Syarat-syarat Hewan Aqiqah

Syarat-syarat hewan untuk aqiqah berdasarkan pendapat mayoritas para ulama adalah sebagai berikut:

Pertama, Diharuskan hewan ternak, seperti domba, kambing, unta dan sapi. Aqiqah tidak sah dilakukan pada jenis hewan lainnya seperti kelinci, ayam atau burung, walaupun sama-sama hewn ternak. Ini adalah pendapat mayoritas para ulama dari kalangan ahli fikih, ahli hadits dan lain-lain.

Baca juga: Jasa layanan Aqiqah Termurah enak dan Syar’i

Dalam Hadits Rasulullah SAW bersabda:“Diaqiqahi dengan unta, sapi dan kambing.” (HR.ath-Thabrani, Abusy Syaikh dari Anas). Rasulullah SAW menamakannya dengan sebutan Nusuk yang kandungan maknanya mencakup unta, sapi, dan kambing.

Kedua, Hewan Aqiqah harus sehat dan tidak cacat, ini adalah pendapat para ulama. Imam malik berkata, “Aqiqah kedudukannya sama dengan Nusuk dan Qurban, tidak boleh buta sebelah, kurus, aptah tanduknya, atau sakit..,”

Baca juga: Paket Aqiqah murah untuk anak laki-laki dan perempuan

Kesimpulannya dari berbagai pandanga ulama, hukum aqiqah sama dengan hukum qurban dalam masalah usia hewan. Cacat yang dilarang sama dengan cacat yang dilarang pada hewan qurban. Ciri-ciri yang dianjurkan sama dengan ciri-ciri yang dianjurkaan pada hewan qurban.

Ketiga, Usia hewan aqiqah harus sudah cukup untuk disembelih, sama seperti usia pada hewan qurban. kambing hanya digunakan sebagai hewan aqiqah apabila usia minimal satu tahun, untuk domba dua tahun, pada sapi minimal dua tahun, sedangkan unta minimal  lima tahun. pendapat ini disamakan dengan hewan antara qurban dengan aqiqah dan dikemukakan oleh mayoritas ulama.

Demikian syarat-syarat hewan aqiqah, pada hakekatnya syarat-syarat hewan untuk aqiqah adalah sama dengan syarat-syarat hewan untuk qurban.

 

Hikmah Dan Manfaat Aqiqah

Hikmah dan manfaat aqiqah sangat banyak baik untuk diri sendiri selaku orang tua dan anak, juga bermanfaat untuk orang lain. Aqiqah mempunyai manfaat dan hikmah diantaranya sebagai berikut:

Pertama, menurut Waliyullah ad-Dahlawi mengatakan, “pada Aqiqah terdapat berbagai kemaslahatan finansial, psikologis dan sosial. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW membiarkanya, mengerjakannya dan menganjurkan masyarakat untuk ikut melakukannya.

Baca Juga: Kambing Guling Murah di Jogja

Salah satu manfaat aqiqah adalah berlemah lembut dalam mengumumkan kabar tentang garis keturunan si bayi. Sebab, metode inilah yang paling tepat untuk dilakukan, dengan melaksanakan aqiqah secara tidak langsung mengumumkan kepada khalayak. Aqiqah juga berdampak positif untuk memupuk sikap kedermawanan dan menekan sifat kikir.

Hikmah Aqiqah untuk mengisyaratkan bahwa bayi yang baru lahir ini adalah pemeluk ajaran tauhid Ibrahim As dan Ismail As, meneladani penyembelihan putra beliau yang kemudian atas karunia Allah SWT ditebus dengan seekor domba jantan.

Kedua, Ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah kenikmatan berupa anak. Sebab, anak merupakan perhiasan dan  kenikmatan duniawi terbesar. Allah SWT berfirman: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.” (QS.Al-Kahfi: 46).

Baca Juga: Paket Aqiqah Termurah Syar’i Jogja

Ketiga, Aqiqah hakikatnya pembebasan dan penebusan anak seperti Allah SWT menebus Ismail As dengan seekor domba. Masyarakat jahiliyah juga melakukannya dan menamakannya Aqiqah, mereka melumurkan darah di kepala si bayi. Tapi Rasulullah mengajarkan Aqiqah tanpa melumurkan darah di kepala bayi.

Beliau menjadikannya seperti qurban seperti penebusan Nabi Ismail As dan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan aqiqah diharapkan si anak diberikan keistiqomahan bertauhid dan diberi keselamatan perlindungan dari Allah SWT.

Keempat, Pengumuman dan pemberitahuan bahwa telah lahir anak dari orang tua si fulan dan dia diberi nama. Kemudian berita tersebut diketahui oleh masyarakat yang terdiri dari kerabat, tetangga dan handai taulan sehingga mereka datang memberi selamat dan mendoakan si anak.

Kelima, Dengan adanya aqiqah mensyiarkan ajaran islam kepada masyarakat dan menumbuhkan persaudaran sesama muslim dengan membagikan daging yang sudah makan kepada fakir miskin, karib kerabat dan tetangga.

Demikian manfaat dan hikmah aqiqah semoga bisa bermanfaat bagi anda serta sebagai dasar dalam melaksanakan aqiqah.

Hewan Terbaik Dalam Pelaksanaan Aqiqah

Hewan terbaik dalam pelaksanaan Aqiqah sehat (tidak cacat, pincang),  usia 2 tahun, besar, dan gemuk.  Karena Aqiqah adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan kambing, maka pilihlah kambing yang terbaik yang sesuai dengan syarat-syarat ketentuan.

Seperti dalam hadits Ummu Kurz al-Ka’biyah Ra, Rasulullah SAW bersabda:“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”

Baca juga: Paket Aqiqah Murah di Jogja

Aqiqah tidak apa-apa jika dilaksanakan dengan hewan jantan atau betina. Berdasarkan hadits Ummu Kurz, “Tidak peduli kambing-kambing tersebut jantan atau betina”. 

Hewan jantan lebih baik apabila lebih gemuk dan lebih bagus. Sebab, Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan domba jantan. Al-Hafiz al-Iraqi mengatakan, “Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam pada aqiqah kedua cucu beliau memilih yang paling sempurna yaitu domba jantan.

Promo: Paket Aqiqah Anak Laki-laki Murah

Imam Malik berkata, “Domba adalah yang terbaik, kemudian biri-biri. Ini lebih disukai oleh Rasulullah SAW dibandingkan dengan unta dan sapi. Sebab, Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dan Husein dengan kambing masing-masing satu ekor.” Pendapat inilah yang merupakan paling tepat berdasarkan  sabda dan perbuatan Rasulullah SAW.

Jadi dalam pelaksanaan Aqiqah hewan yang terbaik yaitu hewan domba atau kambing jantan  yang sehat, gemuk dan besar. Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan anak perempuan satu ekor kambing.

Persamaan Antara Aqiqah Dengan Qurban

Persamaan Aqiqah dan Qurban merupakan suatu hal ibadah yang sangat mirip  seperti sama-sama menyembelih hewan. Namun banyak perbedaan antara aqiqah dengan qurban, tapi banyak juga persamaan antara Aqiqah dengan Qurban.

persamaan antara Aqiqah dengan Qurban

Persamaan antara Aqiqah dengan Qurban adalah sebagai berikut:

Pertama, Aqiqah dan Qurban hakikatnya beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan.

Kedua, Aqiqah dan Qurban hukumnya sama yaitu sunnah muakkad, artinya sangat diutamakan melaksanakan.

Ketiga, Hewan yang disembelih harus memenuhi syarat hewan qurban seperti tidak sakit, pincang dan buta.

Keempat, Daging hewan yang disembelih dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan keluarga.

Kelima, Hewan yang disembelih berumur 2 tahun.

Baca juga: Jasa Aqiqah Termurah Di Jogja

keenam, orang yang berqurban atau aqiqah diperbolehkan menikmati sedikit hewan yang disembelihnya.

Ketujuh, daging dan kulit hewan yang disembelih tidak boleh di jualkan, namun bisa dijadikan upah untuk penjagalnya.

Demikian persamaan antara Aqiqah dengan Qurban, semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Paket Aqiqah Anak Perempuan Murah di Jogja

Jasa layanan Paket aqiqah anak perempuan murah di Jogja. Aqiqoh untuk anak perempuan ketentuannya satu ekor kambing dimana aqiqoh merupakan sunnah muakkad bagi orang tua.

BERIKUT INI PAKET AQIQAH UNTUK ANAK PEREMPUAN

Harga paket sudah termasuk kambing dan jasa masaknya.

paket-hantaran-anak-prempuan

PAKET NASI BOX

isi-nasi-box

FASILITAS SHOHIBUL AQIQAH

fasilitas-shohibul-aqiqah

 

Paket Aqiqah Anak Laki-laki Murah Jogja

Aqiqoh untuk anak laki-laki dua ekor kambing berdasarkan sumber hadits, sementara hukum aqiqah sendiri sunnah muakkad, bagi orang tua yang mampu sebaiknya dilaksanakan pada hari ke tujuh kelahiran bayinya.

Jasa layanan Aqiqoh untuk anak laki-laki di Jogja. Paket aqiqah murah untuk anak laki-laki dua ekor kambing.

BERIKUT INI DAFTAR PAKET AQIQAH UNTUK ANAK LAKI-LAKI

Harga berikut sudah termasuk biaya kambing dan jasa masak

paket-hantaran-anak-laki-laki

FASILITAS SHOHIBUL AQIQAH

fasilitas-shohibul-aqiqah

Perbedaan Antara Aqiqah Dan Qurban

Perbedaan Hewan Qurban Dengan AqiqahDiantara perbedaan antara Aqiqah dan Qurban sangatlah menonjol. Ada beberapa tanda dan faktor perbedaan Aqiqah dan Qurban diantaranya yaitu:

  • Aqiqah bertujuan untuk menebus atas lahirnya seorang bayi manusia. Sedangkan Qurban bertujuan untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim As serta mengikuti ajaran tauhid beliau yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai sunnah yang diteruskan kepada umatnya.
  • Daging sembelihan Qurban disedekahkan kepada fakir miskin, anak yatim dalam keadaan mentah. Sedangkan daging Aqiqah disedekahkan dalam keadaan sudah dimasak.

Baca juga: Jasa Aqiqah Murah Di Jogja

  • Waktu pelaksanaan penyembelihan Qurban hanya empat hari dalam setahun yaitu tanggal 10,11,12,13 Dzuhijah. Sedangkan waktu pelaksanaan penyembelihan Aqiqah tidak terbatas pada hari tertentu saja sepanjang tahun,  namun sangat dianjurkan menyembelih hewan aqiqah pada hari ke-7 dari kelahiran bayi bagi orang tua yang mampu.
  • Hewan Aqiqah jenisnya terbatas hanya kambing atau domba. Sedangkan Hewan Qurban bisa kambing, sapi, kerbau, onta atau hewan sejenisnya.
  • Qurban bisa dilakukan setiap tahun bagi yang mampu. Sedangkan Aqiqah dilakukan sekali seumur hidup.
  • Jumlah hewan Aqiqah yang disembelih mempunyai ketentuan 2 ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor kambing untuk bayi perempuan. Sedangkan hewan Qurban minimal 1 ekor atau lebih dan bisa berkelompok jika hewan yang dikurbankan harganya mahal seperti sapi.
  • Daging Qurban hanya diberikan kepada fakir miskin, sedangkan daging aqiqah boleh diberikan kepada orang bukan fakir miskin.
  • Kaki belakang hewan aqiqah sunnah disedekahkan kepada bidan yang menangani kelahiran dan merewat bayi yang bersangkutan. Sedangkan kaki hewan Qurban ikut dibagikan rata.
  • Pada Aqiqah diperbolehkan memberi upah kepada penyembelih dengan hewan yang dipotong. Sedangkan hewan qurban dilarang mengambil upah penyembelihan.

Demikianlah penjelasan perbedaan antara Aqiqah dan Qurban. Semoga bermanfaat.

Ketentuan Hukum Aqiqah Dalam Islam

Ketentuan hukum Aqiqah dalam ajaran islam berdasarkan sumber hadits dari  Rasulullah SAW. Berarti Aqiqah bernilai ibadah karena mengikuti sunnah yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, oleh sebab itu hukum Aqiqah sunnah muakkad. Sangat dianjurkan bagi orang tua muslim yang memiliki anak baru lahir untuk melaksanakan aqiqah menyembelih kambing.

Ketentuan Hukum Aqiqah Dalam Islam

Ketentuan Hukum Aqiqah Dalam Islam

Baca Juga: Paket Aqiqah enak syar’i di Jogja

Ketentuan adab Aqiqah

Pertama, Aqiqah dianjurkan dilaksanakan di hari ke-7, 14 atau 21. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Buraidah r.a: “Aqiqah itu disembelih pada hari ke tujuh, atau ke empat belas, atau ke dua puluh satunya”.(HR.Baihaqi dan Thabrani)

Kedua, Jumlah hewan untuk Aqiqah. walaupun laki-laki dan peremapuan merupakan mahluk ciptaan Allah SWT, namun terdapat perbedaan aturan tentang pelaksanaan aqiqah. Ketentuan Hukum Aqiqah dalam islam ialah jika yang lahir adalah bayi laki-laki maka jumlah hewan kambing yang disembelih adalah dua ekor, sedangkan untuk bayi perempuan hanya menyembelih satu ekor kambing. Sumber berdasarkan hadits dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayanya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa diantara kalian yang ingin menyembelih (Kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing”.(HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad)

Ketiga, Jenis Hewan Aqiqah Yang Disembelih. Ketentuan hewan yang disembelih untuk Aqiqah adalah kambing atau domba tidak memandang kambing jantan ataupun betina boleh disembelih sebagai hewan aqiqah. Berdasarkan hadits, dari Aisyah ra berkata, yang artinya:“Nabi SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor.” (HR. At Tirmidzi)

Keempat, Disunnahkan mencukur rambut bayi. Saat pelaksanaan aqiqah dianjurkan untuk mencukur rambut bayinya dan diberi nama. Alhamdulillah masyarakat muslim di Indonesia sudah banyak melakukan tata cara aqiqah ini. Sebaiknya memberi nama yang terbaik kepada anaknya dan mencukur rambut bayi merupakan hal yang sunah agar tumbuh menjadi orang yang sholeh atau sholehah.

Kelima, Kambing yang disembelih dibagikan setelah dimasak. Daging kambing sembelihan hewan aqiqah beda dengan hewan qurban pada saat hari idul adha, dimana daging qurban dibagikan saat daging masih mentah, sedangkan daging hewan aqiqah sebaiknya dimasak dan dibagikan dalam keadaan matang. Daging yang telah masak diberikan kepada mereka yang berhak dan yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga. Berdasarkan hadits: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ke tujuh”. (HR.Al-Baihaqi)

Baca juga: Kambing Guling murah Jogja

Demikian artikel Ketentuan Hukum Aqiqah menurut Islam, semoga bermanfaat.

Hukum Aqiqah Untuk Diri Sendiri

Kambing-Untuk-Qurban-Aqiqah

Bagimana hukum aqiqah untuk diri sendiri ketika sudah dewasa ?.

Pertama, Aqiqah merupakan syariat yang sangat dianjurkan sebab hukumnya sunnah muakkad. Bagi orang tua yang mampu hendaknya menyembelihkan hewan kambing untuk aqiqah anaknya setelah kelahiran anaknya pada  hari ke-7, jika tidak bisa pada hari kelahirannya yang ke-14, jika tidak bisa pada hari kelahirannya ke-21, setelah itu terserah tanpa melihat kelipatan 7 hari atau jika orang tua tidak mampu maka bisa dilakukan sebelum usia anak dewasa atau baligh.

Kedua, Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, pendapat yang terkuat, Dia dianjurkan untuk melakukan aqiqah. Imam Atha dan Hasan Al-Bashri mengatakan, “Dia boleh mengakikahi diri sendiri, karena aqiqah itu dianjurkan baginya, dan dia tergadaikan dengan akikahnya.  karena itu, dia dianjurkan untuk membebaskan dirinya.”

Berdasarkan Hadits: “Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelih pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama.”(HR. Imam Ahmad, An-Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi dan Ibn Majah)

Baca juga: Jasa Aqiqah enak di Jogja

Apa yang menyebabkan anak tidak aqiqah?

Faktor ini disebabkan orang tua tidak mampu atau minimnya pemahaman tentang aqiqah sehingga aqiqah tidak tepat waktunya bahkan tidak melaksanakan aqiqah.

Jika orang tua mampu ketika anaknya lahir, namun menunda aqiqah hingga anaknya dewasa, maka anaknya tetap diaqiqahi walaupun sudah dewasa. Apabila dalam waktu ketentuan syariah aqiqah, anak belum diaqiqah karena orang tua dalam keadaan tidak mampu maka aqiqah menjadi gugur, walaupun dikemudian hari orang tua menjadi kaya. Apabila anak meninggal dunia maka tetap diaqiqahi sebab pada usia 4 bulan dalam kandungan sudah ditiupkan ruh.

Demikian uraian Hukum Aqiqah Untuk Diri Sendiri semoga bisa dipahami dan bisa melaksanakan aqiqah untuk anak dengan tepat waktu.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah Yang Terbaik Dan Tepat

Jasa-aqiqah-murah-di-Jogja

Waktu pelaksanaan  Aqiqah yang tepat dan terbaik untuk bayi yang baru lahir pada hari ke tujuh pasca kelahiran. Namun faktanya tidak semua orang tua mampu melaksanakan penyembelihan hewan aqiqah tepat pada pada hari ke tujuh. Ini disebabkan masalah faktor ekonomi sebagai hambatan pelaksanaan aqiqah. Lalu Bagaimana jika tidak dilaksanakan aqiqah pada hari ke tujuh?

Dalam hal pelaksanaan aqiqah  para ulama ada perbedaan pendapat. Ada yang mengharuskan hari ke tujuh bersamaan dengan pemberian nama. Ada juga yang memperbolehkan setelah selesai masa nifas ibunya. Akan tetapi ada juga yang memberi kelonggaran waktu sampai masuk usia baligh. Dan ada juga yang membolehkannya kapanpun sampai orang tua benar-benar mampu.

Baca Juga: Jasa Aqiqah murah terlaris di Jogja

Kapan waktu yang terbaik Aqiqah?

Secara umum, menurut jumhur ulama berpendapat Waktu yang tepat disunnahkannya penyembelihan hewan Aqiqah pada hari ke tujuh. Berdasarkan Hadits Samirah, Rasulullah SAW bersabda: “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ke tujuh dan diberi nama”. (HR. Al-Tirmidzi)

Hadits Nabi SAW: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka disembelihkan hewan untuknya pada hari ke tujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama” (HR. Ibnu Majah )

Menurut ulama Syafi’iyah dan Hambali, waktu aqiqah dimulai dari kelahiran. Tidak sah aqiqah sebelumnya dan cuma dianggap sembelihan biasa.

Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah, waktu aqiqah pada hari ke tujuh dan tidak boleh sebelumnya.

Sedangkan sebagian Ulama lain berpendapat, jika aqiqah tidak dilaksanakan hari ke tujuh, maka disunnahkan hari ke empat belas. jika tidak sempat lagi pada hari tersebut, boleh dilaksanakan pada hari ke dua puluh satu. sebagaimana diriwayatkan dari ‘Aisyah Ra.

Sedangkan Syafi’iyah, Mereka membolehkan bagi orang tua melaksanakan aqiqahnya hingga dia masuk usia baligh. Maka ketika telah masuk usia baligh, orang tua tidak lagi terbebani dengan aqiqah ini. Akan tetapi anak itulah yang akan melaksanakan aqiqahnya sendiri jika ia mampu.

Bagi anda yang sudah dewasa dan berkeluarga namun masa kecilnya belum diaqiqah karena faktor ekonomi dan minimnya pemahaman orang tua, maka segeralah laksanakan aqiqah karena aqiqah termasuk sunnah yang sangat diutamakan.

Itulah waktu pelaksanaan aqiqah yang terbaik dan tepat menurut para ulama, semoga bisa bermanfaat.