Kapan Waktu Aqiqah

kapan-waktu-aqiqahMayoritas (jumhur) ulama bersepakat bahwa pelaksanaan aqiqah adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW, yang artinya, “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ketujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (HR Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh Tirmidzi).

Namun demikian, menurut pandangan para ulama, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, akikah tersebut bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak bisa juga, maka pada hari ke-21.

Pendapat ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi SAW, beliau berkata bahwasannya, “Hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya.” (HR Baihaqi dan Thabrani).

Namun, setelah tiga minggu masih tidak mampu, maka kapan waktu aqiqah dan pelaksanaannya boleh dilakukan di kala sudah mampu. Sebab, pelaksanaan pada hari-hari ketujuh, keempat belas dan kedua puluh satu adalah sifatnya sunah dan paling utama bukan wajib. Dan boleh juga melaksanakannya sebelum hari ketujuh.

Kutipan Berita :

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/16/10/26/ofnba1313-kapan-waktu-pelaksanaan-akikah

Waktu Pelaksanaan Aqiqah Yang Terbaik Dan Tepat

Jasa-aqiqah-murah-di-Jogja

Waktu pelaksanaan  Aqiqah yang tepat dan terbaik untuk bayi yang baru lahir pada hari ke tujuh pasca kelahiran. Namun faktanya tidak semua orang tua mampu melaksanakan penyembelihan hewan aqiqah tepat pada pada hari ke tujuh. Ini disebabkan masalah faktor ekonomi sebagai hambatan pelaksanaan aqiqah. Lalu Bagaimana jika tidak dilaksanakan aqiqah pada hari ke tujuh?

Dalam hal pelaksanaan aqiqah  para ulama ada perbedaan pendapat. Ada yang mengharuskan hari ke tujuh bersamaan dengan pemberian nama. Ada juga yang memperbolehkan setelah selesai masa nifas ibunya. Akan tetapi ada juga yang memberi kelonggaran waktu sampai masuk usia baligh. Dan ada juga yang membolehkannya kapanpun sampai orang tua benar-benar mampu.

Baca Juga: Jasa Aqiqah murah terlaris di Jogja

Kapan waktu yang terbaik Aqiqah?

Secara umum, menurut jumhur ulama berpendapat Waktu yang tepat disunnahkannya penyembelihan hewan Aqiqah pada hari ke tujuh. Berdasarkan Hadits Samirah, Rasulullah SAW bersabda: “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ke tujuh dan diberi nama”. (HR. Al-Tirmidzi)

Hadits Nabi SAW: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka disembelihkan hewan untuknya pada hari ke tujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama” (HR. Ibnu Majah )

Menurut ulama Syafi’iyah dan Hambali, waktu aqiqah dimulai dari kelahiran. Tidak sah aqiqah sebelumnya dan cuma dianggap sembelihan biasa.

Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah, waktu aqiqah pada hari ke tujuh dan tidak boleh sebelumnya.

Sedangkan sebagian Ulama lain berpendapat, jika aqiqah tidak dilaksanakan hari ke tujuh, maka disunnahkan hari ke empat belas. jika tidak sempat lagi pada hari tersebut, boleh dilaksanakan pada hari ke dua puluh satu. sebagaimana diriwayatkan dari ‘Aisyah Ra.

Sedangkan Syafi’iyah, Mereka membolehkan bagi orang tua melaksanakan aqiqahnya hingga dia masuk usia baligh. Maka ketika telah masuk usia baligh, orang tua tidak lagi terbebani dengan aqiqah ini. Akan tetapi anak itulah yang akan melaksanakan aqiqahnya sendiri jika ia mampu.

Bagi anda yang sudah dewasa dan berkeluarga namun masa kecilnya belum diaqiqah karena faktor ekonomi dan minimnya pemahaman orang tua, maka segeralah laksanakan aqiqah karena aqiqah termasuk sunnah yang sangat diutamakan.

Itulah waktu pelaksanaan aqiqah yang terbaik dan tepat menurut para ulama, semoga bisa bermanfaat.