Memilih Kambing Aqiqah Sehat dan Murah

memilih-kambing-aqiqah-sehatSaat terbersit dalam pikiran memiliki niat mulia, maka akan selalu ada jalan untuk bisa merealisasikan hajat itu. Diantaranya bagi dari sekian hajat itu dalam sebuah keluarga adalah meng aqiqahkan seorang putra-putri kesayangan.
Mungkin ada dalam satu keluarga yang belum sempat meng aqiqahkan putra atau putri kesayangannnya. Kita tahu berdasarkan ketentuan dan aturan agama, dalam agama islam. Bahwa untuk ibadah aqiqah untuk anak putra adalah dua ekor kambing dan anak putri adalah satu ekor kambing.
Simak kembali hadist berikut :
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan satu kambing”. [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].
Dengan keyakinan dan ketaqwaan sekalipun ibadah aqiqah sunnah, namun sebagai umat muslim alangkah baiknya mengikuti dan melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.
Salah satu syarat aqiqah adalah penyembelihan kambing sesuai porsi masing-masing antara anak laki-laki dan anak perempuan berbeda. Dengan memilih dan kemudian menyembelih kambing tersebut sesuai syariat islam yang benar.
Memilih kambing yang sehat dan kambing yang normal,karena langkah ini salah satu point utama yang penting dalam melaksanakan dan mewujudkan ibadah aqiqah yang syah sesuai ketentuan dan syariat islam. Pilihlah kambing yang benar-benar yang kita harapkan. Karena kambing yang sehat akan menghasilkan daging kambing yang berkualitas. Konsultasikan dengan bebeberapa rumah aqiqah yang ada disekitar. Sehingga prosesi ibadah akikah akan merasa sudah yakin sempurna, dan mendapat ridhonya Allah SWT.
Hindari sekedar mendapat informasi harga kambing hidup murah, untuk aqiqah tanpa dicek ke rumah aqiqah atau kandang-kandang kambing, lihat terlebih dahulu kondisi dan keadaan kambingnya. Cari informasi harga kambing hidup untuk aqiqah dan cek harga kambing aqiqah 2019, hingga mendapat kevalidan informasi harga.
Ridho aqiqah disamping melayani kebutuhan catering aqiqah juga melayani kebutuhan kambing untuk aqiqah. Baik Kambing hidup, kambing bentuk daging mentah juga kambing sudah olahan menjadi sebuah catering untuk aqiqah. Harga kambing aqiqah murah dan sehat.
Untuk informasi dan pemesanan Memilih Kambing Sehat untuk Aqiqah lebih lanjut hubungi Tlp/WA 0823 – 3333 – 3776

Layanan Spesial Kambing Aqiqah Ridho Jogja

1.layanan-spesial -kambing-aqiqah-ridho-jogjaLayanan Spesial  Kambing  Aqiqah Ridho Jogja  Rasa sebagai tanda berkah hadirnya buah hati dalam Keluarga

Begitu sangat bahagianya kita ketika saatnya tiba mempunyai anak yang telah di berikan Allah  SWT terlahir sehat dan normal. Kehadirannya begitu lama mungkin sudah ditunggu di kehidupan ini.  Kehadiran dan kelahirannya  membuat rasa bahagia yang tiada banding  sebagai berkah dari Allah SWT.

Selama 9 bulan di tunggu kehadiran nya sebagai penambah kelengkapan dalam berumah tangga yang sempurna dan bahagia.

Layanan Ridho Aqiqah..siap melayani kebutuhan Anda untuk  ..

Gratis penyembelihannya dengan cara sesuai dengan syariat.

Tempat pemotongan kambing aqiqah dekat dan terjangkau karena masih berada dikota jogja. Pemotongan kambing aqiqah bisa langsung disaksikan oleh shohibul hajat Aqiqah.

Ridho  menyediakan AqiqahJogja, Jasa aqiqah Jogja, Catering Aqiqah Jogja, layanan Aqiqah Jogja, kambing aqiqah kota Jogja, paket aqiqah Jogja.

Ridho Aqiqah menyediakan layanan untuk para konsumen. Kami mengerti betul kualitas kambing dan pengolahan yang mudah untuk Anda.

WA 0823 – 3333 – 3776 Layanan Spesial  Kambing  Aqiqah Ridho Jogja

Rekomendasi Aqiqah Jogja

rekomendasi-aqiqah-jogja

Rekomendasi Aqiqah Jogja Enak Ridho

Terima kasih atas semua kepercayaan customer dan calon customer yang pesan aqiqah pada ridho aqiqah jogja. Dari beberapa paket yang kami tawarkan semoga akan menjadi sebuah kesan terbaik, berkah dan bisa bermanfaat untuk keluarga juga semua. Kami Ridho Aqiqah yang merupakan Jasa catering Aqiqah Jogja yang berada diKodya Yogyakarta.

Dengan kualitas rasa dan fitur makanan yang kami racik menjadi sebuah olahan masakan dalam sebuah paket aqiqah. Rekomendasi Aqiqah Jogja yang kami rekomendasikan untuk masyarakat jogja dan sekitarnya termasuk Bantul, sleman, gunungkidul, kulonprogo.

Rekomendasi Aqiqah Jogja Enak Ridho cocok untuk disajikan dan bisa dinikmati dalam sebuah perayaan tasyakuran aqiqah yang merupakan sunah dalam hukum islam.

Ridho aqiqah memberikan layanan :

  1. Olahan Tongseng Kepala dan Tengkleng tulang
  2. SelebaranUcapan Syukuran
  3. Panduan Praktis Aqiqah
  4. Pembuatan Sertifikat Bukti aqiqah
  5. Sekelumit risalah aqiqah
  6. Delivery atau pengantaran sampai lokasi (Sleman, Kota Yogya, Bantul)
  7. Aqiqah bisa kami bantu dalam Penyalurannya  ke beberapa Pondok Pesantren, Pondok Yatim, dll.

Adapun Pilihan Paket Ridho Aqiqah :

  • Paket Aqiqah Anak Laki dengan dua kambing nasi box
  • Paket Aqiqah Anak Perempuan satu kambing nasi box
  • Paket Aqiqah Tanpa Nasi Box

Untuk informasi dan pemesanan paket Aqiqah Ridho untuk Laki-laki dengan Paket Aqiqah Perempuan. lebih lanjut hubungi Tlp/WA 0823 – 3333 – 3776

Kambing Guling Enak Jogja

kambing-guling-ridho-jogjaKambing Guling Ridho Yogyakarta, Bantul, SlemanSajian istimewa akhir Tahun 2018 kambing guling, sangat cocok untuk acara dirumah anda, digedung, dipantai dan dimanapun tempat diadakan acara istimnewa anda.

Nikmati penyajian kambing guling istimewa kami dalam acara: Ulang tahun, tasyakuran ulang tahun, tasyakuran aqiqah, tasyakuran khitanan, reuni dengan relasi atau reuni keluarga besar.

Kambing guling enak dengan daging nikmat, gurih dan enak dengan daging terasa empuk dan enak. Dengan kambing muda yang renyah dan padat tidak prengus,dan disembelih sesuai hukum syariat islam oleh tenaga ahli yang biasa menyembelih, hingga kualitas daging yang maksimal sesuai harapan

Paket Kambing Guling

50 Orang harga Rp. 1.600.000

75 Orang harga Rp. 1.850.000

100 Orang harga Rp. 2.100.000

Aqiqah kolektif (Kambing Aqiqah Diganti Dengan Sapi)

aqiqah jogja

ridho aqiqah jogja

 

Dalam materi kali ini kita akan membahas tentang aqiqah kolektif yaitu Tujuh orang secara kolektif berpartisipasi dalam membeli seekor unta atau sapi untuk meng aqiqahi tujuh orang anak .

Para ulama berbeda pendapat tentang kebolehan mengganti kambing dengan hewan lain. Namun secara umum kebanyakan membolehkan asalkan dari jenis hewan sebagaimana qurban, yaitu an-na’am, seperti unta, sapi, dan kambing.

Ada dua pendapat dalam masalah ini dikalangan para ulama.

 

 

  1. Pendapat Yang Tidak Membolehkan

Pendapat pertama : diperbolehkan. Ini adalah pendapat para ulama penganut madzahab syafi’i.

Sebagian ulama berpendapat bahwa aqiqah itu hanya boleh dengan kambing dan tidak boleh dengan sapi atau unta, di antaranya sebagian ulama mazhab Al-Malikiyah, Ibnu Hazm yang mewakili madzhab Dzahiri, dimana keduanya mengacu kepada ijtihad Aisyah radhiyallahuanha.

Sebagaimana disebukan di atas, ada perbedaan riwayat di kalangan mazhab Al-Malikiyah, antara yang membolehkan dan yang tidak membolehkan. Dan pendapat yang lebih lemah mengatakan tidak boleh beraqiqah dengan selain kambing.

Imam Ibnu Hazem berpendapat bahwa tidak lah sah aqiqah melainkan hanya dengan apa-apa yang dinamakan dengan kambing, baik itu jenis kambing benggala atau kambing biasa, dan tidaklah cukup hal ini dengan selain yang telah kami sebutkan, tidak pula jenis unta, tidak pula sapi, dan tidak pula lainnya.

Ibnul Qayyim menceritakan, bahwa telah ada kasus pada masa sahabat, di antara mereka melaksanakan aqiqah dengan unta, namun hal itu langsung dingkari oleh Rasulullah SAW.

Lalu apa dasar mereka tidak membolehkan beraqiqah kecuali dengan kambing?

Di antara landasannya sebagaimana yang diterangkan dalam riwayat berikut:

قِيْلَ لِعَائِشَةَ : ياَ أُمَّ المـُؤْمِنِين عَقَّى عَلَيْهِ أَوْ قَالَ عَنْهُ جُزُورًا؟ فَقَالَتْ : مَعَاذَ اللهِ ، وَلَكْن مَا قَالَ رَسُولُ اللهِ شَاتاَنِ مُكاَفِأَتَانِ

Dari Ibnu Abi Malikah ia berkata: Telah lahir seorang bayi laki-laki untuk Abdurrahman bin Abi Bakar, maka dikatakan kepada ‘Aisyah: “Wahai Ummul Mu’minin, adakah aqiqah atas bayi itu dengan seekor unta?”. Maka ‘Aisyah menjawab: “Aku berlindung kepada Allah, tetapi seperti yang dikatakan oleh Rasulullah, duua ekor kambing yang sepadan.” (HR. Al-Baihaqi)

Dalam riwayat lain, dari ‘Atha radhiallahuanhu, katanya:

قاَلَتْ اِمْرَأُةٌ عِنْدَ عَائِشَة لَوْ وَلَدَتْ اِمْرَأَة فُلاَن نَحَرْناَ عَنْهُ جُزُورًا؟ قَالَتْ عَائِشَة : لاَ وَلَكِن السُّنَّة عَنِ الغُلاَمِ شَاتَانِ وَعَنِ الجَارِيَةِ شَاةٌ

Seorang wanita berkata di hadapan ‘Aisyah: “Seandainya seorang wanita melahirkan fulan (anak laki-kaki) kami menyembelih seekor unta.” Berkata ‘Aisyah: “Jangan, tetapi yang sesuai sunah adalah buatt seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan seekor kambing.” (HR. Ishaq bin Rahawaihh)

Kemudian disebutkan hadits, dari Yahya bin Yahya, mengabarkan kepada kami Husyaim, dari ‘Uyainah bin Abdirrahman, dari ayahnya, bahwa Abu Bakrah telah mendapatkan anak laki-laki, bernama Abdurrahman, dia adalah anaknya yang pertama di Bashrah, disembelihkan untuknya unta dan diberikan untuk penduduk Bashrah, lalu sebagian mereka mengingkari hal itu, dan berkata: ”Rasulullah SAW telah memerintahkan aqiqah dengan dua kambing untuk bayi laki-laki, dan satu kambing untuk bayi perempuan, dan tidak boleh dengan selain itu.

  1. Pendapat Yang Membolehkan : Jumhur Ulama

Pendapat kedua : tidak boleh patungan untuk melaksanakan aqiqah apabila seseorang ingin melaksanakan aqiqah dengan sapi atau unta,dia hanya boleh melakukan untuk seorang bayi saja. Ini adalah pendapat para ulama penganut madzahab hambalidan ditegaskan secara tekstual oleh imam ahmad.

Pendapat ini merupakan pendapat jumhur ulama seperti mazhab Al-Hanafiyah, As-Syafi’iyah, dan Al-Hanabilah. Sedangkan di kalangan mazhab Al-Malikiyah, ada perbedaan riwayat antara yang membolehkan dan yang tidak membolehkan. Namun yang lebih rajih, mazhab ini pun membolehkannyaa.

Baca Juga: anak membawa rejeki

Mereka umumnya sepakat dibenarkannya penyembelihan aqiqah dengan selain kambing, yaitu sapi atau unta.

Di antara dasarnya karena sapi dan unta juga merupakan hewan yang biasa digunakan untuk ibadah, yaitu untuk qurban dan hadyu. Bahkan sapi dan unta secara ukuran lebih besar dari kambing, dan tentunya harganya lebih mahal. Oleh karena itu, tidak mengapa bila menyembelih aqiqah dengan hewan yang lebih besar dan lebih mahal harganya, selama masih termasuk hewan persembahan.

Imam Ibnul Mundzir membolehkan aqiqah dengan selain kambing, dengan alasan:

مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى

“Bersama bayi itu ada aqiqahnya, maka sembelihlah hewan, dan hilangkanlah gangguan darinya.” (HR. Bukhari)

Menurutnya, hadits ini tidak menyebutkan kambing, tetapi hewan secara umum, jadi boleh saja dengan selain kambing.

Ibnul Mundzir menceritakan, bahwa Anas bin Malik meng-aqiqahkan anaknya dengan unta. Dari Al-Hasan, dia berkata bahwa Anas bin Malik radhiyallahuanhu menyembelih seekor unta untuk aqiqah anaknya.

Hal itu juga dilakukan oleh shahabat yang lain, yaitu Abu Bakrah radhiyallahuanhu. Beliau pernah menyembelih seekor unta untuk aqiqah anaknya dan memberikan makan penduduk Bashrah dengannya.

baca juga: Aqiqah setelah dewasa

 

Apakah Satu Sapi Bisa Dihitung Untuk Tujuh Bayi Sebagaimana Halnya Qurban?

Pertanyaan ini juga menarik untuk dikaji, yaitu bolehkah satu ekor sapi disembelih untuk aqiqah tujuh orang bayi, sebagaimana yang dibolehkan dalam qurban.

 

sSebenarnya kita tidak menemukan langung hadits yang menegaskan kebolehan atau larangannya. Namun kita menemukan dalam kitab-kitab para ulama yang sedikit membahas hal ini.

Disebutkan bahwa umhur ulama sepakat membolehkan adanya persekutuan dalam penyembelihan hewan qurban, namun menetapkan syarat dan ketentuannya ternyata berbeda pendapat satu dengan yang lainnya.

  1. Mazhab Al-Hanafiyah

Dibolehkan menyembelih satu sapi untuk beberapa niat, asalkan sama-sama menyembelih dengan niat taqarrub dan tidak boleh tercampur dengan niat-niat lain di luar kerangka taqarrub. Ini adalah pendapat Abu Hanifah dan kedua murid beliau, Abu Yusuf dan Muhammad.

Contoh penyembelihan dalam rangka taqarrub misalnya qurban, aqiqah, membayar dam tamattu’, dam qiran, kaffarah sumpah, kaffarah dam karena pelanggaran melewati miqat, dan seterusnya.

Maka dalam pandangan mazhab ini, selama para peserta punya niat yang tidak keluar dari ruang lingkup penyembelihan di atas, maka hukumnya dibolehkan.

Namun diriwayatkan bahwa Abu Hanifah meski membolehkan, namun beliau tetap memakruhkannya. Beliau menyatakan seandainya semua punya satu niat yang sama, yaitu menyembelih qurban, maka lebih beliau sukai.

jika anda bingung dengan madzhab anda bisa baca kesini

  1. Mazhab Asy-Syafi’iyah & Al-Hanabilah

Sedangkan mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah dalam hal ini berbeda dengan mazhab Al-Hanafiyah. Dalam pandangan kedua mazhab ini, niat para peserta tidak harus sama-sama dalam rangka bertaqarrub kepada Allah.

Boleh saja niat dari masing-masing peserta saling berbeda-beda, sebagian bertaqarrub dan sebagiannya lainnya bukan untuk taqarrub.

Misalnya dari tujuh orang itu, ada yang berniat menyembelih sebagai qurban, aqiqah, kaffarat, tetapi ada juga yang niatnya hanya ingin makan-makan sekeluarga, bahkan niatnya cuma untuk dijual. Bila kesemuanya bersekutu dan menyembelih satu ekor hewan, maka semuanya sah sesuai dengan niat masing-masing.

Baca Juga : Ensiklopedia

 

Wallahu a’lam bishshawab

Kambing terbaik untuk qurban atau aqiqah

Kambing yang cocok

untuk bisnis yaitu kambing yang biaya perawatannya murah namun dapat memberikan keuntungan yang melimpah. Namun untuk ibadah qurban, pilihlah kambing yang memiliki badan besar atau kambing pedaging.

Di Indonesia banyak sekali ras kambing yang dikembangkan.

kambing kacang adalah yang pertama kali dikembangkan yang merupakan ras unggulan. Kambing yang memiliki daya adaptasi tinggi ini merupakan kambing lokal Indonesia. Selain itu, kambing kacang juga daya reproduksinya sangat tinggi.

aa juga kambing etawa \Ketika mendengar kata ‘etawa’ maka kita akan langsung teringat kepada susu kambing. Ya, memang susu kambing yang beredar di negeri ini merupakan susu kambing etawa. daging kambing ini juga dimanfaatkan selayaknya daging kambing jinis lain

baca juga : kambing aqiqah ridho

ada juga kisah kakek penernak kambing etawa jenis terbesar ini

TIDAK banyak yang mengenal nama Tarsisius Wartono, kakek berumur 110 tahun warga Dusun Somoroto Desa Tlogoguwo Kaligesing. Warga Kecamatan Kaligesing hanya mengenal dia sebagai kakek biasa yang mantan peternak.
Dia sudah tidak menernak kambing karena faktor usia. Anak-anaknya yang melanjutkan usaha itu. Hanya sedikit yang tahu kisah hidup Wartono semasa muda. Dibalik sosoknya yang bersahaja,baik dan suka memnatu tetangga

ternyata ada prestasi besar yang ditorehnya.

Tarsisius Wartono mengaku kalau dirinya yang pertama kali menurunkan kambing PE  di Jawa Tengah.
Kakek 12 anak, puluhan cucu dan cicit itu mengatakan, PE merupakan persilangan Kambing Etawa dengan Kambing Benggala.

Awal mula persilangan itu adalah adanya bantuan dari Pemerintah Kolonial Belanda yang berpusat di Semarang. “Pemerintah Belanda sepertinya memang bertujuan mengembangkan Etawa, kambing asli India yang memang ukurannya demikian besar. Kemungkinan setelah berhasil, akan dimanfaatkan untuk memakmurkan kolonial,” tuturnya kepada KRjogja.com, Kamis (15/9).

ceritanya adalah Bantuan kambing indukan jantan itu disalurkan tahun awal dekade 40-an. Ketika itu, Wartono berumur sekitar 37 tahun dan sudah menjadi peternak Kambing Benggala. “Seluruh daerah di Jawa Tengah kabarnya dapat bantuan itu. Lalu kenapa dia  yang dapat? Camat Kaligesing kala itu yang dipasrahi kambing oleh Bupati, jatuh cinta dengan perempuan Tlogoguwo, akhirnya menyerahkan Etawa kepadanya,” terangnya.
Namun karena sang gadis tidak bisa memelihara kambing, maka ternak itu diserahkan kepada Wartono untuk dipelihara. Wartono mencoba mengawinkan dua jenis kambing itu dan berhasil menghasilkan keturunan.
Berbeda dengan Wartono, peternak lain di berbagai pelosok Jawa Tengah menemui kegagalan. “Mengapa? Karena mereka mencoba mengawinkan Etawa dengan kambing kacangan, tentu beda ukuran, mana mau kambingnya kawin. Meski Etawa ukurannya super, tetapi Benggala juga cukup besar,” ungkapnya

seperti itu singkat cerita yang jelas jika kita telisik Kambing benggala diduga merupakan hasil persilangan kambing black benggala dengan kambing kacang. Kambing ini tersebar di daerah sekitar pulau timor dan  pulau flores di propinsi nusa tenggara timur.

itulah artikel kami Kambing terbaik untuk qurban atau aqiqah semoga bermanfaat.

Bolehkah Non Muslim Makan Daging Aqiqah

 

Bolehkah

Non Muslim Makan Daging Aqiqah & Satu Acara Dengan Aqiqah
Boleh-boleh saja memberikan sedekah dalam bentuk apapun kepada non-muslim, baik berupa daging hewan akikah maupun lainnya. Hal ini didukung oleh sejumlah nas Alquran. Di antaranya Allah befirman,

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil. (QS al-Mumtahanah: 8)

Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan (QS al-Insan: 8)
Menurut para ulama ayat di atas berlaku mutlak, di mana orang yang ditawan adalah para musuh yang berasal dari kalangan non-muslim yang tetap dalam agama mereka. Nabi saw. juga sering memberikan makanan kepada orang yahudi.
Umar juga pernah memberi kepada peminta-minta yang beragama Yahudi. Serta berbagai contoh lainnya.
Namun, kalau bentuknya zakat para ulama sepakat bahwa ia tidak boleh diberikan kepada non-muslim.
Selanjutnya acara aqiqah juga boleh digabungkan dengan acara pernikahan adik. Hanya saja yang harus diperhatikan bahwa pembagian daging aqiqah hendaknya diberikan sesuai dengan cara yang dianjurkan: yaitu sepertiga boleh dikonsumsi sendiri, seperti untuk kerabat dan tetangga, sementara sepertiga lagi untuk para fakir miskin.
Wallahu a’lam bish-shawab

forum konsultasi syariah 

Berikut beberapa Tanya jawab di forum konsultasi syariah 

Pertanyaan
Assalaamu alaikum wr.wb. Mudah-mudahn semua yang ada di forum ini selalu dalam lindunga Allah. Amiiiin. Maaf ikut-ikutan nanya, Pak Ustad. Bolehkah daging aqiqah dibagikan kepada orang selain islam, dan bagaimana hukumnya? Terima kasih sebelumnya. Wassalamu’alaikum wr. wb.
(Moch. Ansor di Madinah Munawarah)
Jawaban
Wa’alaikumussalam wr wb
Dalam aturan pembagian daging aqiqoh, insya Allah tidak ada ketentuan yang melarang untuk memberikannya kepada orang tertentu, karenanya daging itu boleh dibagikan sebagiannya kepada tetangga baik yang muslim dan non muslim dan sebagian yang lain boleh dimakan oleh orang yang ber-aqiqqoh dan juga oleh keluarganya
Wallahu a’lam bishshawab
Wassalamu ‘alaikum wr wb.

Era media

Ada juga Tanya jawab yang lebih lengkap seperti dikutip dari era media 

Assalamu’alaikum wr. wb.
Ustadz.mohon penjelasan lebih lanjut tentang membagikan daging hewan kurban pada Non Muslim.
Kondisi di tempat tinggal kami sangat heterogen dan dapat dikatakan mampu (perumahan). Ada hal yang menarik karena setiap Idul Adha semua warga, tak terkecuali Non Muslim, mendapat daging kurban. Untuk tahun ini, jumlah penerimaan hewan kurban agak menurun dibanding tahun sebelumnya. Sebagian masyarakat ada yang berpendapat yang Non Muslim tidak usah diberi, tetapi sebagian masyarakat berpendapat untuk tetap memberi pada Non Muslim karena sudah kebiasaan dari tahun sebelumnya dan takut timbul perasaankecewa dari warga Non Muslim. Mohon solusinya?
Terima kasih atas jawabannya. Dan saya yakin bermanfaat buat pembaca yang lain.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apa yang anda tanyakan itu memang menjadi silang pendapat di kalangan para ulama di masa lalu. Sebagian membolehkan kita memberikan daging qurban untuk non muslim (ahlu zimah), sebagian lainnya tidak membolehkan.
Kalau kita telusuri lebih dalam literatur syariah, kita akan menemukan beberapa variasi perbedaan pendapat, yaitu:
Ibnul Munzir sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam An-Nawawi mengatakan bahwa umat Islam telah berijma’ (sepakat) atas kebolehan memberikan daging qurban kepada umat Islam, namun mereka berselisih paham bila diberikan kepada fakir dari kalangan non muslim.
Imam Al-Hasan Al-Basri, Al-Imam Abu Hanifah dan Abu Tsaur berpendapat bahwa boleh daging qurban itu diberikan kepada fakir miskin dari kalangan non muslim.
Sedangkan Al-Imam Malik berpendapat sebaliknya, beliau memakruhkannya, termasuk memakruhkan bila memberi kulit dan bagian-bagian dari hewan qurban kepada mereka.
Al-Laits mengatakan bila daging itu dimasak dulu kemudian orang kafir zimmi diajak makan, maka hukumnya boleh.
Al-Imam An-Nawawi mengatakan bahwa umumnya ulama membedakan antara hukum qurban sunnah dengan qurban wajib. Bila daging itu berasal dari qurban sunnah, maka boleh diberikan kepada non muslim. Sedangkan bila dari qurban yang hukumnya wajib, hukumnya tidak boleh.
Syeikh Ibnu Qudamah mengatakan bahwa boleh hukumnya memberi daging qurban kepada non muslim. Karena daging itu makan mereka juga dan dibolehkan mereka memakan daging. Kebolehannya sebagaimana kita dibolehkan memberi makanan bentuk lainnya kepada mereka. Dan karena memberi daging qurban kepada mereka sama kedudukannya dengan sedekah umumnya yang hukumnya boleh.
Kesimpulan dari pendapat-pendapat yang agak saling berbeda ini adalah bahwa secara umum para ulama cenderung kepada pendapat yang pertama, yaitu pendapat yang membolehkan. Khususnya bila non muslim itu termasuk faqir yang sangat membutuhkan bantuan, atau tinggal di tengah-tengah masyarakat muslim seperti cerita anda. Siapa tahu dengan kebaikan yang kita berikan, dia akan masuk Islam. Atau paling tidak, ada nilai tambah tersendiri dalam pandangannya tentang Islam dan umatnya, sehingga tidak memusuhi, bahkan berbalik menjadi simpati.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

sekian untuk postingan kali ini semoga bermanfaat :)

Risalah aqiqah dan apa saja maksud didalamnya

risallah aqiqah ditujukan bagi ucapan untuk orang yang baru saja dikaruniai anak: “Semoga Allah memberimu berkah pada anakmu, dan semoga engkau bersyukur kepada Yang Maha Pemberi, sampai ia dewasa dan engkau mendapatkan kebaikannya. dan juga disertakkan ” DO’A UNTUK BAYI “ Aku mohon perlindungan untukmu dengan kalimat kalimat Allah yang sempurna, dari setiap syetan, dan segala yang beracun, dan dari setiap pandangan yang penuh kebencian.” [H. R. Bukhari] Menghidupkan Sunnah Nabi saw. dengan ‘Aqiqah “Barang siapa yang menghidupkan sunnahku disaat terjadi kerusakan pada ummatku maka baginya pahala seseorang yang mati syahid.” (Rasulullah saw.) Hadits ini menyadarkan kita akan pentingnya kembali pada kehidupan Islami dan menghidupkan sunnah Nabi saw. terutama di saat ummat mulai cenderung dan terpedaya dengan segala gaya hidup yang tidak berasal dari nilai-nilai Islam. Hal tersebut mengakibatkan ummat Islam tidak lagi memiliki jati diri, dan kecintaannya kepada Nabi saw sebagai suri teladan larut sedikit demi sedikit, berganti mengikuti gerak dan gaya masyarakat yang jahiliyah, termasuk dalam menyambut kehadiran anak yang sebenarnya merupakan amanah Allah SWT. Tulisan ini sekedar mengingatkan akan sebuah sunnah yang dahulu akrab dengan kehidupan kaum muslimin sebagai ummat yang dirahmati dan diberkahi Allah SWT.

Beberapa Hal yang Harus Dilakukan oleh Orang tua Setelah Kelahiran Anaknya

1. Menyuarakan adzan di telinga kanan dan qomat di telinga kiri bayi. Hal ini berdasarkan atas sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan AtTirmidzi, dari Abu Rafi’: Aku melihat Rasulullah saw. Menyuarakan adzan pada telinga Al-Hasan bin ‘Ali ketika Fatimah melahirkannya.

2. Melakukan tahniq, yaitu menggosok langit-langit (mulut bagian atas) dengan kurma yang sudah dilembutkan. Caranya ialah dengan menaruh sebagian kurma yang telah dikunyah pada jari, dan memasukkan jari itu ke dalam mulut bayi, kemudian menggerak-gerakkannya ke kiri dan ke kanan dengan gerakan yang lembut hingga merata di sekeliling langit-langit bayi. Jika kurma sulit di dapat, tahniq ini dapat dilakukan dengan bahan yang manis lainnya, seperti madu atau saripati gula, sebagai pelaksanaan sunnah Nabi saw. Di dalam Shahihain, terdapat hadits dari Abu Burdah, dari Abu Musa r.a., ia berkata: Aku telah dikaruniai seorang anak, kemudian aku membawanya kepada Nabi saw. lalu beliau menamakannya Ibrahim, menggosok-gosok langit langit mulutnya dengan sebuah kurma dan mendo’akannya dengan keberkahan. Setelah itu beliau menyerahkannya kepadaku. Hikmah dari tahniq ini ialah untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami. Lebih utama kalau tahniq ini dilakukan oleh ulama/orang yang shalih sebagai penghormatan dan pengharapan agar si bayi menjadi orang yang shalih pula.

3. Mencukur rambut kepala bayi, memberi nama, dan Aqiqah. Makna ‘Aqiqah Secara bahasa ‘aqiqah berarti memutus. Sedangkan secara istilah Syara’ aqiqah berarti menyembelih kambing untuk anak pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya. Pentingnya Aqiqah Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya anak itu diaqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit daripadanya (dengan mencukurnya).” (Hadits shahih riwayat Bukhari, dari Salman Bin Amar Adh-Dhabi). Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, diberi nama pada hari itu dan dicukur kepalanya”. (Ashhabus-Sunan). RISALAH A Q I QAH ‘Aqiqah adalah tanda syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat anak yang diberikan-Nya. Juga sebagai washilah (sarana) memohon kepada Allah SWT. agar menjaga dan memelihara sang bayi. Dari hadits di atas pula ulama menjelaskan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi para wali bayi yang mampu, bahkan tetap dianjurkan, sekalipun wali bayi dalam kondisi sulit.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Aqiqah

1. Kambing yang akan di sembelih mencapai umur minimal satu tahun dan sehat tanpa cacat sebagaimana persyaratan untuk hewan qurban.

2. Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing yang sepadan (sama besarnya), sedangkan bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasul saw. bersabda: “Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian apakah (sembelihan itu) jantan atau betina” (H. R. Ahmad dan Tirmidzi) Hal di atas berlaku untuk orang yang dikaruniai rizqi yang cukup oleh Allah SWT. Sedangkan orang yang kemampuannya terbatas, diperbolehkan untuk meng’aqiqahi anak laki-laki maupun anak perempuan dengan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ibnu ‘Abbas r.a.: “Bahwa Rasulullah saw. telah meng’aqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dengan satu ekor biri-biri.” (H.R. Abu Dawud), dan juga riwayat dari Imam Malik: “Abdullah bin Umar r.a. telah meng’aqiqahi anakanaknya baik laki-laki maupun perempuan, satu kambing-satu kambing.”

3. Dianjurkan agar ‘aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari ‘Aisyah r.a.: Nabi saw. bersabda: “Sembelihlah atas namanya (anak yang dilahirkan), dan ucapkanlah, ‘Dengan menyebut nama Allah swt ,ya..

itu saja posting lengkap hal hal berkaitan dengan aqiqah dari apa itu risallah aqiqah  sampai apa saja yang orang tua kerjakan setelah kelahiran bayi..

Resep lezat Olahan daging kambing

Olahan daging kambing memang banyak sekali,tentunya akan kami bahas disini dimana olahan kambing yang paling banyak diminati atau istilahnya masakan daging kambing yang tenar,yaitu ada sate,gulai,tengkleng,semur.

Meski masakan olahan kambing tidak hanya yang disebut diatas  atau masih banyak lagi karena olahan daging kambing diberbagai nusantara ini mempunyai aneka masakan sendiri sendiri,dikarenakan redaksi ridho aqiqah belum sempat mencicipi langsung masakan nusantara yang melibatkan daging kambing dalam olahan selain yang dicantumkan tersebut,maka dari itu kita berikan diartikel kali ini olahan daging kambing yang sudah terbukti banyaknya peminat masakan ini,mungkin disetiap daerah daerah atau bahkan sampai luar negeri.

Masakan  Yang mungkin sering kita jumpai disetiap daerah tentunya rasa mmpunyai perbedaan karena masakan yang dimasak didaerah tertentu pasti identik dengan ke khas-an disetiap hidangan yang disajikan,langsung saja kita berikan apa itu olahan daging kambing yang lezat..

 

  1. yang pertama adalah sate

Sate adalah makanan khas dan favorit di Indonesia yang paling banyak disukai oleh berbagai kalangan

.Uniknya setiap daerah mempunyai resep dan gaya masak yang berbeda-beda.

Baca disini untuk melihat 9 tempat penjual sate terkenal  dijogja

 

2.Gulai

Biasanya rumah makan sate kambing pasti juga sedia gulai sebagai menu kuahnya.

Gulai kambing ini berbahan dasar utama dari jeroan

dengan kuah rempah yang mempunyai cita rasa khas yang enak.

Untuk lebih lengkap untuk resepnya kami berikan linknya DISINI

 

  1. Tengkleng

 

Tengkleng katanya adalah masakan favorit orang Solo. Salah satu yang akan kami bahas kali ini adalah tengkleng tulang kambing.

Sajian ini dibuat dengan bahan dasar tulang iga yang kemudian dipresto supaya lebih lunak. Rasanya sangat enak dan lezat ditambah lagi paduan bumbu didalamnya sangat sedap.

Yang pasti sangat menggugah selera. Bila anda ingin membuatnya,  Tengkleng berbahan utama  dari tulang kambing yang masih sedikit berbalut daging,

sehingga ada kenikmatan tersendiri saat mengigit daging dari tulangnya yang nikmat.

Baca disini 

 

 

  1. Semur

Semur kambing merupakan menu spesial daging yang direkomendasikan bahan dasar bagian paha.

Daging dengan kuah kental, semur daging kambing ini memang sangat enak untuk dikonsumsi karena banyak mengandung protein. apabila anda ingin mencoba membuatnya anda bisa langsung menyimak resep semur daging kambing berikut dibawah ini.

Untuk lebih lengkap Dan resepnya kami berikan linknya: DISINI

 

sebelum semua masakan diatas dicoba satu persatu,anda juga harus bersabar dengan tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan olahan kambing karena bagi sebagian orang,bahan dasar kambing sangat sensitif dengan tekanan darah manusia bagi beberapa orang perlu melihat juga artikel kita yang ini CARA ATASI HIPERTENSI

sekian artikel kali ini semoga bermanfat ,selamat mencoba dan trimakasih :)

SAH APA TIDAK AQIQAH DENGAN KAMBING BETINA

Telah banyak sekali beredar dimasyarakat bahwasanya syarat kambing untuk aqiqah haruslah menggunakan kambing jantan yang bertanduk dan lain sebagainya, sehingga menggunakan kambing betina dianggap tidak boleh dan tidak sah. Oleh karena itu kami memberikan jawaban bahwa menggunakan kambing betina untuk aqiqah boleh dan sah. Berikut dalil yang mendasarinya:

1.    Boleh aqiqah menggunakan kambing betina sebagaimana Boleh aqiqah dengan kambing betina berdasarkan sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa aalihi wa sallam dari hadits Ummu Kurz al-Ka’biyyah rodhiyallohu anha, ketika ia bertanya kepada Rosululloh tentang aqiqah, beliau menjawab:
عَنِ الغُلاَمِ شَاتَانِ وَعَنِ الأُنْثَى وَاحِدَةٌ لاَ يَضُرُّكُمْ ذُكْرَانًا كُنَّ أَوْ إِنَاثًا
“Bagi anak laki-laki 2 ekor kambing dan bagi anak perempuan seekor kambing, tidak memudhorotkanmu apakah kambing itu jantan atau betina.” [1]
Hadits ini menunjukkan diperbolehkannya menggunakan kambing betina.

2.    Kifayatul Akhyar juz II hal. 236 :

وَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ فَرْقَ فِي اْلإِجْزَاءِ بَيْنَ اْلأُنْثَى وَالذَّكَرِ إِذَا وُجِدَ السِّنُّ الْمُعْتَبَرُ، نَعَمْ الذَّكَرُ أَفْضَلُ عَلَى الرَّاجِحِ، لأَنَّهُ أَطْيَبُ لَحْماً.

Artinya :
“Ketahuilah, bahwa dalam kebolehan dan keabsahan qurban/aqiqah tidak ada perbedaan antara ternak betina dan ternak jantan apabila umurnya telah mencukupi.
Dalam hal ini memang ternak jantan lebih utama dari pada ternak betina karena jantan itu lebih lezat dagingnya”.

Berdasarkan fatwa tersebut, kita mengerti bahwa ternak betina dan ternak jantan itu sama-sama boleh dan sah digunakan untuk qurban atau aqiqah.[2]

Hanya saja jika dipandang dari segi afdlaliyahnya ternak jantan lebih afdlal dari pada ternak betina.

3.    Sedangkan yang berkaitan dengan ketentuan jumlah kambingnya, untuk bayi laki-laki dua kambing dan bayi wanita satu kambing. Ini berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan satu kambing”. [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

Ketentuan kambingnya disini tidak dijelaskan jenisnya, harus jantan atau boleh juga betina. Namun para ulama menyatakan, bahwa kambing aqiqah sama dengan kambing kurban dalam usia, jenis dan bebas dari aib dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci tentang disyaratkan jantan atau betina. Oleh karena itu, kata syah (شَاةٌ ) dalam hadits di atas, menurut bahasa Arab dan istilah syari’at mencakup kambing atau domba, baik jantan maupun betina. Tidak ada satu hadits atau atsar yang mensyaratkan jantan dalam hewan kurban. Pengertian syah (شَاةٌ) dikembalikan kepada pengertian syariat dan bahasa Arab.[3]

Catatan kaki: http://www.kampungternak.com/2015/01/sah-apa-tidak-aqiqah-dengan-kambing.html
[1] Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam “adh-Dhohaya” (2835), at-Tirmidzi dalam “al-Adhohiy” (1516), an-Nasa’i dalam “al-Aqiqah” (4218)
[2] Kifayatul Akhyar juz II hal. 236
[3] lihat keterangan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarah Nadzmu Waraqat, hlm. 89-90.