Persyaratan aqiqah anak perempuan

Persyaratan aqiqah anak perempuan, mengulas mengenai waktu pelaksanaan aqiqah untuk bayi yang baru lahir dan beberapa bahasan lainya tentang hukum, dan rukun pelaksanaan dalam aqiqah.

Dari Samurah bin Jundub dia berkata: Rasulullah SAW. bersabda:

“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih  hewan.  (kambing), diberi nama dan dipotong  rambutnya.”

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah ber aqiqah guna  Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi nama dan menyuruh  supaya dihilangkan dari kotoran dari kepalanya (dicukur).

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua domba  yang sama dan bayi wanita  satu kambing“.

[HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]

Penyembelihan hewan sehubungan  dengan kelahiran anak atau aqiqah cocok  dengan hadist itu  disyariatkan untuk dilaksanakan  pada hari ketujuh kelahiran anak.

Hukum aqiqah untuk orang tua yang baru melahirkan  anaknya ialah  sunnah muakad, walaupun demikian, kriteria  dan peraturan  aqiqah menjadi bagian penting dalam syariat Islam.

baca juga:

Persyaratan aqiqah anak perempuan yang sahih menurut hukum Islam:

Berapa ekor domba untuk anak perempuan?

domba untuk aqiqah anak perempuan sebagai syarat sahnya acara aqiqah

Menurut Hadis yang berbunyi: Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.”

[HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]

Jadi menurut hadis ini aqiqah untuk anak perempuah adalah sah dengan menggunakan atau menyembelih domba atau kambing satu ekor. Sedangkan untuk anak laki-laki dianjurkan untuk menyembelih domba aqiqah sebanyak dua ekor.

Kapan disembelihnya?

Aqiqah adalah penyembelihan domba/kambing untuk bayi yang dilahirkan pada hari ke 7, 14, atau 21.

Hadits diriwayatkan oleh AlBaihaqy dengan sanadnya:

عن إسماعيل بن مسلم عن قتادة عن عبدالله ابن بريدة عن أبيه عن النبي e قال العقيقة تذبح لسبع ولأربع عشرة ولإحدى وعشرين ) رواه البيهقي

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya dari Nabi SAW bersabda; aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh atau keempat belas atau kedua puluh satu ( HR. Baihaqy )

Domba Jantan atau Betina?

Dalam masalah aqiqah, binatang yang boleh dipergunakan sebagai sembelihan hanyalah kambing atau domba, tanpa memandang apakah jantan atau betina, sebagaimana riwayat di bawah ini:

Dari Ummu Kurz AI-Ka’biyah, bahwasanya ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang aqiqah. Maka sabda beliau SAW, “Ya, untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Tidak menyusahkanmu baik kambing itu jantan maupun betina”.

[HR. Ahmad dan Tirmidzi, dan Tirmidzi menshahihkannya, dalam Nailul Authar 5 : 149]

Dan kami belum mendapatkan dalil yang lain yang menunjukkan adanya binatang selain kambing atau domba yang dipergunakan sebagai aqiqah.

Persyaratan aqiqah anak perempuan

  1. Disunnatkan untuk memberi nama dan mencukur rambut (menggundul) pada hari ke-7 sejak hari iahirnya. Misalnya lahir pada hari Ahad, aqiqahnya jatuh pada hari Sabtu.
  2. Bagi anak laki-laki disunnatkan beraqiqah dengan 2 ekor kambing sedang bagi anak perempuan 1 ekor.
  3. Aqiqah ini terutama dibebankan kepada orang tua si anak, tetapi boleh juga dilakukan oleh keluarga yang lain (kakek dan sebagainya).
  4. Aqiqah ini hukumnya sunnah.

Penyaluran Daging domba Aqiqah

Adapun untuk daging dari hewan aqiqah yang disembelih maka dia (orang tua anak) bisa memakannya, menghadiahkan sebagian dagingnya, dan mensedekahkan sebagian lagi. Syaikh Utsaimin berkata: Dan tidak apa-apa dia mensedekahkan darinya dan mengumpulkan kerabat dan tetangga untuk menyantap makanan daging aqiqah yang sudah matang. Syaikh Jibrin berkata: Sunnahnya dia memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya kepada sahabat-sahabatnya, dan mensedekahkan sepertiga lagi kepada kaum muslimin, dan boleh mengundang teman-teman dan kerabat untuk menyantapnya, atau boleh juga dia mensedekahkan semuanya. Syaikh Ibnu Bazz berkata: Dan engkau bebas memilih antara mensedekahkan seluruhnya atau sebagiannya dan memasaknya kemudian mengundang orang yang engkau lihat pantas diundang dari kalangan kerabat, tetangga, teman-teman seiman dan sebagian orang faqir untuk menyantapnya, dan hal serupa dikatakan oleh Ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al lajnah Ad Daimah.

Doa bayi baru dilahirkan

Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin

Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)

baca juga:

Kata-kata syukuran aqiqah anak.

Kata-kata syukuran aqiqah ialah salah satu ucapan yang diberikan sebagai rasa syukur ibu dan ayah atas kelahiran anaknya. Kamu dapat memberikan Kata-kata syukuran aqiqah lewat media sosial seperti facebook, twitter, instagram, whatsapp dan line.

kata kata dan ucapan dalam syukuran aqiqah anak di jogja
tata cara aqiqah menurut muhammadiyah

Baik anak laki laki dan perempuan, sangat disarankan untuk merayakan kelahirannya dengan acara aqiqah untuk orang tua yang dapat secara finansial. Di samping kata perkataan lewat sosmed, tidak sedikit yang menyerahkan lewat kartu perkataan atau papan bunga saat acara berlangsung.

Sebagian kalangan terdapat yang berasumsi wajib dan yang beda berkeyakinan ialah sunah sebagaimana pendapat Imam Syafi dan Hanafi. Satu urusan yang dapat sobat petik dan ambil hikmahnya ialah aqiqah sebegai format syukur untuk allah, dan media mempererat tali silaturahim antar warga.

Kata-kata syukuran aqiqah Berupa Digital

Fungsi dari perkataan yang satu ini ialah berupa undangan secara digital. Jadi tidak berwujud kertas seperti pada umumnya. file yang dapat dishare melewati whatsaap, Facebook, Instagram atau media social yang memakai era digital. Hanya sebatas untuk memudahkan.

Pada kartu perkataan berupa digital diciptakan hanya untuk mempermudah saja. Agar semua dapat terasa lebih dekat sebenarnya dalam prakteknya terpisahkan jarak dan masa-masa serta tempat. Berikut contohnya:

Bismillahirrohmanirrohim, Tasyakuran Aqiqah. Alhamdulillah kami panjatkan, sudah lahir putra kesatu dengan selamat. Sebagai perkataan syukur, menerima segala Amanah-Nya. Kami sebagai orang tua menjalankan satu acara sunah Rosul. Berupa Aqiqah untuk putra kami tercinta: Muhammad Syiffa Ramdani. Lahir di Semarang, hari Senin Tanggal 12 November 2019.

Tiada kata yang paling estetis di samping Doa. Semoga putra Kami yang sudah lahir menjadi anak yang sholeh, berbakti untuk kedua orang tua. Anak yang cerdas, ber untuk untuk agamanya, nusa serta bangsa Ini. Aamiin. Kami yang berbahagia Galih dan Ratna.Ucapan Aqiqah Bagi Anak Laki-Laki

Pada peraturan yang telah diputuskan yaitu Dasar Hukum Aqiqah: Hadits Riwayat Ahmad dan Imam Hadits shahih menurut keterangan dari Tirmidzi, yang dengan kata lain Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menyuruh mereka supaya beraqiqah dua ekor domba yang sepadan usia dan besarnya untuk bayi atau anak laki-laki, bila mampu. Bila tidak lumayan satu saja.

Kata-kata syukuran aqiqah yang biasa dipakai pada box nasi hantaran.

Bisa dipakai sebagai bahan rekomendasi bilamana belum mengetahui teknik membuat kata-katanya, inilah contohnya:

Puji dan syukur tidak jarang kali dipanjatkan atas ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan Rejeki, Rahmat dan KaruniaNya, sudah lahir Putra Kedua: Alfian Faheza Putra. Hari dan tanggal lahir: Kamis, 28 Oktober 2019. Telah dilakukan proses Aqiqah sebagaimana yang sudah disunahkan untuk dilakukan.

Tiada kata terindah yang dapat diucapkan di samping memohon doa restu supaya Ananda Putra menjadi anak yang sholeh dan berbakti untuk kedua orang tua. Ber untuk untuk nusa, bangsa, negara dan agama serta keluarga. Amin. Yang berbahagia Kel. M. Ashari dan Dania Putri.Ucapan Aqiqah Bagi Anak Perempuan

Berbeda dengan anak atau bayi laki-laki, anak perempuan dapat diakekahkan dengan satu ekor domba saja. Ketentuan yang telah diputuskan oleh pendahulu dapat dijadikan sebagai acuan tetapi tidak mewajibkannya. Hanya untuk yang dapat saja boleh mengemban prosesi akekah dengan segala kelengkapannya.

Kata-kata syukuran aqiqah untuk perempuan

Puji dan syukur tidak jarang kali dipanjatkan atas ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan Rejeki, Rahmat dan KaruniaNya, sudah lahir Putri Ketiga: Amanda Fahneza Putri. Hari dan tanggal lahir: Kamis, 28 Oktober 2019. Telah dilakukan proses Aqiqah sebagaimana yang sudah disunahkan untuk dilakukan.

Tiada kata terindah yang dapat diucapkan di samping memohon doa restu supaya Ananda Putri tersayang menjadi anak yang sholehah dan berbakti untuk kedua orang tua. Ber untuk untuk nusa dan bangsa serta keluarga. Amin. Yang berbahagia Kel. M. Ashari dan Dania Putri.

Kata-kata syukuran aqiqah Bagi Orang Dewasa

Ucapan untuk aqiqah untuk orang yang telah dewasa bertolak belakang sedikit dalam bahasa yang dipakai untuk menciptakan kartu ucapan. Meskipun tidak jauh sekali perbedaannya, namun tetap diciptakan berbeda supaya orang memahami fungsi, maksud dan tujuannya.

Alhamdulillah semoga dapat mesepertikan syukuran aqiqah dengan fasih tanpa ada sebuah halangan apapun di lokasi tinggal Ibu Tarwiji binti Bambang. Pada hari Senin, tanggal 22 Oktober 2019. Tiada yang bisa dikehendaki di samping kehadiran Bapak Ibu Saudara Saudari untuk mengantarkan sepucuk doa pada acara syukuran aqiqah ini. Amin. Yang berbahagia Keluarga Besar Ibu Tarwiji.

Kata-kata syukuran aqiqah Dalam Bahasa Jawa

Dalam menciptakan kartu perkataan maupun menyampaikan secara langsung perkataan aqiqah dapat disampaikan dalam Bahasa Jawa pula. Bahasa wilayah untuk masyarakat Jawa. Berikut bahasa jawa yang sopan bias dijadikan misal ada di kupasan berikut.

Puji lan syukur tansah diparingi ngarsane Gusti Allah SWT tumrap sedoyo rejeki, Kuwasa lan Kuwasae, sampun lair Putri Katelu: Amanda Fahneza Putri. Dina lan tanggal lair: Kamis, 28 Oktober 2019. Proses Aqiqah sampun ditindakake kados engkang sampun ditindakake.
Boten enten tembung luwih sae engkang saged diujar saliyane nyuwun berkah supoyo Ananda Putri ditresnani dados anak engkang alim lan dikabdi kagem tiang sepuh. Mi untukni kagem kelairan, bangsa lan kulawarga. Amin. Kel. M. Ashari lan Dania Putri.

Kata-kata syukuran aqiqah Bagi Orang Tua

Aqiqah tidak melulu untuk di untukkan untuk anak-anak saja atau keturunan dari yang mengaqiqahkan. Bisa juga untuk orang yang telah dewasa namun belum diaqiqahkan oleh kedua orang tuanya. Berikut bahasa perkataan aqiqah yang dapat dijadikan referensi. Kartu perkataan untuk dipakai di nasi box hantaran.

Bismillahirohmanirohim. Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah atas pengamalan syukuran aqiqah dengan fasih tanpa ada sebuah halangan apapun dikediaman Ibu Endang binti Yulianto. Pada hari Minggu, tanggal 30 Oktober 2019.

Tak terdapat yang bisa dikehendaki di samping doa dan kehadiran Bapak Ibu Saudara Saudari. Terimakasih telah mau dengan tulus ikhlas mengantarkan sepucuk doa pada acara syukuran aqiqah ini. Amin. Yang berbahagia Keluarga Besar Ibu Endang.

Kata-kata syukuran aqiqah Bagi Bayi

Aqiqah identik dengan adanya kelahiran bayi. Tak salah untuk orang tua yang telah mempersiapkannya jauh-jauh hari untuk menyelenggarakan acara aqiqah untuk anaknya yang baru saja dilahirkan. Berikut perkataan yang dapat dijadikan acuan, bila tak mempunyai gagasan mengenai kartu perkataan yang berkeinginan dituliskan.

Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah telah diserahkan kelancaran serta segala limpahan rejeki yang diberikan, rahmat dan pun karunia-Nya. Telah bermunculan Putra Kedua: Alfian Faheza Putra. Hari dan tanggal lahir: Kamis, 28 Oktober 2019. Telah dilakukan proses Aqiqah sebagaimana yang telah disunahkan oleh Rosul, untuk disepertikan.

Tiada kata paling estetis yang dapat diucapkan di samping memohon doa restu supaya Ananda Putra menjadi anak yang sholeh dan berbakti untuk kedua orang tua. Ber untuk untuk nusa dan bangsa serta keluarga. Amin. Yang berbahagia Kel. M. Ashari dan Dania Putri.

Kata-kata tasyakuran aqiqah dan Doa Walimatul Aqiqah

Ucapan dan doa yang baik selalu dibacakan untuk acara aqiqah supaya senantiasa diserahkan kelancaran dan fasilitas dalam hal. Proses acara tidak bakal terjadi tantangan dan berjalan seperti apa yang diinginkan. Berikut doa walimatul aqiqah yang biasa terdapat ditiap-tiap acara aqiqah.

Ya Allah jagalah semuanya yang terdapat dari keburukan makhluk tak nyata, insan ummi shibyan serta segala keburukan serta tindakan maksiat. Ya Allah jadikanlah semuanya yang terdapat sebagai berpengalaman dalam ilmu, kebaikan, dan berpengalaman dalam Al-Qur’an. Jangan Engkau jadikan semuanya sebagai berpengalaman dalam melakukan dan sifat jelek, buruk, suka menyiksa dan segala tindakan tercela lainnya.

Kata-kata syukuran aqiqah Berkat Bagi Syukuran Aqiqah

Dalam masing-masing acara aqiqah yang dilakukan dimanapun tak pernah luput dari yang namanya box hantaran atau berkat. Terkadang terdapat pula yang kehabisan gagasan untuk menye butkan sesuatu pada box hantaran tersebut. Pada artikel ini tak butuh bingung lagi, sebab ini dapat dijadikan bahan gagasan tambahan.

Bismillahirohmanirohim. Alhamdullilah tidak jarang kali dipanjatkan atas rahmat dan ridho untuk Allah SWT sudah lahir dengan selamat putra kami yang kesatu bernama: Kesha Rahmadani. Pada hari selasa tanggal 12 oktober 2019.

Semoga suatu ketika nanti bakal menjadi anak yang sholeh. Selalu berbakti untuk kedua orang tua, agamanya serta sesama umat manusia. Aamiin Yarobbarl Allamin. Yang berbahagia Achmad Fauzi dan Mawar.

Kata-kata aqiqah dan cara membuatnya

Bila ada teman kerja, saudara, teman, handai taulan atau siapapun memiliki hajatan berupa aqiqahan. Ada baiknya sebagai orang yang diundang dapat menyempatkan waktu untuk datang menghadiri acaranya. Sekedar memuliakan dan menyerahkan doa restu supaya tercapai segala keinginannya ialah sesuatu yang baik.

Ya Allah jagalah segala sesuatunya dari kejelekan, kejelekan dari makhluk tak nyata. insan ummi shibyan, serta segala keburukan serta kejelekan dan sekian banyak perbuatan maksiat. Ya Allah jadikanlah anak ini sebagai berpengalaman dalam sekian banyak ilmu, kebaikan, dan berpengalaman dalam Al-Qur’an. Jangan Engkau jadikan semuanya sebagai berpengalaman dalam melakukan kejelekan, keburukan, dan suka menyiksa .

Bahwasannya Allah Maha memahami segala sesuatunya yang terbaik untuk hamba-Nya. Semoga selalu dibentengi dari segala kejelekan dan dijauhkan dari segala tindakan sesat dan tercela lagi hina. Aamiin yarobbal allamin.

Demikian sejumlah ucapan aqiqah untuk anak dan orang dewasa beserta dasar hukum dari aqiqah tersebut. Bahwasannya seluruh tetap pulang ke individu masing-masing, bilamana mampu maka jalankan. Apabila ternyata diri sendiri belum dapat menjalankannya dalam masa-masa dekat, maka lakukanlah saat ada peluang yang lain.
Semoga tulisan ini memiliki manfaat untuk semuanya. Dapat menolong semuanya yang memerlukan pengetahuan tambahan tentang ucapan aqiqah baik tersebut mencari ucapan-ucapan ucapan, kartu ucapan, dan sejumlah doa pun telah diulas.

baca juga:

Biaya aqiqah anak perempuan 2020

Sedang mencari biaya aqiqah anak perempuan 2020? tepat sekali, disini kami sedang menawarkan harga Khusus biaya aqiqah anak perempuan. dengarkan sebentar saja. kami akan menjelaskan mengenai rincian biaya aqiqah anak perempuan dibawah ini. kami menyediakan berbagai paket aqiqah dengan harga dan biaya yang terjangkau bagi masyarakat, karna kami telah berpengalaman dalam melayani berbagai pelangan dari darah jogja dan sekitarnya khusus aqiqah. sehingga kami lebih akrab dengan pelanggan kami.

simak berikut ini.

biaya aqiqah anak perempuan kadang menjadi kendala seseorang untuk melaksanakan aqiqah. Padahal biaya yang harus di keluarkan untuk prosesi aqiqah ini juga tidak terlalu banyak. asalkan mengadakan acara aqiqah yang sederhana saja. Mengadakan acara aqiqah ini tidak perlu dengan biaya yang mahal dengan mengadakan acara yang mewah.

Menggunakan acara yang sederhana akan menghemat biaya. Dalam acara aqiqah tersebut akan lebih sah jika acara tersebut tidak membebani. Karena di adakan aqiqah tersebut sebagai wujud puji syukur atas kebahagiaan yang telah di dapatkan. Biaya aqiqah anak perempuan yang akan anda dapatkan juga berpengaruh terhadap persiapan yang anda lakukan. Jika anda memang melakukan persiapan dengan baik dan matang. Tentu saja anda akan mendapatkan hasil yang terbaik. anda akan mendapatkan jasa aqiqah dan menghemat biaya aqiqah anak perempuan 2019 yang akan anda keluarkan. Acara aqiqah bisa anda lakukan sendiri atau anda menggunakan jasa aqiqah.

Tips melakukan aqiqah sendiri

Melakukan aqiqah sendiri artinya anda juga harus menyiapkan berbagai keperluannya sendiri. Lain lagi jika anda menggunakan jasa aqiqah. Anda bisa lebih mudah dan juga lebih praktis dalam menyiapkan acara aqiqah tersebut. masih ada banyak orang yang belum mengetahui pasti tentang apa itu jasa aqiqah. Sehingga jasa aqiqah masih sangat jarang di gunakan. Apa lagi di pedesaan. Jasa aqiqah banyak di gunakan oleh masyarakat di kota-kota padat penduduk. Karena memang menggunakan jasa aqiqah ini lebih mudah untuk mendapatkan kambing untuk aqiqah anak perempuan.

Berikut ini adalah ciri-ciri kambing aqiqah yang sah di gunakan sesuai dengan syariat agama islam:

Kambing untuk aqiqah anak perempuan yang di gunakan untuk aqiqah adalah kambing yang sehat. Kambing yang sehat maksudnya adalah kambing yang tidak sedang sakit atau mengalami cacat. Kambing yang di gunakan tidak boleh buta, tidak boleh tuli atau lumpuh. Kambing yang di gunakan harus kambing sehat dan dalam kondisi yang prima.

Kambing untuk aqiqah anak perempuan yang di gunakan harus kambing aqiqah yang memiliki usia cukup. Jika ingin aqiqah berjalan lancar dan sah. Maka harus memenuhi syarat kambing aqiqah yang memenuhi usia. Kambing aqiqah yang memenuhi usia adalah kambing aqiqah yang sudah dewasa.

Kambing yang sudah dewasa tersebut bisa di lihat dari gigi susu yang sudah berganti dengan gigi poel. Kambing untuk aqiqah anak perempuan yang memenuhi syarat kambing untuk aqiqah adalah kambing yang memiliki berat badan yang cukup. Artinya kambing aqiqah tersebut adalah kambing aqiqah yang memang cukup berat timbangannya. Kambing yang di gunakan tidak boleh terlalu kurus. akan tetapi kambing yang di gunakan untuk aqiqah adalah kambing yang gemuk dan juga nafsu makan tinggi.

Kambing aqiqah yang di gunakan adalah kambing yang memenuhi syarat jumlah kambing aqiqah. Seperti yang sudah di ketahui. Bahwa jumlah kambing aqiqah yang akan di gunakan untuk anak perempuan dan laki-laki berbeda. Untuk anak perempuan membutuhkan satu ekor kambing aqiqah. Sedangkan untuk anak laki-laki membutuhkan dua ekor kambing aqiqah.

Cara membeli dan memesan paket aqiqah di Ridho aqiqah jogja:

  • pilih paket aqiqah yang sesuai dengan kebutuhan anda.
  • pilih menu aqiqah, dan ihat harga yang paling sesuai dengan kebutuhan
  • cermati dan pastikan anda memilih paket yang sesuai
  • jika ada informaasi penting dan butuh segera, segera wa kami. nomer di bawah.
  • hubungi dan konsultasikan ke kemi, maka kami akan segera merespon dengan senang hati.

biaya aqiqah anak perempuan (paket Standar)*

biaya aqiqah anak perempuan
biaya aqiqah anak perempuan

biaya aqiqah anak perempuan (paket hemat A)*

biaya aqiqah perempuan di jogja
biaya aqiqah perempuan di jogja

biaya aqiqah anak perempuan (paket hemat B)*

harga aqiqah anak perempuan murah
harga aqiqah anak perempuan murah

biaya aqiqah anak perempuan (paket spesial)* rekomended

paket aqiqah anak perempuan murah bonus dan murah
paket aqiqah anak perempuan murah bonus dan murah

fasilitas aqiqah anak perempuan (ridho aqiaqah)*

bonus paket dan fasilitas aqiqah jogja murah
bonus paket dan fasilitas aqiqah jogja murah

Alasan seseorang memilih jasa aqiqah kami

Pelayanan kami sudah teruji.

  • pengalaman yang sudah lebih dari 6 tahun di bidang jasa catering aqiqah
  • Didukung oleh team yang solid,
  • kami berkomitmen untuk selalu menyediakan layanan baik dari segi kualitas,
  • jaminan freshfood(makanan segar)
  • ketepatan waktu dalam melayani dan menyiapkan aqiqah untuk anda.
  • customer service yang ramah.
  • bonus dalam paket aqiqah dan fasilitas gratis.
  • fast respon dalam menjewab pesanan dan tanya jawab.
  • dijamin Halal 100%

Tips dan Langkah-langkah dalam melakukan aqiqah yang tepat.

1. Menyembelih Kambing

Aqiqah identik dengan menyembelih kambing. Namun, di era canggih  ini, menyembelih domba  untuk aqiqah ialah  hal yang merepotkan. Karena itu, tidak sedikit  yang melakukan pembelian  masakan domba  yang telah  siap dipakai  untuk acara aqiqah anak.

Jumlah domba  yang disembelih untuk aqiqah berbeda antara anak perempuan dan laki-laki. Bagi  aqiqah anak perempuan orang tua menyiapkan satu ekor kambing. Sedangkan untuk anak laki-laki, orang tua menyembelih dua ekor kambing.

2. Memasak Daging Aqiqah

Tata cara aqiqah selanjutnya ialah  memasak daging dari hewan yang disembelih untuk aqiqah. Soal ini, terdapat  dua pendapat ulama tentang  daging aqiqah.

Pendapat kesatu  menuliskan   usahakan  daging aqiqah dimasak terlebih dahulu lantas  dibagikan. Pendapat ke dua menganjurkan  untuk menyalurkan  daging aqiqah laksana  daging kurban, tidak dimasak terlebih dahulu.

Namun jumhur ulama lebih mengajurkan untuk memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum membagikannya untuk  orang-orang. Hal tersebut  diungkapkan dalam buku  Atahzib yang ditulis Imam Al-Baghawi.

3. Memakan Sebagian Daging Aqiqah

Dari hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, telah  jelas dilafalkan  bahwa daging aqiqah beberapa  dimakan. Sedangkan sebagiannya lagi diberikan  kepada orang-orang.

Tata cara nya adalah menyalurkan  daging ini nyaris  sama dengan daging kurban. Sebagian daging aqiqah diserahkan  kepada family  Muslim yang melakukan aqiqah. Sementara sisanya dapat diberikan  kepada tetangga ataupun fakir miskin.

4. Mencukur Rambut dan Memberikan Nama Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah berikutnya ialah  mencukur rambut bayi yang baru lahir dan menyerahkan  nama kepadanya. Dalam tata cara aqiqah menurut  keterangan dari  Islam, orang tua menyerahkan  nama yang baik untuk  anak yang baru lahir.

Memberikan nama yang baik menggambarkan  bagaimana akhlak dan imannya nanti untuk  Allah SWT. Hukum memotong  rambut bayi saat mengerjakan  aqiqah menurut  keterangan dari  pendapat yang kuat di kalangan ulama ialah  sunnah.

5. Mendoakan Bayi Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah anak selanjutnya ialah mendoakan bayi yang baru lahir. Berikut ialah bacaan doa yang usahakan dibacakan untuk bayi yang baru lahir. bacaan doa aqiqah yang lengkap dan shohih

6. Pembagian Daging Aqiqah

Jika hewan aqiqah dengan qurban harus sama dari sisi  fisik dan kesehatannya, tetapi  ada perbedaan dari pembagian daging aqiqah dengan daging kurban.

Daging aqiqah diberikan  dalam situasi  yang sudah  dimasak dan matang, sementara  kita ketahui bahwa pembagian daging kurban yang biasa diberikan  pada Idul Adha ialah  dalam situasi  mentah.

nah bagi anda yang melakukan aqiqah, disarankan membagika daging denga kondisi matang dan siap saji. makan dari itu bagi anda yang tidak mau repot dan dan tidak mempunyai waktu luang dalam memproses daging aqiqah hingga menyiapkanya.

anda bisa memiilih jasa aqiqah kami dan melakukan tanya jawab ke kami.

konsultasikan ke kami apa yang bisa kami bantu?

jangan ragu, hubungi wa kami sekaraang juga.

kami selalu berusaha malayani dengan senang hati.

Terimakasih.

whatsapp aqiqah jogja
Phone /wa 089-508-555-525 (Ridho aqiqah)

Biaya Aqiqah Anak Laki Laki 2020

Sedang mencari biaya aqiqah anak laki laki 2020? tepat sekali, disini kami sedang menawarkan harga Khusus paket aqiqah bagi yang melihat postingan ini. cukup baca sebentar saja. rincian harga paket aqiqah anak laki-laki dibawah ini. kami menyediakan berbagai paket aqiqah dengan harga dan biaya yang terjangkau bagi masyarakat, karna kami telah berpengalaman dalam melayani berbagai pelangan dari darah jogja dan sekitarnya khusus aqiqah. sehingga kami lebih akrab dengan pelanggan kami dan akan menyambut pelanggan baru seperti anda.

Cara membeli dan memesan paket aqiqah di Ridho aqiqah jogja:

  • pilih paket aqiqah yang sesuai dengan kebutuhan anda.
  • pilih menu aqiqah, dan ihat harga yang paling sesuai dengan kebutuhan
  • cermati dan pastikan anda memilih paket yang sesuai
  • jika ada informaasi penting dan butuh segera, segera wa kami. nomer di bawah.
  • hubungi dan konsultasikan ke kemi, maka kami akan segera merespon dengan senang hati.

biaya aqiqah anak laki laki (penawaran Paket Spesial)

harga aqiqah anak laki laki murah berkualitas
harga aqiqah anak laki laki

biaya aqiqah anak laki laki (penawaran Paket Standard) paling laris*

biaya aqiqah anak laki laki 2020
biaya aqiqah anak laki laki 2020

biaya aqiqah anak laki laki (penawaran Paket hemat A)

biaya aqiqah anak laki laki 2020 paling murah
biaya aqiqah anak laki laki 2020

biaya aqiqah anak laki laki (penawaran Paket hemat B)

harga aqiqah anak laki laki paling murah
harga aqiqah anak laki laki

fasilitas aqiqah anak laki laki (penawaran bonus dan fasilitas)

bonus paket dan fasilitas aqiqah jogja murah
bonus paket dan fasilitas aqiqah jogja murah
whatsapp aqiqah jogja murah
whatsapp aqiqah jogja murah

Alasan seseorang memilih jasa aqiqah kami

Pelayanan kami sudah teruji.

  • pengalaman yang sudah lebih dari 6 tahun di bidang jasa catering aqiqah
  • Didukung oleh team yang solid,
  • kami berkomitmen untuk selalu menyediakan layanan baik dari segi kualitas,
  • jaminan freshfood(makanan segar)
  • ketepatan waktu dalam melayani dan menyiapkan aqiqah untuk anda.
  • customer service yang ramah.
  • bonus dalam paket aqiqah dan fasilitas gratis.
  • fast respon dalam menjewab pesanan dan tanya jawab.
  • dijamin Halal 100%

Tips dan Langkah-langkah dalam melakukan aqiqah yang tepat.

1. Menyembelih Kambing

Aqiqah identik dengan menyembelih kambing. Namun, di era canggih  ini, menyembelih domba  untuk aqiqah ialah  hal yang merepotkan. Karena itu, tidak sedikit  yang melakukan pembelian  masakan domba  yang telah  siap dipakai  untuk acara aqiqah anak.

Jumlah domba  yang disembelih untuk aqiqah berbeda antara anak wanita  dan laki-laki. Bagi  aqiqah anak wanita  orang tua menyiapkan satu ekor kambing. Sedangkan untuk anak laki-laki, orang tua menyembelih dua ekor kambing.

2. Memasak Daging Aqiqah

Tata cara aqiqah selanjutnya ialah  memasak daging dari hewan yang disembelih untuk aqiqah. Soal ini, terdapat  dua pendapat ulama tentang  daging aqiqah.

Pendapat kesatu  menuliskan   usahakan  daging aqiqah dimasak terlebih dahulu lantas  dibagikan. Pendapat ke dua menganjurkan  untuk menyalurkan  daging aqiqah laksana  daging kurban, tidak dimasak terlebih dahulu.

Namun jumhur ulama lebih mengajurkan untuk memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum membagikannya untuk  orang-orang. Hal tersebut  diungkapkan dalam buku  Atahzib yang ditulis Imam Al-Baghawi.

3. Memakan Sebagian Daging Aqiqah

Dari hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, telah  jelas dilafalkan  bahwa daging aqiqah beberapa  dimakan. Sedangkan sebagiannya lagi diberikan  kepada orang-orang.

Tata cara nya adalah menyalurkan  daging ini nyaris  sama dengan daging kurban. Sebagian daging aqiqah diserahkan  kepada family  Muslim yang melakukan aqiqah. Sementara sisanya dapat diberikan  kepada tetangga ataupun fakir miskin.

4. Mencukur Rambut dan Memberikan Nama Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah berikutnya ialah  mencukur rambut bayi yang baru lahir dan menyerahkan  nama kepadanya. Dalam tata cara aqiqah menurut  keterangan dari  Islam, orang tua menyerahkan  nama yang baik untuk  anak yang baru lahir.

Memberikan nama yang baik menggambarkan  bagaimana akhlak dan imannya nanti untuk  Allah SWT. Hukum memotong  rambut bayi saat mengerjakan  aqiqah menurut  keterangan dari  pendapat yang kuat di kalangan ulama ialah  sunnah.

5. Mendoakan Bayi Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah anak selanjutnya ialah mendoakan bayi yang baru lahir. Berikut ialah bacaan doa yang usahakan dibacakan untuk bayi yang baru lahir. bacaan doa aqiqah yang lengkap dan shohih

6. Pembagian Daging Aqiqah

Jika hewan aqiqah dengan qurban harus sama dari sisi  fisik dan kesehatannya, tetapi  ada perbedaan dari pembagian daging aqiqah dengan daging kurban.

Daging aqiqah diberikan  dalam situasi  yang sudah  dimasak dan matang, sementara  kita ketahui bahwa pembagian daging kurban yang biasa diberikan  pada Idul Adha ialah  dalam situasi  mentah.

nah bagi anda yang melakukan aqiqah, disarankan membagika daging denga kondisi matang dan siap saji. makan dari itu bagi anda yang tidak mau repot dan dan tidak mempunyai waktu luang dalam memproses daging aqiqah hingga menyiapkanya.

anda bisa memiilih jasa aqiqah kami dan melakukan tanya jawab ke kami.

konsultasikan ke kami apa yang bisa kami bantu?

jangan ragu, hubungi wa kami sekaraang juga.

kami selalu berusaha malayani dengan senang hati.

Terimakasih.

whatsapp aqiqah jogja
Phone /wa 089-508-555-525 (Ridho aqiqah)

Aqiqah untuk anak kembar

Aqiqah untuk anak kembar: untuk bundaku yang habis melahirkan anak kambar, selamat bun,, turut bahagia atas kelahiranya, semoga menjadi anak yang berbakti dan pintar. nah coba dengarkan sebantar bunda, kali cukup 10 menit saja, kami akan bercerita mengenai anak kambar yang sama dengan anak bunda, dan menariknya akan kami bahas juga hukum dan tips menarik untuk buunda. spesial rangkuman dan motifasi khusus untuk anak kembar, baik laki-laki maupun perempuan.

yuk kita awali dengan beberapa pertanyaan yang sering orang lain pertanyakan.

Berapakah Jumlah Hewan aqiqah untuk Anak Kembar?

aqiqah anak kembar, hukum aqiqah anak kembar
aqiqah anak kembar, hukum aqiqah anak kembar

Dalam Islam, masing-masing kali seseorang melahirkan anak, baik laki-laki atau perempuan, maka disarankan melakukan akikah untuk anak tersebut. Jika anak itu laki-laki, disunahkan akikah dengan dua ekor kambing, dan satu ekor domba untuk anak perempuan. Jika kebetulan seseorang melahirkan anak kembar, apakah dia disarankan mengakikahi setiap anak tersebut, atau hanya lumayan mengakikahi satu atau di antara anak saja?

Berapakah jumlah kambing Aqiqah untuk anak kembar?


Disebutkan dalam buku Fathul Qarib karya Muhammad bin Alqasim, bahwa akikah disarankan untuk setiap anak. Jika mempunyai dua anak, maka disarankan melakukan akikah dua kali, dan begitu seterusnya.


وتتعدد العقيقة بتعدد الاولاد
“Jumlah bilangan akikah sesuai dengan jumlah bilangan anak.”


Begitu pun berlaku guna anak kembar. Jika anak kembar itu berjumlah dua, maka disarankan akikah untuk setiap dari keduanya. Hal ini sebab dalam akikah, yang menjadi ukuran ialah jumlah anak, bukan jumlah kelahiran dalam masa-masa yang berjauhan.

Dr. Hisamuddin melafalkan dalam kitabnya Almufashshal fi Ahkamil Aqiqah, bahwa ulama sepakat bahwa andai ada dua anak kembar atau lebih, maka tidak lumayan mengakikahi salah satunya tapi disarankan akikah untuk setiap anak tersebut.


اتفق العلماء على انه اذا ولد اثنان في بطن واحد فلا تجزئ عقيقة عنهما ولا بد من عقيقتين
“Ulama sepakat bahwa andai ada dua anak kembar, maka tidak cukup mengakikahi salah satunya, namun disarankan mengakikahi setiap dari kedua anak kembar tersebut.”


Terkait jumlah kambing yang dijadikan Aqiqah untuk anak kembar tetap dicocokkan dengan jenis kelamin dari setiap anak tersebut. Jika anak laki-laki, disarankan dua ekor kambing, sementara wanita satu ekor. Sehingga andai ada dua anak kembar dan semuanya berjenis kelamin laki-laki, maka jumlah kambing aqiqah sejumlah empat ekor kambing. Dan guna selanjutnya, tinggal menyaksikan jenis kelamin anak kembar tersebut.

Persoalan Aqiqah untuk anak kembar


Aqiqah untuk Anak, dikaji pada tahun 2019

Memiliki anak kembar pasti mempunyai kebahagiaan tersendiri, lagipula jika kehadiran anak kembar itu diidam-idamkan.
Namun, mempunyai anak kembar kadang kala memunculkan pertanyaan


“Bagaimana aqiqah guna anak kembar ini?”

“Jika seseorang Ibu melahirkan anak kembar laki-laki, apakah me sti mengaqiqahkan dengan 4 ekor domba atau lumayan 2 ekor saja?”.

Hal ini tidak sedikit ditanyakan pada lembaga jasa aqiqah atau pihak yang mempunyai kapasitas ilmu agama tinggi laksana ustadz.
Islam sendiri mempunyai aturan yang mengatur sekian banyak hal tergolong aqiqah guna anak kembar.

alasan mengapa anak kembar ada aturanya aqiqahnya sendiri

Dalam meng Aqiqah i untuk anak kembar orang tua tidak dapat dengan CARANYA sendiri sebab sudah terdapat aturannya.
Dengan demikian, bila kamu menggunakan lembaga jasa aqiqah, Anda mesti menyatakan bahwa anak yang bakal diaqiqahkan ialah anak kembar.
Jangan tak sempat beritahukan pun jenis kelamin anak kembar tersebut. Hal ini bertujuan supaya lembaga jasa aqiqah dapat menilai berapa jumlah domba yang mesti disembelih.
Dalam syariat Islam aqiqah dilaksanakan untuk setiap anak sehingga andai mempunyai anak kembar berarti jumlah domba yang mesti disembelih harus disesuaikan. Kurang lebih begini aturannya.

  1. • Jika mempunyai anak kembar dengan dua-duanya berjenis kelamin laki-laki, jumlah domba yang herus disembelih guna masing-masing ialah 2 ekor sampai-sampai untuk 2 anak laki-laki jadi 4 ekor.
  2. • Jika mempunyai anak kembar dengan dua-duanya berjenis kelamin perempuan, jumlah domba yang me sti disembelih guna masing-maisng anak ialah 1 ekor sampai-sampai untuk 2 orang anak wanita menjadi 2 ekor kambing.
  3. • Jika mempunyai anak kembar dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, berarti jumlah domba yang me sti disembelih menjadi 3 ekor. Dua ekor guna anak laki-laki dan satu ekor guna anak perempuan.

Perhitungan jumlah domba di atas guna anak kembar 2 orang. Sementara guna kembar lebih dari 2 orang jumlahnya dapat disesuaikan.

aqiqah untuk anak kembar Laki-laki, Perlu Berapa domba Ya?

Dalam bimbingan Islam dalam mengemban akikah dianjurkan supaya menyembelih domba sebanyak dua ekor, bilamana bayi yang dicetuskan berjenis kelamin laki-laki. Sementara Perempuan lumayan satu domba yang me sti menyembelih.
Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ
“Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh mereka, guna anak laki-laki akikah dengan dua ekor domba dan anak wanita dengan satu ekor kambing.”

(HR. Tirmidzi).


Namun, pasti kamu akan bertanya bila kamu mempunyai bayi kembar, kemudian harus berapa tidak sedikit kambing yang me sti di sembelih ketika akikah. Terlebih guna bayi kembar yang berjenis kelamin laki-laki.

Aqiqah sendiri adalah ibadah yang termasuk sunnah muakad, yakni sunnah yang diharuskan. Namun demikian Agama menyerahkan rukshah (keringanan) untuk mereka yang faqir atau tidak mempunyai harta untuk mengerjakan aqiqah. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Bertakwalah untuk Allah semampu kalian” (QS. At Taghobun: 16)

Bagaimana bila kita hanya mampu memotong dua domba saja?

Sebuah hadits riwayat Abu Daud menerangkan andai Rasulullah meng-aqiqahi Hasan dan Husain masing-masing melulu satu ekor kambing.Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, setiap satu ekor gibas (domba).”

(HR. Abu Daud).


Namun dalam riwayat An Nasai lafazhnya,


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا بِكَبْشَيْنِ كَبْشَيْنِ
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, setiap dua ekor gibas (domba).”

(HR. An Nasai).


Dalam urusan ini semua ulama memang bertolak belakang pendapat, tetapi pendapat yang sangat kuat melafalkan bahwa boleh beraqiqah untuk pria dengan melulu satu ekor kambing. Meski begitu menyembelih dua ekor lebih afdhol.

Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah mengatakan, “Akikah untuk anak laki-laki dan anak wanita boleh sama, yakni dengan satu ekor kambing. Inilah pendapat banyak sekali ulama. Inilah yang dipilih oleh Ibnu ‘Abbas, ‘Aisyah, Asy Syafi’i, Ishaq dan Abu Tsaur. Bahkan Ibnu ‘Umar sendiri pernah berkata, “Akikah guna anak laki-laki dan perempuan setiap dengan seekor kambing.”

(Al Mughni).

baca juga yuk:

prosesi aqiqah anak kembar salah satu artis terkenal, by silet (RCTI)

Tata cara aqiqah sederhana dan mudah di pahami.

Tata cara aqiqah sederhana: untuk melakukan prosesi aqiqah pada umumnya sangat mudah, namun beberapa dari kita terkadang melupakan beberapa atau malah ada yang kelewatan dalam melakukan aqiqah. nah yuk dipahami ulang mengenai tata cara dan proses yang benar dalam melaksanakan aqiqah baik Anak Perempuan atau Laki-Laki.

tata cara aqiqah sederhana, aqiqah sesuai sunah
tata cara aqiqah sederhana, aqiqah sesuai sunah

Aqiqah adalah salah satu ajaran yang harus  dijalankan masing-masing  Muslim saat  mempunyai  anak. Anjuran mengemban  aqiqah ini cocok  sunnah Rasulullah Muhammad SAW.

Karena itu, masing-masing  Muslim harus memahami  tata cara aqiqah anak wanita  dan laki-laki cocok  sunnah Rasulullah. Di samping  itu, kamu pun  perlu memahami  masalah tata cara aqiqah orang dewasa menurut  keterangan dari  Islam.

Tata Cara Aqiqah Anak Perempuan dan Laki-laki Sesuai Sunnah

Sebelumnya, Dream telah menyatakan  pengertian aqiqah, hukum aqiqah, dan masa-masa  terbaik aqiqah. Sekarang saatnya membicarakan  tata cara aqiqah sederhana anak wanita  dan laki-laki cocok  sunnah.

Urutan atau tata cara aqiqah anak wanita  dan laki-laki sebetulnya  sama saja. Yang memisahkan  hanyalah jumlah domba  yang dikurbankan untuk aqiqah.

Berikut tata cara aqiqah anak wanita  dan laki-laki yang sesuai sunnah.

1. Menyembelih Kambing

Aqiqah identik dengan menyembelih kambing. Namun, di era canggih  ini, menyembelih domba  untuk aqiqah ialah  hal yang merepotkan. Karena itu, tidak sedikit  yang melakukan pembelian  masakan domba  yang telah  siap dipakai  untuk acara aqiqah anak.

Jumlah domba  yang disembelih guna  aqiqah bertolak belakang  antara anak wanita  dan laki-laki. Bagi  aqiqah anak wanita  orang tua menyiapkan satu ekor kambing. Sedangkan guna  anak laki-laki, orang tua menyembelih dua ekor kambing.

Soal jumlah domba  yang disembelih guna  aqiqah anak wanita  dan laki-laki ini telah dilafalkan  dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud.

Yang artinya: Dari Ummu Kurz ia berkata, ” Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda ‘Untuk seorang anak laki-laki ialah  dua ekor domba  dan guna  akan perempuan ialah  seekor kambing. Tidak mengapa untuk  kalian apakah ia domba  jantan atau betina’.”

(HR. Abu Dawud no. 2834-2835).

Syarat domba  yang disembelih guna  aqiqah anak wanita  dan laki-laki ini sama dengan fauna  kurban. Yaitu domba  yang berkualitas, baik dari sisi  jenis sampai  usia. Kambing tersebut pun  harus bebas dari cacat dan penyakit.

Sebelum menyembelih domba  untuk aqiqah, disunnahkan untuk menyimak  doa sebagai berikut:

BISMILLAHI WA BILLAHI, ALLAHUMMA ‘AQIQATUN ‘AN FULAN BIN FULAN, LAHMUHA BILAHMIHI SI AZHMIHI, ALLAHUMMAJ’ALHA WIQAAN LIALI MUHAMMADIN ‘ALAIHI WA ALIHIS SALAM.

doa menyembelih domba untuk aqiqah,

Yang artinya: ” Dengan nama Allah serta dengan Allah, Aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya dengan dagingnya, tulangnya dengan tulangnya. Ya Allah, jadikan aqiqah ini sebagai tanda kesetiaan untuk  keluarga Muhammad SAW.”

2. Memasak Daging Aqiqah

Tata cara aqiqah selanjutnya ialah  memasak daging dari hewan yang disembelih untuk aqiqah. Soal ini, terdapat  dua pendapat ulama tentang  daging aqiqah.

Pendapat kesatu  menuliskan   usahakan  daging aqiqah dimasak terlebih dahulu lantas  dibagikan. Pendapat ke dua menganjurkan  untuk menyalurkan  daging aqiqah laksana  daging kurban, tidak dimasak terlebih dahulu.

Namun jumhur ulama lebih mengajurkan guna  memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum membagikannya untuk  orang-orang. Hal tersebut  diungkapkan dalam buku  Atahzib yang ditulis Imam Al-Baghawi.

Yang artinya: ” Dianjurkan guna  tidak menyalurkan  daging fauna  aqiqah dalam suasana  mentah, akan namun  dimasak terlebih dahulu kemudian dikirimkan  kepada orang fakir dengan nampan.”

(Imam Al-Baghawi dalam buku Atahzib)

Kemudian, pendapat yang ditulis dalam buku  Al-Musfashshal fi Ahkamil Aqiqah yang artinya, ” Kebanyakan ahlul ilmi menganjurkan supaya  daging fauna  aqiqah tidak diberikan  dalam suasana  mentah, tetapi  dimasak terlebih dahulu lantas  disedekahkan pada orang fakir.”

Berdasarkan keterangan dari  hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, daging aqiqah usahakan  dimasak terlebih dahulu baru dibagikan.

Yang artinya: Aisyah r.a berkata, ” Sunnahnya dua ekor domba  untuk anak laki-laki dan satu ekor domba  untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.”

(HR al-Bayhaqi)

3. Memakan Sebagian Daging Aqiqah

Dari hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, telah  jelas dilafalkan  bahwa daging aqiqah beberapa  dimakan. Sedangkan sebagiannya lagi diberikan  kepada orang-orang.

Tata cara  aqiqah menyalurkan  daging ini nyaris  sama dengan daging kurban. Sebagian daging aqiqah diserahkan  kepada family  Muslim yang mengemban  aqiqah. Sementara sisanya dapat diberikan  kepada tetangga ataupun fakir miskin.

4. Mencukur Rambut dan Memberikan Nama Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah berikutnya ialah  mencukur rambut bayi yang baru bermunculan  dan menyerahkan  nama kepadanya. Dalam tata cara aqiqah sederhana menurut  keterangan dari  Islam, orang tua menyerahkan  nama yang baik untuk  anak yang baru lahir.

Memberikan nama yang baik menggambarkan  bagaimana akhlak dan imannya nanti untuk  Allah SWT. Hukum memotong  rambut bayi saat mengerjakan  aqiqah menurut  keterangan dari  pendapat yang kuat di kalangan ulama ialah  sunnah.

5. Mendoakan Bayi Saat Aqiqah

Tata cara aqiqah anak selanjutnya ialah  mendoakan bayi yang baru lahir. Berikut ialah  bacaan doa yang usahakan  dibacakan  untuk bayi yang baru lahir.

” U’IIDZUKA BI KALIMAATILLAAHIT TAMMAATI MIN KULLI SYAITHOONI WA HAAMMAH. WA MIN KULLI ‘AININ LAAMMAH.”

Yang artinya: ” Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang Perkasa, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang sarat  kebencian.”

Pembagian Daging Aqiqah

Jika kualifikasi hewan aqiqah dengan qurban harus sama dari sisi  fisik dan kesehatannya, tetapi  ada perbedaan dari pembagian daging aqiqah dengan daging kurban.

Daging aqiqah diberikan  dalam situasi  yang sudah  dimasak dan matang, sementara  kita ketahui bahwa pembagian daging kurban yang biasa diberikan  pada Idul Adha ialah  dalam situasi  mentah. Bagi  keluarga, menurut  keterangan dari  ulama jumlah maksimal daging yang dapat  diambil yakni  sepertiganya.

“Hendaklah hasil sembelihan fauna  aqiqah tidak disedekahkan mentahan, tetapi  dalam suasana  sudah dimasak. Inilah yang lebih tepat. Lebih baik lagi andai  dihidangkan dengan bumbu manis menurut  keterangan dari  pendapat yang lebih tepat.”

(Kifayatul Akhyar, hal. 706)

Demikianlah Tata cara aqiqah sederhana anak wanita  dan laki-laki cocok  sunnah yang usahakan  dipelajari dan dilaksanakan. Dari uraian diatas saya ucapkan  lagi bahwa aqiqah ialah  ibadah yang sangat disarankan  untuk bayi yang baru lahir. Waktu utama pengamalan  aqiqah yakni  hari ketujuh sesudah  kelahiran bayi, beberapa  ulama mengizinkan  untuk pelaksanaannya pada hari ke-14 (dua minggu sesudah  kelahiran bayi). Bila di hari ke-14 masih belum dapat  juga, maka pelaksanaannya dapat  di hari ke-21.

Hewan aqiqah memakai  dua ekor kambing/domba untuk anak laki-laki, sementara  anak perempuan memakai  satu ekor saja. Hal itu  senada dengan hukum waris, dimana anak laki-laki berhak mewarisi harta orang tuanya dua bagian, sementara  anak wanita  satu bagian.

baca juga yuk:

Waktu aqiqah menurut imam syafi’i, kajiah fiqih aqiqah madzab imam syafi’i

menurut imam syafi’i jika aqiqah yang ditunda itu hingga anak usia baligh, hukumnya gugur bagi wali anak, untuk melakukan aqiqah. Namun bagi anak itu sendiri, maka diperkenankan untuk melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri ataupun tidak melakukannya juga tidak apa-apa

kajian aqiqah menurut imam syafi'i i imam madzhab
kajian aqiqah menurut syafi’i imam madzhab

Bagaimana pembahasan AQIQAH menurut keterangan fiqih madzab menurut imam syafi’i?

(dikutip dari Kitab fiqih Fathul Qorib)

(Fasal) menyatakan hukum-hukum aqiqah.

‏( ﻓَﺼْﻞٌ ‏) ﻓِﻲْ ﺑَﻴَﺎﻥِ ﺃَﺣْﻜَﺎﻡِ ‏( ﺍﻟْﻌَﻘِﻴْﻘَﺔِ ‏)

Aqiqah secara bahasa ialah nama rambut yang sedang di atas kepala anak yang dilahirkan.

ﻭَﻫِﻲَ ﻟُﻐَﺔً ﺍﺳْﻢٌ ﻟِﻠﺸَّﻌْﺮِ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺃْﺱِ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟُﻮْﺩِ

Dan secara syara’ akan diterangkan oleh mushannif dengan ucapan beliau, “aqiqah untuk anak yang dilahirkan disunnahkan.”

ﻭَﺷَﺮْﻋًﺎ ﻣَﺎ ﺳَﻴَﺬْﻛُﺮُﻩُ ﺍﻟْﻤُﺼَﻨِّﻒُ ﺑِﻘَﻮْﻟِﻪِ ‏( ﻭَﺍﻟْﻌَﻘِﻴْﻘَﺔُ ‏) ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟُﻮْﺩِ ‏( ﻣُﺴْﺘَﺤَﺒَّﺔٌ ‏)

Mushannif mentafsiri aqiqah dengan ucapan beliau, “aqiqah ialah binatang yang disembelih karena bayi yang dilahirkan pada hari ketujuh bayi tersebut, maksudnya pada hari ketujuh kelahirannya.

ﻭَﻓَﺴَّﺮَ ﺍﻟْﻤُﺼَﻨِّﻒُ ﺍﻟْﻌَﻘِﻴْﻘَﺔَ ﺑِﻘَﻮْﻟِﻪِ ‏( ﻭَﻫِﻲَ ﺍﻟﺬَّﺑِﻴْﺤَﺔُ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟُﻮْﺩِ ﻳَﻮْﻡَ ﺳَﺎﺑِﻌِﻪِ ‏) ﺃَﻱْ ﻳَﻮْﻡَ ﺳَﺎﺑِﻊِ ﻭِﻟَﺎﺩَﺗِﻪِ

Hari ketika kelahirannya tergolong dalam hitungan tujuh hari tersebut. -kesunnahan tetap berlaku- Walaupun bayi yang telah dilahirkan itu meninggal dunia sebelum hari ketujuh.

ﻭَﻳُﺤْﺴَﺐُ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟْﻮِﻟَﺎﺩَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﺒْﻊِ ﻭَﻟَﻮْ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟُﻮْﺩُ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻊِ

Kesunnahan aqiqah tidak hilang karena ditunda sampai melewati hari ketujuh.

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻔُﻮْﺕُ ﺑِﺎﻟﺘَّﺄْﺧِﻴْﺮِ ﺑَﻌْﺪَﻩُ

Namun, andai aqiqah ditundah sampai anak itu baligh, maka hukum aqiqah gugur untuk orang yang mengerjakan aqiqah dari anak tersebut.

ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﺄَﺧَّﺮَﺕْ ﻟِﻠْﺒُﻠُﻮْﻍِ ﺳَﻘَﻂَ ﺣُﻜْﻤُﻬَﺎ ﻓِﻲْ ﺣَﻖِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻕِ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟُﻮْﺩِ

Sedangkan untuk anak tersebut sendiri, maka diperkenankan untuk mengerjakan aqiqah untuk dirinya sendiri ataupun tidak melakukannya.

ﺃَﻣَّﺎ ﻫُﻮَ ﻓَﻤُﺨَﻴَّﺮٌ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﻌَﻖِّ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﺍﻟﺘَّﺮْﻙِ

Disunnahkan menyembelih dua ekor domba sebagai aqiqah untuk anak laki-laki, dan menyembelih satu ekor domba untuk anak perempuan.

‏( ﻭَﻳُﺬْﺑَﺢُ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻐُﻠَﺎﻡِ ﺷَﺎﺗَﺎﻥِ ﻭَ ‏) ﻳُﺬْﺑَﺢُ ‏( ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺠَﺎﺭِﻳَّﺔِ ﺷَﺎﺓٌ ‏)

Sebagian ulama’ berkata, “adapun anak khuntsa, maka masih ihtimal / dimungkinkan diserupakan dengan anak laki-laki atau dengan anak perempuan.”

ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﺃَﻣَّﺎ ﺍﻟْﺨُﻨْﺜَﻰ ﻓَﻴَﺤْﺘَﻤِﻞُ ﺇِﻟْﺤَﺎﻗُﻪُ ﺑِﺎﻟْﻐُﻠَﺎﻡِ ﺃَﻭْ ﺑِﺎﻟْﺠَﺎﺭِﻳَّﺔِ

Namun, seandainya lantas jelas kelamin prianya, maka disunnahkan untuk menambahi kekurangannya.

ﻓَﻠَﻮْ ﺑَﺎﻧَﺖْ ﺫُﻛُﻮْﺭَﺗُﻪُ ﺃُﻣِﺮَ ﺑِﺎﻟﺘَّﺪَﺍﺭُﻙِ

Aqiqah menjadi berlipat ganda karena berlipat gandanya anak.

ﻭَﺗَﺘَﻌَﺪَّﺩُ ﺍﻟْﻌَﻘِﻴْﻘَﺔُ ﺑِﺘَﻌَﺪُّﺩِ ﺍﻟْﺄَﻭْﻟَﺎﺩِ

bagaimana Proses Aqiqah menurut imam syafi’i?

Bagi orang yang mengemban aqiqah, maka mesti memberi santap kaum faqir dan kaum miskin.

‏( ﻭَﻳُﻄْﻌِﻢُ ‏) ﺍﻟْﻌَﺎﻕَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﻘِﻴْﻘَﺔِ ‏( ﺍﻟْﻔُﻘَﺮَﺍﺀَ ﻭَﺍﻟْﻤَﺴَﺎﻛِﻴْﻦَ ‏)

Ia memasak aqiqah itu dengan bumbu manis dan memberikannya sebagai hadiah pada orang-orang faqir dan orang-orang miskin. Dan hendaknya tidak menjadikan aqiqah sebagai acara undangan. Dan hendaknya tidak memecahkan tulang-tulangnya.

ﻓَﻴَﻄْﺒَﺤُﻬَﺎ ﺑِﺤُﻠْﻮٍ ﻭَﻳُﻬْﺪِﻱْ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻟِﻠْﻔُﻘَﺮَﺍﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤَﺴَﺎﻛِﻴْﻦِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺘَّﺨِﺬُﻫَﺎ ﺩَﻋْﻮَﺓً ﻭَﻟَﺎ ﻳُﻜْﺴَﺮُ ﻋَﻈْﻤُﻬَﺎ

Ketahuilah bahwasannya usia hewan aqiqah, selamat dari cacat yang dapat mengurangi daging, memakannya, mensedekahkan sebagiannya, jangan menjualnya dan menjadi wajib karena nadzar, hukumnya ialah sesuai dengan hukum yang telah diterangkan di dalam permasalahan hewan kurban.

ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﺳِﻦَّ ﺍﻟْﻌَﻘِﻴْﻘَﺔِ ﻭَﺳَﻠَﺎﻣَﺘَﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﻴْﺐٍ ﻳُﻨْﻘِﺺُ ﻟَﺤْﻤَﻬَﺎ ﻭَﺍﻟْﺄَﻛْﻞَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﺍﻟﺘَّﺼَﺪُّﻕَ ﺑِﺒَﻌْﻀِﻬَﺎ ﻭَﺍﻣْﺘِﻨَﺎﻉَ ﺑَﻴْﻌِﻬَﺎ ﻭَﺗَﻌَﻴُّﻨَﻬَﺎ ﺑِﺎﻟﻨَّﺬَﺭِ ﺣُﻜْﻤُﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﺄُﺿْﺤِﻴَّﺔِ

bagaimana cara melakukan Adzan, dan memberikan Nama anak?

Disunnahkan untuk mengumandangkan adzan di telinga kanan bayi yang baru dilahirkan dan mengumandangkan iqamah di telinga kirinya.

ﻭَﻳُﺴَﻦُّ ﺃَﻥْ ﻳُﺆْﺫَﻥَ ﻓِﻲْ ﺃُﺫُﻥِ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟُﻮْﺩِ ﺍﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﻭَﻳُﻘِﻴْﻢَ ﻓِﻲْ ﺃُﺫُﻧِﻪِ ﺍﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ

Dan -disunnahkan- mengerjakan hanak (mencetaki : jawa) bayi yang dilahirkan dengan memakai kurma kering. Maka seseorang menguyah kurma dan mengoleskannya pada langit-langit unsur dalam mulut si bayi supaya ada beberapa dari kurma itu yang masuk ke dalam perutnya.

ﻭَﺃَﻥْ ﻳُﺤْﻨَﻚَ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟُﻮْﺩُ ﺑِﺘَﻤْﺮٍ ﻓَﻴُﻤْﻀَﻊُ ﻭَﻳُﺪْﻟَﻚُ ﺑِﻪِ ﺣَﻨَﻜُﻪُ ﺩَﺍﺧِﻞَ ﻓَﻤِّﻪِ ﻟِﻴَﻨْﺰِﻝَ ﻣِﻨْﻪُ ﺷَﻴْﺊٌ ﺇِﻟَﻰ ﺟَﻮْﻓِﻪِ

Kemudian, andai tidak mengejar kurma kering, maka dengan memakai kurma basah, dan andai tidak ada, maka memakai sesuatu yang manis.

ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳُﻮْﺟَﺪْ ﺗَﻤْﺮٌ ﻓَﺮُﻃَﺐٌ ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻓَﺸَﻴْﺊٌ ﺣُﻠْﻮٌ

Dan -disunnahkan-memberi nama si bayi pada hari ketujuh kelahirannya.

ﻭَﺃَﻥْ ﻳُﺴَﻤَّﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟُﻮْﺩُ ﻳَﻮْﻡَ ﺳَﺎﺑِﻊِ ﻭِﻟَﺎﺩَﺗِﻪِ

Dan diizinkan memberi nama si bayi sebelum atau sesudah hari ke tujuh.

ﻭَﺗَﺠُﻮْﺯُ ﺗَﺴْﻤِﻴَّﺘُﻪُ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻊِ ﻭَﺑَﻌْﺪَﻩُ

Seandainya si bayi meninggal dunia sebelum hari ke tujuh, maka disunnah-kan untuk memberi nama padanya.

ﻭَﻟَﻮْ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟُﻮْﺩُ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻊِ ﺳُﻦَّ ﺗَﺴْﻤِﻴَّﺘُﻪُ

siapakah Imam al-Syafi’i, itu ? dan pendiri Mazhab Syafi’i?

Sebagai muslim Indonesia, pasti mayoritas anda tidak asing dengan Imam al-Syafi’i. Ia adalah pendiri Mazhab Syafii. Mazhab ini cukup tidak sedikit dianut di Indonesia, bahkan dapat dibilang beberapa besar di Indonesia.

Nama menyeluruh pendiri mazhab ini ialah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muthalib. Nama terakhir ialah kakek dari Rasulullah.

Imam Syafii bermunculan dari rahim seorang ibu yang salehah, serta dari ayah yang familiar kesabaran dan keikhlasannya. Bahkan Syafi’ bin Saib, kakek buyutnya, adalahsahabat Rasulullah SAW. Nama al-Syafi’i, yang sering kita dengar kita, dipungut dari nama kakek buyutnya tersebut. Sedangkan ibunya adalahperempuan keturunan Ali bin Abi Thalib RA dari jalur Sayyidina Husein RA.

biografi keluarganya imam aysfi’i

Idris, ayah Imam al-Syafi’i ialah seorang pemuda asal Makkah yang merantau ke Gaza, Palestina. Di Gaza ia bertemu dengan Fatimah binti Ubadillah, seorang wanita salehah dari kaum Azdi. Idris menikah dengan Fatimah binti Ubaidillah, dengan tanpa sengaja. Pasalnya, saat tersebut Idris sedang dihukum ayah Fatimah sebab tidak sengaja memakan buah delima kepunyaan ayah Fatimah yang hanyut di sungai.

Harapannya, kelak, supaya ayah Fatimah inginkan mengikhlaskan buah tersebut, Idris rela menjadi buruh ayah Fatimah hingga sejumlah tahun tanpa digaji. Keikhlasan Idris berikut yang menciptakan ayah Fatimah menjatuhkan opsi kepadanya sebagai menantu.

Buah cinta dari dua-duanya lahir pada tahun 150 H. Saat itu, bertepatan dengan wafatnya dua ulama besar: Imam Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit, pendiri Mazhab Hanafi yang wafat di Irak dan Imam Ibn Jureij al-Makky, seorang mufti Hijaz yang wafat di Makkah. Hal ini dinamakan sebagai salah satu tanda-tanda bahwa bayi yang lahir itu akan menggantikan dua ulama yang sudah meninggal, baik dalam keilmuan dan kesalehan.

Kehidupan bahagia Idris, Fatimah dan jabang bayi tidak berlangsung bahagia. Idris, ayah Imam al-Syafi’i meninggal dunia dalam umur yang relatif muda. Fatimah mesti berusaha sendiri merawat buah hati dalam situasi ekonomi yang lumayan memprihatinkan.

Sadar dengan situasi dirinya ketika itu, Fatimah lantas membawa bayinya yang masih berumur dua tahun ke Makkah, kota asal ayahnya. Ia hendak putra semata wayangnya tumbuh besar di tanah kelahiran ayahnya.

Minat Keilmuan Imam al-Syafi’i: dari Sastra, Fikih sampai Hadis.

Jika keilmuan yang berkembang di Irak ialah filsafat dan mencetuskan para figur yang beraliran rasionalis laksana Abu Hanifah, lain halnya dengan Makkah, lokasi Imam al-Syafii tumbuh remaja. Di Makkah malah sedang berkembang ilmu kesusasteraan. Bahkan Makkah menjadi di antara tujuan favorit untuk para penuntut ilmu sastra Arab.

Tinggal di lingkungan yang dihuni semua ulama sastra, tidak disia-siakan oleh Imam al-Syafii. Ia paling menggandrungi prosa dan syair-syair Arab klasik. Masa mudanya di Makkah ia habiskan untuk menggali naskah-naskah sastra, berkeliling ke kabilah-kabilah badui padang pasir, laksana kabilah Hudzel (salah satu kabilah yang familiar sebagai berpengalaman sastra) guna belajar sastra. Bahkan ia rela menetap sejumlah hari di kabilah-kabilah itu demi mempelajari sastra Arab.

Hobinya belajar sastra Arab ini secara tidak langsung mempermudah ia mengetahui Alquran dan hadis. Kedua urusan ini urgen sekali dalam proses berijtihad dan mencari hukum syariat. Karena mengetahui Alquran maupun hadis diperlukan kepiawaian dalam mengetahui Alquran yang diturunkan dalam bahasa Arab yang lancar dan murni.

kepandaian imam syafi’i dalam bersastra

Kepiawaian al-Syafii dalam bidang sastra ini kesudahannya menjadikannya mahir dalam menggubah syair-syair Arab. Syair-syair karya Imam al-Syafii itu kemudian dikoleksi oleh Syekh Yusuf Muhammad al-Biqa’i dan jadilah kitab kecil berjudul Diwan al-Syafi’i yang memuat selama 150an syair karya imam syafi’i yang terserak dalam karya-karyanya.

Berdasarkan keterangan dari al-Hamawi dalam Irsyad al-Arib fi Ma’rifah al-Adib, ketertarikan Imam al-Syafii terhadap sastra Arab nyatanya melulu menjadikannya bersyair dan bernyanyi sehari-harinya. Hingga pada sebuah hari ia bertemu dengan Mus’ab bin Abdullah bin Zubair dan menganjurkannya guna belajar fikih dan hadis.

perintah belajar fiqih imam syafi’i

Tidak melulu Mus’ab, Imam Muslim bin Khalid, guru imam syafi’i yang lain pun menganjurkannya guna belajar fikih.

“Alangkah baiknya andai kecerdasanmu itu dipakai untuk mempelajari ilmu fikih, urusan ini lebih baik bagimu,” nasihat Imam Muslim bin Khalid untuk Imam al-Syafi’i.

hijrahnya imam as syafii adalah demi ilmu

Ucapan tersebut dinyatakan sendiri oleh imam syafi’i sebagai pelecut semangatnya guna belajar ilmu fikih dan hadis. Ia juga belajar untuk dua ulama besar Makkah ketika itu: Imam Sufyan bin Uyainah, pakar hadis dan Muslim bin Khalid al-Zanji, pakar fikih Mekkah.

Hijrah yang dimaksud dalam urusan ini bukan hijrah dalam makna tobat, sebagaimana yang sering dipakai saat ini. Hijrah dalam urusan ini ialah berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Sebagaimana hijrahnya nabi dari Makkah ke Yatsrib, Madinah.

Di samping hijrah ke Madinah pada tahun 170 H guna belajar langsung untuk Imam Dar al-Hijrah, yaitu Imam Malik bin Anas, imam syafi’i juga berangjangsana ke Irak dan Kufah guna belajar untuk murid-murid Imam Abu Hanifah, sebelum kesudahannya kembali lagi ke Madinah mendampingi Imam Malik sampai wafat pada tahun 179 H.

Bahkan Imam al-Syafi’i terhitung berangjangsana ke Irak sejumlah tiga kali. Di samping Irak, Ia pun pernah berangjangsana ke Persia, Turki dan Ramlah (Palestina), sampai akhirnya menetap dan wafat di Mesir.

Kesempatan Imam al-Syafii untuk berangjangsana ke sekian banyak  kota ini tak ayal membantunya mengetahui kebiasaan serta adat istiadat yang berlaku di kota-kota tersebut. Hal ini secara tidak langsung menjadi referensi Imam al-Syafii untuk membina fatwa-fatwa dalam mazhabnya kelak.

Kegemaran Imam al-Syafi’i dalam berhijrah dari kota ke kota ini didokumentasikannya dalam sejumlah bait syair mengenai anjuran guna berhijrah, di antaranya:

“Musafirlah! Engkau akan mengejar sahabat baru pengganti sahabat-sahabat lama yang anda tinggalkan. Dan bekerjalah yang giat! Karena kesenangan hidup akan terjangkau dengan bekerja keras.”

“Singa andai tidak terbit dari sarangnya, ia tidak bakal mendapatkan makanan. Begitu pun dengan anak panah, andai tidak meluncur dari busurnya, anak panah itu tidak akan tentang sasaran.”

Rangkaian hijrah Imam al-Syafii itu menghasilkan ‘permata’ yang tidak ternilai harganya. Berdasarkan keterangan dari Syekh Ali Jum’ah, Imam al-Syafii mencatat lebih dari 30 karya monumental. Sayangnya, tidak semuanya hingga di tangan kita. Beberapa buku hilang dan sejumlah kitab masih dalam proses pengetikan dan pentahqiqan (koreksi).

Salah satu karya hebatnya ialah kitab al-Risalah, yang disinggung sebagai buku ushul fikih kesatu yang ditulis secara sistematis. Berkat al-Risalah juga, Imam al-Syafi’i dijuluki sebagai Nasir al-Sunnah (pembela sunnah).

Imam al-Syafi’i menguras waktunya untuk mengajar di Mesir. Berdasarkan keterangan dari al-Dzahabi dalam Siyar A’lam al-Nubala’ dengan mengutip kaul al-Rabi’ bin Sulaiman, Imam al-Syafii membagi malamnya menjadi tiga: sepertiga kesatu dipakai untuk menulis, sepertiga kedua dipakai untuk shalat malam, dan sepertiga terakhir dipakai untuk tidur. Imam al-Syafii wafat pada 30 Rajab 204 H.

waktu pelaksanaan aqiqah dan qurban, ini yang banyak dipertanyakan.

waktu pelaksanaan aqiqah dan qurban, dalam pembahasan mengenai waktunya: ada beberapa pertanyaan yang bisa dijawab: diantaranya:

  • kapan waktu pelaksanaan aqiqah dan qurban?
  • apakah waktu aqiqah dan kurban bisa di gabung?
  • bagaimana jika saya mempunyai kambing 1 dan ingin bisa melaksanakan aqiqah dan kurban secara bersamaan?
  • apakah sah niat saya, jika saya melakukan niat aqiqah dan kurban secara bersamaan?

nah pertanyaan dibawah ini akan dijawab di tulisan dibawah ino, pastikan kamu membacanya dengan teliti ya, biar ndak salah tompo,, hhee, terimakasih..

waktu pelaksanaan aqiqah dan kurban di jogja
waktu pelaksanaan aqiqah dan kurban di jogja

Hari Raya Idul Adha adalah salah satu hari besar Islam. Di hari raya ini, umat muslim yang mempunyai  kemampuan disarankan  untuk mengerjakan  kurban hewan.

Aqiqah dan Kurban, Mana yang Harus Didahulukan?

saya mau tanya bagaimana jika seseorang semenjak  lahir sampai  dewasa belum pernah aqiqah, kemudian  mana yang mesti didahulukan? Apakah wajib mengerjakan  aqiqah terlebih dahulu atau kurban terlebih dahulu?

mengutip dari NU.or.id, aqiqah dan kurban adalah dua ibadah yang hukumnya sunnah menurut  keterangan dari  mazhab Syafi’i dan ditandai dengan kegiatan  penyembelihan  KAMBING  yang telah mengisi  syarat untuk dipotong.

Perbedaan antara kedua ibadah itu  terletak pada masa-masa  pelaksanaan. Bila kurban dilaksanakan  pada Bulan Dzulhijjah, sedangkan  aqiqah dilaksanakan  saat mengiringi kelahiran seorang bayi dan disarankan  dilakukan pada hari ketujuh sesudah  kelahiran.

Adapun aqiqah adalah hak anak atas orang tuanya. Anjuran ini ditekankan untuk  orang tua bayi yang diberi kelapangan rezeki guna  berbagi dalam rangka menyambut kelahiran sang anak.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Aqiqah menyertai lahirnya seorang bayi”. (HR Bukhari).

Aqiqah yang dibebankan untuk  orang tua diserahkan  kelonggaran sampai  si bayi tumbuh sampai menginjak  masa baligh. Setelah itu, ajakan  aqiqah bukan lagi  dibebankan untuk  orang tua melainkan di berikan  kepada sang anak untuk mengemban  sendiri atau meninggalkannya. Namun, lebih dikhususkan  untuk dilaksanakan.

melihat waktu yang tepat untuk melakukan aqiqah dan kurban

Untuk pengamalan  antara aqiqah dan kurban mana yang mesti didahulukan, maka dicocokkan  dengan kondisi  dan situasi  yang ada. Apabila mendekati Hari Raya Idul Adha maka lebih baik mendahulukan kurban daripada aqiqah.

Namun, bilamana  aqiqah dan kurban dilakukan  secara bersamaan pun  diperbolehkan, yakni menyimak  dua niat dalam menyembelih kurban dan aqiqah sekaligus.

Hal itu  mengacu pada buku  Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani yang dengan kata lain  sebagai berikut:

“Ibnu Hajar berbicara  bahwa sekiranya  ada seseorang meginginkan dengan satu domba  untuk kurban dan aqiqah, maka urusan  ini tidak cukup. Berbeda dengan al-‘Allamah Ar-Ramli yang menuliskan   bahwa bilamana  seseorang berniat dengan satu domba  yang disembelih guna  kurban dan aqiqah, maka kedua-duanya bisa  terealisasi”.

Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani

Pelaksanan kurban dan aqiqah yang digarap  sekaligus seringkali memunculkan  kontradiksi di kalangan masyarakat dalam urusan  pembagian daging. Dalam kurban, daging disarankan  dibagikan dalam situasi  mentah sedangkan  untuk aqiqah dibadikan dalam situasi  siap saji.

Meski demikian, urusan  itu  tidak butuh  dijadikan persoalan  sebab teknik  pembagian bukanlah masuk ke dalam urusan  substantif. Sehingga teknik  pembagian tidak mencantol  keabsahan ibadah yang dijalani.

Bagaimana jika aqiqah dan Kurban Pelaksanaanya Digabung?

Akikah dan kurban ialah  dua ibadah yang sama-sama menyembelih hewan. Keduanya sama-sama dihukumi sunah mu’akkadah (yang paling  dianjurkan) pelaksanaannya. Waktu pengamalan  masingmasing pun  jelas. Kurban pada hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik, sementara  akikah pada hari ketujuh, ke-14, dan ke-21 kelahiran.

Lantas, andai  waktu akikah dan kurban bertepatan, apakah boleh pelaksanaannya sekaligus saja? Artinya, terdapat  satu amalan dilaksanakan  dengan dua niat, yakni  niat berkurban dan niat berakikah. Permasalahan pun  timbul untuk  mereka yang sudah  dewasa dan belum sempat diakikahkan oleh orang tuanya. Jika ia memiliki  kesanggupan, manakah yang lebih utama baginya, berkurban atau mengakikahkan dirinya terlebih dahulu? Atau, bisakah kedua-duanya digabung terlaksana sekaligus?

Tentang persoalan  ini, terdapat  perbedaan pendapat ulama. Ada yang mengatakan, andai  waktu kurban bertepatan dengan masa-masa  akikah, lumayan  melakukan satu jenis sembelihan saja, yakni  akikah. Pendapat ini dipercayai  Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal (Mazhab Hanbali), Abu Hanifah (Mazhab Hanafi), dan sejumlah  ulama lain, laksana  Hasan Basri, Ibnu Sirin, dan Qatadah.

Al-Hasan al-Bashri mengatakan, “Jika seorang anak hendak  disyukuri dengan kurban, maka kurban tersebut dapat  jadi satu dengan akikah.” Hisyam dan Ibnu Sirin mengatakan, “Tetap dirasakan  sah andai  kurban digabungkan dengan akikah,” demikian seperti dijelaskan  dalam buku  Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah.

Mereka berdalil, sejumlah  ibadah dapat  mencukupi ibadah lainnya laksana  dalam permasalahan  kurban dapat  mencukupi akikah atau sebaliknya. Sebagaimana seorang yang menyembelih dam saat  menunaikan haji tamattu’. Sembelihan itu  ia niatkan pun  untuk kurban, maka ia menemukan  pahala dam dan pahala kurban. Demikian pun  shalat Id yang jatuh pada hari Jumat, maka diizinkan  tidak mengekor  shalat Jumat sebab  sudah membayar  shalat Id pada paginya.

bagaimana menurut madzhab syafii yang mashur di indonesia?

Sedangkan pendapat dari Imam Syafi’i (Mazhab Syafi’i), Imam Malik (Mazhab Maliki), dan di antara  riwayat dari Imam Ahmad menuliskan   tidak boleh digabung. Alasannya, sebab  keduanya memiliki  tujuan yang bertolak belakang  dan karena  yang bertolak belakang  pula. Misalkan, dalam permasalahan  pembayaran dam pada haji tamattu’ dan fidyah. Keduanya tidak dapat  saling memadai  dan me sti dilakukan  terpisah. Masalah ini menyimpulkan, tidak semua  jenis ibadah yang dapat  digabung pelaksanaannya dalam dua niat sekaligus. Kurban dan akikah masuk dalam kelompok  ini. Tujuan kurban ialah  tebusan guna  diri sendiri, sementara  akikah ialah  tebusan guna  anak yang lahir. Jika dua-duanya  digabung, tujuannya pasti  akan menjadi tidak jelas.

Ini ditegaskan dalam Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah yang menuliskan , “Akikah dilakukan  untuk mensyukuri nikmat kelahiran seorang anak, sementara  kurban mensyukuri nikmat hidup dan dilakukan  pada hari An Nahr (Idul Adha).”

Bahkan, salah seorang ulama Syafi’iyah, al- Haitami, menegaskan, sekiranya  seseorang berniat satu domba  untuk kurban dan akikah sekaligus, dua-duanya  sama-sama tidak dianggap. “Inilah yang lebih tepat sebab  maksud dari kurban dan akikah tersebut  berbeda,” tulis Al Haitami dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj Syarh Al Minhaj.

mana pandangan atau pendapat yang lebih kuat?

Pandangan ulama yang lebih kuat dalam dua perbedaan pendapat ini ialah  pendapat yang tidak membolehkan guna  menggabung pengamalan  akikah dan kurban. Terkecuali, masa-masa  akikah pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21 kelahiran anak dapat  bertepatan jatuh pada hari berkurban. Maka, mereka yang tidak punya keterampilan  lebih guna  menyembelih hewan, dapat  meniatkan guna  dua pengamalan  sekaligus, yaitu mengemban  akikah sekaligus dapat  pula berkurban.

Pendapat ini pernah difatwakan Syekh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin. Dalam Majmu’ Fatawa wa Rosail Al Utsaimin dijelaskan, mereka yang punya kecukupan rezeki dan terdapat  dalam posisi ini, maka hendaklah menyembelih dua ekor kambing andai  anaknya laki-laki. Hal itu diakibatkan  wajibnya akikah guna  anak laki-laki memang menyembelih dua ekor kambing.

Adapun mereka yang telah menjangkau  usia dewasa, sedangkan  belum diakikahkan orang tuanya, maka tidak me sti  baginya mengakikahkan dirinya sendiri. Inilah pendapat ulama yang lebih powerful  dari Mazhab Syafi’i dan Hanbali. Akikah melulu  menjadi tanggung jawab orang tuanya, atau mereka yang menanggung beban nafkah atasnya. Jadi, ia dapat  melakukan kurban dan tidak butuh  lagi memikirkan akikah guna  dirinya.

Sementara, sejumlah  ulama dari Hanbali lainnya memang mengatakan, boleh mengerjakan  akikah kapan pun. Berdasarkan keterangan dari  mereka, waktu membayar  akikah tidak diberi batas  (seperti pendapat yang lebih kuat menuliskan   hari ke-7, ke-14, dan ke-21). Jadi, mereka yang memegang pendapat ini, saat  sudah mampu, ia digemari  jika dia mengakikahkan dirinya sendiri. Namun, pendapat ini lemah dan tidak disarankan  untuk diikuti. Demikian seperti dijelaskan  dalam Kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu.

Adapun orang yang telah  dewasa dan hendak  mengakikahkan dirinya sendiri sekaligus membayar  kurban, maka perilaku laksana  ini dilemahkan semua  ulama dan tidak disarankan  untuk diikuti. Wallahu’alam.

Perbedaan Antara Aqiqah Dan Qurban

Diantara perbedaan antara Aqiqah dan Qurban sangatlah menonjol. Ada beberapa tanda dan faktor perbedaan Aqiqah dan Qurban diantaranya yaitu:

  • Waktu pelaksanaan penyembelihan Qurban hanya empat hari dalam setahun yaitu tanggal 10,11,12,13 Dzuhijah. Sedangkan waktu pelaksanaan penyembelihan Aqiqahtidak terbatas pada hari tertentu saja sepanjang tahun,  namun sangat dianjurkan menyembelih hewan aqiqah pada hari ke-7 dari kelahiran bayi bagi orang tua yang mampu.
  • Hewan Aqiqah jenisnya terbatas hanya kambing atau domba. Sedangkan Hewan Qurban bisa kambing, sapi, kerbau, onta atau hewan sejenisnya.
  • Qurban bisa dilakukan setiap tahun bagi yang mampu. Sedangkan Aqiqah dilakukan sekali seumur hidup.
  • Jumlah hewan Aqiqah yang disembelih mempunyai ketentuan 2 ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor kambing untuk bayi perempuan. Sedangkan hewan Qurban minimal 1 ekor atau lebih dan bisa berkelompok jika hewan yang dikurbankan harganya mahal seperti sapi.
  • Daging Qurban hanya diberikan kepada fakir miskin, sedangkan daging aqiqah boleh diberikan kepada orang bukan fakir miskin.
  • Kaki belakang hewan aqiqah sunnah disedekahkan kepada bidan yang menangani kelahiran dan merewat bayi yang bersangkutan. Sedangkan kaki hewan Qurban ikut dibagikan rata.
  • Pada Aqiqah diperbolehkan memberi upah kepada penyembelih dengan hewan yang dipotong. Sedangkan hewan qurban dilarang mengambil upah penyembelihan
  • Aqiqah bertujuan untuk menebus atas lahirnya seorang bayi manusia. Sedangkan Qurban bertujuan untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim As serta mengikuti ajaran tauhid beliau yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai sunnah yang diteruskan kepada umatnya.
  • Daging sembelihan Qurban disedekahkan kepada fakir miskin, anak yatim dalam keadaan mentah. Sedangkan daging Aqiqah disedekahkan dalam keadaan sudah dimasak.

makna aqiqah: mengungkap makna penting dalam menjalankan ibadah.

makna aqiqah dalam konteks menjalankan amanah yang berikan Allah SWT terhadap kita. Aqiqah bisa menjadi sarana kita dalam berikhtiar di dalam menghidupkan sunnah nabi SAW, mendidik dengan syariat yang benar, memahami dengan keilmuan, jalani sunah nabi dengan kekuatan iman dan islam.

makna aqiqah dan pengertian aqiqah ridho jogja
makna aqiqah dan pengertian aqiqah ridho jogja

Nah, pada tulisan kali ini anda akan kupas secara lebih detail mengenai makna aqiqah

Ibadah aqiqah dalam pengertian sederhana

Bila merujuk pada bahasa arab, aqiqah memiliki makna  yaitu memutus dan melubangi. Dalam definisi  secara umum, aqiqah ialah  aktivitas ibadah menyembelih fauna  berupa domba  sebagai wujud rasa syukur atas lahirnya seorang anak.

Hukum atas ibadah ini bertolak belakang  menurut  pendapat ulama. Ada yang menuliskan   bahwa ibadah aqiqah hukumnya wajib, terdapat  yang menuliskan   sunnah mu’akad dan adapula yang menuliskan  sunnah.

Dari seluruh  pendapat yang ada, yang sangat  shahih ialah  pendapat yang menuliskan   bahwa hukum aqiqah ialah  sunnah mu’akad. Artinya ini ialah  ibadah yang memang disarankan  untuk dilaksanakan

FILOSOFI AQIQAH, PENDAPAT AHLI FIQIH DAN ULAMA. OLEH DOSEN UIN MAKASAR.

Kajian dalam masalah folosofi aqiqah dan udhiyah (perspekif alqur’an dan sunnah). oleh hj. nurnaningsih fakultas syari’ah dan hukum universitas islam negeri (UIN) Alauddin Makasar

Bagaimana filosofi aqiqah menurut pandangan Al qur’an, As-Sunnah dan ijma?

Berdasarkan Al qur’an, As-Sunnah dan ijma’ bila   seorang insan  lahir baik laki-laki maupun permpuan, maka di- syari’atkan untuk  orang tuanya guna  melaksanakan aqiqah cocok  dengan kriteria  peraturan  yang sudah  ditetapkan,demikian pula untuk  muslim muslimah yang terpapar  syarat untuk mengerjakan  sembelihan/Qurban pada hari-hari tasyrik di bulan zulhijjah serta untuk  umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji.

contoh  dalam format  “Dam” . Syari’at tersebut paling  jelas alasan  dan hukumnya tetapi  sebagian umat Islam masih ada  kalangan personil yang sudah lumayan  memenuhi kriteria  untuk mengerjakan  sembelihan/qurban/aqiqah akan namun  baik disengaja maupun memandang  remeh dengan berbagai dalil  sehingga perintah menyalurkan  darah hewan  tidak bisa  dilaksanakan. Disisi beda  masih terpengaruh dengan pemahaman antara me sti  dengan sunnah pengamalan  Aqiqah udhiyah sampai-sampai  sebagian kaum muslimin tidak mempunyai  keseriusan guna  melaksanakannya.

Bagaimana mengenai pandangan melaksanakan filosofi aqiqah?

Dalam pembahasan mengenai folosofi aqiqah ini. Terdaapat pandaangan yang bermacam-macam tentang makna aqiqah dan udhiyah baik dari segi: Kemampuan, masa-masa  pelaksanaannya serta macam dan umur untuk  binatang yang bisa  menjadi “Binatang Sembelihan” Para Ulama/Muballigh tidak henti- hentinya menyerukan perlunya melaksana- kan perintah aqiqah/udhiyah terutama untuk  muslim dan muslimah yang nyata-nyata telah  memilki keterampilan  secara material, namun keterampilan  untuk merintangi  pengaruh syetan yang senantiasa menggagu cocok  dengan kissah kronologis dari Penghulu anda  Ibrahim, Nah selanjutnya cari tau yuk jawaban dari pertanyaan dibawah ini.

Bagaimana pandangan Fuqaha tentang: folosofi aqiqah, Udhiyah /Qurban?

waktu aqiqah pembahasan ter-lengkap dan mudah di pahami.

Waktu aqiqah dipilih untuk anak yang baru lahir secara tepat. namun Secara umum, ada pendapat dari jumhur ulama hari-hari di-sunnahkannya penyembelihan kambing  untuk aqiqah.

Pendapat mengenai waktu aqiqah.

pengamalan  aqiqah tepat sesudah  bayi didilahirkan  dan tidak me sti menantikan  sampai hari ke-7. itu menurut  Sya fiiyah dan Hanabilah. Tapi mereka tidak membolehkan sebelum bayi dilahirkan. Maka, andai  penyembelihan dilaksanakan  sebelum kelahiran bayi, dirasakan  sebagai sembelihan biasa dan bukan aqiqah. Hal ini didasari atas suatu karena  yaitu kelahiran. Maka andai  bayi telah  terlahir aqiqah boleh dilaksanakan.

Sedangkan pendapat yang terakhir  baru membolehkan pengamalan  aqiqah pada hari ke-7 pasca kelahiran. itu menurut Hanafiyah dan Malikiyah. Dan aqiqah tidak sah (dianggap sembelihan biasa) bila  dilakukan  sebelumnya.

Kapan waktu aqiqah ditentukan dan apakah ada batasanya?

1. waktu aqiqah Hari ke-7

Kalangan Malikiyah berasumsi  bahwa masa-masa  aqiqah melulu  sampai hari ke-7 pasca kelahiran. Jika hari ke-7 sudah selesai  maka ibadah aqiqah telah  tidak lagi berlaku.

2. Aqiqah Sampai anak umur  baligh

Sedangkan Syafi’iyah, mereka membolehkan untuk  orang tua melasanakan aqiqah anaknya sampai  dia masuk umur  baligh. Ini yang mustahabb. Maka saat  telah masuk umur  baligh, orang tua bukan lagi  terbebani ibadah ini. Akan namun  anak itulah yang akan mengemban  aqiqahnya sendiri andai  mampu. Demikian yang diriwayatkan dalam suatu  hadits, bahwa Rasulallah meng-aqiqahi dirinya sendiri saat  beliau telah  menjadi nabi.

Al-Imam an-Nawawi di dalam kitabnya Syarhu al-Muhadzab, mengatakan andai  hadits mengenai  aqiqahnya Nabi guna  dirinya sendiri tersebut  adalah hadits bathil. Nah selanjutnya cari tau yuk jawaban dari

Batasan waktu aqiqah menurut ulama madzhab?

Tujuan aqiqah dan manfaatnya, penting!! bagi yang mau aqiqah.

tujuan aqiqah adalah merealisasikan rasa syukur kita atas anugrah, sekaligus amanah yang berikan Allah SWT terhadap kita. Aqiqah juga menjadi ikhtiar kita dalam menghidupkan sunnah nabi SAW, jika diliht dari perbuatan? jelas terpuji, yuk jalani sunah nabi dengan gembira dan selalu ikhlas.

Mengapa anak kita harus di aqiqahi ?

Setiap orang tua menginginkan  anak yang shaleh, berbakti dan menyalurkan  kebahagiaan untuk  kedua orangnya. Aqiqah ialah  salah satu acara urgen  untuk menanamkan nilai-nilai ruhaniah untuk  anak yang masih suci. Dengan Aqiqah diinginkan  sang banyi mendapat   kekuatan, kesehatan bermunculan  dan batin. Ditumbuhkan dan dikembangkan bermunculan  dan batinnya dengan nilai-nilai Ilahiyah.

Dengan Aqiqah diinginkan  sang bayi besok  menjadi anak yang shaleh dan berbakti untuk  kedua orang tuanya. Jika acara ini dilakukan  dengan tulus-ikhlash dan dijiwai nilai-nilai ruhaninya oleh kedua orang tuanya, pasti  akan dominan  terhadap pertumbuhan  sang bayi, terutama  jiwa dan ruhaninya.

Aqiqah ialah  salah satu acara ritual di dalam Islam, yang dilakukan  pada hari ketujuh dari kelahiran seorang bayi. Aqiqah hukumnya sunnah muakkad (mendekati wajib), bahkan beberapa  ulama mengaku  wajib.

mengapa aqiqah itu penting ?

Apabila anda  mempunyai  barang yang dapat  mendatangkan manfaat dan bangga memilikinya, tetapi  barang itu  dalam suasana  tergadai, bagaimana sikap anda  terhadap barang itu ?. Tentunya kita berjuang  semaksimal barangkali  untuk menebusnya.

Aqiqah ialah  upaya kita guna  menebus anak anda  yang tergadai. Aqiqah pun  adalah realisasi rasa syukur anda  atas anugrah, sekaligus amanah yang diserahkan  Allah SWT terhadap kita. Aqiqah pun  sebagai upaya anda  menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, yang adalah perbuatan yang terpuji, menilik  saat ini sunnah itu  mulai jarang dilakukan  oleh kaum muslimin.

jadi tujuan aqiqah itu apa?

Untuk tersebut  tujuan aqiqah tidak melulu  terbatas pada “pesta makan” semata. Akan tetapi hakikat  dari tujuan aqiqah malah  lebih luas daripada sekedar definisi  pesta makan.

Berdasarkan keterangan dari  Syekh Abdullah Nasihih Ulwan dalam buku  “Tarbiyatul Aulad Fil Islam”, tujuan aqiqah diantaranya :

  • Pertama, menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS ketika  menebus putra tercintanya Ismail AS.
  • Kedua, dalam aqiqah berisi  bagian  perlindungan dari setan yang bisa  mengganggu anak yang sudah  lahir tersebut  dan ini cocok  dengan maksud hadits yang dengan kata lain  “Setiap anak tersebut  tergadai dengan aqiqahnya”.
  • Ketiga, tujuan aqiqah adalah tebusan untuk  anak untuk menyerahkan  syafaat untuk  kedua orang tuanya besok  pada hari akhir. Seperti yang diutarakan Imam Ahmad, “Dia tergadai dari menyerahkan  syafaat untuk  kedua orangtuanya (dengan aqiqahnya).”
  • Keempat, tujuan aqiqah merupakan format  pendekatan diri untuk  Allah sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dikaruniakan  Allah untuk  kita dengan lahirnya anak.
  • Kelima, aqiqah adalah sarana menampakkan rasa gembira dalam mengemban  syariat Islam dan meningkatnya  keturunan mukmin yang akan menggandakan  umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
  • Keenam, aqiqah bisa  memperkuat ukhuwah atau persaudaraan salah satu  warga masyarakat.
  • Ketujuh, aqiqah adalah sarana untuk menerapkan  prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejela kemiskinan di dalam masyarakat. Misalnya dengan adanya masakan aqiqah yang diserahkan  kepada fakir kurang mampu  dan dhuafa

Aqiqah dan manfaatnya bagi diri sendiri, tinjauan apakah nabi mengaqiqahi dirinya sendiri?

BANYAK umat Islam yang tidak mengerjakan  aqiqah sewaktu kecilnya sebab  keterbatasan biaya. Maka dari itu, tak tidak banyak  dari masyarakat anda  yang memiliki keunggulan  harta sesudah  dewasanya berinisiatif guna  menyembelih aqiqah guna  dirinya sendiri. Namun bagaimanakah Islam memandang   hal yang satu ini?

Jadi kesimpulan dan yang manjadi patokan sperti ini ya?

bila   Anda merasa hendak  menyembelih kambing aqiqah guna  diri kita  sendiri. Tidak masalah bila   memang terdapat  rezekinya, asal tidak dipaksakan. Sebab urusan  tersebut  ada dasarnya, minimal  didukung oleh sejumlah  ulama.

Akan namun  Anda mesti maklum dengan ucapan  orang beda  yang tidak setuju dengan sikap laksana  itu. Karena memang terdapat  mazhab Ahmad bin Hanbal yang agaknya tidak cukup  sepakat dengan pendapat itu.

Toh, dua-duanya  hanyalah ijtihad yang nilai kebenarannya tidak pernah hingga  ke level mutlak. Jadi anda  boleh saling bertolak belakang  pendapat dengan teknik  yang beradab, santun, wajar, dan tetap mengawal  nilai-nilai ukhuwah

manfaat aqiqah untuk dirinya sendiri?

Nah setelah mengetahui kesimpulan dari 2 pendapat di atas, alangkah baiknya saya memberikan penjelasan menganai manfaatnya aqiqah bagi dirinya sendiri.. berikut ini 5 Manfaat Aqiqah Yang penting diketahui.

  • 1. Mengumumkan Garis Keturunan: Salah satu guna  aqiqah ialah  untuk memberitahukan  tentang garis keturunan si bayi. Sebab, urusan  ini memang me sti diumumkan  kepada khalayak supaya  tidak menjadi fitnah dikemudian hari. Di samping  itu, cara  ini lebih efektif ketimbang membawa   anak berkeliling kampung melulu  untuk sebatas  memberitahu garis keturunan anak.
  • 2. Memupuk Sifat Dermawan :Aqiqah pun  melatih pelakunya supaya  bersifat pemurah  sekaligus mengurangi  sifat kikir. Mengingat aqiqah tersebut  membutuhkan  pengorbanan yang tidak sedikit, mulai dari berkorban masalah waktu, tenaga, dan materi. Dalam aqiqah ini pun  ada nilai sosial yang tinggi karena  ada pekerjaan  membagikan hasil masakan tersebut untuk  tetangga, saudara atau orang fakir miskin. Jadi ajang untuk membina  ikatan sosial potensial sekali.
  • 3. Wujud Rasa Syukur Kepada Allah: Manfaat aqiqah berikutnya ialah  sebagai wujud syukur kita untuk  Allah Subhanahu wa Ta’ala atas anugrah diserahkan  nikmat anak. Karena tidak seluruh  hamba Allah tersebut  diberi nikmat mempunyai  anak. Diluar sana terdapat  hamba Allah yang Allah uji dengan kemandulan sampai-sampai  sulit mempunyai  anak. Berangkat darisini, ketika muncul  rasa gembira atas kelahiran anak maka tidak boleh  lupa guna  bersyukur untuk  Allah. Adapun salah satu format  rasa syukur tersebut  dengan mengemban  sunnah rasul yaitu  aqiqah.
  • 4. Menghidupkan Sunnah Nabi: Patut diketahui bahwa dengan menjalankan aqiqah anda  berarti sudah  menghidupkan salah satu doktrin  Rasulullah. Ibnu Haj mengatakan, “Banyak sekali guna  yang diperoleh  dari aqiqah antara beda  : menggarap  sunnah dan memadamkan bid’ah. ” Aqiqah pun  menarik tidak sedikit  pahala khususnya  di zaman kini  yang banyaknnya pahala ini juga diakibatkan  oleh minimnya orang yang inginkan  melakukannya. (Al Madkhal 3/228-229)
  • 5. Menolak Bala :Aqiqah menampik  bala? Ya, ada sejumlah  ulama yang menuliskan   demikian. Ibnu Haj mengatakan, “Banyak sekali guna  aqiqah di samping  menghidupkan sunnah dan memadamkan bid’ah, tidak terdapat  keberkahan yang ada  pada aqiqah selain mengawal  jabang bayi dari sumber penyakit laksana  yang tertera  dalam hadis, maka sunnah apa juga  yang dilaksanakan  akan menjadi penyebab seluruh format  kebaikan dan keberkahan. ”

3 cara menghitung hari aqiqah

cara menghitung hari aqiqah ini lah yang banyak di cari orang tua. bagi yang mempunyai anak baru lahir, lanjutkan membaca sampai selesai, kita akan bagikan cara menghitung hari aqiqah dan menentukan kapan dilaksanakan aqiqahnya.. yuk simak terus..

bagaimana cara menghitung hari aqiqah, hari ke- 7,14 dan 21 mulainya darimana ya ? Hari ketika anak lahir kah atau keesokan harinya ?

Lalu seperti apa cara menghitung hari aqiqah itu ?

Al Imam Nawawi rahimahullah ta’ala saat menjelaskan perkara ini berbicara : “Di sini terdapat dua pendapat :

Pendapat yang sangat shahih, hari kelahiran masuk dalam hitungan, sampai-sampai hitungan hari penyembelihan aqiqah ialah enam hari sesudah kelahiran.

Pendapat kedua mengaku hari kelahiran tidak tergolong dalam hitungan, sampai-sampai penyembelihan aqiqah dilaksanakan tujuh hari sesudah kelahiran.

Pendapat kedua ini dilafalkan dalam buku Al-Buyuthi. Akan namun pendapat yang dipilih dalam madzhab Syafi’i ialah pendapat kesatu , itulah yang dimaksudkan dengan tekstual hadits. Jika bayi tersebut lahir di malam hari, maka masa-masa aqiqah mulai dihitung dari hari sesudah kelahiran. Hal ini tidak diperselisihkan sebagaimana ditetapkan oleh Al-Buyuthi. Walaupun beliau melafalkan bahwa hari bermunculan tidak masuk dalam hitungan tujuh hari

jadi kesimpulanya seperti apa?

Jadi menurut beberapa besar ulama masa-masa siang hari ialah awal hitungan guna tujuh hari, sementara waktu malam tidaklah dihitung, sampai-sampai yang bakal jadi hitungan hari berikutnya.

Misalnya terdapat bayi yang bermunculan pada hari Ahad (12/17), pagi siang atau sore, maka hitungan hari ketujuh telah mulai dihitung pada hari Ahad. Sehingga aqiqah bayi tersebut dilakukan pada hari Sabtu (18/17).

Jika bayi itu lahir pada hari Ahad (12/17), pada malam hari, maka hitungan tadinya tidak dibuka dari hari Ahad, tetapi dari hari Seninnya keesokan harinya. Sehingga aqiqah bayi itu pada hari Ahad (19/17).

Wallahu a’lam.

fiqih aqiqah pdf, ebook terlengkap yang mengupas tentang makna aqiqah

bagi anda yang sedang mencari fiqih aqiqah pdf atau referensi buku makna aqiqah atau sedang mencari pembahasan yang lengkap mengenai makna aqiqah yang dibahas oleh ahlinya. Tepat sekali disini kami akan membagikan berbagai buku gratis mengenai makna aqiqah atau buku elektronik. (ebook)

fikih aqiqah yang membahas seputar ibadah aqiqah beserta dasar konsepnya Menurut ahli fiqih ibadah yaitu segala sesuatu yang dikerjakan untuk mencapai keridhaan Allah dan mengharap pahala-Nya di akhirat Majlis Tarjih Muhammadiyah memberikan definisi tentang ibadah adalah. bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan mentaati segala. perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan-Nya

Dari tiga definisi tersebut, jelaslah bahwa ibadah adalah segala kegiatan yang semata-mata dikerjakan berdasarkan pada memperhambakan diri kepada Allah SWT.

Aqiqah berasal dari bahasa Arab yaitu mashdar (kata benda) dari fiil madhi dengan fiil mudhore’ yang berarti “mengaqiqahkan anak atau menyembelih kambing aqiqah” Menurut bahasa aqiqah artinya memotong atau memisahkan, misalnya kata “Uquq Al- Walidaini” artinya durhaka kepada kedua orang tua.

nah dalam ebook ini kalian akan mendapatkan penjelasane mengenai ibadah aqiqah secara lengkap. download dibawah ini ya..

silahkan download di alamat sini, dan beberapa saya bagikan ebook pdf secara lengkap dan gratis kepada anda, terimakasih…

baca juga yuk

3 cara menghitung hari aqiqah

cara menghitung hari aqiqah ini lah yang banyak di cari orang tua. bagi yang mempunyai anak baru lahir, lanjutkan membaca sampai selesai, kita akan bagikan cara menghitung hari aqiqah dan menentukan kapan dilaksanakan aqiqahnya.. yuk simak terus..

bagaimana cara menghitung hari aqiqah, hari ke- 7,14 dan 21 mulainya darimana ya ? Hari ketika anak lahir kah atau keesokan harinya ?

Jawaban:
Ulama bersepakat bahwa masa-masa yang sangat afdhal untuk mengadakan aqiqah untuk anak yang baru lahir pada hari ke-7, menurut hadits :

قَالَ كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّ
“Seorang anak tersebut tergadai dengan aqiqahnya, maka sembelihlah fauna untuknya pada hari ke tujuh

.”(HR. Abu Daud)


Dan beberapa besar ulama berasumsi bahwa andai tidak dapat pada hari ke-7, masa-masa afdhal selanjutnya ialah pada hari ke-14 dan ke-21nya,[1] menurut dalil-dalil diantaranya :


العَقِيْقَةُ تذبَحُ لِسَبع وَلأرْبَع عَشَرة ولإحدى وَعِشْرِيْن
“Aqiqah tersebut disembelih pada hari ketujuh atau ke empat belas atau kedua puluh satu.”

(HR. Baihaqi)

Lalu seperti apa cara menghitung hari aqiqah itu ?

Al Imam Nawawi rahimahullah ta’ala saat menjelaskan perkara ini berbicara : “Di sini terdapat dua pendapat :

Pendapat yang sangat shahih, hari kelahiran masuk dalam hitungan, sampai-sampai hitungan hari penyembelihan aqiqah ialah enam hari sesudah kelahiran.

Pendapat kedua mengaku hari kelahiran tidak tergolong dalam hitungan, sampai-sampai penyembelihan aqiqah dilaksanakan tujuh hari sesudah kelahiran.

Pendapat kedua ini dilafalkan dalam buku Al-Buyuthi. Akan namun pendapat yang dipilih dalam madzhab Syafi’i ialah pendapat kesatu , itulah yang dimaksudkan dengan tekstual hadits. Jika bayi tersebut lahir di malam hari, maka masa-masa aqiqah mulai dihitung dari hari sesudah kelahiran. Hal ini tidak diperselisihkan sebagaimana ditetapkan oleh Al-Buyuthi. Walaupun beliau melafalkan bahwa hari bermunculan tidak masuk dalam hitungan tujuh hari

jadi kesimpulanya seperti apa?

Jadi menurut beberapa besar ulama masa-masa siang hari ialah awal hitungan guna tujuh hari, sementara waktu malam tidaklah dihitung, sampai-sampai yang bakal jadi hitungan hari berikutnya.
Misalnya terdapat bayi yang bermunculan pada hari Ahad (12/17), pagi siang atau sore, maka hitungan hari ketujuh telah mulai dihitung pada hari Ahad. Sehingga aqiqah bayi tersebut dilakukan pada hari Sabtu (18/17).
Jika bayi itu lahir pada hari Ahad (12/17), pada malam hari, maka hitungan tadinya tidak dibuka dari hari Ahad, tetapi dari hari Seninnya keesokan harinya. Sehingga aqiqah bayi itu pada hari Ahad (19/17).

Wallahu a’lam.

referensi ke-2 cara menghitung hari aqiqah Perhitungan Hari Ketujuh

Dari kapan dihitung hari ketujuh? Apakah dari hari kelahiran atau hari setelahnya?

cara menghitung hari aqiqahhari ke-7?

Jika bayi dilahirkan malam, bagaimana menilai hari ketujuh aqiqah?

Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Dianjurkan supaya aqiqah dilaksanakan di hari yang ketujuh. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,


كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى
Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Hewan aqiqah disembelih di hari ketujuh sesudah kelahiran, si anak digundul dan diberi nama.

(HR. Abu Daud 2455 dan dishahihkan al-Albani)


Bahkan menurut keterangan dari Ibnu Qudamah, ulama sepakat fauna aqiqah disarankan untuk disembelih di hari ketujuh sesudah kelahiran. Ibnu Qudamah mengatakan,


قال أصحابنا : السنة أن تذبح يوم السابع… ولا نعلم خلافاً بين أهل العلم القائلين بمشروعيتها في استحباب ذبحها يوم السابع
Para ulama madzhab hambali mengatakan, yang cocok sunah fauna aqiqah disembelih di hari ketujuh… kami tidak memahami adanya perbedaan ulama yang manyatakan disyariatkannya aqiqah, bahwa fauna aqiqah disarankan untuk disembelih di hari ketujuh..

(al-Mughni, 9/364)


Bagaimana cara tepat dalam menilai hari ketujuh pasca kelahiran?

Ada perbedaan pendapat ulama mengenai cara menghitung hari ketujuh pasca-kelahiran. Perbedaan ini berangkat dari, apakah hari kelahiran dihitung ataukah tidak dihitung?


[1] Hari kelahiran tidak dihitung

Batasnya ialah melewati masa-masa subuh, tidak dihitung. Ini pendapat Malikiyah (at-Taj wal –Iklil, 4/390).
Jika bayi yang dicetuskan di hari jumat jam 5 pagi, maka perhitungan 7 hari dibuka sejak hari sabtu. Sehingga aqiqahnya disembelih di hari jumat berikutnya.

[2] Hari kelahiran dihitung

Ini adalah pendapat jumhur ulama.
An-Nawawi menuliskan ,


وهَل يُحسَبُ يَومُ الوِلَادَةِ مِن السَّبْعَةِ ؟ فيه وجهان أصحهما يحسب فيذبح في السادس مما بعده “والثاني” لا يحسب فيذبح في السابع مما بعده , وهو المنصوص في البويطي ولكن المذهب الأول وهو ظاهر الأحاديث, فإن ولد في الليل حسب اليوم الذي يلي تلك الليلة بلا خلاف..
Apakah hari kelahiran masuk dalam hitungan? Ada dua pendapat ulama Syafiiyah dalam urusan ini. Yang sangat tepat, dihitung, sampai-sampai disembelih di hari keenam sesudah kelahiran. Pendapat kedua, hari kelahiran tidak dihitung, sampai-sampai disembelih di hari ketujuh setelahnya. Dan ini yang ditetapkan dalam kitanya al-Buwaiti. Namun pendapat kesatu lebih mendekati arti hadis.


Jika lahir di malam hari, mereka sepakat hari sesudah malam tersebut dihitung. (al-Majmu Syarh al-Muhadzab, 8/431).
Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,


ذهب جمهور الفقهاء إلى أن يوم الولادة يحسب من السبعة, ولا تحسب الليلة إن ولد ليلاً, بل يحسب اليوم الذي يليها
Mayoritas ulama mengaku bahwa hari kelahiran pun dihitung guna menilai tujuh hari pasca-lahiran. Sementara malamnya tidak dihitung, tetapi yang dihitung ialah siang harinya. .

(al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 30/279)


Berdasarkan kaidah jumhur, berarti hari aqiqah ialah hari kelahiran minus satu.

[hari aqiqah = hari kelahiran – 1].
Jika lahir hari selasa, aqiqah dilaksanakan di hari senin. Jika lahir jumat, aqiqah di hari kamis, dst. Jika lahir malam sabtu, aqiqah di hari jumat. Karena malam sabtu, yang dihitung sabtunya.


Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan,
قوله: ” تذبح يوم سابعه ” ، أي: يسن أن تذبح في اليوم السابع ، فإذا ولد يوم السبت فتذبح يوم الجمعة يعني قبل يوم الولادة بيوم، هذه هي القاعدة

Maksud sabda beliau, ‘Disembelih di hari ketujuh’ dengan kata lain dianjurkan guna di sembelih di hari ketujuh sesudah lahiran. Jika dicetuskan di hari sabtu, maka disembelih di hari jumat, dengan kata lain sehari sebelum hari lahiran. Inilah kaidahnya. (as-Syarh al-Mumthi’, 7/493).
Dan pendapat yang lebih mendekati ialah pendapat jumhur ulama. Syaikh Muhammad al-Mukhtar as-Sinqithy menyerahkan kaidah,


والإضافة تقتضي تقييد الحكم بالمضاف إليه، والمعنى: أن هذا اليوم وهو السابع مضاف إلى يوم الولادة، وعلى هذا فيكون يوم الولادة هو السابع
Bentuk idhafah (menyandarkan) mewajibkan bagian yang disandarkan masuk ke dalam hukum. Maknanya, bahwa hari ini, yakni hari ketujuh yang disandarkan pada hari kelahiran, maka hari kelahiran masuk unsur hitungan tujuh itu.

(Syarh Zadul Mustaqni’).


Kaidah ini menjawab, andai ada orang menuliskan hari ketujuh kelahiran, berarti hari kelahiran masuk dalam hitungan tujuh hari itu.

baca juga: