Cara mengatasi ketakutan pada anak

ibu yang sedang mengatasi katakutan pada anak
cara mengatasi katakutan pada anak

Sering kali orang tua mencari informasi tentang ketakutan pada anak, apa sih yang menyebebkan itu semua, dan bagaimana cara mengatasinya, nah jika bunda mncari jawaban dari pertanyaan bunda, tulisan dibawah ini akan mnjawab kegelisahan bunda dalam menghadapi ketakutan pada anak.

1. KETAKUTAN UNTUK BERPISAH (SEPARATION ANXIETY)

Anak khawatir  harus berpisah dengan orang terdekatnya. Figur ibu, tak tidak jarang  kali  harus berarti ibu kandung, tetapi  pengasuh, kakek-nenek, ayah, atau siapa saja yang memang dekat dengan anak. Kelekatan anak dengan sosok ibu yang semula terasa amat kental, seringkali  akan berkurang di tahun-tahun berikutnya. Bahkan di umur  2 tahunan, kala telah  bereksplorasi, anak akan mencungkil  diri dari keterikatan dengan ibunya. Justru bakal  jadi masalah bila   si ibu kelewat melindungi/overprotektif atau kegemaran  mengatur segala hal, sampai  tak dapat  mempercayakan anaknya pada orang lain. Perlakuan semacam tersebut  justru akan menciptakan  kelekatan ibu-anak terus bertahan dan akhirnya memunculkan  kelekatan patologis hingga  si anak besar. Akibatnya, anak enggan  sekolah, mudah  nangis, dan sulit dirayu  saat ditinggal ibunya.Bahkan si ibu beranjak ke dapur atau ke kamar mandi pun, dibuntuti  si anak terus. Repot, kan?

Cara Mengatasi:Jelaskan pada si kecil, kenapa  ibu me sti pergi/bekerja. Begitu pun  penjelasan mengenai  waktu walau  anak umur  ini belum sepenuhnya memahami  alias belum tahu serupa   kapan pagi, siang, sore, dan malam serta pengertian tentang  berapa lama setiap  tenggang masa-masa  tersebut. Akan sangat mempermudah  bila orang tua memakai  bahasa yang gampang  dimengerti. Semisal, “Nanti, waktu anda  makan sore, Ibu telah  pulang.” Jika tak dapat  pulang cocok  waktu yang dijanjikan, beri tahu anak lewat telepon. Sebab, anak bakal  terus menantikan  dan ini justru dapat  menambah rasa fobia  anak. Ia bakal  terus khawatir  bertanya-tanya, mengapa  sang ibu belum datang

baca juga: mindset orang tua dalam menghadapi virus covid 19

2. TAKUT MASUK “SEKOLAH”

Bukan soal gampang  melepas anak umur  batita masuk playgroup. Sebab, ia me sti beradaptasi dengan lingkungan barunya. Padahal, tak seluruh  anak dapat  gampang beradaptasi. Dari pihak orang tua, tidak tidak banyak  pula yang malah  tak rela melepas anaknya “sekolah” sebab  khawatir anaknya terjatuh kala bermain atau didorong temannya.

Cara Mengatasi:Orang tua tetap butuh  mengantar anak ke “sekolah” sebab  ini mencantol  soal pembiasaan.

3. KETAKUTAN PADA ORANG ASING

Di usia-usia awal, anak memang inginkan  digendong/dekat dengan siapa saja. Namun di umur  8-9 bulan seringkali  mulai hadir  ketakutan atau sikap mengawal  jarak pada orang yang belum begitu dikenalnya. Ini normal sebab  anak telah  mengerti/mengenali orang. Ia mulai sadar, mana orang tuanya dan mana orang beda  yang jarang dilihatnya.

Cara Mengatasi di umur  batita seharusnya rasa fobia  pada orang asing telah  mulai berangsur hilang karena, toh, ia telah  bereksplorasi. Semestinya anak telah  memperoleh lumayan  pengetahuan guna  menyadari bahwa tak seluruh  orang asing/yang belum begitu dikenalnya adalah ancaman baginya. Biasanya, malah  karena orang tua sering  menakut-nakuti, sampai-sampai  anak bersikap laksana  itu. “Awas, tidak boleh  deket-deket sama orang yang belum anda  kenal. Nanti diculik, lo!” Memang boleh-boleh saja orang tua menasehati anak guna  berhati-hati/bersikap waspada pada orang asing, namun  sewajarnya saja dan bukan dengan teknik  menakut-nakutinya.

4. TAKUT PADA DOKTER

Cara Mengatasi:Izinkan anak membawa   benda atau mainan kesayangannya ketika  datang ke dokter sampai-sampai  ia merasa aman dan nyaman. Di rumah, orang tua dapat  membantunya dengan meluangkan  mainan berupa perlengkapan  dokter-dokteran. Anak biarkan saja menjalani peran sebagai dokter. Secara rutin  ajak anak ke dokter gigi untuk mengawal  kesehatan giginya. Tak terdapat  salahnya pun  mengajak dia ketika  orang tua atau kakak/adiknya berobat gigi. Dengan begitu anak mendapat   infomasi bagaimana dan ke mana ia me sti pergi untuk mengawal  kesehatan giginya. Lambat laun ketakutannya pada sosok dokter malah  berganti menjadi kekaguman.

5. KETAKUTAN HANTU”

Hi, di situ terdapat  hantunya. Ayo, tidak boleh  main di situ!” Gara-gara sering ditakut-takuti  dan ditakuti laksana  itu, batita yang sebenarnya  belum memahami  sama sekali mengenai  hantu, jadi tahu dan takut. Bisa pun  karena ia menyaksikan  film horor di televisi.

Cara Mengatasi:Jauhkan anak dari tontonan mengenai  hantu. Orang tua juga  seyogyanya tidak boleh  pernah mengancam  anak melulu  demi kepentingannya. Bisa pula dengan membelikan buku-buku kisah  atau tontonan anak tentang  karakter hantu atau penyihir yang baik hati.

6. TAKUT GELAP

Biasanya juga karena  orang tua. “Mama takut, ah. Lihat, deh, gelap, kan?” Takut pada gelap dapat  juga sebab  anak pernah dihukum dengan dikurung di ruang gelap. Bila empiris  pahit tersebut  begitu membekas, bukan tidak barangkali  rasa takutnya bakal  menetap sampai umur  dewasa. Semisal terbit  keringat dingin atau justeru  jadi sesak napas masing-masing  kali sedang di  ruang gelap atau menjerit-jerit kala listrik seketika  padam.

Cara Mengatasi:Saat istirahat  malam, tidak boleh  biarkan kamarnya dalam suasana  gelap gulita. Paling tidak, biarkan lampu istirahat  yang redup tetap menyala. Cara lain, biarkan boneka atau benda kesayangannya tetap menemaninya, seolah beraksi  sebagai penjaganya sampai  anak tak butuh  takut.

baca juga: ceramah penting dalam pelaksanaan aqiqah

7. KETAKUTAN SAAT BERENANG

Sangat jarang anak umur  balita fobia  air. Kecuali bila   dia pernah merasakan  hal tak mengenakkan seperti  tersedak atau justeru  nyaris tenggelam ketika  berenang sampai  hidungnya tidak sedikit  kemasukan air.

Cara Mengatasi:Lakukan pembiasaan secara bertahap. Semisal, tadinya  biarkan anak sekadar merendam kakinya atau menciprat-cipratkan air di empang  mainan seraya  tetap mengenakan pakaian renang. Bisa pun  dengan memasukkan anak ke klub renang yang ditangani ahlinya. Atau dengan tidak jarang  mengajaknya berenang bareng  dengan saudara/teman-teman seusianya. Tentu saja seraya  terus didampingi dan dibangun kepercayaan  dirinya bahwa berenang sungguh menyenangkan, sampai  tak butuh  takut. Kalaupun anak tetap takut, tidak boleh  pernah memaksa lagipula  memarahi atau melecehkan rasa takutnya. Semisal, “Payah, ah! Berenang, kok, takut!”

8. TAKUT HEWAN

Tak tidak banyak  anak yang fobia  pada jangkrik, kecoa atau serangga terbang lainnya. Sebetulnya ini wajar, sampai  orang tua tidak boleh  tambah menakut-nakutinya, “Awas, nanti terdapat  kecoa, lo.” Hendaknya justru dapat  memahami sebab  anak umur  ini barangkali  saja menemukan tidak sedikit  hal yang bisa  membuatnya takut.

Cara Mengatasi:Boleh saja orang tua memberi pengenalan mengenai  alam hewan  pada anak. Tak butuh  kelewat detail laksana  halnya profesor memberi kuliah. Tugas orang tua sebatas mengetahui  ketakutan anak sekaligus membantunya merasa aman. Boleh saja katakan, “Ayah tahu anda  takut jangkrik.” Cukup segitu dan tidak boleh  paksa anak berada terus-menerus dalam pembicaraan tentang  rasa takutnya. Anak itu harusnya tidak dipaksa untuk selalu berani menghdapi semuanya “Belum saatnya mencobakan anak menyaksikan  atau justeru  menyentuhkan serangga yang ditakutinya. Ini melulu  akan menciptakan  anak semakin takut.” Bila dipaksakan terus, anak malah dapat  fobia pada serangga. Biarkan anak tertarik dengan sendirinya dan seringkali  ini terjadi sesudah  anak berusia 2 tahunan. Jika anak memang fobia  kala terdapat  serangga yang terbang di dekatnya, bantulah guna  mengusirnya bersama.

Sumber : tabloid-nakita.com

corona Virus, ini mindset beragama yang benar, antara ego dan kemanusiaan?

mindset menghadapi corona
potret situasi terkini

Dalam beragama terkadang kita, kita perlu memperhatikan niat dan mindset kita apakah sudah benar apa belum, dalam menghadapi virus corona ini, mindset kita sebisa mungkin harus sesuai dengan ajaran mustofa nabi SAW. Nah perlunya kita membahas mindset dan niat dalam beragama.

Kisah sahabat dan mindsetnya

Kita pasti pernah mendengar kisah tentang seorang Sahabat yang membiarkan untanya begitu saja, tanpa menambatkannya secara patut. Melihat itu, sang Nabi bertanya kepadanya, mengapa dia tidak menambatkan untanya. Sahabat itu dengan penuh percaya diri menjawab bahwa dia bertawakal kepada Allah. Dengan tegas dan penuh bijaksana, Nabi dawuh: “ikatlah untamu lalu bertawakkallah kepada Allah.

Mindset teologi yang fatal

Apa yang dilakukan oleh Sahabat di atas adalah gambaran dari paham teologi fatalistik. Teologi fatalistik adalah aliran teologi yang ajaran dasarnya memandang manusia seperti kapas yang gerakannya sepenuhnya ditentukan oleh arah angin. Jika angin bertiup ke barat, kapas itu akan bergerak ke barat. Intinya, ke mana pun angin bertiup, kapan akan bergerak searah. Teologi fatalistik melihat manusia sepenuhnya sebagai agen pasif. Manusia sama sekali tidak memiliki daya untuk membuat pilihan dan melakukan ikhtiar (usaha). Dalam hidupnya, manusia sama sekali tidak memiliki pilihan, kecuali pasrah apa yang sudah ditakdirkan. Di sini, takdir dipahami sebagai ketetapan Tuhan, given, tak bisa diubah, dan harus diterima begitu saja dan apa adanya.

Efek teologi atau mindset yang fatal ini

Cara pandang teologi fatalistik pada akhirnya berkonsekuensi pada makna kesalehan. Karena seluruh gerak dan sejarah manusia telah ditentukan oleh Tuhan, dan kesalehan adalah kepatuhan total terhadap seluruh ketetapan Tuhan itu, maka menjadi manusia shaleh berarti hidup tanpa ikhtiar. Dalam teologi fatalistik, keshalehan bersinonim dengan kepasifan hidup. Menjadi orang shaleh berarti tidak membuat pilihan-pilihan, tapi pasrah dengan ketentuan. Menjadi orang shaleh dalam kerangka teologi fatalistik berarti tidak melakukan upaya-upaya, karena setiap upaya dianggap sebagai menentang keputusan Tuhan, atau setidaknya tidak menerima apa yang sudah ditetapkan Tuhan.

Apakah mindset ini sesuai dengan mindset nurani manusia

Sebetulnya, tidak ada manusia yang sungguh-sungguh penganut teologi jenis ini. Se-ngeyel apa pun seseorang terhadap kebenaran teologi fatalistik ini, dia tidak akan berani sungguh-sungguh menerapkan dalam hidupnya secara konsisten. Tidak mungkin ada orang yang berani berjalan dengan penuh kepasrahan di tengah jalan raya saat kendaraan sedang berlalu lalang sambil meyakini bahwa jika Tuhan menakdirkannya untuk selamat, dia akan selamat begitu saja. Bahkan dalam urusan yang paling sepele pun seseorang pasti akan melawan teologi ini, misalnya, seseorang perlu menyuapkan makanan ke dalam mulutnya agar perutnya kenyang yang dengannya dia tetap bisa survive sebagai makhluk hidup, sekalipun dia meyakini sepenuhnya bahwa hidup dan mati adalah urusan Tuhan. Mengapa teologi fatalistik gagal sejak dini? Jawabannya adalah karena dia mengingkari sunnatullah (hukum alam).

Orang yang menjaga kesehatan dan merawatnya karena waspada corona

Jika ada orang yang merawat kesehatannya agar tidak sakit, atau berobat saat dia menderita sakit, orang itu bukan sedang melawan takdir Tuhan, tapi melaksanakan sunnatullah. Sunnatullah ini merupakan hukum alam yang bisa dikenali melalui pengalaman pengindraan dan direfleksikan melalui rasio. Hukum yang dihasilkan melalui proses pengindraan dan rasionalitas inilah yang disebut dengan sains (ilmu pengetahuan). Apakah sebelum ada sains, manusia tidak bisa mengenali hukum alam? Bisa! Manusia dengan perangkat indra dan rasionya sejak dulu telah mampu mengenali hukum alam. Itulah mengapa kita menemukan berbagai local genius (kecedasan lokal) dari nenek moyang kita. Yang membedakannya dengan sains adalah bahwa local genius itu tidak tersusun secara logis dan sistematis yang membuatnya bisa dibuktikan kebenarannya (verifiable) atau dibongkar kesalahannya (falsifiable) layaknya sains di era modern. 

teologi fatalistik dan masyarakat tradisional

Jadi, bahkan pada masyarakat tradisional dengan tingkat pengetahuan yang rendah pun teologi fatalistik ini gagal memenuhi kebutuhan hidup manusia. Mengapa? Sekali lagi, itu karena teologi jenis ini bertentangan secara mendasar dengan will to survive yang merupakan kekuatan terendah manusia dalam memproteksi hidupnya. Apakah teologi fatalistik memiliki manfaat? Jawabannya adalah “Ya”. Tapi, manfaatnya lebih bersifat personal daripada sosial. Dalam beragama, kita memerlukan sikap husnudhon (prasangka baik) kepada Allah. Prasangka baik kepada Allah ini akan membuat seseorang memiliki kestabilan emosi dan ketenangan jiwa. Orang yang selalu berpasrah dan berprasangka baik kepada Allah lebih memiliki ketegaran dalam menghadapi gelombang kehidupan yang tidak jarang terasa menyakitkan.  Akan tetapi, sikap ini tidak bisa diseret melebihi batasnya hingga melahirkan sikap fatalistik dalam menghadapi hidup. Jika sikap pasrah kepada pemberian Tuhan diseret terlalu jauh, maka kita tidak akan melakukan upaya apapun dalam hidup. Tiba-tiba Tuhan dijadikan sebagai stempel atas kemalasan dan kebodohan-kebodohan kita. 

Ujian dan cobaan berupa virus corona

Saat ini, ketika kita tengah menghadapi epidemi virus corona atau Covid-19, sikap fatalistik ini bisa berakibat fatal. Atas nama Tuhan, kita sama sekali tidak melakukan tindakan-tindakan pencegahan sebagaimana yang disarakan berdasarkan protokol medis. Apalagi ada kecenderungan acara-acara keagamaan kolosal tetap dijalankan dengan dalih yang terdengar sepenuhnya bersifat fatalistik. Alasan yang diberikan biasanya adalah: “Tuhan akan menyelamatkan kita karena kita sedang melakukan ibadah kepada-Nya”; atau “Jika Tuhan menghendaki, maka kita tidak akan tertular virus sekalipun kita melakukan kontak masif dengan orang-orang yang terinfeksi virus”. Bayangkan, betapa bahayanya sikap seperti ini. Sikap fatalistik dalam beragama masih bisa diterima sejauh itu terkait dengan keshalehan individual. Namun, jika ia memiliki konsekuensi pada keselamatan orang banyak, hal itu sangat berbahaya.

Corona dan contoh anjuran nabi saw

Di tengah epidemi corona seperti ini, teologi fatalistik jelas bisa berakibat fatal. Jika ada orang yang ingin nderek dawuh (ikut sabda) tokoh agama, nderek-lah dawuh Kanjeng Nabi Muhammad: “Ikatlah untamu lalu bertawakallah kepada Allah!” Dalam konteks epidemi virus corona saat ini, dawuh itu bisa bermakna: “Ambil langkah yang tepat untuk melindungi dirimu dan orang-orang di sekitarmu dari infeksi Covid-19, lalu bertawakkallah kepada Allah (mau pakai doa qunut atau hizb terserah!).  

oleh: Ahmad Zainul Hamdi, dosen Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya

sumber: :https://www.nu.or.id/post/read/117850/epidemi-corona-dan-teologi-fatalistik-yang-fatal

baca juga:

Arti mensyukuri kelahiran anak

ini makna aqiqah dalam islam, untuk syukuran lahirnya anak dan perlunya mensyukurinya.

Makna aqiqah

makna aqiqah
makna aqiqah sesuai syarat islam

makna عقيقة adalah ungkapan perasaan  syukur umat Islam terhadap Allah SWT. karna telah diberikan kenikmatan serupa seorang anak untuk nya.

Aqiqah menurut  keterangan dari  bahasa berarti memutus/memotong, sementara  menurut  keterangan dari  istilah Syar’i, Aqiqah ialah  menyembelih Kambing guna  anak yang baru saja lahir. Berdasarkan keterangan dari  Jumhurul Ulama, aqiqah hukumnya Sunnah Muakada (Sunnah yang dianjurkan).

Hal tersebut dikatakan  oleh Ustad Ihsan Ibnu Hasan Ia mengatakan, Aqiqah ialah  tanda syukur manusia untuk  Allah SWT atas nikmat anak yang diberikannya-Nya. Juga sebagai washilah (sarana) memohon untuk  Allah SWT supaya  menjaga dan merawat  bayi yang di amanahkan.

Katanya, Aqiqah adalah tebusan untuk  anak untuk menyerahkan  syafaat untuk  kedua orangtuanya besok  pada hari akhir sebab  disebut sebagaimana Imam Ahmad mengatakan, “Dia tergadai dari menyerahkan  syafaat untuk  kedua orangtuanya (dengan aqiqahnya),”.

baca juga: paket aqiqah anak perempuan

hadist tentang aqiqah

“Dari Samurah, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tersebut  tergadai dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, dan dipotong  rambut kepalanya lantas  diberi nama pada hari itu,” (Ashhabus-Sunan).

Ustad Ihsan menyebut, Aqiqah pun  menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAQ sebab  dengan beraqiqah sama laksana  setiap umat muslim mengekor  tauladan Nabi saat diserahkan  Karunia seorang anak.

Dalam pengamalan  Aqiqah, Ustad Ihsan mengutip dari pernyataan sejumlah  ulama bahwa pengamalan  aqiqah disarankan  pada hari ke-7 dari hari kelahiran si bayi, katanya, pendapat tersebut  disandarkan untuk  hadist dari Samuroh bin Jundub. Akan namun  sebagian ulama lainnya membolehkan pengamalan  aqiqah bisa  di kerjakan  pada hari ke 14 ataupun 21, pendapat tersebut pun  dapat disandarkan untuk  hadist dari A’isya r.a dalam buku  Al-Mustadrok No.7595 dan di shahihkan oleh Imam Hakim dan Imam Adzahabi.

Aqiqah anak laki-laki dan perempuan

Berdasarkan hadist dari Ummu Karaz yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Imam Ahmad, untuk  anak wanita  disembelihkan satu ekor domba  dan untuk  anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing.

Dalam suatu  hadist di jelaskan:

“Hadist dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasul SAW bersabda, “Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor domba  dan untuk  anak wanita  (disembelihkan satu ekor dan tidak memberatkan anda  sekalian apakah (sembelihan itu) termasuk fauna  jantan atau betina,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Namun dalam hadist di atas tidak di kriteria kan apakah sembelihan tersebut  jantan atau betina, walaupun beberapa  ulama mengatakan, lebih afdhol dengan sembelihan fauna  jantan, namun, membolehkan dengan sembelihan fauna  betina, yang pentingnya ialah  mencukupi kriteria  sehat dan tidak cacat.

Mencukur Rambut bayi yang baru lahir

Setelah mengerjakan  pemotongan hewan, dalam aqiqah pun  disunnahkan memotong  rambut bayi yang baru dicetuskan  sampai berakhir  (plontos), lantas  rambut itu  ditimbang dan disunnahkan bersodaqoh senilai perak seberat timbangan rambut bayi tersebut.

Hikmah dari mencurkur rambut bayi selain guna  menghilangkan kotoran yang ada  dirambut bayi ketika  dilahirkan, pun  dapat menguatkan syaraf-syaraf kepala sang bayi. Dan pun  melatih diri guna  bersodaqoh untuk  fakir dan miskin.

baca juga: paket aqiqah untuk anak laki laki

Makna Memberi Nama anak

Juga disunnahkan memberi nama anak yang dicetuskan  dengan nama-nama yang baik, sebab  dalam nama pun  terkandung doa dan harapan, sampai-sampai  perlu anak diserahkan  nama-nama yang baik supaya  kelak anak tesebut tumbuh menjadi anak yang baik cocok  doa dan asa  yang terdapat  dalam nama tersebut.

Nama yang paling digemari  Allah ialah  nama yang di nisbatkan kepadanya. Juga boleh memakai  nama semua  Nabi dan orang-orang Sholeh, atau nama-nama yang bermakna baik. Dalam pemberian nama, Allah paling  tidak menyenangi  nama-nama buruk atau nama-nama yang berarti bisa  menjadi sebuah  penghinaan terhadap Allah SWT.

makna pelaksanaan Aqiqah

Arti Aqiqah / Akikah ialah  sembelihan yang dilaksanakan  sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang bayi. Jumhur ulama mengaku  bahwa hukum aqiqah ialah  sunnah muakkad baik untuk  bayi laki-laki maupun bayi perempuan. Pelaksanaannya dapat dilaksanakan  pada hari ke tujuh (ini yang lebih utama menurut  keterangan dari  para ulama), keempat belas, dua puluh satu atau pada hari-hari yang lainnya yang memungkinkan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap yang dicetuskan  tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dipotong  rambutnya serta diberi nama”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Yang lebih utama ialah  menyembelih dua ekor domba  yang berdampingan  umurnya untuk  bayi laki-laki dan seekor kambing untuk  bayi perempuan. Dari Ummu Kurz Al-Ka’biyyah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Untuk anak laki-laki dua ekor domba  yang berdampingan  umurnya dan guna  anak wanita  satu ekor kambing.” (HR. Ahmad 6/422 dan At-Tirmidzi 1516)

Dalam pengamalan  aqiqah usahakan  dilaksanakan  sendiri oleh orang tua bayi. Kalau toh hendak  menitipkannya untuk  orang lain, anda  harus yakin bahwa urusan  tersebut dilaksanakan  sesuai dengan tuntutan syari’ah. Jangan sampai anda  menitipkan sebanyak  uang untuk  suatu lembaga atau perorangan, lantas  uang tersebut diberikan  langsung sebagai pengganti daging. Praktek yang demikian pastinya  tidak cocok  dengan bimbingan  sunnah yang mensyaratkan adanya penyembelihan fauna  dalam pengamalan  aqiqah.

Arti Mencukur Rambut anak

Mencukur rambut bayi adalah sunah Mu’akkad, baik guna  bayi laki-laki maupun bayi wanita  yang pelaksanaannya dilaksanakan  pada hari ketujuh dari kelahiran dan betapa  lebih baik bila  dilakukan  berbarengan dengan aqiqah.

Hal tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap yang dicetuskan  tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dipotong  rambutnya serta diberi nama.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Dalam riwayat yang beda  Rasulullah SAW bersabda : “Hilangkan darinya kotoran” (HR. Al-Bazzar)

Ibnu sirin saat  mengomentari hadis itu  berkata: “Jika yang dimaksud dengan kotoran tersebut ialah  bukan memotong  rambut, aku tidak memahami  apa maksudnya dengan hadis tersebut.” (Fathul Bari)

Mengenai fungsi  dari memotong  rambut bayi tersebut, Ibnu Al-Qoyyim berkata: “Mencukur rambut ialah  pelaksanaan perintah Rasulullah SAW guna  menghilangkan kotoran. Dengan urusan  itu  kita melemparkan  rambut yang jelek/lemah dengan rambut yang powerful  dan lebih bermanfaat untuk  kepala dan lebih meringankan guna  si bayi. Dan urusan  tersebut bermanfaat  untuk membuka lubang pori-pori yang terdapat  di kepala agar  gelombang panas dapat  keluar melaluinya dengan gampang  dimana urusan  itu  sangat berfungsi  untuk menguatkan indera penglihatan, penciuman dan pendengaran si bayi” (Ath-thiflu Wa Ahkamuhu, urusan  203-204).

Dalam pelaksanaan memotong  rambut, perlu diacuhkan  larangan Rasulullah SAW untuk mengerjakan  Al-Qaz’u, yaitu memotong  sebagian rambut dan tidak mempedulikan  yang lainnya. (HR.BukhoriMuslim

Ada sebanyak  gaya memotong  rambut yang tergolong  Al-Qaz’u itu  :

  1. • Mencukur rambut secara random  di sana-sini tak beraturan.
  2. • Mencukur rambut unsur  tengahnya saja dan tidak mempedulikan  rambut di sisi kepalanya.
  3. • Mencukur rambut unsur  sisi kepala dan tidak mempedulikan  bagian tengahnya
  4. • Mencukur rambut unsur  depan dan tidak mempedulikan  bagian belakan atau sebaliknya.

baca juga: syarat kambing aqiqah sesuai sunnah

Pemberian Nama yang baik

Nama untuk  seseorang sangatlah penting. Ia tidak saja  adalah identitas individu  dirinya di dalam suatu  masyarakat, namun pun  merupakan gambaran  dari karakter seseorang. Rasululloh SAW menegaskan bahwa sebuah  nama (al-ism) sangatlah identik dengan orang yang diberinama (al-musamma).

Dari Abu Hurairoh Ra, dari Nabi SAW beliau bersabda:

“Kemudian Aslam semoga Alloh menyelamatkannya dan Ghifar semoga Alloh mengampuninya.” (HR. Bukhori 3323, 3324 dan Muslim 617)

Ibnu Al-Qoyyim berkata: Barangsiapa yang menyimak  sunah, ia bakal  mendapatkan bahwa makna-makna yang terdapat  dalam nama sehubungan  dengannya sampai-sampai  seolah-olah makna-makna tersebut dipungut  darinya dan seakan-akan  nama-nama tersebut dipungut  dari makna-maknanya.

Dan andai  Anda hendak  mengetahui pengaruh nama-nama terhadap yang diberi nama (Al-musamma) maka simaklah  hadis di bawah ini: Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata:

Aku datang untuk  Nabi SAW, beliau juga  bertanya: “Siapa namamu?” Aku jawab: “Hazin” Nabi berkata: “Namamu Sahl”Hazn berkata: “Aku tidak bakal  merobah nama pemberian bapakku” Ibnu Al-Musayyib berkata: “Orang itu  senantiasa bersikap keras terhadap kami setelahnya” (HR. Bukhori 5836) (At-Thiflu Wa Ahkamuhu/Ahmad Al-‘Isawiy urusan  65).

Oleh sebab  itu, Rasululloh SAW menyerahkan  petunjuk nama apa saja yang usahakan  diserahkan  kepada anak-anak kita. Antara lain:

Dari Ibnu Umar Ra ia berkata: Rasululloh SAW sudah  bersabda: “Sesungguhnya nama yang paling digemari  oleh Alloh ialah  Abdulloh dan Abdurrahman.” (HR. Muslim 2132)

Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda: “Namailah dengan namaku dan jangnlah anda  menggunakan kuniyahku.” (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133)

Berkaitan dengan kapan ketika  yang tepat guna  pemberian nama untuk  bari yang baru lahir, semua  ulama menyatakan urusan  itu  usahakan  dilaksanakan  pada hari ketujuh dari kelahiran berbarengan dengan pengamalan  aqiqah dan pencukuran rambut. Namun pun  pemberian nama itu  boleh dilaksanakan  sebelumnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap yang dicetuskan  tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dipotong  rambutnya serta diberi nama” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Syukuran aqiqah di di hari ke 40 Hari

Berkaitan dengan perayaan 40 hari sesudah  kelahiran jabang bayi, urusan  tersebut berlawanan  dengan sunnah Rasulullah SAW sebagaimana di atas. Kalau memang hendak  memperkenalkan bayi untuk  para tetangga, kenapa urusan  itu  tidak dilaksanakan  berbarengan dengan pengamalan  aqiqah?

Adat atau kelaziman  perayaan itu  adalah warisan masa kemudian  yang masih tidak sedikit  dipercayai dan dilakukan  oleh masyarakat kita. Tentunya ini ialah  tugas anda  untuk mengucapkan  yang sebenarnya untuk  mereka sehubungan  dengan bimbingan  Rasulullah SAW dalam pengamalan  aqiqah. Anda bisa  menyampaikan untuk  orang tua kita  bahwa pengamalan  aqiqah adalah ungkapan syukur kita untuk  Allah atas kelahiran bayi.

Aturan aqiqah dalam islam, apa dan bagaimana?

aturan aqiqah? 5 jawaban disini akan  menjawab dari pertanyaanmu, apakah terdapat  aturan yang khusus tentang  aqiqah atau aturan aqiqah anak laki-laki dan anak wanita  yang berlaku? Simak jawaban dibawah ini.

lebih lanjut..

1. aturan aqiqah yang kesatu  merupakan

Kambing paling tidak  berumur  satu tahun. Bagi  anak laki-laki dua ekor, dan untuk khusus  anak wanita  satu ekor saja, bisa jadi kalau anda tidak dapat  maka 1 ekor domba  untuk njenengan melakukan akikah anak laki-lakinya juga diizinkan  dan mendapat pahala.

2. Aturan masa-masa  aqiqah?

Sementara tersebut  para ulama madzhab Hanafiyah dan Malikiyah berpandangan bahwa masa-masa  aqiqah sangat  sunnah ialah  pada hari ketujuh dan jangan  sebelumnya. Ulama Malikiyah pun memberi batas  bahwa masa-masa  aqiqah sesudah  hari ke-7 dirasakan  sudah gugur

Baca juga: jasa paket aqiqah anak perempuan

3. Apakah aturan Hukum aqiqah?

Akikah secara istilah adalah pengurbanan  hewan  dalam syariat Islam, sebagai format  rasa syukur umat Islam terhadap Allah SWT. tentang  bayi yang dilahirkan. Hukum akikah menurut  keterangan dari  pendapat yang sangat  kuat ialah  sunah muakadah, dan ini ialah  pendapat jumhur ulama menurut  keterangan dari  hadis.

4. Apa hikmah di syariatkan Aqiqah?

aqiqah bisa bermakna memutus atau  melubangi. Sebagai istilah agama, aqiqah adalah sembelihan yang dilaksanakan  penyembelihannya dengan maksud guna  kelahiran seorang anak, baik tersebut  laki-laki maupun wanita  di hari yang ketujuh semenjak  kelahirannya. Adapun tujuannya untuk menggali  ridhla Allah SWT

Baca juga: aturan aqiqah dalam penyembelihan kambing

5. tentang aqiqah hari 40

Mereka beropini bahwa hukumnya tersebut  tidak sah bilamana  aqiqah dilakukan  sebelum bayi lahir. Memotong hewan  sebelum bayi bermunculan  maka dirasakan  sebagai sembelihan biasa. Ulama dari kalangan Syafi’iyah beropini bahwa masa-masa  aqiqah dapat  diperpanjang. Meski begitu, kerjakan  aqiqah sebelum anak baligh (dewasa)

Bagi kamu  yang sudah mengetahui  tentang aturan aqiqah anak, dan untuk kamu  yang sedang mau menyelenggarakan  acara aqiqah dan tidak hendak  repot, kami meluangkan  jasa aqiqah, kami melayani seluruh  kebutuhan kamu  untuk acara syukuran aqiqah. Percayakan untuk  team kami, kamu  bisa menghubungi kami di sini: Jasa pelayanan syukuran aqiqah jogja. atau jasa catering jogjaTerimakasih.

6 pertanyaan seputar persyaratan kambing aqiqah

kambing untuk aqiqah, syarat kambing aqiqah
kambing untuk aqiqah, syarat kambing aqiqah

Bagi anda yang sedang mencari informasi tentang persyaratan kambing untuk aqiqah atau  syarat2 kambing aqiqah maka disini kami akan membahas pertanyaan seputar persyaratan kambing aqiqah: simak ya bunda.

Syarat Aqiqah Kambing usia  berapa?

Hewan guna  aqiqah anak berasal dari mamalia kecil yakni laksana  kambing, domba, ataupun biri-biri. Seperti yang telah diterangkan  di atas bahwa umur domba  untuk aqiqah anak sama dengan peraturan  umur fauna  kurban (minimal 1 tahun)

Apa saja syarat kriteria  aqiqah?

  1. Hewan sembelihan aqiqah mempunyai  syarat domba  aqiqah boleh bareng  kambing ( baik jantan maupun betina ), domba, sapi , atau unta. …
  2. Hewan aqiqah me sti dalam suasana  sehat, jangan  ada cacat dan dalam suasana  sakit.
  3. Hewan aqiqah me sti yakni fauna  yang sudah pantas  disembelih laksana  mana halnya kurban.

Baca juga:syarat kambing apakah boleh betina?

Apakah persyaratan Kambing Aqiqah me sti Poel?

Syarat jasmani  kambing aqiqah juga dapat  merujuk pada kriteria  domba  qurban. Di mana domba  harus dalam situasi  sehat, timbangannya berbobot, tidak mempunyai  cacat fisik, dan tak mempunyai  penyakit.

Bagaimana kriteria  fauna  yang boleh disembelih dalam aqiqah?

Syarat fauna  yang disembelih guna  aqiqah sama dengan kriteria  fauna  qurban (kurban) inilah  ini,  Kambing: sempurna (tidak cacat) berusia 1 (satu) tahun dan masuk umur  (dua) tahun. Domba: sempurna (tidak cacat) berusia 6 (enam) bulan dan masuk bulan ke-7 (tujuh).

Baca juga: resep masakan kambing yang enak

Berapa umur domba  untuk kurban?

Beberapa ulama sepakat bahwa domba  yang dijadikan guna  kurban me sti menjangkau  usia paling tidak   2 tahun.

Kapan masa-masa  yang tepat guna  aqiqah?

Maka andai  bayi telah  terlahir aqiqah boleh dilaksanakan. Sedangkan Hanafiyah dan Malikiyah baru membolehkan pengamalan  aqiqah pada hari ke-7 pasca kelahiran. Dan aqiqah tidak sah (dianggap sembelihan biasa) bila  dilakukan  sebelumnya.

Nah, setelah membaca artikel diatas, bagi anda yang membutuhkan jasa layanan aqiqah jogja, atau yang sedang mencari aqiqah jogja enak. Kami adalah solusi bagi anda yang mencari jasa aqiqah di jogja. Cari disini, apa yang anda butuhkan mengenai: paket aqiqah, harga kambing aqiqah jogja, aqiqah jogja murah, dan aqiqah jogja terdekat dan enak. Atau bisa kunjungi (Ridho Aqiqah.com)

Prosesi acara aqiqah Anak yang Benar.

paket aqiqah, layanan aqiqah terdekat
paket aqiqah

Prosesi acara aqiqah Anak yang Benar. berikut ini adalah beberapa proses acara aqiqah, dalam rangka mensyukuri kelahiran anak. NB: untuk paket bisa dilihat dibawah.

Dalil Tentang Pelaksanaan Akikah Anak

Dari Samurah bin Jundab berkata, Rasulullah bersabda bahwa “semua anak bayi tergadaikan dengan akikahnya pada hari ketujuhnya disembelih hewan  (kambing), diserahkan  nama, dan dipotong  rambutnya.” [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad].

Dari Aisyah berkata, Rasulullah bersabda “Bayi laki-laki diakikahi dengan 2 domba  yang sama dan bayi wanita  1 kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah].

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy berkata, Rasulullah bersabda “Aqiqah dilakukan  karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan  dan hilangkanlah seluruh  gangguan darinya” [Riwayat Bukhari].

Jumlah HEWAN  Akikah UNTUK Anak, nb: tersedia paket

Minimal jumlah hewan  untuk akikah ialah  satu ekor baik laki-laki atau perempuan. Sebagaimana menurut  keterangan dari  Ibnu Annas ra, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW mengakikahi Hasan dan Husen satu kambing  satu domba” (Hadist Shahih Riwayat Abu Dawud serta Ibnu Al Jarud.

baca juga: 4 cara syukuran aqiqah di jogja yang populer

Akan namun  untuk lelaki dikhususkan  2 ekor dan 1 ekor untuk wanita  menurut  hadist di bawah ini:

Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan supaya  disembelihkan akikah 2 ekor kambing  dari anak laki-laki dan dari anak wanita  1 ekor.” (Hadist sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan)

Hal yang Disyariatkan Mengenai Akikah Anak

  1. Disunnahkan memberi nama dan mencukur  rambut (gundul) hari ke-7. Contohnya andai  anak bermunculan  pada hari Ahad, maka ‘akikahnya jatuh pada Sabtu.
  2. Bagi  anak laki-laki disunnahkan berakikah dengan 2 ekor domba  dan 1 ekor guna  anak perempuan.
  3. Akikah ini dibebankan untuk  orang tua si anak, bakal  tetapi dapat  juga dilaksanakan  oleh wlinya yang beda  (kakek, paman, dll).
  4. Akikah ini hukumnya sunnah.

Ketentuan Mengenai Daging Akikah, nb: tersedia paket aqiqah

Dianjurkan daging yang diserahkan  dalam situasi  matang laksana  hadist Aisyah ra, “Sunnahnya 2 ekor domba  untuk anak laki-laki dan 1 ekor domba  untuk anak wanita  lalu dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya) dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

baca juga: manfaat aqiqah anak, orang tua harus tau

Daging akikah selain untuk  tetangga atau fakir miskin dapat  juga diserahkan  kepada orang non-muslim. Apalagi andai  hal ini dimaksudkan untuk unik  simpati atau dalam rangka dakwah. Dalilnya dalam firman Allah, “Mereka memberi santap  orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. (QS. Al-Insan : 8). Berdasarkan keterangan dari  Ibn Qudâmah, tawanan pada ketika  itu ialah  orang-orang kafir. Namun demikian, keluarga pun  boleh memakannya sebagian.

Nah, setelah membaca artikel diatas, bagi anda yang membutuhkan jasa layanan aqiqah jogja, atau yang sedang mencari aqiqah jogja enak. Kami adalah solusi bagi anda yang mencari jasa aqiqah di jogja. Cari disini, apa yang anda butuhkan mengenai: paket aqiqah, harga kambing aqiqah jogja, aqiqah jogja murah, dan aqiqah jogja terdekat dan enak. Atau bisa kunjungi (Ridho Aqiqah.com)

5 manfaat aqiqah anak yang harus anda tau.

apasih manfaat  aqiqah itu? Terus mengapa  aqiqah anak di diperintahkan dalam agama. Apa ndak ada teknik  lain di samping  aqiqah. Lalu manfaat  utamanya untuk  kami?,

nah berikut ialah  jawaban dari pertanyaan yang tidak jarang  orang tanyakan.

1. manfaat aqiqah dapat membebaskan anak dari jeratan setan , dan ini cocok  dengan arti  hadis, yang artinya, “Setiap anak tersebut  tergadai dengan akikahnya.” Sehingga, anak yang telah dibayar  akikahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan setan yang tidak jarang  mengganggu anak-anak. Hal berikut  yang dimaksud oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari setan tergadai oleh akikahnya”.

2. manfaat selanjutnya adalah akikah anak juga dapat menjadikan syafaat bagi kedua oorang tuanya kelak dihari kiamat, sebagaimana Imam kata ahmad “Dia tergadai dari menyerahkanya  syafaat untuk  kedua orang tuanya (dengan akikahnya).”

Baca juga:orang tua memakan daging aqiqah?

3. manfaat selanjutnya ibadah untuk  Allah – Pada acara aqiqah seringkali  disertai dengan pembacaan al quran 30 juz, atau pembacaan yasin dan tahlil, doa-doa dan beda  sebagainya. Hal ini menciptakan  pelaksana aqiqah menjadi bertambah  rasa cinta iobadahnya dengan melakukan  demikian.

4. manfaat nya yaitu Mendoakan sang bayi – Pada aqiqah seringkali  disertai doa-doa manfaat  mendoakan bayi sampai-sampai  dapat menjadi keuntungan manfaat  bayi yang tiada terhintung jumlahnya.

Baca juga:cara aqiqah pada bayi perempuan

5. manfaat selanjutnya dapat meningkatkan rasa cinta sosial kepada keluarga, tetangga dan sesama masyarakat muslim.

6. manfaat selanjutnya adalah anak laki-laki harus menyembelih dua ekor domba  sedangkan perempuan lumayan  satu kambing. Dalam urusan  ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan penyembelihan fauna  aqiqah tersebut  sebagai satu teknik  untuk mencungkil  ikatan sang anak dari gangguan syaitan yang tidak jarang  kali  melekat padanya sejak  lahir kealam dunia ini dan senantiasa mengerjakan  tipu daya terhadapnya. Maka aqiqah tersebut  dimaksudkan manfaat  menebus dan melepaskan  sianak dari ikatan yang membelenggunya dan dari tahanan syaitan yang memenjarakannya.

Bagi kamu  yang memerlukan  seputar informasi mengenai  aqiqah anak, kami memiliki  tim solid manfaat  melayani anda, segera hubungi kami, tau kunjungi laman situs  kami www.ridhoaqiqahjogja.com  , terimakasih

4 cara syukuran aqiqah yang sering dilakukan orang

syukuran aqiqah, acara syukuran aqiqah anak
foto syukuran aqiqah anak di jogjakarta

4 teknik syukuran aqiqah yang umum dikerjakan orang apa saja isinya? Simak artikel berikut

4 teknik syukuran aqiqah yang umum dikerjakan

1. Menentukan acara syukuran Aqiqah yang Sederhana

Pikirkan konsep dengan matang. Jika Ayah dan Bunda hendak  mengadakan syukuran Aqiqah yang simpel  dan terjangkau. Maka tips kedua ialah  pikirkan konsepnya. Konsep acara syukuran aqiqah bakal  mempengaruhi ongkos  dikeluarkan. Semakin simpel  acara syukuran Aqiqah maka ongkos  yang terbit  semakin sedikit. Sebaiknya Ayah dan Bunda mengadakan  syukuran Aqiqah sederhana tetapi  tetap mempunyai  makna yang sama. Cukup hadirkan seorang ustadz guna  dapat membersamai dan memimpin acara do’a saat  acara syukuran Aqiqah tersebut. Undang ustadz yang dekat dengan lokasi  tinggal  supaya lebih hemat.

Ingin mengadakan  acara aqiqahan sederhana? Berikut ini langkah-langkahnya

  1. Pembukaan. Pembawa acara/perwakilan tuan rumah/MC membuka acara dengan menyampaikan  salam dan menyimak  bismillah bersama.
  2. Membaca Ayat Suci Al-Quran. Contohnya dapat  membaca surat Lukman ayat 13-18 oleh Ayah/wali anak yang beraqiqah atau diwakilkan.
  3. Sambutan dari tuan rumah, untuk mengucapkan  maksud dan menyampaikan  terima kasih atas kehadiran semua  undangan.
  4. Pencukuran rambut dapat  dilakukan oleh ustadz.
  5. Tausiyah mengenai  hikmah dan sunnah aqiqah.
  6. Do’a penutup.
  7. 7. Setelah selesai semua  tamu dipersilahkan membawa   nasi box kembali  ke rumahnya masing-masing.

2. Undang Saudara dan Tetangga Saja

Tak butuh  mengundang terlalu tidak sedikit  orang di acara syukuran Aqiqah. Hal terpenting dalam acara syukuran Aqiqah yakni  proses penyembelihan kambing domba dan cukur bayi. Pastikan daging domba  yang matang disediakan itu lumayan  untuk tamu undangan yang hadir.

baca juga: sudahkah kambing untuk aqiqah mu sesuai sunnah

3. Membuat Ucapan syukuran aqiqah bayi yang kekinian

kata kata syukuran aqiqah yang satu ini dapat  berupa undangan secara digital. Jadi tidak berwujud kertas laksana  pada umumnya. Melainkan berupa artikel  dan atau gambar berformat PNG, JPEG untuk dapat  dishare melewati  whatsaap, Facebook, Instagram atau media social yang memakai  era digital. Hanya sebatas  untuk memudahkan.

Pada kartu perkataan  berupa digital diciptakan  hanya untuk mempermudah  saja. Agar semua dapat  terasa lebih dekat sebenarnya  dalam prakteknya  terpisahkan jarak dan masa-masa  serta tempat. teks syukuran aqiqah. Berikut contohnya:

Bismillahirrohmanirrohim, syukuran aqiqah. Alhamdulillah kami panjatkan, sudah  lahir putra kesatu  dengan selamat. Sebagai perkataan  syukur, menerima segala Amanah-Nya. Kami sebagai orang tua menjalankan satu acara sunah Rosul. Berupa Aqiqah guna  putra kami tercinta: siapa. Lahir di mana, hari Senin Tanggal 16 maret 2010.

4. Penting! Mencari nama anak yang baik

Rasululloh SAW sendiri mengaku  bahwa nama yg diserahkan  kepada anaknya itu ialah  DOA (orang tua untuk  anaknya). Terkait dengan pemberian nama ini, sudah tidak sedikit  situs dan kitab  yg meluangkan  nama (anak yang) baik, berasal dari sekian banyak   negara dan bahasa. Ada yg meluangkan  nama anak dalam bahasa Indonesia, Arab, Inggris, Jawa, bahkan Yunani. Tiap orang tua akan tidak jarang  kali  ‘kelabakan’ meluangkan  nama untuk  anaknya, sebab  sudah fitrah orang tua (sebagaimana hadits Rasululloh SAW di atas) untuk menyerahkan  nama yg terbaik untuk  anaknya. Terkadang orang tua menyiapkan lebih dari 1 nama untuk  anaknya (yg bakal  lahir). Biasanya 1 nama laki-laki, dan 1 nama perempuan, tujuannya yaaa jelas…agar mereka tidak kelabakan (lagi) menyerahkan  nama yg cocok  dengan jenis kelamin anaknya.

baca juga: contoh ceramah tentang aqiqah yang ideal

Namun, 1 nama juga  terkadang masih belum cukup. Pengalaman yg pernah aku baca, ketika  anak laki-laki si Fulan lahir, sebetulnya  dia sudah memiliki  1 nama guna  diberikan. Namun, seketika  ada ‘request’ dari istrinya…karena ternyata istrinya tidak sreg dg nama yg sudah  disiapkan. Walhasil, mereka berdua rembukan lagi guna  mencarikan nama untuk  anaknya. Setelah sekian lama, akhirnya bisa  juga…dan kesudahannya  nama yg kedua ini yg diserahkan  ke anaknya ketika  akikahan.

Bagi anda yang sedang mau mengadakan acara aqiqah dan tidak ingin repot, kami menyediakan jasa aqiqah, kami melayani semua kebutuhan anda untuk acara syukuran aqiqah. Percayakan kepada team kami, anda bisa menghubungi kami di sini: Jasa pelayanan syukuran aqiqah jogja. Terimakasih.

baca juga: cara syukuran aqiqah perempuan yang wajib kamu tau

contoh ceramah tentang aqiqah

seseorang memegang microphone dalam acara ridho aqiqah di jogja
ceramah aqiqah anak jogja

Hadirin jamaah rahimakumullah,

Ceramah Aqiqah terbaru

Assalamualaikum wr. Wb.

            Hari ini kamu  berkumpul di tempat  yang mulia ini dalam rangka menghadiri tasyakur bi ni’mah (aqiah) atas kelahiran anak kedua dari pasangan yang bahagia Bpk. imam Rasyidi dan Ibu Hasanah. Kelahiran anak ini ialah  anugrah yang sangat indah  yang di berikan  oleh Allah swt. Yang sudah  sepantasnya me sti disyukuri. Banyak diantara kamu  yang memimpikan  mempunyai  anak sudah  bertahun-tahun berumah tangga, sudah berusaha  kesana-kemari, tapi bila   Allah belum menghendaki maka belum tercapai  asa  itu.

Setelah kelahiran anak, disarankan  untuk orangtua atau wali dan orang di sekitamya.

melakukan hal-hal berikut:

Menyampaikan kabar gembira dan ucapan  selamat atas kelahiran.

Menyerukan adzan di telinga bayi.
Tahnik (Mengolesi langit-langit mulut).
1. Memberi nama.
2. Aqiqah.
3. Mencukur rambut bayi dan bersedekah perak seberat timbangannya.
4. Khitan.

            Aqiqah secara lughot (bahasa) merupakan   rambut yang tumbuh di kepala bayi. sedangkan  secara istilah merupakan   hewan  yang di sembelih pada hari ketujuh setelah  kelahiran anak. guna  orang tua yang mampu,di sunnahkan mengerjakan  aqiqah yaitu  menyembelih dua kambing  guna  anak laki-laki dan satu kambing  guna  anak perempuan.

وَعَنْ سَمُرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ, تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ, وَيُحْلَقُ, وَيُسَمَّى ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيّ

Baca juga: kenapa kita harus aqiqah? Wajibkah?

            Dari Samurah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya; ia disembelih hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur, dan diberi nama.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut  keterangan dari  penjelasan  dari Tirmidzi.

عَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنْ اَلْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَابْنُ اَلْجَارُودِ, وَعَبْدُ اَلْحَقّ ِ لَكِنْ رَجَّحَ أَبُو حَاتِمٍ إِرْسَالَه ُ

وَأَخْرَجَ اِبْنُ حِبَّانَ مِنْ حَدِيثِ أَنَسٍ نَحْوَه ُ

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam beraqiqah untuk  Hasan dan Husein masing-masing  seekor kambing  kibas. Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut  keterangan dari  penjelasan  dari Ibnu Khuzaimah, Ibnu al-Jarud, dan Abdul Haq, namun  Abu Hatim lebih menilainya hadits mursal.

Di antara sunnah aqiqah merupakan   bersedekah perak seberat timbangan rambut bayi yang dicukur. Ini merupakan   pendapat sejumlah  besar ulama. Mereka berdalil dengan perintahnya Rasulullah guna  Fathimah untuk  mengerjakan  urusan tersebut  saat  mengerjakan aqiqah untuk  Al Hasan dan Al Husain. Hadits ini merupakan   hadits hasan karena  banyaknya jalur periwayatan hadits ini.

Baca juga: waktu aqiqah mengapa harus hari ke 7?

            Mencukur rambut bayi dapat  memperkuat kepala, membuka pori-pori di samping memperkuat indera penglihatan, pendengaran dan penciuman.

            Disunnahkan memberi nama yang baik pada bayi karena  terdapat  hadis.” sesungguhnya  di hari kiamat kalian akan  di panggil dengan nama kalian dan nama ayah-ayah kalian,maka perbaguslah nama kalian ”.

Diantara hikmah aqiqah merupakan   :

            sebagai ungkapan rasa syukur dengan telah  dianugerahkannya anak dan karunia guna  kita, yang ialah  nikmat yang telah di berikan  Allah SWT.

Sebagai wasilah (perantara) untuk  memohon guna  Allah agar  anak yang baru berlahiran  itu dijaga  dan dibimbing  untuk  jalan yang diridhoi-Nya.

            Sebagai sarana mempererat dan menguatkan ta;i silahturahmi baik diantara keluarga, tetangga, saudara maupun guna  kerabat dan juga  sahabat. Sebagai sarana menjalin ikatan sosial, antara lain  dengan fakir tidak cukup  mampu dan anak yatim.

Baca juga: jasa layanan aqiqah.

Dikutip dari: https://mcdens13.wordpress.com/2014/0328/ceramah-aqiqah/

kambing untuk aqiqah, standar sunnah

kambing untuk aqiqah tahun 2020

8 pertanyaan seputar domba  aqiqah. Yang bakal  membuatmu yakin.

1. Kambing guna  aqiqah usia  berapa?

Hewan guna  aqiqah anak berasal dari mamalia kecil yakni laksana  kambing, domba, ataupun biri-biri. Seperti yang telah diterangkan  di atas bahwa umur domba  untuk aqiqah anak sama dengan peraturan  umur fauna  kurban (minimal 1 tahun).29 Agu 2019

2. Berapa ekor domba  untuk aqiqah anak laki laki?

bahwa akikah dengan seekor domba  untuk anak laki-laki dinilai lumayan  dan sah. Bahwa anak laki laki jumlahnya 2 dan perempuan 1

3. Apa saja kriteria  aqiqah?

Syarat Kambing Aqiqah Hewan sembelihan aqiqah mempunyai  syarat domba  aqiqah boleh bareng  kambing ( baik jantan maupun betina ), domba, sapi , atau unta. … Hewan aqiqah me sti dalam suasana  sehat, jangan  ada cacat dan dalam suasana  sakit. Hewan aqiqah me sti yakni fauna  yang sudah pantas  disembelih laksana  mana halnya kurban

Baca juga: memilah milih domba  aqiqah yang sehat dan murah

4. Berapa harga domba  untuk aqiqah?

Bulunya relatif lebih berukuran lebih pendek daripada domba  pada umumnya, kecuali pada ekor dan dagunya. Bentuk kepala domba  ini kecil dan enteng  dengan format  tubuh yang relatif kecil. Tanduk domba  Kacang (Jawa) pendek. Harga kambing: Rp. 800.000,- hingga  dengan Rp. 2.600.000,-

5. Bolehkah menawar domba  aqiqah?

Jika tidak terdapat  petunjuknya dalam nash, maka berpulang pada  hukum mula  urusan jual beli, yaitu  mubah alias boleh-boleh saja menawar secara wajar. Berqurban memang hal  ibadah, namun  membeli fauna  qurbannya ialah  bab muamalah

6. Bolehkah Aqiqah diganti dengan sapi?

Assalamu’alaikum wr. wb Jawaban :Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Kalau merujuk aslinya, memang yang diberikan contoh  dalam menyembelih aqiqah itu melulu  kambing dan bukan sapi. Namun apakah boleh menyembelih sapi sebagai ganti kambing, semua  ulama bertolak belakang  pendapat.

7. Apakah Kambing Aqiqah me sti Poel?

Syarat jasmani  kambing aqiqah juga dapat  merujuk pada kriteria  domba  qurban. Di mana domba  harus dalam situasi  sehat, timbangannya berbobot, tidak mempunyai  cacat fisik, dan tak mempunyai  penyakit.

8. Bolehkah fauna  kambing guna  aqiqah diganti dengan fauna  lain?

Mereka umumya sepakat membolehkan beraqiqah dengan fauna  seelain domba  yaitu sapi atau unta. Diantara dasarnya sebab  sapi atau unta juga dapat  digunakan seebagai sarana ibadah. … dia berbicara  bahwa Anas bin Malik radhiyallahuanhu menyembelih seekor unta guna  aqiqah anaknya

Baca juga: jasa yang melayani ritual aqiqah di jogja

Bagi anda yang menginginkan kambing aqiqah, atau mencari tau tentang seputar pelayanan aqiqah secara cepat dan aman, konsultasikan masalah anda tentang aqiqah bersama tim konsultan kami, kami melayani anda seputar informasi dan kebutuhan anda lainya, jangan ragu segera klik website kami di www.ridhoaqiqahjogja.com . segera kontak kami, kami siap melayani 24 jam.