Sunnah Aqiqah Hari Ketujuh

sunnah-aqiqah-hari-ketujuhMenurut keterangan yang paling shahih, bahwa hukum aqiqah itu hanyalah sunnah. Maka apabila dapat mengikuti ketentuan sunnah aqiqah hari ketujuh itu adalah lebih baik.

Namun andaikata terpaksa, dan tidak dapat melaksanakannya karena tidak ada kelapangan rezeki dan lainnya, maka tidak ada dosa atau tuntutan apapun atasnya. Tidak boleh memaksakan diri dalam hal agama apabila tidak ada kemampuan. Selain itu yang harus diperhatikan adalah caranya, waktunya dan niatnya, apakah sudah sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Dalil melakukan aqiqah adalah sunnah, berdasarkan hadits berikut:

Continue reading

Mencukur Rambut Bayi Aqiqah

mencukur-rambut-bayi-aqiqahWaktu mencukur rambut bayi yang sesuai sunah adalah ketika hari ketujuh pasca-kelahiran. Berdasarkan beberapa dalil yang menjelaskan tentang aqiqah, diantaranya,

Hadis dari Salman bin Amir adh-Dhabbi radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى

“Setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah di hari ketujuh dan hilangkan kotoran dari bayi itu.” (HR. Bukhari 5471).

Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُسَمَّى وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih pada hari ketujuh, diberi nama, dan digundul kepalanya.” (HR. Nasai 4149, Abu Daud 2837, dan Turmudzi 1522)

Ibnu Qudamah mengatakan,

يستحب أن يحلق رأس الصبي يوم السابع, ويسمى; لحديث سمرة. وإن تصدق بزنة شعره فضة فحسن; لما روي أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لفاطمة, لما ولدت الحسن: احلقي رأسه, وتصدقي بزنة شعره فضة على المساكين والأفاوض

Dianjurkan menggundul kepala bayi pada hari ketujuh dan diberi nama. Berdasarkan hadis Samurah. Jika dia bersedekah dengan perak seberat rambut itu, maka itu merupakan perbuatan yang baik. Berdasarkan hadis bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada Fatimah ketika melahirkan Hasan: “Cukur rambutnya, bersedekahlah dengan perak seberat timbangan rambutnya kepada orang miskin dan ahlus sufah.” (HR. Ahmad)… (al-Mughni, 22:8)

Dalam Ensiklopedi Fikih dinyatakan,

ذهب الجمهور المالكية والشافعية والحنابلة إلى استحباب حلق شعر رأس المولود يوم السابع, والتصدق بزنة شعره ذهباً أو فضة عند المالكية والشافعية, وفضة عند الحنابلة. وإن لم يحلق تحرى وتصدق به. ويكون الحلق بعد ذبح العقيقة..

Mayoritas ulama di kalangan Malikiyah, Syafiiyah, dan Hambali berpendapat dianjurkan untuk mencukur rambut bayi pada hari ketujuh, kemudian bersedekah dengan emas atau perak seberat rambut menurut Malikiyah dan Syafiiyah, sementara menurut Hambali, sedekahnya dengan perak saja. Jika bayi tidak dicukur, orang tuanya bisa memperkirakan berat rambutnya dan bersedekah seberat rambut itu. Kemudian mencukur rambut dilakukan setelah menyembelih aqiqah.. (Mausu’ah al-Fiqhiyah, 26:107).

Berdasarkan keterangan di atas, penentuan waktu pelaksanaan aqiqah di hari ketujuh, hukumnya tidak wajib. Demikian pula, aqiqah dan mencukur rambut, tidak harus dilakukan bersamaan.

Allahu a’lam

Sumber Bacaan :

https://konsultasisyariah.com/15528-waktu-mencukur-rambut-bayi-saat-aqiqah.html

Syarat Domba untuk Aqiqah

SYARAT DOMBA UNTUK AQIQAH

Sebelum melakukan aqiqah untuk anak anda, amat sangat mutlak untuk mengetahui syarat dan ketentuan kambing/domba yang mampu disembelih untuk aqiqah. Aqiqah anak yaitu ibadah, sehingga hendaknya kita lakukan dgn sebaik-baiknya dan sesuai dengan tuntunan syariah dalam melaksanakannya.

syarat-domba- untuk-aqiqahAda sekian tidak sedikit arahan buat dapat memilih kambing Aqiqah dan serta ada ketentuan disaat nya yang dapat anda pakai. yang paling utama ialah tips dari Rasulullah SAW.

1. Cukup Umur
Yang dimaksud pass umur adalah minimal enam bulan dan sebaiknya sudah melewati satu tahun. Ini yaitu berdasarkan sabda Rasul dan pernyataan jumhur ulama.

2. Hewan Sehat dan tidak pincang
Periksa mulai sejak sejak dari mata, apakah buta kedua matanya atau buta sebelah, dahulu ekornya apakah sudah terpotong erkonya atau telinga. Setelah Itu anda juga harus memperhatikan dari sisi fisik kambing, apakah sedang sakit atau tidak. Seandainya ingin memakai jasa aqiqah, sebaiknya anda memakai jasa aqiqah yang benar-benar lah berdedikasi dan bukan amatiran. Tak Sedikit yang menawarkan kambing aqiqah murah namun harus teliti sebelum membeli.

3. Tidak Cacat
Sebetulnya bukan cacat yang tidak diperbolehkan, tetapi bila tanduk patah, gigi lepas dalam masa pergantian serta bulu rontok, sakit ringan dan saksikan sekian tidak sedikit penyakit atau tanya yang tidak membahayakan kehidupan kambing untuk aqiqah.

Dari Jabir Radhiyallahu ta`ala ‘anhu, Rasulullah bersabda, Jangan kalian menyembelih kecuali hewan yang sudah memenuhi umur, kecuali seandainya sulit bagi kalian. Jika sulit bagi kalian maka sembelihlah jada-a dari domba.”

“Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban : 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).

Hukum Mematahkan Tulang Hewan Aqiqah

hukum-mematahkan-tulang-hewan-aqiqahBagaimana hukum mematahkan tulang hewan aqiqah?

Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini namun ada dua pendapat yang bisa menjadi rujukan dalam kasus ini:

Pertama, Para ulama penganut mazhab Syafi’i dan Hanbali menyatakan sunnahnya menyembelih hewan aqiqah dan memotong-motong dagingnya mengikuti ruas sendi tanpa mematahkan tulangnya dan dimasak secara utuh. Pendapat ini dinukilkan dari Aisyah, Atha’ dan Ibnu Juraij.

Al-Baihaqi menyebutkan bahwa Atha’ pernah mengatakan, “dipotong-potong sesuai dengan ruas sendi dan tidak dipatahkan tulangnya.” Imam Ahmad juga mengeluarkan fatwa yang sama. Diriwayatkan oleh al-Khallal dari Abdul Malik bin Abdul Hamid mengatakan bahwa dia mendengar Abu Abdillah berkata tentang aqiqah, “tidak dipatahkan tulangnya. Dipotong menurut ruas sendi setiap tulang dan tidak dipatahkan tulangnya.” Para ulama penganut mazhab Hanbali menganggap hal ini adalah salah satu perbedaan antara aqiqah dengan qurban, yaitu hewan aqiqah tidak boleh dipatahkan tulangnya.

Baca Juga: Jasa Layanan Aqiqah Murah Jogja

Kedua, Imam Malik berpendapat diperbolehkan untuk mematahkan tulang hewan aqiqah. Bahkan, beliau menganjurkannya untuk menyalahi perilaku kaum jahiliyah yang tidak mematahkan tulang-tulang hewan sembelihan yang disembelih untuk bayi yang dilahirkan. Pendapat senada juga dikemukakan olehaz- Zuhri dan Ibnu Hazm azh-Zhahiri. Hal ini juga merupakan salah satu pendapat para ulama kota Bashrah penganut mazhab Syafi’i.

Para ulama pencetus pendapat kedua berdalih bahwa tidak ada dalil yang shahih tentang larangan untuk mematahkan tulang hewan aqiqah. Ibnu Hazm mengatakan, “Tidak ada dalil shahih yang melarang untuk mematahkan tulang hewan aqiqah.” Ibnu Hazm juga menganggap atsar Aisyah Ra tentang hal tersebut dhaif.

Menurut kebiasaan di masyarakat mematah-matahkan hewan aqiqah agar pemanfaatannya akan lebih efektif dan efisien. Tidak ada kemaslahatan tertentu yang melarang untuk mematahkan tulang, juga tidak ada hukum mematahkan tulang hewan aqiqah untuk tidak melakukannya, serta tidak hukum sunnah makruh yang dijadikan sebagai dasar pijakan.

Syarat-syarat Hewan Aqiqah

syarat-syarat-hewan-aqiqahSyarat-syarat hewan untuk aqiqah berdasarkan pendapat mayoritas para ulama adalah sebagai berikut:

Pertama, Diharuskan hewan ternak, seperti domba, kambing, unta dan sapi. Aqiqah tidak sah dilakukan pada jenis hewan lainnya seperti kelinci, ayam atau burung, walaupun sama-sama hewn ternak. Ini adalah pendapat mayoritas para ulama dari kalangan ahli fikih, ahli hadits dan lain-lain.

Baca juga: Jasa layanan Aqiqah Termurah enak dan Syar’i

Dalam Hadits Rasulullah SAW bersabda:“Diaqiqahi dengan unta, sapi dan kambing.” (HR.ath-Thabrani, Abusy Syaikh dari Anas). Rasulullah SAW menamakannya dengan sebutan Nusuk yang kandungan maknanya mencakup unta, sapi, dan kambing.

Kedua, Hewan Aqiqah harus sehat dan tidak cacat, ini adalah pendapat para ulama. Imam malik berkata, “Aqiqah kedudukannya sama dengan Nusuk dan Qurban, tidak boleh buta sebelah, kurus, aptah tanduknya, atau sakit..,”

Baca juga: Paket Aqiqah murah untuk anak laki-laki dan perempuan

Kesimpulannya dari berbagai pandanga ulama, hukum aqiqah sama dengan hukum qurban dalam masalah usia hewan. Cacat yang dilarang sama dengan cacat yang dilarang pada hewan qurban. Ciri-ciri yang dianjurkan sama dengan ciri-ciri yang dianjurkaan pada hewan qurban.

Ketiga, Usia hewan aqiqah harus sudah cukup untuk disembelih, sama seperti usia pada hewan qurban. kambing hanya digunakan sebagai hewan aqiqah apabila usia minimal satu tahun, untuk domba dua tahun, pada sapi minimal dua tahun, sedangkan unta minimal  lima tahun. pendapat ini disamakan dengan hewan antara qurban dengan aqiqah dan dikemukakan oleh mayoritas ulama.

Demikian syarat-syarat hewan aqiqah, pada hakekatnya syarat-syarat hewan untuk aqiqah adalah sama dengan syarat-syarat hewan untuk qurban.

 

Hikmah Dan Manfaat Aqiqah

Hikmah dan manfaat aqiqah sangat banyak baik untuk diri sendiri selaku orang tua dan anak, juga bermanfaat untuk orang lain. Aqiqah mempunyai manfaat dan hikmah diantaranya sebagai berikut:

Pertama, menurut Waliyullah ad-Dahlawi mengatakan, “pada Aqiqah terdapat berbagai kemaslahatan finansial, psikologis dan sosial. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW membiarkanya, mengerjakannya dan menganjurkan masyarakat untuk ikut melakukannya.

Baca Juga: Kambing Guling Murah di Jogja

Salah satu manfaat aqiqah adalah berlemah lembut dalam mengumumkan kabar tentang garis keturunan si bayi. Sebab, metode inilah yang paling tepat untuk dilakukan, dengan melaksanakan aqiqah secara tidak langsung mengumumkan kepada khalayak. Aqiqah juga berdampak positif untuk memupuk sikap kedermawanan dan menekan sifat kikir.

Hikmah Aqiqah untuk mengisyaratkan bahwa bayi yang baru lahir ini adalah pemeluk ajaran tauhid Ibrahim As dan Ismail As, meneladani penyembelihan putra beliau yang kemudian atas karunia Allah SWT ditebus dengan seekor domba jantan.

Kedua, Ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah kenikmatan berupa anak. Sebab, anak merupakan perhiasan dan  kenikmatan duniawi terbesar. Allah SWT berfirman: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.” (QS.Al-Kahfi: 46).

Baca Juga: Paket Aqiqah Termurah Syar’i Jogja

Ketiga, Aqiqah hakikatnya pembebasan dan penebusan anak seperti Allah SWT menebus Ismail As dengan seekor domba. Masyarakat jahiliyah juga melakukannya dan menamakannya Aqiqah, mereka melumurkan darah di kepala si bayi. Tapi Rasulullah mengajarkan Aqiqah tanpa melumurkan darah di kepala bayi.

Beliau menjadikannya seperti qurban seperti penebusan Nabi Ismail As dan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan aqiqah diharapkan si anak diberikan keistiqomahan bertauhid dan diberi keselamatan perlindungan dari Allah SWT.

Keempat, Pengumuman dan pemberitahuan bahwa telah lahir anak dari orang tua si fulan dan dia diberi nama. Kemudian berita tersebut diketahui oleh masyarakat yang terdiri dari kerabat, tetangga dan handai taulan sehingga mereka datang memberi selamat dan mendoakan si anak.

Kelima, Dengan adanya aqiqah mensyiarkan ajaran islam kepada masyarakat dan menumbuhkan persaudaran sesama muslim dengan membagikan daging yang sudah makan kepada fakir miskin, karib kerabat dan tetangga.

Demikian manfaat dan hikmah aqiqah semoga bisa bermanfaat bagi anda serta sebagai dasar dalam melaksanakan aqiqah.

Hewan Terbaik Dalam Pelaksanaan Aqiqah

Hewan Terbaik Dalam Pelaksanaan AqiqahHewan terbaik dalam pelaksanaan Aqiqah sehat (tidak cacat, pincang),  usia 2 tahun, besar, dan gemuk.  Karena Aqiqah adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan kambing, maka pilihlah kambing yang terbaik yang sesuai dengan syarat-syarat ketentuan.

Seperti dalam hadits Ummu Kurz al-Ka’biyah Ra, Rasulullah SAW bersabda:“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”

Baca juga: Paket Aqiqah Murah di Jogja

Aqiqah tidak apa-apa jika dilaksanakan dengan hewan jantan atau betina. Berdasarkan hadits Ummu Kurz, “Tidak peduli kambing-kambing tersebut jantan atau betina”. 

Hewan jantan lebih baik apabila lebih gemuk dan lebih bagus. Sebab, Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan domba jantan. Al-Hafiz al-Iraqi mengatakan, “Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam pada aqiqah kedua cucu beliau memilih yang paling sempurna yaitu domba jantan.

Promo: Paket Aqiqah Anak Laki-laki Murah

Imam Malik berkata, “Domba adalah yang terbaik, kemudian biri-biri. Ini lebih disukai oleh Rasulullah SAW dibandingkan dengan unta dan sapi. Sebab, Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dan Husein dengan kambing masing-masing satu ekor.” Pendapat inilah yang merupakan paling tepat berdasarkan  sabda dan perbuatan Rasulullah SAW.

Jadi dalam pelaksanaan Aqiqah hewan yang terbaik yaitu hewan domba atau kambing jantan  yang sehat, gemuk dan besar. Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan anak perempuan satu ekor kambing.

Persamaan Antara Aqiqah Dengan Qurban

Persamaan Aqiqah dan Qurban merupakan suatu hal ibadah yang sangat mirip  seperti sama-sama menyembelih hewan. Namun banyak perbedaan antara aqiqah dengan qurban, tapi banyak juga persamaan antara Aqiqah dengan Qurban.

persamaan-antara-aqiqah-dengan-qurban

Persamaan antara Aqiqah dengan Qurban adalah sebagai berikut:

Pertama, Aqiqah dan Qurban hakikatnya beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan.

Kedua, Aqiqah dan Qurban hukumnya sama yaitu sunnah muakkad, artinya sangat diutamakan melaksanakan.

Ketiga, Hewan yang disembelih harus memenuhi syarat hewan qurban seperti tidak sakit, pincang dan buta.

Keempat, Daging hewan yang disembelih dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan keluarga.

Kelima, Hewan yang disembelih berumur 2 tahun.

Baca juga: Jasa Aqiqah Termurah Di Jogja

keenam, orang yang berqurban atau aqiqah diperbolehkan menikmati sedikit hewan yang disembelihnya.

Ketujuh, daging dan kulit hewan yang disembelih tidak boleh di jualkan, namun bisa dijadikan upah untuk penjagalnya.

Demikian persamaan antara Aqiqah dengan Qurban, semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Ketentuan Hukum Aqiqah Dalam Islam

Ketentuan hukum Aqiqah dalam ajaran islam berdasarkan sumber hadits dari  Rasulullah SAW. Berarti Aqiqah bernilai ibadah karena mengikuti sunnah yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, oleh sebab itu hukum Aqiqah sunnah muakkad. Sangat dianjurkan bagi orang tua muslim yang memiliki anak baru lahir untuk melaksanakan aqiqah menyembelih kambing.

Ketentuan Hukum Aqiqah Dalam Islam

Ketentuan Hukum Aqiqah Dalam Islam

Baca Juga: Paket Aqiqah enak syar’i di Jogja

Ketentuan adab Aqiqah

Pertama, Aqiqah dianjurkan dilaksanakan di hari ke-7, 14 atau 21. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Buraidah r.a: “Aqiqah itu disembelih pada hari ke tujuh, atau ke empat belas, atau ke dua puluh satunya”.(HR.Baihaqi dan Thabrani)

Kedua, Jumlah hewan untuk Aqiqah. walaupun laki-laki dan peremapuan merupakan mahluk ciptaan Allah SWT, namun terdapat perbedaan aturan tentang pelaksanaan aqiqah. Ketentuan Hukum Aqiqah dalam islam ialah jika yang lahir adalah bayi laki-laki maka jumlah hewan kambing yang disembelih adalah dua ekor, sedangkan untuk bayi perempuan hanya menyembelih satu ekor kambing. Sumber berdasarkan hadits dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayanya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa diantara kalian yang ingin menyembelih (Kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing”.(HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad)

Ketiga, Jenis Hewan Aqiqah Yang Disembelih. Ketentuan hewan yang disembelih untuk Aqiqah adalah kambing atau domba tidak memandang kambing jantan ataupun betina boleh disembelih sebagai hewan aqiqah. Berdasarkan hadits, dari Aisyah ra berkata, yang artinya:“Nabi SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor.” (HR. At Tirmidzi)

Keempat, Disunnahkan mencukur rambut bayi. Saat pelaksanaan aqiqah dianjurkan untuk mencukur rambut bayinya dan diberi nama. Alhamdulillah masyarakat muslim di Indonesia sudah banyak melakukan tata cara aqiqah ini. Sebaiknya memberi nama yang terbaik kepada anaknya dan mencukur rambut bayi merupakan hal yang sunah agar tumbuh menjadi orang yang sholeh atau sholehah.

Kelima, Kambing yang disembelih dibagikan setelah dimasak. Daging kambing sembelihan hewan aqiqah beda dengan hewan qurban pada saat hari idul adha, dimana daging qurban dibagikan saat daging masih mentah, sedangkan daging hewan aqiqah sebaiknya dimasak dan dibagikan dalam keadaan matang. Daging yang telah masak diberikan kepada mereka yang berhak dan yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga. Berdasarkan hadits: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ke tujuh”. (HR.Al-Baihaqi)

Baca juga: Kambing Guling murah Jogja

Demikian artikel Ketentuan Hukum Aqiqah menurut Islam, semoga bermanfaat.

Hukum Aqiqah Untuk Diri Sendiri

Kambing-Untuk-Qurban-Aqiqah

Bagimana hukum aqiqah untuk diri sendiri ketika sudah dewasa ?.

Pertama, Aqiqah merupakan syariat yang sangat dianjurkan sebab hukumnya sunnah muakkad. Bagi orang tua yang mampu hendaknya menyembelihkan hewan kambing untuk aqiqah anaknya setelah kelahiran anaknya pada  hari ke-7, jika tidak bisa pada hari kelahirannya yang ke-14, jika tidak bisa pada hari kelahirannya ke-21, setelah itu terserah tanpa melihat kelipatan 7 hari atau jika orang tua tidak mampu maka bisa dilakukan sebelum usia anak dewasa atau baligh.

Kedua, Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, pendapat yang terkuat, Dia dianjurkan untuk melakukan aqiqah. Imam Atha dan Hasan Al-Bashri mengatakan, “Dia boleh mengakikahi diri sendiri, karena aqiqah itu dianjurkan baginya, dan dia tergadaikan dengan akikahnya.  karena itu, dia dianjurkan untuk membebaskan dirinya.”

Berdasarkan Hadits: “Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelih pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama.”(HR. Imam Ahmad, An-Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi dan Ibn Majah)

Baca juga: Jasa Aqiqah enak di Jogja

Apa yang menyebabkan anak tidak aqiqah?

Faktor ini disebabkan orang tua tidak mampu atau minimnya pemahaman tentang aqiqah sehingga aqiqah tidak tepat waktunya bahkan tidak melaksanakan aqiqah.

Jika orang tua mampu ketika anaknya lahir, namun menunda aqiqah hingga anaknya dewasa, maka anaknya tetap diaqiqahi walaupun sudah dewasa. Apabila dalam waktu ketentuan syariah aqiqah, anak belum diaqiqah karena orang tua dalam keadaan tidak mampu maka aqiqah menjadi gugur, walaupun dikemudian hari orang tua menjadi kaya. Apabila anak meninggal dunia maka tetap diaqiqahi sebab pada usia 4 bulan dalam kandungan sudah ditiupkan ruh.

Demikian uraian Hukum Aqiqah Untuk Diri Sendiri semoga bisa dipahami dan bisa melaksanakan aqiqah untuk anak dengan tepat waktu.