Aturan aqiqah dalam islam, apa dan bagaimana?

aturan aqiqah? 5 jawaban disini akan  menjawab dari pertanyaanmu, apakah terdapat  aturan yang khusus tentang  aqiqah atau aturan aqiqah anak laki-laki dan anak wanita  yang berlaku? Simak jawaban dibawah ini.

lebih lanjut..

1. aturan aqiqah yang kesatu  merupakan

Kambing paling tidak  berumur  satu tahun. Bagi  anak laki-laki dua ekor, dan untuk khusus  anak wanita  satu ekor saja, bisa jadi kalau anda tidak dapat  maka 1 ekor domba  untuk njenengan melakukan akikah anak laki-lakinya juga diizinkan  dan mendapat pahala.

2. Aturan masa-masa  aqiqah?

Sementara tersebut  para ulama madzhab Hanafiyah dan Malikiyah berpandangan bahwa masa-masa  aqiqah sangat  sunnah ialah  pada hari ketujuh dan jangan  sebelumnya. Ulama Malikiyah pun memberi batas  bahwa masa-masa  aqiqah sesudah  hari ke-7 dirasakan  sudah gugur

Baca juga: jasa paket aqiqah anak perempuan

3. Apakah aturan Hukum aqiqah?

Akikah secara istilah adalah pengurbanan  hewan  dalam syariat Islam, sebagai format  rasa syukur umat Islam terhadap Allah SWT. tentang  bayi yang dilahirkan. Hukum akikah menurut  keterangan dari  pendapat yang sangat  kuat ialah  sunah muakadah, dan ini ialah  pendapat jumhur ulama menurut  keterangan dari  hadis.

4. Apa hikmah di syariatkan Aqiqah?

aqiqah bisa bermakna memutus atau  melubangi. Sebagai istilah agama, aqiqah adalah sembelihan yang dilaksanakan  penyembelihannya dengan maksud guna  kelahiran seorang anak, baik tersebut  laki-laki maupun wanita  di hari yang ketujuh semenjak  kelahirannya. Adapun tujuannya untuk menggali  ridhla Allah SWT

Baca juga: aturan aqiqah dalam penyembelihan kambing

5. tentang aqiqah hari 40

Mereka beropini bahwa hukumnya tersebut  tidak sah bilamana  aqiqah dilakukan  sebelum bayi lahir. Memotong hewan  sebelum bayi bermunculan  maka dirasakan  sebagai sembelihan biasa. Ulama dari kalangan Syafi’iyah beropini bahwa masa-masa  aqiqah dapat  diperpanjang. Meski begitu, kerjakan  aqiqah sebelum anak baligh (dewasa)

Bagi kamu  yang sudah mengetahui  tentang aturan aqiqah anak, dan untuk kamu  yang sedang mau menyelenggarakan  acara aqiqah dan tidak hendak  repot, kami meluangkan  jasa aqiqah, kami melayani seluruh  kebutuhan kamu  untuk acara syukuran aqiqah. Percayakan untuk  team kami, kamu  bisa menghubungi kami di sini: Jasa pelayanan syukuran aqiqah jogja. atau jasa catering jogjaTerimakasih.

Kambing Jantan atau Betina untuk Aqiqah

 kambing-jantan-atau-betina-untuk-aqiqah0Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: Para ulama menyatakan, jika tidak memungkinkan pada hari ketujuh, maka pada hari keempat belas. Jika tidak mungkin juga, maka pada hari kedua puluh satu. Dan bila tidak mungkin juga, maka kapan saja. inilah aqiqah. [4]

Sedangkan yang berkaitan dengan ketentuan jumlah kambingnya, untuk bayi laki-laki dua kambing dan bayi wanita satu kambing. Ini berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan satu kambing”. [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

kambing-jantan-atau-betina-untuk-aqiqahKetentuan kambingnya disini tidak dijelaskan jenisnya, harus jantan atau boleh juga betina. Namun para ulama menyatakan, bahwa kambing aqiqah sama dengan kambing kurban dalam usia, jenis dan bebas dari aib dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci tentang disyaratkan jantan atau betina. Oleh karena itu, kata syah (شَاةٌ ) dalam hadits di atas, menurut bahasa Arab dan istilah syari’at mencakup kambing atau domba, baik jantan maupun betina. Tidak ada satu hadits atau atsar yang mensyaratkan jantan dalam hewan kurban. Pengertian syah (شَاةٌ) dikembalikan kepada pengertian syariat dan bahasa Arab.[5]

Dengan demikian, maka sah bila seseorang menyembelih kambing betina dalam kurban dan aqiqah, walaupun yang utama dan dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah kambing jantan yang bertanduk. Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun IX/1426H/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
________
Footnote
[1]. Perkataan Imam Ahmad ini kami nukil dari Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Fauzan (3/194).
[2]. Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Al Fauzan (3/194).
[3]. Al Wajiz Fi Fiqhi As Sunnah Wal Kitab Al Aziz, Abdul ‘Azhim Badawi, hlm. 405.
[4]. Al Muntaqa Min Fatawa (3/193).
[5]. Tentang hal ini, lihat keterangan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarah Nadzmu Waraqat, hlm. 89-90.

Sumber bacaan :

https://almanhaj.or.id/857-perihal-aqiqah-kambing-jantan-atau-betina.html