Bolehkah Orangtua Memakan Aqiqah Anak?

Aqiqah merupakan amalan untuk menebus kelahiran seorang bayi. Amalan ini dianjurkan dilaksanakan beberapa hari setelah kelahiran.

Dianjurkan pula untuk mengundang sejumlah orang ketika melaksanakan aqiqah. Ini dimaksudkan untuk berbagi kebahagiaan dengan banyak orang atas kelahiran si bayi.

Daging kambing yang disembelih digunakan sebagai sajian bagi para tamu aqiqah. Tetapi, apakah orangtua dibolehkan makan sajian aqiqah anaknya, mengingat ada unsur sedekah di dalamnya?

Dikutip dari laman Konsultasi Syariah, Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni memberikan penjelasan mengenai sajian aqiqah. Ibnu Qudamah menyebut syariat aqiqah sama seperti aturan kurban.

” Yang lebih mendekati, aqiqah diqiyaskan dengan berkurban. Karena ini ibadah yang disyariatkan dan tidak wajib seperti kurban. Karena sama dengan kurban terkait sifatnya, sunah-sunahnya, ukurannya, dan syaratnya. Sehingga dalam aturan penyalurannya juga disamakan.”

Dalam hal ini shohibul kurban dibolehkan memakan sajian daging kurbannya.

Hal ini seperti tercantum dalam hadis dari ‘Aisyah RA.

Aqiqah yang sesuai sunah, untuk anak lelaki 2 kambing, anak perempuan seekor kambing. Dimasak utuh tulangnya, tidak dipecah tulangnya, dimakan sendiri, diberikan ke orang lain, dan disedekahkan.

Dapat diambil kesimpulan, orangtua dibolehkan ikut memakan sajian daging aqiqah.

 

Sumber artikel: Dream.co.id

Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah Hidup

Banyak orang meyakini, Islam mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-14 Masehi dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India. Teori itu pun tertulis di berbagai buku sejarah.

Teori yang dibawa oleh seorang orientalis Belanda bernama Snouck Hurgronje itu tidak sepenuhnya tepat. Pasalnya, sejumlah pakar sejarah dan arkeolog membuktikan, Islam sudah masuk ke Nusantara sejak Rasulullah SAW masih hidup.

Arkeolog dari Australia National University, Peter Bellwood, menemukan bukti-bukti yang menunjukkan telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Indonesia, dan Arab sebelum abad kelima Masehi. Pada tahun ini, Rasulullah belum lahir.

Bellwood menyebutkan, beberapa jalur perdagangan utama sudah berkembang sehingga dapat menghubungkan nusantara dengan Cina. Hal itu dibuktikan dengan adanya temuan tembikar Cina dan benda berbahan perunggu dari zaman Dinasti Han di Selatan Sumatra serta Jawa Timur.

Sejarawan GR Tibbetts turut mengakui keberadaan jalur perdagangan utama itu. Ia kemudian meneliti lebih dalam mengenai perdagangan yang terjadi antara pedagang asal Arab dengan pedagang dari kawasan Asia Tenggara sebelum Nabi Muhammad menyebarkan Islam.

Ia menemukan bukti-bukti adanya kontak perniagaan antara Jazirah Arab dan nusantara kala itu. Tibbets menulis, perdagangan terjadi karena kepulauan Indonesia menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke Cina sejak abad kelima Masehi. Maka, peta perdagangan utama di Selatan saat itu meliputi Arab-Nusantara-Cina.

Kemudian, sekitar 625 M atau 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama, di sebuah pesisir pantai Sumatra sudah ada perkampungan Arab Muslim. Waktu itu masih dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya.

Di perkampungan tersebut banyak orang Arab tinggal. Mereka menikahi perempuan-perempuan lokal dan beranak pinak di sana.

Tempat belajar Alquran dan Islam yang merupakan cikal bakal lahirnya madrasah dan pesantren pun didirikan di perkampungan itu. Tempat tersebut dianggap pula sebagai rumah ibadah atau masjid.

Profesor Hamka memperkuat temuan di atas dengan menyebut seorang pencatat sejarah asal Cina yang mengembara pada 674 M. Ia mengatakan, pengembara itu menemukan satu kelompok bangsa Arab yang mendirikan perkampungan sekaligus bermukim di pesisir barat Sumatra.

Dijelaskan, kampung bernama Barus itu terletak di antara Kota Singkil dan Sibolga atau sekitar 414 kilometer dari Medan. Pada masa Sriwijaya, Kota Barus masuk dalam wilayahnya.

Namun, setelah Sriwijaya mengalami kemunduran lalu digantikan oleh kerajaan Aceh Darussalam, Barus masuk ke wilayah Aceh. Kabarnya, para pedagang Arab hidup berkecukupan serta memiliki kedudukan baik di Barus.

Menurut Hamka, penemuan tersebut mengubah pandangan orang mengenai sejarah masuknya Islam ke Tanah Air. Penemuan ini, kata dia, sudah dipastikan pula kebenarannya oleh para sejarawan dunia Islam di Princetown University di Amerika Serikat.

Sumber: Republik.co.id

Kenapa Harus Aqiqah?

aqiqah untuk anakSetiap ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT, tentu memiliki manfaat dan hikmah yang besar bagi umat manusia. Bahkan, dalam penciptaan langit dan bumi, bahkan makhluk yang paling kecil pun, terdapat hikmah yang besar di dalamnya. Dan tidak ada yang sia-sia diciptakan oleh Allah. Allah juga tidak merasa malu, karena menciptakan makhluk yang kecil, kendati dalam pandangan manusia merugikan.

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (QS al-Baqarah [2]: 26).

Dengan keterangan ayat di atas, jelaslah bahwa hal itu untuk menguji umat manusia, apakah dengan perumpamaan itu mereka menjadi orang yang bersyukur atau kufur (ingkar).

Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi, sesungguhnya terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imrah [3]: 191).

Pun demikian halnya dengan tujuan akikah untuk menyembelih hewan saat kelahiran anak. Sebagai bagian dari fikih ibadah, akikah mengandung banyak hikmah. Menurut Syekh Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam, akikah memiliki beberapa hikmah. Pertama, menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS, tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS.

Kedua, dalam akikah mengandung unsur perlindungan dari setan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadis, yang artinya, “Setiap anak itu tergadai dengan akikahnya.” Sehingga, anak yang telah ditunaikan akikahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan setan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari setan tergadai oleh akikahnya”.

Ketiga, akikah merupakan tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari akhir, sebagaimana Imam Ahmad mengatakan, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan akikahnya).”

Keempat, merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah SWT dengan lahirnya sang anak.

Kelima, akikah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Keenam, akikah dapat memperkuat ukhuwah (persaudaraan) di antara masyarakat. Ketujuh, merupakan sarana untuk merealisasikan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejala kemiskinan di dalam masyarakat. Misalnya, dengan adanya daging yang dikirim kepada fakir miskin.

Syukur nikmat

KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya “Mukjizat dan Misteri Lima Rukun Islam: Menjawab Tantangan Zaman” mengungkapkan, dalam ibadah akikah terkandung unsur tarbiyah (pendidikan), yakni mendidik ketakwaan anak agar menjadi orang yang dekat (taqarrub) kepada Allah, serta menghilangkan sifat-sifat kebinatangan pada diri anak, karena manusia pada umumnya juga memiliki sifat-sifat hewaniah yang harus dihilangkan dengan norma etika keagamaan.

Di samping itu, akikah juga bertujuan untuk mendidik anak menjadi hamba yang dekat dengan Allah SWT. Sebab, akikah itu sendiri adalah tindakan berkurban. Perbedaannya dengan qurab (kurban) pada hari Idul Adha terletak pada syariatnya.

Jika kurban pada bulan Dzulhijjah disyariatkan sehubungan dengan peristiwa haji, dan tertentu bagi yang mampu serta memiliki kehendak yang sama dengan prosesi haji, sedangkan akikah adalah kurban hewan untuk diri pribadi sebagai penebusan terhadap jiwa anak yang baru lahir,” tulisnya.

Dan secara khusus, tujuan dan manfaat akikah adalah merupakan bentuk syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepada seorang Muslim, dengan kehadiran buah hati dalam kehidupan keluarganya. jika anda termotivasi  ingin mangadakan aqiqah untuk anak anda kami Ridho Aqiqah siap melayani dengan sepenuh hati demi kelancaran acara anda.

Harta Yang Paling Berharga

keluarga harmonis

Uang bukan segalanya. Kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika suami, istri dan anak berkumpul bersama dalam suka maupun duka. Karena harta yang paling berharga adalah keluarga

Bentuk kasih sayang istri terhadap suami

  1. Menyiapkan masakan untuknya

Sederhana saja, tidak perlu jago masak dan tidak perlu mewah asal kebutuhan perutnya terpenuhi

  1. Menghargai usahanya dalam bekerja

Berapapun yang suami hasilkan hargailah dan kelola keuangan dengan baik. Dengan rasa syukur seorang istri kepada suami inshaallah Allah SWT akan membuka pintu rezeki dari manapun arahnya dan menambah nikmat dalam berkeluaga

  1. Perbagus Perkataan

Cara sederhana untuk menumbuhkan kasih sayang suami adalah dengan memperbagus perkataan saat berbicara.

Anggaplah suami adalah orang yang sangat penting dan berharga. Dengan cara seperti ini, maka akan sangat mudah untuk berlaku sopan santun terhadap suami.

  1. Perbaiki Penampilan

Tampil cantik bagi sang istri, hanyalah dihadapan suami. Begitu pula anjuran dalam Islam.

Kecantikan seorang istri hanya dipersembahkan kepada suami. Kita lihat misalnya, Islam melarang perempuan untuk berdandan berlebihan ketika ingin keluar rumah. Dan sebaliknya, sangat menganjurkan hal demikian jika berada di hadapan suami.

Kasih sayang suami akan semakin bertambah kepada anda jika anda pandai menjaga dan merawat penampilan untuk suami anda.

Niatkan bahwa memperbaiki penampilan di hadapan suami adalah upaya agar suami menjadi senang dan ridha dengan diri anda.

Sesungguhnya suami yang senang dan ridha dengan istrinya akan mendatangkan keharmonisan dan ketentraman dalam rumah tangga. Rumah tangga model seperti ini pun akan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

  1. Mencintainya dengan tulus

Sudah kewajiban seorang istri untuk mencintai suaminya. Berilah pujian kepadanya ketika ia berhasil melakukan sesuatu. Pahami kondisinya bila suasana hatinya sedang tidak enak. Cukupi kebutuhan biologisnya. Doakan suami saat pergi bekerja dan jangan lupa untuk mencium tangannya

Bentuk kasih sayang suami terhadap istri

  1. Cukupi kebutuhan hidupnya

Memberi nafkah kepada istri adalah kewajiban suami. Jangan lupa untuk selalu mengingatkannya dan membimbingnya dalam mengelola keuangan

  1. Memperhatikan hal-hal kecil

Wanita menyukai pujian akan penamplannya. Pujian memang sepele, namun hal itu membuat wanita senang.

  1. Menyelesaikan masalah bersama-sama

Dalam berumah tangga pastilah ada masalah. Cobabalah memahami karakter pasangan jika Anda salah maka minta maaflah. Jika Anda benar maka diamlah.

  1. Menjadi pendengar yang baik

Jagalah komunikasi dengan pasangan dan jadilah pendengar yang baik. Kondisi hati wanita kadang berubah-ubah maka pada saat itu wanita membutuhkan sosok teman yang bisa menemaninya bercerita. Maka luangkanlah waktu untuknya walau sebentar untuk sekedar bercerita.

Adab Memberikan Nama

rekomendasi nama anak

  1. Pilih nama yang baik dalam arti maupun panggilan

Islam melarang umatnya untuk memberikan nama-nama yang jelek dan buruk kepada anaknya Misalnya memberi nama anak dengan nama ‘Firaun, Al-Lat, Uzza, dan nama yang buruk lainnya. Maka berikanlah nama yang mengandung makna yag baik karena nama menurut Islam adalah sebuah do’a. Dan sebagai seorang muslim alangkah baiknya dalam memberikan nama juga berpedoman pada sumber syariat Islam dan dasar hukum Islam.

Dari Aisyah ra, ia berkata :

“Sesungguhnya Rasulullah SAW. merubah nama-nama yang jelek menjadi nama-nama yang baik.” (HR. At-Tirmidzi)

  1. Memberikan nama pada waktu terbaik

Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda :

“Semalam telah lahir anakku dan kuberi nama seperti ayahku, yaitu Ibrahim.” (HR. Muslim)

Waktu yang baik dalam memberikan nama kepada adalah segera setelah anak tersebut lahir.

  1. Pemberian nama dan nasab anak adalah hak ayah

Seorang ayah berhak atas nasab anaknya. Oleh sebab itu seorang anak akan dipanggil dengan nama ayahnya, misalnya : ‘fulan bin fulan’ bukan dengan nama ibunya

Allah SWT. berfirman :

“Panggillah mereka dengan (memakai nama bapak-bapak mereka.”

Dan dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW. bersabda : dalam (QS. Al-Ahzab)

Nama Menjadi Hiasan Bagi Pemiliknya, Menjadi Wadah, Syiar dan Julukan Baginya, Baik di Dunia Maupun di Akhirat

img_20170119_154911

Hal dalam pemberian nama ini disebutkan oleh Rasulullah SAW

  1. Nama adalah julukan

Abu Darda yang dikutip dan dijadikan landasan oleh Imam An-Nawawi sebagai anjuran. An-Nawawi memasukkan hadits di bawah ini dalam bab Istiḥbāb Tahsīnil Ism (anjuran memperindah nama atau memberi nama yang baik) dalam salah satu bab di Al-Adzkarun Nawawi.

, “Dari Abu Darda Ra berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh kalian semua akan dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian. Maka dari itu, perbaguslah nama-nama kalian,’” (Lihat Muhyiddin Abu Zakariya An-Nawawi, Al-Adzkarun Nawawi, [Beirut: Dar Kutub: 2004], halaman 411).

  1. Memberikan nama merupakan syarat sahnya Aqiqah

Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)\

Kapan waktu yang baik untuk memberikan nama pada bayi?

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah dalam kitabnya Tasmiyatul Mawlud mengatakan, “Terdapat dalam sunnah Nabi shalllallahu ‘alaihi wa sallam bahwa pemberian nama itu ada tiga waktu:

  1. Di hari kelahiran,
  2. Sampai hari ketiga dari hari kelahiran,
  3. Di hari ketujuh dari kelahiran,

Berikut nama bayi laki-laki memiliki makna yang baik

1. Ghibran

Ghibran merupakan rekomendasi nama bayi laki-laki selanjutnya. Ghibran atau Gibran berasal dari bahasa Arab yang artinya yang paling pandai, yang memulihkan, membetulkan atau menyatukan secara harmonis.

Berikut rangkaian nama Gibran dan artinya:

  • Ghibran Naufal Rizalyang artinya anak laki-laki yang baik hati, dermawan, tampan dan selalu diberkati hingga mampu menyatukan secara harmonis
  • Ghibran Arfan Alhusaynyang artinya anak laki-laki yang cerdas, tampan dan dapat menyatukan keluarga agar harmonis
  • Gibran Raqqilla Firazyang artinya anak laki-laki yang berpikiran tajam, selalu berbuat kebajikan dan dapat menyatukan keluarga agar harmonis

2. Haidar

Selanjutnya adalah Haidar. Nama yang satu ini juga ada di dalam Alquran, yang artinya pemberani. Jika Mama ingin si Kecil menjadi anak yang pemberani, selipkan nama Haidar ya, Ma.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Haidar Zhafran Abrisamyang artinya anak laki-laki tampan yang beruntung memiliki keberanian untuk mencari kemenangan sejati
  • Haidar Ghaffar Susendrayang artinya anak laki-laki pemberani yang dilahirkan bersih dengan memiliki kelembutan didalam hatinya
  • Haidar Izadin Narain yang artinya anak laki-laki pemberani yang selalu rela berkorban untuk melindungi banyak orang

3. Irsyad

Irsyad memiliki arti petunjuk. Nama ini berasal dari bahasa Arab dan bisa disematkan pada awal, tengah, maupun akhir dari rangkaian nama si Kecil.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Irsyad Mauza Alhenayang artinya anak laki-laki yang menjadi petunjuk bintang serta memiliki sifat yang bijaksana dan cerdik
  • Haytham Irsyad Nashsharyang artinya anak laki-laki yang kuat seperti elang muda, menjadi petunjuk dan selalu menolong orang lain didalam hidupnya
  • Irsyad Mekka Evanoyang artinya anak laki-laki yang menjadi petunjuk atas kota suci Mekah sebagi anugerah Tuhan yang paling indah

4. Jabir

Jabir artinya menggantikan yang hilang dalam bahasa Arab. Nama yang satu ini juga terdapat di dalam Alquran.
Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Jabir Zhafran Muhammadyang artinya anak laki-laki beruntung sebagai doa dari pengganti yang hilang
  • Jabir Kinaan Muhammadyang artinya laki-laki kuat yang menjadi doa dari pengganti yang hilang
  • Jabir Keisa Shafwaanyang artinya anak laki-laki baik yang diciptakan sebagai pengganti yang hilang

5. Khayri

Nama yang berasal dari bahasa Arab ini memiliki arti murah hati. Jika Mama ingin agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang murah hati, maka sematkanlah Khayri pada rangkaian namanya.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Khayri Kinaan Aufa yang artinya seorang laki-laki yang kuat seperti panah, murah hati, dan setia
  • Syazani Khayri Shaquilyang artinya seorang laki-laki tampan yang memiliki kecerdasan dan baik hatinya
  • Khayri Hafidz Rivandrayang artinya anak laki-laki yang memiliki kekuatan matahari, murah hati, dan kelak menjadi seorang penjaga yang baik

6. Sulthan

Nama Islami selanjutnya adalah Sulthan. Nama yang satu ini berarti memiliki kekuasaan atau bukti yang kuat.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Sulthan Syahir Mahasinyang artinya anak laki-laki yang memiliki kekuasaan dan dikenali banyak orang karena ketampanannya
  • Sulthan Raffasa Alfarezi yang artinya anak laki-laki yang berkedudukan tinggi, berkuasa dan selalu semangat dalam bekerja
  • Sulthan Asyam Vityayang artinya anak laki-laki yang akan menjadi pemimpin mulia dan berkuasa dengan menaklukan berbagai rintangan

7. Wafi

Rekomendasi nama bayi laki-laki terakhir adalah Wafi. Nama dari bahasa Arab ini memiliki arti sempurna atau yakin.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Wafi Alwaritzi Syahyang artinya ciptaan Tuhan paling sempurna karena kebenarannya dan warisannya
  • Wafi Muzakki Ishak yang artinya anak laki-laki keturunan Nabi kesembilan yang sempurna dan selalu mengeluarkan zakat
  • Wafi Rafan Asadel yang artinya anak laki-laki yang berwajah tampan, sempurna, dan ramah kelak dengan keyakinannya menjadi seorang yang makmur

8. Akmal

Nama Akmal memiliki arti sempurna atau sangat pandai. Ini adalah salah satu doa dan harapan yang paling banyak dikirimkan dari orangtua untuk anaknya. Diharapkan anak bisa hidup sejahtera di masa mendatang.

9. Fauzan

Fauzan memiliki arti kejayaan. Arti nama Fauzan sama pula dengan Fauzi. Kedua nama bayi laki-laki islam ini bisa menjadi pilihan untuk menamai si Kecil.

 

10. Aulian

Rekomendasi nama bayi laki-laki dalam Alquran pertama adalah Aulian. Nama Aulian berasal dari bahasa Arab yang artinya pemimpin, semangat, malaikat, atau teman.

Nama ini merupakan bentuk lain dari Aulia.

Berikut ini beberapa referensi rangkaian nama beserta artinya:

  • Aulian Basira Ghaydayang artinya pemimpin laki-laki berparas tampan dan menggunakan kecerdasannya dengan bijaksana
  • Aulian Awwab Irawanyang artinya pemimpin yang taat kepada Tuhan dan gemar akan kemasyhuran dan kebajikan

Azzam Aulian Putra yang artinya pemimpin laki-laki Muslim yang agung dan memiliki kebulatan tekad