Disunnahkan Memasak Daging Sembelihan Aqiqah Tidak Memberikan Dalam Keadaan Mentah

disunnahkan-memasak-daging-sembelihan-aqiqah-tidak-memberikan-dalam-keadaan-mentahImam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.43-44, berkata : “Memasak daging aqiqah termasuk sunnah. Yang demikian itu, karena jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang mendapat bagian) tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat tersebut. Para tetangga, anak-anak dan orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. Sebab orang yang diberi daging yang sudah masak, siap makan, dan enak rasanya, tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika daging mentah yang masih membutuhkan tenaga lagi untuk memasaknya. Dan pada umumnya, makanan syukuran dibuat dalam rangka untuk menunjukkan rasa syukur dan dimasak dahulu sebelum diberikan atau dihidangkan kepada orang lain.”

Paket Aqiqah Jogja

paket-aqiqah-jogja-enakMerayakan momen spesial kelahiran sang buah hati anda dengan menjalankan sunnah aqiqah. Melalui paket layanan aqiqah ridho aqiqah dengan variasi menu.

Dikemas dalam menu yang siap saji dengan menu pilihan yang bisa Anda nikmati dan bisa Anda pesan. sesuai motto atau slogan kami : Syar’i, Amanah, dan hemat

paket-aqiqah-murah-di-jogjakartaVariasi menu dalam pilihan paket, Mudah dalam pembayaran aqiqah, armada pendistribusian  diantar cepat, murah dengan kualitas terbaik, karena kami memiliki kambing sendiri, terjaga kualitasnya rasa enak, syar’i, karena kami lebih mengutamakan terpenuhinya syarat ibadah.

Untuk informasi dan pemesanan paket Aqiqah Ridho untuk Laki-laki dengan Paket Aqiqah Perempuan. lebih lanjut hubungi Tlp/WA 0823 – 3333 – 3776

 

Makna kata Mutiara aqiqah

makna-kata-mutiara-aqiqahSebuah uraian kata yang penuh makna  disaat kita mengungkapkan rasa bahagia dikala kelahiran Putra atau putri tercinta. Rasa haru dan bangga penuh  rasa syukur  pada Yang Maha Kuasa Allah SWT. Ada untaian kata indah kata-kata mutiara yang terbersit disetiap sujud syukur Kita.

Ada  banyak sunah yang perlu dilakukan selain mengungkapkan rasa syukur kita  pada  Yang Maha Agung. Diantaranya sunnahnya melaksanakan aqiqah untuk sang anak tercinta.

Kebahagiaan itu terurai lewat  kata mutiara saat pelaksanaan  aqiqah, yang merupakan untaian doa dari hati dan nurani sang orang tua.  Sebagai tanda rasa syukur dan memohon do’anya dari handai taulan, keluarga, teman ataupun sahabat-sahabat kita atas kelahiran Putra atau Putri kita. Yang biasanya akan  tertuang dalam sebuah kata  mutiara dalam undangan maupun dalam hantaran aqiqah. Sebagai instrumen yang menghiasi hantaran atau hidanga dalam aqiqah sebuah keluarga.

Aqiqah Murah dan Enak di Jogja

aqiqah-murah-dan-enak-di-jogjaRidho Aqiqah Jogja ..Bisa menjadi rekomendasi alternatif yang tepat dalam menentukan pilihan saat melaksanakan aqiqah untuk anak laki-laki atau anak perempuan Anda.

Dengan mutu terjamin dengan slogan kami :  Syar’i, Amanah dan Hemat Ridho aqiqah juga merupakan  tempat aqiqah murah jogja, namun tetap menjaga layanan baik dari segi kualitas, freshfood(makanan segar) dan ketepatan waktu. serta tetap mengutamakan ke-hygienis-an produk dan olahan.

Insya Allah akan menjadi suatu hidangan Aqiqah enak halal, berkualitas dan bercitarasa tinggi. Hal ini terbukti  dalam beberapa paket aqiqah jogja 2018 dengan banyaknya pesanan yang kami terima .

Prosesi Aqiqah

prosesi-aqiqahAqiqah adalah salah satu sunnah yg ditinggalkan dan dicontohkan Rasululloh SAW. Sunnah ini dilakukan kepada anak yg baru lahir dan dilakukan pada hari 7, 14, 21, dst (kelipatan 7).

Pada saat pelaksanaan akikah ini, orang tuanya biasanya menyembelih kambing dengan ketentuan, 2 ekor kambing jika bayinya laki-laki dan 1 ekor kambing jika bayinya perempuan.

Berikut ini dalil mengenai sunnahnya aqiqah:

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasululloh SAW bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad)

“Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Dari Aisyah dia berkata : Rasululloh SAW bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.” (HR Ahmad)

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh SAW bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (HR Bukhari)

Dari Ummi Kurz Al-Ka’biyyah, ia berkata: Aku mendengar Rasululloh SAW bersabda:“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang berdekatan umurnya dan untuk anak perempuan satu ekor kambing” (HR. Ahmad 6/422 dan At-Tirmidzi 1516)

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasululloh SAW bersabda,“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad)

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Rasululloh SAW pernah ber‘aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi nama dan memerintahkan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya (dicukur)”. (HR. Hakim, dalam AI-Mustadrak juz 4, hal. 264) (Keterangan : Hasan dan Husain adalah cucu Rasululloh SAW.)

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasululloh SAW bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” (HR Ahmad, Thabrani, dan Al-Baihaqi)

Dari Abu Buraidah r.a.:”Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya.” (HR Baihaqi dan Thabrani).

“Seorang anak yang baru lahir tergadaikan oleh akikahnya. Maka disembelihkan kambing untuknya pada hari ke tujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama”. (HR. Ashabussunah)

Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari Ummu Karaz Al Ka’biyah bahwa ia bertanya kepada Rasululloh SAW tentang akikah. Beliau bersabda, “Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan satu ekor. Dan tidak akan membahayakan kamu sekalian, apakah (sembelihan itu) jantan atau betina.”

Dari dalil-dalil di atas, kita bisa lihat bahwa aqiqah itu:
– dilakukan pada hari 7, 14, 21, dst (kelipatan 7). aqiqah bisa dilaksanakan selama si anak belum baligh (+/- 12 tahun utk anak laki2 dan 10 tahun utk anak perempuan).

– saat dilakukan aqiqah, bayi dicukur rambutnya dan ditimbang beratnya serta dikonversi dalam bentuk emas. Lalu ortunya bersedekah seberat emas tsb.

– pemberian nama (secara resmi) diberikan kepada bayi saat aqiqah tersebut.

– jika bayinya laki-laki maka saat aqiqah memotong 2 ekor kambing, sementara untuk bayi perempuan cukup 1 ekor kambing.

Beberapa hal tambahan:
– Menurut sebagian kalangan Syafii, jika seseorang mengetahui dirinya ternyata belum diaqiqahi oleh ortunya (saat dia masih kecil), maka dia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri. Dalilnya hadits riwayat Al Thabrani yang berasal dari Anas RA disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengaqiqahi dirinya sendiri setelah diutus sebagai nabi. Derajat hadits ini seperti yang disebutkan dalam silsilah ash-Shahihah, menurut Al Albani adalah sahih.

– Biaya aqiqah, afdholnya dari orang tua. Tapi boleh juga dari pihak lain, misalnya kakeknya si bayi. Ulama dari mazhab Maliki dan Hambali memandang bahwa biaya aqiqah harus berasal dari ayahnya. Jadi, jika biayanya berasal dari harta orang lain tidak disebut sebagai aqiqah. Namun pendapat kalangan Syafii lebih kuat. Menurut mereka, aqiqah menjadi tanggungan orang yang bertanggung jawab memberikan nafkah kepada si anak, entah ayah, ibu atau kakeknya. Pasalnya, perintah untuk menunaikan aqiqah berlaku mutlak tanpa dibatasi kepada ayah saja. Sebagai contoh, aqiqah Hasan ra dan Husein ra dilakukan oleh kakek mereka, Nabi Muhammad SAW.

Saat pelaksanaan aqiqah, tidak selalu dilakukan pengajian atau ceramah. Hal ini dikarenakan inti aqiqah adalah menyembelih kambing dan memakannya (serta berbagi kepada kenalan).

– Memotong rambut si bayi hendaknya yg rata, jangan sampai bagian depan, kanan, kiri, dan belakangnya jadi amburadul. Tidak harus digunduli. Bahkan, jika si bayi memang gundul, tidak perlu memaksakan menggunting/memotong rambutnya.

– Daging aqiqah boleh dibagikan kepada orang non muslim (teman orang tuanya atau tetangga).

– Ketentuan 2 ekor kambing utk anak laki-laki tidak mengikat. Dalam satu hadits disebutkan, bahwa Rasululloh SAW meng-aqiqah-kan Hasan dan Husen dengan 2 ekor kambing (bukan 4 ekor).

– Pastikan nama yg diberikan adalah nama yg baik.

Semoga bermanfaat

 

Continue reading

Sunnah Aqiqah Hari Ketujuh

sunnah-aqiqah-hari-ketujuhMenurut keterangan yang paling shahih, bahwa hukum aqiqah itu hanyalah sunnah. Maka apabila dapat mengikuti ketentuan sunnah aqiqah hari ketujuh itu adalah lebih baik.

Namun andaikata terpaksa, dan tidak dapat melaksanakannya karena tidak ada kelapangan rezeki dan lainnya, maka tidak ada dosa atau tuntutan apapun atasnya. Tidak boleh memaksakan diri dalam hal agama apabila tidak ada kemampuan. Selain itu yang harus diperhatikan adalah caranya, waktunya dan niatnya, apakah sudah sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Dalil melakukan aqiqah adalah sunnah, berdasarkan hadits berikut:

Continue reading

Hidangan Aqiqah

hidangan-aqiqahAqiqah dilakukan sebagai tanda syukur atas kelahiran anak, Daging aqiqah juga dibagikan dalam bentuk hidangan.

Wujud syukur menyambut kelahiran bayi ditunjukkan dengan menggelar aqiqah. Orangtua menyembelih kambing, dua ekor untuk anak lelaki dan seekor untuk anak perempuan. Kemudian daging kambing yang sudah masak menjadi hidangan untuk para undangan.

muslim disunahkan menggelar aqiqah. Makanan yang dibagikan bukan berbentuk bubur, melainkan hidangan berbahan daging kambing.

 

Mencukur Rambut Bayi Aqiqah

mencukur-rambut-bayi-aqiqahWaktu mencukur rambut bayi yang sesuai sunah adalah ketika hari ketujuh pasca-kelahiran. Berdasarkan beberapa dalil yang menjelaskan tentang aqiqah, diantaranya,

Hadis dari Salman bin Amir adh-Dhabbi radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى

“Setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah di hari ketujuh dan hilangkan kotoran dari bayi itu.” (HR. Bukhari 5471).

Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُسَمَّى وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih pada hari ketujuh, diberi nama, dan digundul kepalanya.” (HR. Nasai 4149, Abu Daud 2837, dan Turmudzi 1522)

Ibnu Qudamah mengatakan,

يستحب أن يحلق رأس الصبي يوم السابع, ويسمى; لحديث سمرة. وإن تصدق بزنة شعره فضة فحسن; لما روي أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لفاطمة, لما ولدت الحسن: احلقي رأسه, وتصدقي بزنة شعره فضة على المساكين والأفاوض

Dianjurkan menggundul kepala bayi pada hari ketujuh dan diberi nama. Berdasarkan hadis Samurah. Jika dia bersedekah dengan perak seberat rambut itu, maka itu merupakan perbuatan yang baik. Berdasarkan hadis bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada Fatimah ketika melahirkan Hasan: “Cukur rambutnya, bersedekahlah dengan perak seberat timbangan rambutnya kepada orang miskin dan ahlus sufah.” (HR. Ahmad)… (al-Mughni, 22:8)

Dalam Ensiklopedi Fikih dinyatakan,

ذهب الجمهور المالكية والشافعية والحنابلة إلى استحباب حلق شعر رأس المولود يوم السابع, والتصدق بزنة شعره ذهباً أو فضة عند المالكية والشافعية, وفضة عند الحنابلة. وإن لم يحلق تحرى وتصدق به. ويكون الحلق بعد ذبح العقيقة..

Mayoritas ulama di kalangan Malikiyah, Syafiiyah, dan Hambali berpendapat dianjurkan untuk mencukur rambut bayi pada hari ketujuh, kemudian bersedekah dengan emas atau perak seberat rambut menurut Malikiyah dan Syafiiyah, sementara menurut Hambali, sedekahnya dengan perak saja. Jika bayi tidak dicukur, orang tuanya bisa memperkirakan berat rambutnya dan bersedekah seberat rambut itu. Kemudian mencukur rambut dilakukan setelah menyembelih aqiqah.. (Mausu’ah al-Fiqhiyah, 26:107).

Berdasarkan keterangan di atas, penentuan waktu pelaksanaan aqiqah di hari ketujuh, hukumnya tidak wajib. Demikian pula, aqiqah dan mencukur rambut, tidak harus dilakukan bersamaan.

Allahu a’lam

Sumber Bacaan :

https://konsultasisyariah.com/15528-waktu-mencukur-rambut-bayi-saat-aqiqah.html

Syarat Domba untuk Aqiqah

SYARAT DOMBA UNTUK AQIQAH

Sebelum melakukan aqiqah untuk anak anda, amat sangat mutlak untuk mengetahui syarat dan ketentuan kambing/domba yang mampu disembelih untuk aqiqah. Aqiqah anak yaitu ibadah, sehingga hendaknya kita lakukan dgn sebaik-baiknya dan sesuai dengan tuntunan syariah dalam melaksanakannya.

syarat-domba- untuk-aqiqahAda sekian tidak sedikit arahan buat dapat memilih kambing Aqiqah dan serta ada ketentuan disaat nya yang dapat anda pakai. yang paling utama ialah tips dari Rasulullah SAW.

1. Cukup Umur
Yang dimaksud pass umur adalah minimal enam bulan dan sebaiknya sudah melewati satu tahun. Ini yaitu berdasarkan sabda Rasul dan pernyataan jumhur ulama.

2. Hewan Sehat dan tidak pincang
Periksa mulai sejak sejak dari mata, apakah buta kedua matanya atau buta sebelah, dahulu ekornya apakah sudah terpotong erkonya atau telinga. Setelah Itu anda juga harus memperhatikan dari sisi fisik kambing, apakah sedang sakit atau tidak. Seandainya ingin memakai jasa aqiqah, sebaiknya anda memakai jasa aqiqah yang benar-benar lah berdedikasi dan bukan amatiran. Tak Sedikit yang menawarkan kambing aqiqah murah namun harus teliti sebelum membeli.

3. Tidak Cacat
Sebetulnya bukan cacat yang tidak diperbolehkan, tetapi bila tanduk patah, gigi lepas dalam masa pergantian serta bulu rontok, sakit ringan dan saksikan sekian tidak sedikit penyakit atau tanya yang tidak membahayakan kehidupan kambing untuk aqiqah.

Dari Jabir Radhiyallahu ta`ala ‘anhu, Rasulullah bersabda, Jangan kalian menyembelih kecuali hewan yang sudah memenuhi umur, kecuali seandainya sulit bagi kalian. Jika sulit bagi kalian maka sembelihlah jada-a dari domba.”

“Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban : 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).

Kambing Jantan atau Betina untuk Aqiqah

 kambing-jantan-atau-betina-untuk-aqiqah0Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: Para ulama menyatakan, jika tidak memungkinkan pada hari ketujuh, maka pada hari keempat belas. Jika tidak mungkin juga, maka pada hari kedua puluh satu. Dan bila tidak mungkin juga, maka kapan saja. inilah aqiqah. [4]

Sedangkan yang berkaitan dengan ketentuan jumlah kambingnya, untuk bayi laki-laki dua kambing dan bayi wanita satu kambing. Ini berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan satu kambing”. [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

kambing-jantan-atau-betina-untuk-aqiqahKetentuan kambingnya disini tidak dijelaskan jenisnya, harus jantan atau boleh juga betina. Namun para ulama menyatakan, bahwa kambing aqiqah sama dengan kambing kurban dalam usia, jenis dan bebas dari aib dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci tentang disyaratkan jantan atau betina. Oleh karena itu, kata syah (شَاةٌ ) dalam hadits di atas, menurut bahasa Arab dan istilah syari’at mencakup kambing atau domba, baik jantan maupun betina. Tidak ada satu hadits atau atsar yang mensyaratkan jantan dalam hewan kurban. Pengertian syah (شَاةٌ) dikembalikan kepada pengertian syariat dan bahasa Arab.[5]

Dengan demikian, maka sah bila seseorang menyembelih kambing betina dalam kurban dan aqiqah, walaupun yang utama dan dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah kambing jantan yang bertanduk. Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun IX/1426H/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
________
Footnote
[1]. Perkataan Imam Ahmad ini kami nukil dari Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Fauzan (3/194).
[2]. Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Al Fauzan (3/194).
[3]. Al Wajiz Fi Fiqhi As Sunnah Wal Kitab Al Aziz, Abdul ‘Azhim Badawi, hlm. 405.
[4]. Al Muntaqa Min Fatawa (3/193).
[5]. Tentang hal ini, lihat keterangan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarah Nadzmu Waraqat, hlm. 89-90.

Sumber bacaan :

https://almanhaj.or.id/857-perihal-aqiqah-kambing-jantan-atau-betina.html