu. Sementara Aqiqah ialah  sembelihan sebagai format  syukur atas lahirnya seorang bayi. (Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, 2/1526, Multaqa Ahlul Hadits)

Al-Hathab mengatakan,

“Guru kami, Abu Bakr al-Fihri mengatakan, ‘Jika terdapat  orang yang menyembelih  kambing  Udhiyah dengan niat Udhiyah dan aqiqah maka tidak sah.”

(Mawahibul Jalil, 3/259)

Ibnu Hajar al-Haitami al-Makky rahimahullah pernah ditanya mengenai  penyembelihan domba  pada hari raya Idul Adha dan hari Tasyriq dengan niat Udhiyah dan Aqiqah, beliau menjawab,

“Yang dimaksudkan dalam Udhiyah dan Aqiqah ialah  dzatnya. Begitu pula dua-duanya  mempunyai  sebab dan maksud masing-masing. Udhhiyahsebagai tebusan untuk  diri sendiri, sementara  Aqiqah sebagai tebusan untuk  anak yang diharap bisa  tumbuh menjadi anak sholih dan berbakti, pun  Aqiqah dilakukan  untuk mendoakannya.”

(Al-Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubra, 9/420)

Oleh karena  itu, andai  niat yang digabungkan ialah  Udhiyah dengan sembelihan untuk  hidangan walimah maka ini boleh. Sebab destinasi  sembelihan untuk  walimah ialah  untuk dinikmati daging sembelihannya oleh semua  kaum muslimin, dan udhiyah pun  adalah sembelihan dengan destinasi  umum yang sama.

(Mawahibul Jalil, 3/259)

Dengan demikian, adalah sikap pertengahan ialah  keluar dari perbedaan pendapat yang mempunyai  landasan sama-sama kuat lalu mengerjakan  yang bisa  diterima oleh seluruh  pihak.

Jika memiliki keterampilan  untuk membeli  kambing  sembelihan, lebih baik melakukan pembelian  untuk setiap  Aqiqah dan Udhiyah kemudian  menyembelihnya di hari yang sama.

Jika tidak memiliki keterampilan  untuk itu, lebih utama untuk  mendahulukan Ibadah Aqiqah, karena  waktu peluang  untuk melaksanakannya terbatas di hari ketujuh kelahiran. Wallahu a’lam

baca juga yuk: